Teilen

Bab 245

last update Veröffentlichungsdatum: 15.10.2026 23:41:25

Revan hanya bisa terdiam. Baru kali ini dia menghadiri kelas alkimia, tetapi belum sempat mempelajari apa pun, dirinya sudah menjadi pusat perhatian ribuan orang.

“Revan, apa kau tidak mendengar perkataanku? Kemarilah!” Suara Dwiki kembali terdengar, kali ini dengan nada yang lebih tegas.

Revan menghela napas pendek sebelum akhirnya melangkah maju. Dia masih tidak habis pikir bagaimana Dwiki bisa menemukannya di tengah lautan manusia, apalagi sampai memintanya berdiri di depan.

Revan tidak meng
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 300

    Malam mulai menyelimuti perjalanan mereka."Kota Hangai hanya berjarak sepuluh mil dari sini," ujar Livia.Wajah cantiknya tetap sedingin embun beku. Sepanjang perjalanan, Revan hanya sesekali berbincang dengan Arvin, Livia nyaris tidak mengucapkan sepatah kata pun. Wanita itu memang memiliki aura dingin yang membuat orang lain enggan mendekatinya.Revan dan Arvin hanya mengangguk tanpa menanggapi.Sejujurnya, Poin Kontribusi bukanlah alasan utama Revan menerima ajakan Livia kali ini. Dia menyetujuinya karena ingin berjalan-jalan dan mencari pengalaman baru.Sejak mencapai tahap akhir Fase Roh tingkat kedelapan, Revan belum mencoba menerobos ke tingkat berikutnya. Sebaliknya, dia memilih untuk terus mengasah kemampuan dan memperkuat dirinya.Membaca berbagai teknik bela diri di Balai Kitab memang menyenangkan. Namun, memanfaatkan kesempatan menjalankan misi untuk menjelajahi dunia luar juga bukan ide yang buruk.Bagaimanapun, sejak bergabung dengan Perguruan Sangkara, Revan belum pern

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 299

    Revan menangkapnya, lalu mengirimkan Kesadaran Spiritualnya ke dalam gulungan tersebut untuk memeriksa informasi misi.[Misi: Menyelidiki hilangnya sejumlah kultivator di Kota Hangai.][Tujuan: Menemukan petunjuk yang relevan, dengan hadiah 100 Poin Kontribusi.][Hadiah penyelesaian: 300 Poin Kontribusi jika berhasil mengungkap dan menyelesaikan kasus tersebut.][Persyaratan: Setidaknya tiga murid luar harus menjalankan misi bersama.]Tiga ratus Poin Kontribusi?Jumlah itu setara dengan lima belas ribu Kristal Langit.Revan sedikit terkejut. Dari besarnya hadiah tersebut, terlihat jelas bahwa Penguasa Kota Hangai memang telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk meminta bantuan perguruan.Tanpa ragu, Revan menanamkan Kesadaran Spiritualnya ke dalam gulungan giok itu, lalu menyerahkannya kepada Arvin. Arvin melakukan hal yang sama.Setelah ketiganya selesai, Livia mengembalikan gulungan giok tersebut kepada dua tetua yang bertugas di depan Balai Petualang.Keduanya memeriksa gul

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 298

    Saat fajar menyingsing dia kembali ke Paviliun Khusus untuk beristirahat.Pertemuannya dengan Livia dijadwalkan pada tengah hari. Karena itu, Revan tidak berlatih teknik kultivasi seperti biasanya. Sebagai gantinya, Kesadaran Spiritualnya memasuki Cincin Langit dan mulai memurnikan pil dalam jumlah besar.Meskipun selama beberapa hari terakhir dia harus mengunjungi Balai Kitab setiap malam, Revan tetap menyisihkan dua jam setiap hari untuk berfokus pada alkimia.Usahanya mulai membuahkan hasil. Kemampuannya meningkat pesat, bahkan sesekali dia sudah mampu menghasilkan pil tingkat satu berkualitas tinggi.Selain itu, setiap kali Anugerah Dao di dalam tubuhnya menginginkan Kristal Langit tingkat tinggi berelemen kayu, Revan akan menggenggam kristal tersebut di telapak tangannya agar Anugerah Dao bisa menyerap energinya.Semua itu dia rahasiakan dari siapa pun.Bagaimanapun, hal tersebut berkaitan dengan keberadaan Cincin Langit.Jika Rigo dan Dwiki mengetahui bahwa Revan sudah mampu mem

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 297

    Alasannya mencari Revan sebenarnya sederhana. Dia membutuhkan lebih banyak Poin Kontribusi karena sedang mengincar sebuah teknik kultivasi peringkat Agung di Balai Kitab, teknik yang diperuntukkan bagi kultivator Fase Langit.Kultivasi Livia telah mencapai Fase Roh tingkat kesembilan. Dia sudah bisa mencoba menerobos ke Fase Langit dalam waktu dekat.Dia bahkan telah menukarkan seluruh Kristal Langit miliknya dengan Poin Kontribusi, namun jumlahnya masih belum mencukupi. Meskipun Keluarga Varenza merupakan keluarga yang sangat kuat, mereka tentu tidak akan memberinya Kristal Langit dalam jumlah besar tanpa alasan yang jelas.Karena itulah, belakangan ini Livia begitu giat menjalankan misi demi mengumpulkan Poin Kontribusi. Terlebih lagi, misi kali ini menawarkan imbalan yang jauh lebih besar daripada biasanya.Revan menatap Livia, menunggu penjelasan lebih lanjut.Livia menundukkan kepala sejenak, seolah sedang menyusun kata-katanya. Kemudian, dia berkata dengan sangat serius, "Karena

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 296

    ‘Kenapa wanita ini mencariku?’ pikir Revan saat keluar dari Paviliun Khusus dan mendapati Livia berdiri di depan pintu.Begitu pintu batu terbuka, Livia langsung mengalihkan pandangannya ke arah Revan. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya berdiri diam sambil menatapnya.Revan terdiam. ‘Jauh-jauh datang ke sini, tapi tidak mengatakan sepatah kata pun?’Akhirnya, Revan berdeham untuk memecah keheningan. "Livia, ada urusan apa kau datang kemari?""Cabul!"Revan membeku. ‘Hah?! Apa-apaan ini?!’Dia hampir kehilangan kendali. Memangnya ada orang seperti ini? Baru saja datang ke Paviliun Khusus miliknya, lalu begitu pintu terbuka, hal pertama yang keluar dari mulutnya justru makian yang menyebutnya cabul?Revan menahan keinginan untuk mencabut pedang dan menebas wanita itu. Pada akhirnya, dia hanya bisa menghela napas panjang.Barulah setelah itu Livia berbicara dengan nada dingin. "Aku datang untuk mengajakmu bekerja sama menjalankan sebuah misi.""Misi? Misi apa?" Revan sedikit

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 295

    Melihat Revan akhirnya memahami maksud mereka, Tetua Lidio dan Tetua Rigo yang berada di luar Balai Kitab mengangguk puas. Keduanya kemudian saling melemparkan senyum getir sebelum menghilang dalam seberkas cahaya.Mereka hanya perlu kembali sebelum fajar menyingsing.Sebenarnya, Bayu memiliki alasan khusus ketika memberi isyarat kepada kedua tetua itu untuk membuka jalan bagi Revan.Salah satu alasan terpentingnya adalah agar Revan bisa meningkatkan kekuatannya secepat mungkin. Bagaimanapun, ujian seleksi untuk memasuki Perguruan Murid Senior akan dimulai hanya dalam waktu satu bulan.Jika Revan melewatkan kesempatan kali ini, dia harus menunggu setahun penuh untuk mengikuti ujian berikutnya.Tentu saja, mereka memiliki berbagai cara untuk menggunakan jalur khusus agar Revan bisa langsung masuk ke Perguruan Murid Senior. Namun, tindakan semacam itu berisiko membuat rahasia bahwa Revan memiliki Anugerah Dao terbongkar.Kenyataannya, persaingan semacam ini merupakan hal yang lumrah di

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status