Share

Bab 395

Author: Kak Han
last update publish date: 2026-07-20 21:04:26

Tasya meletakkan keranjang buah yang dibawanya ke atas meja samping dengan gerakan yang sangat hati-hati, seolah barang itu adalah benda paling berharga di dunia. Ia memutar tubuhnya, menatap Maudy dengan raut wajah yang dipenuhi rasa prihatin yang amat dibuat-buat, lalu beralih menatap Ibu Maudy dengan senyuman paling santun yang bisa ia pamerkan.

​"Tante... maaf kalau kedatangan Tasya mengganggu. Begitu mendengar kabar dari sekretariat kantor kalau Maudy mendadak harus dibawa ke rumah sakit,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 557

    ​Di dalam mobil, Bayu memangku kepala istrinya dengan perasaan yang campur aduk. Wajah Maudy pucat pasi, dan napasnya terasa lemah.“Maudy, bangunlah sayang… jangan buat aku takut. Kita harus kuat…” bisik Bayu sambil menepuk pelan pipi istrinya. Namun, belum sempat mobil tiba di pelataran rumah sakit, Maudy perlahan mulai mengerjap-erjakan matanya. Kesadarannya berangsur pulih.​Begitu matanya terbuka sempurna, hal pertama yang terlontar dari mulutnya adalah nama putri tunggalnya.​"Mas... Evelyn mana? Evelyn mana, Mas?!" panggil Maudy dengan suara parau dan napas yang memburu.​Ia langsung berusaha duduk, menatap sekeliling interior mobil yang asing baginya. Bayu memegang kedua bahu istrinya dengan lembut, mencoba menenangkannya.​"Evelyn ada di ambulans di depan kita, Sayang. Dia didampingi Cakra sama Daffa. Kita lagi jalan menuju rumah sakit sekarang. Kamu tenang ya," bisik Bayu sambil mengusap kepala Maudy.​Air mata Maudy kembali menetes. Rasa cemas dan bersalah langsung memenu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 556

    Melihat kondisi Evelyn yang makin berontak dan panik setiap kali ada yang mendekat, tim medis kepolisian langsung berdiskusi cepat dengan komandan lapangan. Evelyn merapatkan tubuhnya ke sudut dinding sambil terus menjerit, napasnya tersengal-sengal seperti orang yang kehabisan udara. Keringat dingin mengucur deras di dahi dan lehernya, sementara matanya bergerak liar penuh ketakutan.​Polisi yang bertugas akhirnya mendekati Bayu dan Maudy. Kemudian menyampaikan saran."Pak Bayu, Bu Maudy, kondisi adik Evelyn saat ini mengalami panic attack dan trauma berat. Kalau dibiarkan terus begini tanpa penanganan, takutnya dia bisa kejang atau pingsan karena kehabisan napas. Kami sarankan panggil ambulans sekarang supaya tim medis bisa memberikan suntikan penenang."​Mendengar saran itu, Maudy langsung menggeleng cepat untuk menolak."Nggak, Pak! Jangan disuntik! Kasihan anak saya, dia baru saja lepas dari orang jahat... Tolong jangan bikin dia makin takut..."​"Tapi Bu, kalau Evelyn terus-teru

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 555

    Mata Arka menyalang merah, dipenuhi amarah yang membakar seluruh isi dadanya. Menyaksikan kondisi adik bungsu yang selama ini ia jaga dan lindungi dalam keadaan hancur tak berdaya, pertahanan emosinya runtuh sepenuhnya. Tanpa membuang waktu, Arka membalikkan badan dan melangkah lebar menuju area luar rumah tua, di mana beberapa personel polisi sedang berusaha menggiring Evan yang tangannya sudah terborgol ke dalam mobil tahanan.​"Mana bajingan itu?! Aku akan menghajarnya sampai mampus!" teriak Arka dengan dendam membara di dada.​Dengan napas memburu, Arka menerobos barisan petugas. Jemarinya mengepal kencang, siap mendaratkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Evan yang tampak pucat pasi. Langkah Arka diikuti oleh Bagas, Cakra, dan Daffa yang juga diselimuti aura permusuhan yang sama pekatnya.​"Mas Arka, tahan! Jangan main hakim sendiri!" seru seorang perwira polisi seraya merentangkan kedua tangan, membendung pergerakan Arka. Dua personel tim taktis lainnya dengan sigap menahan dada da

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 554

    Legat dalam dada Evan hanya bertahan beberapa menit. Saat napasnya mulai teratur dan jemarinya baru saja selesai menghapus seluruh rekam jejak digital dari ponselnya, suara yang sangat ia takuti kembali membelah keheningan sore.​Wiuww... wiuww... wiuww...​Suara lengkingan sirine polisi itu mendadak terdengar lagi, dan kali ini terasa jauh lebih dekat, makin nyaring, serta memburu dari arah persimpangan jalan.​Rombongan armada kepolisian tersebut sebenarnya tidak melintas secara kebetulan. Tim penyidik siber Polda sebelumnya telah berhasil memetakan titik koordinat terakhir dari sinyal pemancar singkat ponsel Evelyn sebelum perangkat itu mati total. Hanya saja, karena kawasan pemukiman tua di pinggiran kota itu dipenuhi oleh lorong-lorong sempit dan bangunan terbengkalai, mereka sempat melewati lokasi yang tepat pada putaran pertama.​Namun pada penyisiran putaran kedua ini, barisan kendaraan taktis kepolisian itu langsung berbelok tepat ke arah jalan setapak menuju rumah tua terbe

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 553

    Napas Evan memburu kencang saat kakinya sudah bersiap memanjat meja dapur untuk melompat ke arah lubang atap belakang. Namun, tepat sebelum ia melayangkan tubuhnya, pendengarannya menagkap sesuatu yang janggal. Lengkingan sirine yang semula meraung nyaring di dekat halaman rumah tua itu perlahan-lahan mulai meredup dan suaranya terdengar makin menjauh.​Evan membeku di tempat, mengerutkan dahi dalam kebingungan yang mencekam.“Kok suara sirine mobil polisi itu kayak menjauh? Apa mereka hanya lewat saja? Aku harus pastikan dulu!”​Dengan gerakan amat perlahan dan napas yang ditahan rapat-rapat, Evan merayap kembali menuju area depan. Ia menempelkan wajahnya pada celah papan jendela kayu yang lapuk, mengintip ke arah jalanan kecil di luar. Di sana, pendar lampu darurat merah-biru dari tiga mobil patroli polisi tampak melaju sedang membelah remang sore, bergerak melewati bangunan tua itu tanpa sempat berbelok atau melambat sedikit pun.​Rombongan polisi itu memang sedang dikerahkan secar

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 552

    Setiap kali pandangannya mendarat pada nominal satu miliar rupiah di layar ponselnya, dada Evan berdebar keras. Uang sebesar itu bisa mengubah jalan hidupnya secara instan. Namun, makin ia merenungkannya, makin keras pula logika bertahan hidupnya menampar kesadaran tersebut. Menyerahkan Evelyn kepada Bayu demi mengincar uang itu bukanlah jalan keluar yang aman, melainkan pintu menuju kehancuran dari dua arah sekaligus.​Di satu sisi, Rio adalah sosok bertangan dingin yang tidak pernah memberi ampun kepada siapa pun yang membelot. Pengkhianatan terhadap Rio sama saja dengan mencetak tiket mati. Karena jaringan gelap pria itu pasti akan memburunya ke mana pun ia melarikan diri. Di sisi lain, jika enyerahkan Evelyn langsung ke tangan Bayu juga mengandung risiko yang tak kalah fatal. Bayu bukanlah orang sembarangan. Jika Papanya Evelyn itu mengetahui bahwa pria dewasa di hadapannya inilah yang telah memanipulasi, membohongi, dan menyekap putri tunggalnya hingga trauma berat, Bayu dipasti

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 3

    “Saya cuma mau membantu Bu Maudy berdiri. Lantai itu kotor, dan harus saya pel,” ucap Bayu dengan pelan sambil mulai duduk di dekat Maudy. Dia juga sedikit mengulurkan tangan, barangkali Maudy meraihnya. Akan tetapi, yang ada Maudy menepis tangannya dengan kasar lalu melempar sebuah brosur tebal k

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 2

    “Simpan pertanyaanmu dan kembali lanjutkan pekerjaanmu!” titah Rio mengalihkan pertanyaan dari Bayu. Bayu tidak bisa mengelak. Dia lekas undur diri dan beranjak dari tempatnya berdiri. “Baik Pak Rio, saya akan kembali bekerja,” ucap Bayu sebelum dia melangkah pergi. Pintu ruangan tersebut kembali

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 1

    "500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!" Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 5

    Ponsel Maudy berbunyi dan bergetar hebat di atas kasur. Menampakkan layar ponsel yang sangat terang. “Ibu mertua!” serunya dengan pikiran yang kacau saat Ibu mertuanya melakukan panggilan video. Meski Ibu mertuanya belum mengucapkan apapun, Maudy sudah tau apa yang hendak perempuan itu katakan.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status