Home / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 72. Cerita Tante Sofie

Share

Bab 72. Cerita Tante Sofie

last update publish date: 2026-07-25 18:25:03

Pagi itu ruang resepsionis klinik terapi lebih ramai dari biasanya. Raka bisa melihat Calvin, Tio, Aby dan Tony bergerombol mengitari sesosok gadis cantik.

“Ssst!” Dinda mendesis pelan, mengisyaratkan agar Raka mendekat padanya. “Dia cari kamu, Ka.”

“Cari aku? Siapa?” Raka mengernyitkan keningnya. Ia tak bisa melihat sosok yang tertutup oleh tubuh Aby yang besar. Tapi ia yakin, keempat rekannya tidak akan seantusias itu jika perempuan itu biasa saja.

Dinda melirik tajam padanya. “Emangnya …
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 136. Crot Sana ... Crot Sini

    Sari tercengang mendengar teriakan-teriakan suami istri pemilik kos itu. Mereka berdua seperti saling membuka aib mereka sendiri. Saking emosinya, mereka bahkan tak peduli setiap teriakan dan caci maki itu membuat penghuni kos merasa gelisah dan terganggu. “Apa maksudmu?” Feli tak mau kalah, “Oooh … jadi kamu mau putar balik fakta, kalau kamu justru si tukang selingkuh itu. Kamu mau putar balik apa lagi? Mau bilang kalau keponakanmu sendiri takut sama kamu, karena nyaris kamu perkosa?” Joko semakin murka. “Kamu mau ungkit masalah itu lagi? Itu karena kamu nggak becus muasin aku.” “Ooh … jadi siapa yang bisa bikin kamu puas? Selingkuhan yang sudah kamu kasih rumah itu?” Feli tertawa terkekeh. Tawa yang membuat Joko tak dapat menahan emosinya lagi. Lelaki itu melangkah mendekati Feli dengan pisau yang tergenggam erat di tangannya. “Aku nggak heran Rizky nin

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 135. Tuduhan Joko

    Joko turun dari mobilnya. Wajahnya merah saking marahnya. Langkahnya cepat saat memasuki gerbang rumahnya. “Feli! Feli! Kamu dimana?!” Teriaknya lantang. Para penghuni rumah kos, langsung keluar. Mereka yang selama ini selalu beranggapan bahwa hubungan keluarga pemilik kos yang rukun dan harmonis itu, tentu saja kaget. “Tante Feli lagi keluar, Om. Arisan deh, kayaknya.” Nisa keluar dari kamarnya dengan tangan yang masih sibuk mengekor kuda rambutnya itu langsung menyahut. “Kenapa Om?” “Telpon dia sekarang juga! Suruh pulang, atau aku suruh polisi buat cari dia.” Joko mendelik ke arah Nisa. Nisa langsung menurunkan tangannya. Rambut yang sudah terangkat rapi tadi, urung di talinya hanya gara-gara tatapan Joko yang sangat mengintimidasi. Gadis itu langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung menelpon tante Feli. Sari mengamati kejadi

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 134. Malam Panas Yang Membara

    Joko Suramin semakin geram. Lelaki itu bisa mencium aroma perselingkuhan di tubuh istrinya. Tapi selama ini ia tak bisa melakukan apapun demi menjaga image mereka di depan penghuni kos. Selama beberapa hari terakhir, ia sengaja mengikuti Feli hanya untuk sebuah pembuktian. Dan nyatanya perempuan empat puluhan yang ia nikahi itu pergi ke sebuah klinik terapi yang terkenal di lingkungan perumahan paling mentereng di kawasan itu. Kecurigaannya semakin kuat saat mengetahui bahwa Rakasya, mantan penghuni kos yang sempat dekat bahkan diangkat oleh Feli sebagai penjaga rumah kosnya itu juga terlihat di sana. “Mas Joko, lagi mikirin apa sih?” Perempuan muda itu menyentuh pundak Joko. Lalu tanpa ragu, ia duduk di pangkuan pria matang itu. “Pasti mikirin perempuan tua itu lagi. Kapan Mas mau ceraiin dia?” Joko menghela napas. Lelaki itu menyentuh paha mulus yang seperti sedang di sajikan di pangkuannya itu. “Kalau aku ceraikan dia, sama a

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 133. Rasa Yang Terpendam

    Alih-alih pulang ke kediaman Rino, Raka sengaja memacu motornya ke rumah Shakira. Pikirannya tak tenang setelah meninggalkan janda seksi itu walau beberapa hari saja. Tak bisa dipungkirinya, kecantikan dan paras janda muda itu seperti magnet yang tak bisa dilupakannya. Menatap wajahnya saja bisa membuat perasaannya tenang. Pasti sangat bahagia seandainya ia bisa memilikinya. Ia bukan sekedar bisa menatap wajah ayunya, tapi juga bisa menyentuh tubuh sexy nya. Ia bisa meraba di setiap lekuk tubuh indah itu, meremas setiap gumpalan yang selalu membuatnya menelan ludah. Raka langsung menepis semua pikiran mesumnya. Ia tidak ingin bayangan erotis itu muncul di saat ia harus berbicara serius dengan wanita cantik itu. Akan sangat memalukan jika mata cantik itu mengetahui bagian tubuhnya yang tiba-tiba berdiri tegak di bawah sana. “Ehem!” Suara deham itu langsung mengacaukan lamunan Raka. Ia bahkan hampir melompat saking kagetnya. Matanya la

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 132. Pak Nugraha

    Tak perlu waktu lama bagi Raka untuk mengalahkan ke empat tukang pukul itu. Sekali tendang dan pukul keempat orang itu sudah tergeletak dan tak kuat untuk bangun. Padahal pemuda desa itu hanya menggunakan sepertiga dari kekuatannya, belum sampai setengah. Namun, para tukang pukul yang hanya besar badan dan gemar menakut-nakuti warga itu tak berdaya.Satu tukang pukul lagi yang berhadapan dengan Baidowi pun berhasil dikalahkan oleh guru pencak silat itu. Meskipun tidak dengan sekali serangan seperti Raka, tetapi beberapa jurus sudah mampu membuat pria yang tubuhnya lebih besar itu tersungkur. SI tukang kredit langsung gemetaran melihat pemandangan di depannya. Tubuhnya yang kurus jadi terlihat ringkih dan wajahnya yang semua angkuh langsung rontok menjadi keringat dingin di sekujur tubuh.“Ka-kalian mau apa?” ujarnya dengan gemetaran.“Sudah aku bilang aku mau ketemu dengan Pak Nugraha. Aku di sini tidak mencari masalah tapi meluruskan m

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 131. Markas Rentenir

    Raka sudah berdiri di dalam ruang tamunya dan dia melihat Bu Koco dan anaknya ada di dalam sana. Perasaan pemuda itu mulai tenang melihat kalau yang datang bukanlah perusuh.“Malam,” sapa Raka sopan.“Raka kemari Nak, ini anak Bu Koco namanya Baidowi. Dia itu guru pencak silat di daerah kita.” Bu Lastri menunjuk pada pemuda kurus dan berwajah ramah di depan Raka.“Raka.”“Bai.” “Nah, Raka, ini Bu Koco dan anaknya bilang kalau mereka curiga sebenarnya yang membuat hutang palsu itu adalah Parto, suaminya si Nella.” Bu Lastri menceritakan kembali apa yang diucapkan oleh mereka.“Parto?” Raka tak mengerti.“Iya, Parto menghilang dua bulan lalu, waktunya sama persis dengan hutang piutang yang mereka katakan. Nah, sampai sekarang tidak ada yang tahu di mana si Parto itu.” Bu Koco menjelaskan.“Benar, Mas. Parto itu gaya hidupnya memang wow, Mas. Dia ngakunya anak orang kaya pemilik perkebunan lombok, jeruk, jagung da

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status