Share

Bab 41 : Peringatan!

Author: Iris Moonvale
last update publish date: 2025-09-13 20:32:13

“Jadi, apa yang kalian ributkan?”

Leonhart bertanya dengan tenang kepada Nadine dan Tasya. Namun, mereka berdua hanya diam, tak satupun dari mereka membuka suara.

Nadine tertunduk malu, bisa-bisanya ia terbawa suasana dan menimbulkan masalah di kantor suaminya.

Leonhart kembali membuka suara.

“Tidak ada yang mau menjawab? Apa ini pertanyaan sulit untuk kalian?” tanyanya lagi.

Nadine masih terdiam, sedangkan Tasya akhirnya membuka mulut.

“Saya … saya hanya menegur Nadine untuk tidak bermalas-mal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 90 : Tak Menyangka

    “Apa kau ingin ikut menginterogasinya?”Leonhart menawarkan Nadine untuk ikut menemui pelaku yang telah melecehkannya.Untuk sesaat, Nadine terdiam. Ia takut. Di satu sisi, bayangan kejadian malam itu masih menghantuinya. Di sisi lain, ia ingin mengetahui motif pelaku melakukan hal tersebut padanya.Saat Nadine masih berpikir, tiba-tiba Leonhart menggenggam tangannya.“Jangan memaksakan diri,” ucapnya lembut.Nadine menatap mata Leonhart cukup lama. Ada kekhawatiran yang jelas terpancar dari sana. Hatinya menghangat, ia senang Leonhart mengkhawatirkannya. Dan karena itulah, ia mengambil keputusan berani.“Aku akan ikut,” ucapnya tegas.Lagi-lagi Leonhart menatapnya dengan cemas. Namun Nadine hanya tersenyum tenang, berusaha meyakinkannya.“Aku ingin tahu alasan mereka.”“Aku bisa memberitahumu nanti,” jawab Leonhart, seolah tidak setuju dengan keputusan itu.“Kalau kau tidak setuju aku ikut, ke

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 89 ; Tertangkap

    “Cepat pegang dia yang erat!”Ucap salah satu pria berkulit putih itu kepada temannya yang sedang memegangi Nadine yang terus memberontak.“Lepaskan saya!” bentak Nadine dengan suara bergetar, tenaganya mulai habis.Perlawanan Nadine perlahan melemah. Tubuhnya gemetar, pikirannya kacau, dan rasa putus asa mulai menyelimuti dirinya. Ia hanya bisa berharap, agar ada seseorang yang datang menolongnya.Saat pria berkulit putih itu menunduk dan berusaha menciumi wajah Nadine, tiba-tiba dari belakang seseorang menendangnya dengan keras hingga tubuh pria itu tersungkur ke depan.Nadine yang sudah hampir kehilangan kesadaran hanya mampu menangkap bayangan sosok itu secara samar.Dengan suara lirih dan nyaris tak terdengar, Nadine memanggil,“Leonhart …”Namun, pria yang tadi tersungkur segera bangkit kembali. Dengan wajah penuh amarah, ia menoleh ke belakang dan berteriak kasar,“Bajingan! Siapa itu? Sialan!”Leonhart berdiri tegap di hadapannya. Tanpa ragu, ia menarik kerah baju pria itu dan

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 88 : Tolong!

    “Wah, akhirnya kita makan-makan lagi. Semua berkat kamu, Nadine.”Gabriella berterima kasih dengan antusias pada Nadine.Nadine yang tidak terlalu mengerti situasinya hanya bisa tersenyum. Tak lama, notifikasi ponselnya berbunyi, sebuah pesan dari Leonhart.“Nanti mau aku jemput jam berapa?” tulis Leonhart.Nadine segera membalas,“Aku belum tahu. Soalnya akan ada makan malam bersama tim untuk merayakan kedatanganku.”Tak butuh waktu lama, Leonhart kembali membalas.“Di mana?”“Di restoran Arden,” jawab Nadine.“Baik. Kabari aku kalau sudah selesai, aku akan menjemputmu,” balas Leonhart lagi.Nadine hanya membalas dengan emotikon jempol.Dua puluh menit kemudian, jam pulang kantor akhirnya tiba. Para karyawan langsung bergegas dan bersiap sambil saling mengingatkan bahwa mereka akan berkumpul di lobi untuk berangkat bersama ke restoran Arden. Suasananya tampak antusias.Nadine pun ikut membereskan barang-barangnya. Tak lama kemudian, Gabriella menghampirinya.“Ayo, Nad,” ajak Gabriell

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 87 : Hari Pertama

    “Jadi dia desainer tamunya?”Nadine mendengar bisikan dari beberapa karyawan yang ia lewati saat menuju ruang kerjanya, ditemani oleh wakil pimpinan kreatif bernama Bu Bella.Nadine hanya tersenyum dan sedikit menundukkan kepala seraya menyapa setiap karyawan yang ia lewati.Sampai akhirnya Nadine tiba di sebuah ruangan yang cukup besar dengan banyak karyawan di dalamnya.“Perhatian sebelumnya,” ucap Bu Bella pada semua karyawan di ruangan itu.Semua menoleh ke arah Bu Bella. Nadine yang berdiri di sampingnya mendadak merasa gugup ketika beberapa karyawan mulai memandanginya dari atas sampai bawah.“Perkenalkan, ini desainer tamu kita yang akan bekerja di sini selama satu bulan,” ucap Bella lalu menoleh ke arah Nadine.“Silakan perkenalkan diri.”Nadine menahan rasa gugupnya, lalu mulai memperkenalkan diri di depan semua karyawan.“Halo, selamat pagi semuanya. Perkenalkan, saya Nadine. Saya akan bekerja di s

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 86 : H-1

    “Paling dia diundang karena pengaruh suaminya. Pemula seperti dia tahu apa tentang desain.”Pengunjung wanita di seberang Nadine berbicara dengan nada kesal. Nadine yang mendengar hal itu hanya tertunduk.“Jangan dengarkan mereka,” ucap Leonhart mencoba menenangkan Nadine.Entah kenapa Nadine merasa berkecil hati mendengar percakapan dua wanita tadi. Kasusnya sedikit mirip dengannya, sehingga Nadine bertanya-tanya dalam hati, benarkah ia diundang ke perusahaan besar sebagai desainer tamu karena kemampuannya, bukan karena pengaruh suaminya?Namun Nadine menahan diri untuk tetap tenang agar Leonhart tidak khawatir.“Aku tak apa,” jawab Nadine akhirnya.Tak lama setelah itu, makanan yang mereka pesan pun datang.“Ini, silakan dinikmati,” ucap pelayan dengan ramah.“Terima kasih,” balas Nadine dengan senyuman.Nadine dan Leonhart menikmati hidangan itu dalam diam hingga selesai.Setelah selesai, Na

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 85 : Paris

    “Kenapa kau yang datang langsung ke sini?”Nadine yang terkejut akhirnya bertanya pada Marissa yang datang menjemputnya di bandara.“Tentu saja aku harus! Kau adalah tamu pentingku,” jawab Marissa antusias.Nadine terkekeh mendengar ucapannya, lalu mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat itu.“Terima kasih. Aku sangat menghargai antusiasmu,” ucapnya sambil tersenyum.Marissa kemudian mengajak mereka menaiki mobil yang sudah disiapkan untuk menuju tempat tinggal sementara Nadine dan Leonhart.“Aku akan mengantarmu ke tempat tinggalmu,” ujar Marissa.“Ah, tapi ... apa kau sudah tahu tempatnya? Soalnya Leonhart memesan tempat baru,” tanya Nadine heran.Marissa tersenyum kecil sebelum menjawab,“Tentu saja aku tahu. Aku harus memastikan di mana kalian tinggal agar mempermudah pekerjaan kita nanti.”Nadine membalasnya dengan senyum tulus. Sepanjang perjalanan, keduanya berbincang ringan.“Oh iya, aku sudah membuat desain yang kau minta. Tapi ... aku tidak tahu apakah kau akan menyuka

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 58 : Izin

    “Aku punya hadiah untuk kalian.” Nadine mengatakan itu saat mereka berada di mobil Revan, yang sedang menjemput Nadine untuk pergi ke kantor bersama. Mira, yang langsung antusias mendengar kata hadiah dari Nadine, segera mencecarnya, “Mana, mana? Hadiah apa?” Nadine mengeluarkan beberapa had

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 57 : Kembali

    “Siapa yang meletakkan bunga di sini?” Nadine bertanya pada asisten pribadi Leonhart setelah melihat buket bunga mawar merah besar tergeletak di depan pintu kamar hotelnya. Ini terasa sangat kebetulan, tepat setelah Nadine memutuskan untuk tidak lagi mempekerjakan pengawal, kini sebuah buket mun

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 47 : Malu

    “Ini semua gara-gara pria itu!”Nadine mendengus kesal. Gara-gara Leonhart meninggalkan tanda di lehernya, ia harus bersusah payah menutupinya.Untung saja hanya Lisanna yang menyadarinya. Saat di toilet, Lisanna memperhatikan tanda ungu di leher Nadine, dan itu membuat Nadine malu setengah mati.N

  • Menikahi Pamannya Tunanganku   Bab 46 : Gairah

    “A-apa yang ingin kau lakukan?”Nadine bertanya dengan nada panik. Leonhart tampak seolah kehilangan akal. Ia membawa Nadine ke tempat tidur, masih mencumbu bibirnya dengan penuh hasrat.“Leonhart …” panggil Nadine pelan.Namun, Leonhart tetap saja melanjutkan cumbunya, seolah tak menghiraukan pang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status