공유

Bab 322

작가: Kak Han
last update 게시일: 2026-06-09 21:30:25

Tiga hari telah berlalu sejak malam mencekam yang merenggut nyawa Baron. Setelah melalui serangkaian perawatan intensif, proses bilas lambung, dan observasi ketat dari tim dokter spesialis toksikologi, para korban keracunan massal perlahan-lahan dinyatakan membaik. Akhirnya, pada siang hari yang terik itu, pihak Rumah Sakit memperbolehkan sebagian besar pasien untuk pulang ke rumah masing-masing, termasuk Bayu dan Maudy.

​Langkah kaki mereka saat keluar dari pintu lobi rumah sakit terasa begit
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
SadikiNiyah
kasihan bnget cobaan trs DTG bertubi-tubi
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 429

    Keesokan harinya, sinar matahari pagi mulai menerobos masuk ke dalam kamar utama. Kondisi Maudy sudah jauh lebih membaik setelah cairan infus habis dan ia mendapatkan istirahat total seharian penuh. Walau rona merah di pipinya telah kembali, Bayu tetap memperlakukannya bagaikan porselen rapuh yang bisa pecah kapan saja.​Pagi itu, Bayu sudah rapi mengenakan setelan jas formalnya. Namun, alih-alih langsung melangkah menuju mobil dinas yang sudah siap di depan teras, sang komisaris justru menunjukkan perilaku ajaib yang membuat semua orang di rumah menggelengkan kepala.​Di dalam kamar tidur, Bayu duduk berlutut di samping tempat tidur. Wajahnya dipenuhi raut cemas yang luar biasa dramatis, seolah-olah ia sedang bersiap melepas diri pergi ke medan perang yang sangat jauh dan tidak akan kembali untuk waktu yang lama.​"Sayang... Aku berangkat kantor dulu, ya. Kamu jaga diri baik baik ya," pamit Bayu dengan nada suara yang teramat berat dan sayu. Matanya menatap Maudy penuh kerinduan ya

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 428

    Suara langkah kaki dokter dan asistennya perlahan menghilang menyusuri koridor luar, disusul bunyi derit pintu utama yang tertutup rapat. Ruang tidur utama itu kembali dilingkupi keheningan yang tenang dan hangat. Di atas tempat tidur king size, cairan infus menetes teratur dari botol transparan, mengalirkan nutrisi dan vitamin ke dalam pembuluh darah Maudy.​Bayu menghembuskan napas panjang, merapikan letak selimut tebal yang membungkus tubuh istrinya. Pria itu kemudian menggeser kursi mendekati tepi ranjang, lalu duduk di samping Maudy. Ditatapnya wajah sang istri yang masih tampak agak pucat, namun raut kesakitannya perlahan-lahan mulai memudar berganti dengan ketenangan.​Dengan gerakan yang teramat lembut, Bayu meraih jemari Maudy, menggenggamnya erat lalu mendaratkan kecupan hangat di punggung tangan yang terpasang selang infus tersebut.​"Maudy... Aku benar-benar minta maaf, ya. Aku tidak menyangka kalau kejadian semalam malah bikin kamu jadi seperti ini tadi pagi. Mas terlalu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 427

    Sinar matahari pagi yang hangat dan cerah menerobos masuk melalui celah gorden kamar utama, membingkai indah suasana kamar yang penuh kedamaian. Bayu terbangun lebih awal dengan kondisi tubuh yang terasa luar biasa bugar. Tidak ada lagi rasa mual yang melilit perutnya, tidak ada pusing yang berputar di kepalanya, dan seluruh persendiannya terasa sangat bertenaga. Sambil tersenyum lebar mengingat kehangatan malam yang mereka lewati bersama, Bayu bangkit dari tempat tidur dan mengenakan pakaian santainya.​Maudy yang baru saja terbangun tampak sedang menyisir rambut panjangnya di tepi ranjang. Wajahnya yang cantik dihiasi rona merona yang begitu manis.​"Selamat pagi, Sayangku," sapa Bayu hangat, melangkah mendekat lalu mendaratkan kecupan lembut di dahi istrinya. "Bagaimana tidurmu semalam? Nyenyak?"​Maudy menyunggingkan senyuman hangat, menatap suaminya penuh kelembutan. "Selamat pagi, Mas. Tidurku nyenyak sekali. Mas Bayu segar sekali pagi ini?"​"Luar biasa segar, Sayang. Rasanya

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 426

    Deru napas hangat Bayu menyapu lembut permukaan kulit leher Maudy, meninggalkan jejak-jejak kecupan mesra yang kian dalam dan menuntut. Kamar utama yang hangat oleh redupnya lampu tidur bernuansa keemasan itu terasa makin hangat, dilingkupi oleh gairah dan kerinduan dua insan yang telah tiga bulan lamanya tertahan oleh penderitaan morning sickness.​Maudy memejamkan matanya rapat-rapat, menikmati setiap sentuhan jemari kekar suaminya yang perlahan-lahan merayap di sela-sela gaun tidur sutranya. Kehangatan telapak tangan Bayu seolah menyalurkan rasa rindu yang teramat dalam, membuat dada Maudy berdesir hebat. Namun, saat merasakan ritme gerakan Bayu yang kian cepat dan sarat akan dominasi gairah yang membakar, naluri seorang ibu hamil di dalam diri Maudy seketika tersentak pelan.​Maudy menahan dada bidang Bayu dengan kedua telapak tangannya, menahan himpitan tubuh tegap suaminya yang kian mendekat.​"Mas... Mas Bayu, tunggu sebentar..." bisik Maudy dengan suara yang agak serak dan ter

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 425

    Waktu terus berjalan tanpa terasa, merajut hari demi hari hingga kehamilan Maudy kini genap memasuki usia tiga bulan. Kandungannya kian menguat dan tampak makin membuncit indah, menyimpan empat kehidupan kecil yang tumbuh sejajar di dalam rahimnya. Namun, tiga bulan belakangan ini juga menjadi fase yang paling unik sekaligus menguji kesabaran bagi pasangan suami istri tersebut.​Lantaran Bayu yang justru mengambil alih seluruh penderitaan morning sickness, mengalami mual hebat, pusing, hingga tubuh yang mendadak lemas tak berdaya hampir setiap hari. Kehidupan intim mereka sebagai suami istri praktis terhenti total. Bayu yang biasanya selalu prima dan penuh gairah, lebih sering menghabiskan malam dengan memeluk Maudy dalam kondisi tubuh kuyu dan kepala yang bersandar pasrah di dada istrinya, menantikan gelombang mual itu mereda.​Hingga pada suatu malam yang tenang di kamar utama kediaman mereka, keajaiban kecil seolah menghampiri Bayu.​Udara malam itu terasa sangat sejuk. Sinar remb

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 424

    Dari layar monitor yang terpasang rapi di sudut meja kerja ruang utamanya, Bayu mengamati situasi di dalam ruang kerja CEO dengan tatapan mata yang teramat tajam dan dipenuhi kecerdikan. CCTV bersudut pandang luas memperlihatkan dengan sangat jelas bagaimana situasi di ruangan tersebut berlangsung secara real-time.​Di sana, Andra duduk begitu tegap, memancarkan wibawa dan ketenangan seorang pimpinan yang berkelas, sementara Tasya duduk di hadapannya dengan gestur tubuh yang sangat kaku. Jemari Tasya terlihat meremas pinggiran map, dan sesekali wanita itu memalingkan wajahnya dengan raut gelisah. Untuk pertama kalinya, keangkuhan setinggi langit yang biasanya menyelimuti wajah Tasya meluruh total, berganti dengan ekspresi terintimidasi dan canggung yang tak bisa ia tutupi.​Sebuah senyuman miring yang dingin dan puas perlahan-lahan terukir di bibir Bayu. Pria itu menyandarkan punggungnya pada kursi kulit kebesarannya, mengamati setiap detik momen tersebut dengan rasa puas yang membu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 2

    “Simpan pertanyaanmu dan kembali lanjutkan pekerjaanmu!” titah Rio mengalihkan pertanyaan dari Bayu. Bayu tidak bisa mengelak. Dia lekas undur diri dan beranjak dari tempatnya berdiri. “Baik Pak Rio, saya akan kembali bekerja,” ucap Bayu sebelum dia melangkah pergi. Pintu ruangan tersebut kembali

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 1

    "500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!" Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 5

    Ponsel Maudy berbunyi dan bergetar hebat di atas kasur. Menampakkan layar ponsel yang sangat terang. “Ibu mertua!” serunya dengan pikiran yang kacau saat Ibu mertuanya melakukan panggilan video. Meski Ibu mertuanya belum mengucapkan apapun, Maudy sudah tau apa yang hendak perempuan itu katakan.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 4

    Satu jam sudah Bayu berdiri di balik pintu. Sementara Maudy, dia tetap pada posisinya. Duduk bertekuk lutut di sudut kasur. Tidak bergerak dan juga tidak ada niatan merealisasikan ancamannya.Kaki Bayu mulai merasa pegal. Sejak tadi dia sudah berusaha mengabaikan rasa pegalnya,, tapi kali itu dia s

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status