共有

Bab 242

作者: Kak Han
last update 公開日: 2026-05-11 21:12:09

Keesokkan harinya, suasana di Pengadilan Agama terasa jauh lebih mencekam daripada sebelumnya. Langit yang sedikit mendung seolah merefleksikan ketegangan yang menggantung di koridor gedung.

Maudy berjalan perlahan menuju ruang sidang utama, jemarinya meremas tali tasnya begitu kuat. Rasa cemas dan gugup bercampur menjadi satu. Di belakangnya, Pak Dharma berjalan dengan langkah tegap, membawa tas kerja kulit yang berisi senjata yang telah disiapkan Bayu semalaman.

​Begitu pintu ruang sidang i
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 245

    Maudy tidak bisa melanjutkan kata katanya. Terkadang rasa tidak percaya itu memang muncul begitu saja di dalam dirinya. “Sudahlah Maudy. Jangan bebani diri kamu sendiri. Ikuti saja alurnya. Ibu hanya bisa berdoa semoga kamu mendapat yang terbaik.” Matahari mulai condong ke arah barat, membiarkan cahaya keemasan yang hangat menyelinap masuk melalui jendela ruang tamu rumah Maudy. Setelah momen penuh emosi di makam sang Ayah, Maudy merasakan sebuah ketenangan yang selama ini hanya menjadi angan-angan. Dia duduk di sofa favoritnya, memperhatikan Ibunya yang kini tampak jauh lebih ringan langkahnya, sibuk merapikan taplak meja seolah energinya baru saja pulih sepenuhnya. ​Maudy merogoh ponsel dari tasnya. Ada satu orang lagi yang menjadi alasan di balik semua senyuman ini. Dia ingin menelepon, tapi saat fia melirik jam di dinding, masih pukul empat sore. Bayu pasti sedang berada di puncak kesibukannya, mungkin sedang meninjau berkas-berkas besar yang sempat diia tinggalkan demi menje

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 244

    Tidak lama kemudian Mobil tiba menjemput Maudy. Mobil hitam itu meluncur tenang membelah jalanan kota. Di dalam kabin, Maudy terus menatap ke luar jendela. Namun kali ini dengan binar mata yang berbeda. Kelegaan itu mengalir ke seluruh pembuluh darahnya, membuatnya merasa seolah-olah baru saja kembali hidup.​"Terima kasih untuk segalanya, Bayu," bisik Maudy dengan lembut tanpa menoleh. "Ini adalah awal yang baru untukmu, Maudy. Kamu pantas mendapatkannya. Tapi…” ucapan Bayu terpotong.“Tapi apa Bayu?” tanya Maudy.“Tapi, masak gitu doang cara berterima kasihnya?” celetuk Bayu sembari melempar tatapan genit.Maudy menyadari kemana arah ucapan Bayu, lalu dia segera mencubit lengan pria tersebut.“Iiih, mulai genit ya…!!” seru Maudy.Selama perjalanan, mereka terus saling menggoda dan bercanda tawa, hingga akhirnya mobil itu berhenti di depan rumah Maudy. Maudy pun segera turun. “Aku kembali ke kantor dulu. Masih ada banyak kerjaan,” ucap Bayu berpamitan.“Ok. Hati hati di jalan ya. B

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 243

    “Saudara Rio, kejahatan yang sudah anda lakukan sangat fatal. Apakah anda masih ingin mengelak? Smeua bukti sudah jelas!” tegas sang Hakim. Suasana di dalam ruang sidang utama terasa begitu sunyi saat Hakim Ketua merapikan tumpukan berkas di hadapannya. Tidak ada lagi perdebatan sengit, tidak ada lagi adu urat syaraf antara Pak Dharma dan pengacara Rio. Bukti rekaman dan dokumen yang ditunjukan pada sidang telah menjadi paku payung yang mengunci nasib Rio. Kebohongan tentang ingin berdamai telah runtuh seiring terungkapnya niat busuk Rio yang hanya mengincar harta dan memperalat Maudy seperti barang. ​Hakim Ketua memperbaiki posisi kacamatanya, lalu menatap tajam ke arah kedua belah pihak. Sebelum akhirnya membuat keputusan resmi. ​"Menimbang bahwa mediasi telah gagal secara total, dan berdasarkan bukti-bukti yang diajukan tergugat mengenai adanya unsur paksaan, ancaman, serta ketidakharmonisan yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi… Maka, Majelis Hakim memutuskan untuk tetap

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 242

    Keesokkan harinya, suasana di Pengadilan Agama terasa jauh lebih mencekam daripada sebelumnya. Langit yang sedikit mendung seolah merefleksikan ketegangan yang menggantung di koridor gedung. Maudy berjalan perlahan menuju ruang sidang utama, jemarinya meremas tali tasnya begitu kuat. Rasa cemas dan gugup bercampur menjadi satu. Di belakangnya, Pak Dharma berjalan dengan langkah tegap, membawa tas kerja kulit yang berisi senjata yang telah disiapkan Bayu semalaman.​Begitu pintu ruang sidang itu terbuka, Maudy merasakan hembusan udara dingin dari pendingin ruangan yang langsung menusuk kulitnya. Di sana, di kursi penggugat, Rio sudah duduk dengan angkuh. Ia mengenakan kemeja batik berwarna gelap, memberikan kesan formal yang kaku. Saat Maudy masuk, Rio menoleh perlahan, memberikan senyum tipis yang penuh rahasia yang seolah berkata bahwa ia masih memegang kendali dan akan memenangkan persidangan.​Tak lama kemudian, Hakim Ketua memasuki ruangan. Membuat suasana makin menegangkan untu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 241

    Malam merayap begitu lambat di kediaman Maudy. Suasana di dalam kamarnya terasa sunyi, namun pikiran Maudy jauh dari kata tenang. Ia berbaring miring, menatap cahaya bulan yang menembus celah gorden, sementara jemarinya tak henti-hentinya mengetuk layar ponsel yang bercahaya terang di kegelapan.​Setiap detik terasa seperti jam yang berdetak di kepalanya. Besok adalah hari persidangan cerai yang kedua, babak yang akan menentukan apakah ia bisa segera lepas dari jerat Rio atau justru terjebak lebih lama dalam drama yang melelahkan. Rasa cemas itu seperti air pasang yang perlahan menenggelamkannya. "Bayu, aku tidak bisa tidur. Dadaku terasa sesak setiap kali mengingat wajah Rio saat mediasi kemarin. Bagaimana kalau besok dia punya rencana lain yang lebih gila?" tulis Maudy pada pesan yang dia kirim untuk Bayu.​Di tempat lain, di ruang kerjanya yang luas, Bayu duduk di depan meja kayu besar yang dipenuhi dengan tumpukan dokumen dan sebuah laptop yang masih menyala. Begitu ponselnya ber

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 240

    Rio melangkah mundur sedikit, memberikan ruang bagi Lyra untuk bernapas. Namun matanya tetap mengunci manik mata wanita itu dengan sorot yang penuh perhitungan. Dia berjalan menuju meja kecil, mengambil botol wiski yang masih tersisa sedikit, lalu menuangkannya ke dalam gelas tanpa suara. Hanya denting kaca yang memecah keheningan yang tegang itu. ​"Kita sudah terlalu jauh untuk sekadar menjadi orang asing yang tidak sengaja tidur bersama, Lyra. Dan kita juga terlalu cerdas untuk terjebak dalam drama percintaan yang picik seperti Maudy dan Bayu,” ujar Rio pelan sembari menyesap minumannya. Dia lalu berbalik, menatap Lyra yang masih berdiri kaku dibalut selimut sutranya. ​Lyra mengerutkan kening, mencoba mencari tahu ke mana arah pembicaraan ini. "Apa maksudmu? Kamu ingin kita kembali menjalin hubungan?" tanya Lyra. "Hubungan? Tidak. Aku tidak ingin mengekangmu. Aku tahu kamu adalah wanita yang haus akan kebebasan dan kekuasaan. Jika besok kamu ingin mencari pria lain, ingin men

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 18

    Maudy hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Bayu, lalu beralih menatap Lyra dengan raut wajah tidak enak hati. "Maaf ya, Lyra. Bayu memang begitu, dia OB yang sedikit bandel di sini. Jangan dimasukkan ke hati ucapan lancangnya tadi," ucap Maudy meminta maaf pada Lyra. ​Lyra hanya tertawa k

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 16

    Bayu menepi di bawah pohon rindang yang agak jauh dari butik itu. Ia menatap layar ponselnya yang menampilkan foto Rio tengah tertawa mesra bersama wanita itu. Jarinya gemetar, berada hanya beberapa milimeter di atas tombol Kirim ke kontak Maudy. ​"Kalau aku kirim sekarang, apa yang terjadi?Bu Mau

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 42

    Keheningan di kamar hotel itu terasa begitu pekat, seolah oksigen di ruangan itu telah habis tersedot oleh pengakuan mengerikan yang baru saja terlontar. Maudy masih mematung di tepi ranjang. Tatapannya kosong, tertuju pada foto yang tergeletak di lantai. Foto yang kini tampak seperti potongan bukt

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 55

    Mobil yang dikendarai Ayah dan Ibu Maudy melaju menembus kesunyian malam. Namun suasana di dalamnya jauh dari kata tenang. Begitu gang sempit kontrakan Bayu menghilang dari spion, Ibu Maudy tiba-tiba melepaskan pegangan di pelipisnya. Ia duduk tegak, napasnya kembali teratur, dan sorot matanya yang

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status