Share

Bab 13

Author: Ryu Lee
last update publish date: 2026-08-09 12:14:54

Dunia Galang seketika berhenti berputar. 'Jadi selama ini Rara pergi bukan atas kemauannya sendiri? Jadi selama ini dia sudah berkorban untukku?'

"Siapa? Siapa yang menyuruhmu untuk pergi?" tanyanya dengan suara rendah.

Rara menatap Galang sepersekian detik dengan senyuman manisnya.

'Sepertinya Galang percaya dengan apa yang aku katakan,' batinnya senang.

"Siapa?" tanya Galang. Suaranya rendah. "Siapa yang mintamu pergi?"

Rara menggeleng. Air matanya kembali jatuh. Air mata palsu yang membuat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mbak Model, Tolong Jangan Nakal!   Bab 13

    Dunia Galang seketika berhenti berputar. 'Jadi selama ini Rara pergi bukan atas kemauannya sendiri? Jadi selama ini dia sudah berkorban untukku?' "Siapa? Siapa yang menyuruhmu untuk pergi?" tanyanya dengan suara rendah.Rara menatap Galang sepersekian detik dengan senyuman manisnya.'Sepertinya Galang percaya dengan apa yang aku katakan,' batinnya senang."Siapa?" tanya Galang. Suaranya rendah. "Siapa yang mintamu pergi?"Rara menggeleng. Air matanya kembali jatuh. Air mata palsu yang membuat Galang yakin dengan apa yang ia katakan."Aku nggak bisa memberi tahumu, Lang," Rara menggeleng."Kenapa?" "Dia mengancam akan menyakitimu kalau aku berani buka mulut."Galang mengepalkan tangan. Dadanya terasa sesak, marah, dan kecewa. Ia juga merasa bersalah karena sudah membenci Rara selama tiga tahun ini.Sesaat kemudian, ponselnya bergetar di saku. Saat dilihat, nama Seren tertera jelas di layar. Tapi Galang mengabaikannya."Jadi... semua ini salahku?" gumam Galang.Rara langsung mendekat,

  • Mbak Model, Tolong Jangan Nakal!   Bab 12

    Setelah Rara benar-benar pergi, pemotretan dimulai kembali. Tapi kali ini suasananya lebih tenang dan tegang. Galang fokus memotret Seren. Sesekali ia memarahi Seren karena posenya yang tidak sesuai. Kehadiran Rara di studionya benar-benar mengubah mood Galang sepenuhnya. Ia jadi lebih pendiam, sensitif, dan sedikit emosional."Kamu niat kerja nggak sih? Masa pose gitu aja kamu ngga becus!" bentak Galang membuat Seren terkesiap."Loh? Ini kan posenya udah bener, Mas? Kamu kok jadi sensi kayak gini sih? Ngga profesional amat," lawan Seren mulai terpancing emosi karena sudah beberapa kali di bentak oleh Galang. Seren keluar dari ruang pemotretan, meninggalkan pekerjaannya yang masih menggantung.Galang diam. Para kru saling berbisik satu sama lain. "Kayaknya apa yang dikatakan Seren bener. Si bos kayaknya nggak stabil setelah kedatangan wanita tadi," bisik salah satu kru."Iya. Emang siapa sih wanita itu? Bisa-bisanya dia membuat si bos seperti ini?""Mungkin itu mantan tunangan yang u

  • Mbak Model, Tolong Jangan Nakal!   Bab 11

    Di hotel bintang lima, Rara duduk di tepi ranjang. Wajahnya kusut, sama seperti selimut putih di yang ada di sebelahnya. Wajahnya merah padam menahan amarah dan juga malu.Tangannya gemetar saat menekan nomor seseorang."Halo? Dita? Iya, ini gue," suara Rara serak. "Gue butuh bantuan lo skarang.""Bantuan apa Ra? tanya Dita dari seberang."Gue mau lo cari tahu tentang Galang sekarang juga. Cari tahu dia sekarang kerja dimana, alamat studionya. Terus.... cari tahu juga siapa cewek yang namanya Seren. Gue feelingnya kalau dia itu salah satu model Galang. Cari asalnya dimana, bacground keluarganya. Cari tahu semuanya. Gue mau tahu titik lemah cewek sialan itu."Dita diam sebentar. "Ini serius, Ra? Memang ada urusan apa lagi lo sama Galang? Bukannya kalian udah lama berakhir?""Gue serius. Serius banget malahan. Gue mau dalam satu jam kedepan lo kasih semua informasinya sama gue. Gue bakal transfer lima juta kalau semuanya kelar.""Oke. Satu jam kelar," jawab Dita cepat.Rara memutuskan p

  • Mbak Model, Tolong Jangan Nakal!   Bab 10

    Di saat yang bersamaan, Seren tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berfikir. Lima detik kemudian ia sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.Tok... Tok..."Mas Galang? Buka dong," rengeknya dari luar.Tidak ada jawaban. Yang ada hanya suara gemericik air mandi.Seren tersenyum tipis. "Oke. Aku masuk ya."KREKPintu pun terbuka.Uap panas langsung menyerang wajah Seren. Di dalamnya, Galang berdiri di bawah shower. Air mengalir dari rambut hitamnya, menuruni bahu bidang, punggung kekar, sampai ke....Seren menelan ludah."Seren," suara Galang rendah tapi mengancam. "Keluar!"Seren menelan ludah. Bukannya berbalik, Seren malah masuk tanpa ragu. Tanktop tipisnya langsung basah kuyup dan menempel di tubuhnya."Aku kedinginan," kata Seren polos. "Masa iya kamu tega membiarkan aku kedinginan sendirian?"Galang memejamkan mata. Menarik napas panjang. "Kamu....""Aku kenapa?" Seren mendekat, memeluk Galang dari belakang. Tubuh basahnya menempel ke punggung Galang. "Aku cuma mau nemenin ka

  • Mbak Model, Tolong Jangan Nakal!   Bab 9

    Galang refleks hendak merebut ponselnya. Tapi terlambat. Seren sudah keburu menekan tombol speaker.Di seberang sana, suara Rara langsung berubah. Dari yang sebelumnya manja, kini menjadi melengking, penuh selidik."SIAPA KAMU?!" bentak Rara. "Kenapa hp Galang ada sama kamu?! Berikan hp nya ke Galang sekarang juga!"Jantung Seren berdebar. Tapi wajahnya tetap tenang. Bahkan ia sengaja bersandar lebih dalam ke dada Galang. Merasakan hangat tubuh pria yang masih bertelanjang dada itu."Aku pacarnya Galang. Kamu siapa? Kenapa pagi-pagi begini gangguin pacar orang?" jawab Seren tenang. Nadanya dibuat semanis mungkin.Hening.Waktu seakan berjalan lambat sekali.Galang menatap Seren. Ia kaget, marah, tapi juga ada sesuatu yang lain. Mungkin lega?"Kamu.... kamu pasti bohong," suara Rara bergetar di seberang. "Galang nggak mungkin punya pacar. Dia... Dia kan.....""Dia kan apa?" potong Seren cepat. "Jangan bilang kalau dia masih nungguin kamu yang udah ninggalin saat dia sangat-sangat butuh

  • Mbak Model, Tolong Jangan Nakal!   Bab 8

    Pesan dari Rara masih terlihat jelas di layar milik Galang meskipun ia sudah menjauhkan benda itu dari pandangannya. Dengan hati yang kesal, Galang kembali meraih ponselnya dan mematikan layarnya.'Cih, bisa-bisanya dia kembali menghubungiku setelah pergi meninggalkan sakit yang seperti ini!' batin Galang mengumpat.Galang menghisap kembali rokok yang masih berada di sela jarinya, lalu mengepulkan asap putih yang ia keluarkan dari mulut dan hidungnya.Ia tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh Rara. Apakah ia menyesal? Atau ada hal lain yang mendorongnya untuk kembali. Tapi satu hal yang pasti, Galang tidak ingin terlibat lagi dengan wanita yang sudah membuatnya hancur berkeping-keping.Sesaat kemudian, pintu kamar terbuka pelan. Galang tidak menoleh, namun ia tahu itu Seren. Seren melangkah pelan tapi pasti, menghampiri Galang yang kini tengah menatap langit-langit dengan tatapan kosong.Model cantik itu menyelimuti tubuh Galang dengan selimut tipis yang baru saja ia bawa dari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status