Masuk"Menikahlah denganku, maka kehidupanmu dan ibumu akan jauh lebih baik." Demi sang ibu, Eve akhirnya menyetujui permintaan gila Ishack, sang senior di sekolahnya dulu. Hanya saja, perjanjian itu terganggu kala ayah Ishack ingin keduanya untuk cepat-cepat melahirkan keturunan keluarga Prishon bila ingin harta warisan! Lantas, bagaimana nasib Eve? Apalagi ... Ishack sepertinya berubah pikirandan menginginkan Eve untuk mengandung anaknya?
Lihat lebih banyakAda amarah yang tak bisa dia luapkan. Melihat Eve menemui Elezar di cafe tadi, mengingatkan Isack pada beberapa hari yang lalu saat dia ke rumah sakit menjemput Eve.Meski tak begitu yakin, Isack melihat sosok Elezar berjalan menuju ke lorong. Dia yakin jika hari itu mereka berdua bertemu di sana. Berusaha menampik keras bahwa itu hanya bayangannya saja, namun setelah kejadian hari ini membuat Isack yakin jika Eve dan Elezar masih sering bertemu.Dia berdiri di samping jendela koridor menunggu Eve yang tengah berganti baju. Ponsel berada di tangan menjadi satu-satunya pusat perhatian Isack saat ini.Notif dari m-banking membuat Isack berpikir keras. Apa yang membuat Eve harus menghabiskan uang lima puluh juta.Bukan pelit atau perhitungan, karena Isack telah menyerahkan semua uang yang dimiliki kepada Eve. Kartu hitam di berikan kepada Eve adalah kartu utama yang biasanya Isack gunakan. Sementara dirinya sengaja menggunakan kartu kedua yang isinya tak seberapa. Meski begitu nominal y
Drrrt! Perhatian Isack beralih ke layar ponselnya yang menyala. Matanya sempat terbelalak melihat nominal uang yang tertera di layar dalam notif transaksi m-banking. “Apa yang dia lakukan dengan uang sebanyak itu?” gumamnya dalam hati. “Noe?” panggilnya. Noe yang berdiri di seberang meja pun mendekat. “Iya, Tuan?” “Bagaimana mengenai perkembangan ibunya Eve?” “Sampai saat ini masih tetap sama, saya belum mendapat laporan jika perkembangannya lebih baik.” “Mengenai administrasi?” Ekspresi Isack terlalu datar menunggu jawaban Noe, tapi dia sangat berharap apa yang dipikirkan saat itu mengenai Eve adalah salah. “Saya sudah membayar selama beberapa bulan ke depan, tetapi sampai saat ini dari pihak rumah sakit belum memberi kabar mengenai biaya tambahan.” Isack terdiam. “Mungkinkah dia menggunakan uang itu untuk keperluan ibunya?” tanyanya dalam hati. “Mengenai kebutuhan Eve, bagaimana?” “Saya sudah menyiapkan semua seperti yang Anda minta, tanpa ada yang terlewat sedikit pun, Tuan
Eve terperanjat melihat Isack tersenyum kala menjawab panggilan. “Wajahnya terlihat sangat bahagia, apakah kekasihnya yang sedang menelepon?” batinnya. “Uhm, kapan kau pulang?” Bahkan suara Isack sangat lembut. “Iya, aku merindukanmu. Cepatlah pilang.” Entah mengapa Eve sangat kesal mendengar percakapan mereka. Meski belum jelas hubungan Isack dengan seseorang yang meneleponnya tapi Eve yakin jika dia seorang perempuan. Tak bisa lagi mendengar kemesraan mereka, Eve memilih pergi. Tapi Isack sengaja meraih tangannya. Deg! Langkah Eve terpaku, hanya bisa diam tak berani menatap matanya. Sementara itu Isack masih sibuk dengan ponselnya. Matanya melirik mengamati ekspresi Eve. “Hmm, aku akan menjemputmu nanti saat kau sudah sampai di bandara.” Mata Isack bergerak turun ke tangan Eve yang mengepal. Bibirnya lalu tersenyum tipis. “Lepas!” lirih Eve. Isack terdiam, beralih menatap wajahnya. “Kau sedang bersama seseorang?” Suara perempuan itu terdengar meski samar-samar. “Hmm,” gumam
“Kau?” Eve terpaku, kedua tangannya meremas gaun yang dikenakan setelah melihat keberadaan Elezar di sana.“Kenapa terkejut seperti itu? Padahal kita belum lama memiliki hubungan yang sangat baik. Eve, kenapa harus seperti ini?”“E, Elezar ... maaf, tapi aku harus pergi!” Tak ingin mendapat masalah dengan Elezar, Eve memilih pergi begitu saja. Dia berjalan melewati Elezar yang berdiri di depannya begitu saja.Namun langkah Eve terhenti karena Elezar mencengkeram tangannya. “Tunggu!” bisiknya tepat di telinga saat Elezar berhasil menghentikan Eve. “Hmm, apa kau sudah tidur dengannya ... aku bisa mencium aroma sampo yang tak biasa dari rambutmu.”Matanya membulat, cepat-cepat Eve menjauh sembari menepis kasar tangan Elezar. “Itu bukan urusanmu, hubungan kita sudah berakhir. Jadi aku mohon, jangan pernah lagi datang dan mengganggu hidupku!”Cih! Elezar tersenyum sinis. “Sayangnya ... aku justru akan terus mengejarmu.”“Elezar!” geram Eve tertahan karena sadar posisi mereka berada di ruma












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.