Share

Bab 26.

Author: Eka Sa'diyah
last update publish date: 2024-09-21 11:25:53
Kakek Klein terlihat berjalan kesana kemari sambil menunggu kabar dari Kevin. Kevin tidak serius akan perintah Kakek Klein, melainkan hanya berpura-pura mencari tahu alamat Alex berada.

"Aku tidak bisa melacaknya, Kek. Lagipula, biarkan saja mereka berdua pergi! Aku disini untuk mendedikasikan hidupku padamu!" Ucap Kevin sambil melirik ke arah Vivian. Ibu dan anak terlihat saling melempar senyum karena rencana sudah berhasil.

"Baiklah, urus semua sampai kontrak berakhir. Aku tidak ingin mengec
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menantu Terhina Ternyata Pewaris Yang Hilang   Bab 27.

    Wajah kakek Klein terlihat marah ketika Kevin gagal mempresentasikan proyek yang akan dibangun. Kevin memegang kedua pipinyabyang terasa perih dan panas akibat tamparan kakek Klein. Kakek Klein geram karena sejak tadi Kevin hanya membuka tutup folder-folder yang dirinya sendiri tidak mengerti. Kevin pun heran, semalam folder itu masih ada dan paginya saat rapat, folder berisi file buatan Claire sudah hilang. "Tuan Klein, apakah ini cucu terbaikmu?" Salah satu petinggi grup Shinning grup turut menertawakan sikap Kevin, namanya Steven."Dia tidak seperti Claire! Cucu perempuan jenius!" Ujar yang lain.Kakek Klein menatap satu persatu diantara mereka. Ada rasa malu dan marah karena ulah Kevin. Tapi semua itu atas keputusannya sendiri yang terlalu kaku pada Claire. "Kevin! Apa kamu memang mau mempermalukan kakekmu ini?" Kakel Klein semakin geram.Kakek Klein menarik kerah baju Kevin, nafasnya memburu ditambah rasa malu yang tak bisa ditahan.Bugh"Kamu tidak berguna!" Pekik kakek Klein

  • Menantu Terhina Ternyata Pewaris Yang Hilang   Bab 26.

    Kakek Klein terlihat berjalan kesana kemari sambil menunggu kabar dari Kevin. Kevin tidak serius akan perintah Kakek Klein, melainkan hanya berpura-pura mencari tahu alamat Alex berada. "Aku tidak bisa melacaknya, Kek. Lagipula, biarkan saja mereka berdua pergi! Aku disini untuk mendedikasikan hidupku padamu!" Ucap Kevin sambil melirik ke arah Vivian. Ibu dan anak terlihat saling melempar senyum karena rencana sudah berhasil. "Baiklah, urus semua sampai kontrak berakhir. Aku tidak ingin mengecewakan Emrand grup untuk yang pertama kalinya!" Ucap Kakek Klein seraya menunjuk ke arah Kevin. Kakek Klein berlalu meninggalkan ruang kerjanya, kini tinggalah Kevin dan juga Vivian. "Kau hebat, Kevin! Shining grup akan menjadi milikmu!" Ucap Vivian seolah memberi selamat atas keberhasilan Kevin menjadi direktur Shining grup. Kevin membuka dokumen dan mulai mempelajari semua kontrak antara Shining grup dan Emrand grup. Betapa terkejutnya, ketika dirinya sama sekali tidak memahami perjanjian

  • Menantu Terhina Ternyata Pewaris Yang Hilang   Bah 25.

    Kedua mata Claiee seakan tidak percaya dengan seseorang yang menyapanya di pesawat. Ingin rasanya tertawa, kesal bahkan ingin ungkapkan rasa rindu tiga hari tanpa kabar. "Arnold, bagaimana bisa kau ada disini?" Tanya Claire seakan hampir tidak percaya. Arnold duduk tepat di kursi sebelah Claire. Meski pendingin udara menyala cukup dingin, namun keringat membanjiri tubuh Claire. Arnold meraih saputangan dari jas yang dikenakan kemudian mengusap keringat Claire. Bibir mereka perlahan tersenyum, andai tidak berada di tempat umum, ingin rasanya Claire memeluk Arnold. "Kenapa berkeringat, Claire? Apa kau sakit?" Tanya Arnold. "Kau jahat padaku, Arnold. Aku membencimu!" Ucap Claire dengan wajah cemberut seraya melipat kedua tangannya di dada. "Kau selalu membuatku gemas, Claire. Aku sama sekali tidak nyaman harus berjauhan denganmu!" Ucapan Arnold sukses membuat hati Claire meleleh. Perlahan Arnold mengungkap isi hati meski belum sepenuhnya. Di kursi seberang, Alex hanya tersenyum me

  • Menantu Terhina Ternyata Pewaris Yang Hilang   Bab 24.

    Claire diam seraya mengamati pemilik tubuh yang dikenali dari belakang. Claire terpaksa menghentikan langkahnya dan membiarkan Jack melanjutkan urusannya dengan wanita tersebut. "Maafkan saya, Tuan. Ampuni saya!" Terdengar gadis itu meminta ampun pada Jack. Gadis itu terlihat mengerikan dengan pakaiannya yang seksi namun seolah sudah dirobek. Jack hanya diam dan tetap membiarkan gadis itu merengek minta ampunan. Karena sebuah janji yang diucapkan gadis itu akhirnya Jack memaafkannya. Tidak berapa lama gadis itu pun berhenti berlutut kemudian berbalik. Nyaris saja jantung Claire keluar dari tempatnya ketika melihat wajah Denise babak belur. Claire diam dan mengalihkan pandangannya sejenak dari Denise. "Apa yang diperbuat olehnya?" Gumam Claire. Denise pergi dengan kepala menunduk, tidak seperti biasanya saat masih menjadi tuan putri di keluarga besar Light grup. Kesombongan Denise telah musnah karena keangkuhannya. Claire menatap punggung Denise semakin menjauh dan menghilang di

  • Menantu Terhina Ternyata Pewaris Yang Hilang   Bab 23.

    Kiriman buket bunga yang datang membuat Claire heran. Sebuah nama pengirim terselip, namun ketika Claire membukanya, wajahnya yang ceria berubah menjadi murung. "Dari Albert. Sebaiknya aku letakkan saja di sudut sana!" Ucap Claire seraya membawa buket bunga tersebut ke salah satu sudut ruangan yang tidak akan dijamahnya. Bunga itu teronggok sia-sia di sudut ruang kerja tanpa ada yang mau menjamah. Ceklek Pintu dibuka dari luar tanpa ijin pada pemilik ruangan. Ternyata Kakek Klein datang dengan wajahnya yang datar. "Claire. Berkatmu, semua berjalan lancar!!" Ucap Kakek Klein tanpa ekspresi sedikitpun. "Kakek, terima kasih sudah mempercayakan Emrand grup padaku!" Ucap Claire tanpa ada senyum di bibirnya. Claire paham jika sang kakek tidak pernah tulus padanya. "Kakek akan memperpanjang jabatanmu tanpa halangan apapun meski kau melakukan kesalahan." Ucap Kakek Klein seraya memasukkan tangan kanannya di saku celana. "Apa maksud Kakek?" Tanya Claire seraya menautkan kesua ali

  • Menantu Terhina Ternyata Pewaris Yang Hilang   Bab 22.

    Claire menengok kepada pemilik suara tersebut. Ternyata Jack berada tidak jauh darinya seraya membungkuk memberikan salam. Tentu saja sikap Jack membuat Claire terkejut apalagi Clairr merasa jabatannya tidak ada apa-apanya dibanding Jack. "Oh begitu, Tuan! Maafkan saya, saya akan pergi kalau begitu!" Ucap Claire dengan raut wajah kecewa yang disembunyikan di balik senyumnya. "Tidak apa, Nona. Apakah Nona Claire baik-baik saja?" Tanya Jack memastikan isi hati Claire. "Ada sedikit kecewa, Tuan. Mungkin hanya perasaanku saja yang terlalu besar pada Arnold. Ini bukan salah Arnold jadi jangan pernah pecat dia!" Ucap Claire dengan kepala menunduk. Kedua matanya menatap bekal untuk Arnold yang berada di tangannya. Kedua mata Jack memperhatikan sesuatu yang dibawa Claire. Jack merasa Claire akan memberikan sesuatu pada Arnold. "Apakah itu untuk Tuan Arnold?" Tanya Jack pada Claire. "Tu-tuan Arnold?" Claire mengulangi pertanyaan Jack yang menyebut Arnold dengan sebutan Tuan. "Oh,

  • Menantu Terhina Ternyata Pewaris Yang Hilang   Bab 4

    Ponsel Claire berdering, panggilan dari Kakek Klein saat dirinya tengah mengerjakan pengajuan ke perusahaan lain sebagai bentuk langkah kedua jika pengajuan di Emrand grup gagal. Claire yang diminta datang ke ruang Kakek Klein, segera menghentikan pekerjaannya sejenak. Terdengar suara ketukan dari

  • Menantu Terhina Ternyata Pewaris Yang Hilang   Bab 3

    Arnold duduk di sebuah kursi di sudut ruangan menunggu ekspresi Kevin dan Gerald keluar dari ruangan wakil direktur. Wajahnya seolah menunggu sebuah peristiwa yang cukup membuatnya penasaran. Perkiraan Arnold salah, mengira mereka akan lama berada di dalam ruangan wakil direktur, ternyata hanya beb

  • Menantu Terhina Ternyata Pewaris Yang Hilang   Bab 2

    “Ternyata saya menemukan anda, Tuan Muda! Kakek anda sudah lama mencari keberadaan anda! Tanda lahir itu, hanya keluarga Thompson yang memiliki. Dan anda adalah bayi yang sengaja dititipkan di panti asuhan demi menyelamatkan anda dari orang-orang jahat!” Ucap Jack sambil menatap wajah Arnold yang m

  • Menantu Terhina Ternyata Pewaris Yang Hilang   Bab 1

    Arnold Thompson tengah bersiap menghadiri pesta ulang tahun Kakek istrinya di sebuah gedung mewah. Tidak ada baju mahal yang dia miliki karena selama ini dirinya hanyalah pengangguran bahkan bahkan keluarganya sendiri menyebutnya pria tidak berguna. Baju yang dikenakan hanyalah baju tiruan yang dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status