공유

Bab 167

작가: Kak Han
last update 게시일: 2026-04-21 20:26:32

Rio menatap meja kaca di hadapannya dengan pandangan yang kosong dan tajam. Setiap kata yang keluar dari mulut Lyra terasa seperti racun yang meresap perlahan ke dalam pembuluh darahnya. Menukar Maudy dengan harta memang terdengar masuk akal bagi pria yang sudah kehilangan segalanya seperti Rio. Namun ego lelakinya tetap merasa tercabik karena harus bergantung pada rencana seorang wanita yang dia anggap tak lebih dari sekadar pemuas nafsu di masa lalu.

​"Baiklah, aku setuju. Lakukan sesukamu. A
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 211

    Setelah perdebatan sengit yang memalukan di lobi, Rio akhirnya menyerah dan melangkah menuju lift tamu dengan gerutu yang tak henti-hentinya keluar dari mulutnya. Notaris di sampingnya hanya bisa menunduk, memperbaiki letak kacamatanya berulang kali, merasa seolah-olah martabat profesinya sedang dipertaruhkan karena mendampingi pria yang temperamental seperti Rio.​Lift bergerak naik perlahan. Setiap kali angka lantai di atas pintu lift bertambah, napas Rio semakin memburu. Dia sudah membayangkan dirinya duduk di kursi kebesaran Bayu, memutar kursi itu ke arah jendela, dan menatap kota sebagai penguasa mutlak. Begitu pintu lift terbuka di lantai eksekutif, Rio melangkah keluar dengan hentakan kaki yang keras di atas karpet mewah yang meredam suara. Namun tidak meredam aura kemarahan yang dia bawa.​Dia melewati meja asisten yang biasanya ditempati oleh Cindy. Kini, di sana duduk seorang karyawan pria muda yang tampak cekatan, menggantikan posisi Cindy untuk sementara waktu. Karyawan i

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 210

    Pada saat yang bersamaan, lantai lobi perusahaan milik Bayu siang itu tampak sibuk dengan suara ketukan sepatu di atas lantai granit yang dipoles mengkilap dan hiruk-pikuk karyawan yang berlalu-lalang.Di sana tampak Rio melangkah masuk dengan dagu terangkat tinggi, mengenakan setelan jas terbaiknya yang dia rasa paling cocok untuk merayakan hari kemenangan bersejarah ini. Di sampingnya, seorang pria paruh baya berkacamata yang merupakan notaris pilihannya berjalan dengan tas dokumen yang berat.​Rio menarik napas dalam-dalam, menghirup aroma kemewahan gedung itu yang dia kira sebentar lagi akan menjadi miliknya secara mutlak. Tidak ada lagi nama Bayu sebagai pemilik. Dia merasa seperti seorang raja yang kembali dari pengasingan untuk merebut takhtanya.​Dengan langkah mantap, dia melewati resepsionis tanpa menoleh dan langsung menuju deretan lift eksekutif di sudut ruangan. Lift yang biasanya hanya bisa diakses oleh Bayu dan para petinggi tingkat atas. Namun, sebelum jemarinya sempat

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 209

    Keesokkan harinya, Cindy bersiap untuk meninggalkan kamar perawatannya. Empat hari telah berlalu sejak insiden berdarah di kantor Bayu, dan meskipun luka di lengannya mulai mengering di balik balutan perban putih, luka di hatinya masih terasa basah dan perih.​Pagi itu, Bayu datang lebih awal. Dia tidak banyak bicara, hanya fokus menyelesaikan tumpukan administrasi di meja kasir agar Ibu angkatnya tidak perlu merasa pusing dengan biaya rumah sakit yang membengkak. Setelah semuanya beres, Bayu kembali ke kamar dengan langkah tenang, mendapati Cindy sudah duduk di tepi ranjang dengan pakaian rumah yang longgar, sementara Ibu angkatnya sedang sibuk merapikan sisa-sisa buah dan pakaian ke dalam tas jinjing.​"Semua administrasi sudah selesai, Bu. Mobil juga sudah menunggu di lobi," ujar Bayu datar, suaranya tenang dan ada jarak yang jelas terasa.​Ibu angkat Bayu menghentikan kegiatannya. Menoleh ke arah Bayu, lalu tersenyum sambil mengangguk pelan. Dia menarik napas panjang, lalu duduk d

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 208

    Matahari siang itu bersinar dengan terik yang menyengat, seolah berusaha menguapkan sisa-sisa ketegangan yang masih melekat di udara. Bayu tidak membiarkan satu jam pun terbuang sia-sia. Setelah memastikan Maudy baik baik saja dan sudah mendapatkan pemeriksaan medis yang diperlukan, dia segera memacu mobilnya menuju sebuah gedung perkantoran tinggi di pusat kota, tempat kantor hukum paling terkemuka di negeri ini berada.“Mau kemana kita Bayu?” tanya Maudy ketika melihat arah jalan yang bukan menuju ke kantor, maupun ke rumahnya.“Menemui pengacara Maudy. Untuk mengurus perceraian kamu,” jawab Bayu.“Owh. Tapi… apa tidak seharusnya besok pagi saja. Seharian ini, kamu sangat sibuk. Mulai dr menangani Cindy hingga menyelamatkanku dari penculikan. Aku takut, kamu kecapekan. Belum lagi nanti kamu harus lembur ngurusin pekerjaan kantor,” ujar Maudy menyampaikan kecemasannya.“Justru aku tidak akan bisa tidur tenang jika gugatan Rio ini tidak segera diurus. Setiap waktu kita berharga. Jang

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 207

    Mobil Bayu melesat membelah keremangan senja, meninggalkan gudang tua yang menjadi saksi bisu penghinaan terhadap harga diri mereka. Bayu memacu kendaraannya dengan satu tangan, sementara tangan kirinya menggenggam erat jemari Maudy yang terasa sedingin es. Suasana di dalam kabin mobil begitu sunyi, hanya deru mesin dan napas Maudy yang masih terdengar berat dan tidak teratur.​Bayu sesekali melirik ke arah di sebelahnya. Maudy tampak menyandarkan kepalanya pada kaca jendela, matanya kosong menatap gedung gedung tinggi di pinggiran kota. Wajahnya yang semula ayu kini tampak sangat rapuh, dengan bekas guratan merah di sudut bibirnya akibat kain pembungkam tadi.​"Kita harus ke rumah sakit sekarang," ujar Bayu dengan nada suara yang tidak menerima bantahan. Fokusnya terbagi antara jalanan dan kondisi wanita di sampingnya. "Nggak perlu, Bayu. Aku baik-baik saja. Tolong bawa aku pulang saja,” sahut ​Maudy menggeleng lemah tanpa menoleh.​"Nggak, Maudy. Jangan keras kepala! Tubuhmu lemas

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 206

    Bayu segera menarik dokumen pengalihan aset yang baru saja dia tanda tangani ke sisi meja. Namun tangannya tetap menindih kertas itu dengan kuat. Tatapannya setajam sembilu, tertuju lurus pada Rio yang masih tampak pongah dengan tawa kemenangannya.​"Giliranmu. Sekarang juga, tanda tangani surat cerainya, Rio. Sekarang!” bentak Bayu. Suaranya pelan, tapi mengandung ancaman yang sangat nyata.​Lyra, yang sudah tidak sabar ingin segera mendekap dokumen aset tersebut, menoleh ke arah Rio. Dia tidak peduli pada urusan asmara atau kebencian antara Rio dan Maudy, ia hanya ingin urusan ini selesai agar dokumen di bawah tangan Bayu bisa segera ia kuasai.​"Ayo, Rio. Jangan buang waktu lagi. Sesuai kesepakatan, tanda tangani surat itu dan biarkan mereka pergi. Aku sudah mendapatkan apa yang aku mau, jadi jangan buat masalah ini berlarut-larut karena egomu," cetus Lyra. Meski ia licik, Lyra adalah tipe orang yang konsekuen. Dia tidak berpihak pada Rio saja atau Bayu saja. Dia hanya berpihak p

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 58

    Maudy merasakan dadanya sesak saat melihat Bayu mulai melangkah pergi meninggalkan rumahnya dengan jalan kaki dan akan memesan ojek. Rasa tidak rela yang sedari tadi ia tahan akhirnya pecah. Ia melepaskan cengkeraman tangan ibunya dengan sentakan kasar, lalu berbalik arah, berlari kecil mengejar pu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 57

    Pagi itu, langit tampak mendung seolah mewakili perasaan Maudy yang berat. Bayu dengan setia membukakan pintu mobil untuk mengantar Maudy kembali ke rumah orang tuanya. Mobil yang sudah atas nama Maudy sejak tinggal di rumah Rio. Di sepanjang perjalanan, Maudy hanya terdiam, jemarinya terus merema

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 55

    Mobil yang dikendarai Ayah dan Ibu Maudy melaju menembus kesunyian malam. Namun suasana di dalamnya jauh dari kata tenang. Begitu gang sempit kontrakan Bayu menghilang dari spion, Ibu Maudy tiba-tiba melepaskan pegangan di pelipisnya. Ia duduk tegak, napasnya kembali teratur, dan sorot matanya yang

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 50

    Suasana kamar itu mendadak sunyi sesenyap kuburan. Lyra, yang sedari tadi berdiri di sudut ruangan, hampir saja memekik kegirangan mendengar keputusan perceraian Maudy dan Rio. Di dalam otaknya, dia sudah membayangkan dirinya menjadi nyonya besar dengan cara yang terhormat di rumah itu, menggantika

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status