Accueil / Mafia / Menjadi Tawanan Tuan Mafia / Hampir Disentuh Raymond

Partager

Hampir Disentuh Raymond

Auteur: Miss Wang
last update Date de publication: 2026-01-15 16:44:24

Kata-kata itu seperti pisau. Clara tersedak. “Uh—”

Melayaninya? Apa pria itu sungguhan…? Batin Clara bergejolak.

Clara terbatuk hebat, buru-buru meraih gelas air dan meneguknya. Wajahnya memerah, nafasnya tersengal.

Bu Eli yang mendengar kalimat itu langsung menunduk dan beranjak pergi. Kalimat itu rasanya terlalu pribadi.

Raymond menyandarkan punggungnya, menyilangkan tangan di dada. Bibirnya melengkung tipis.

“Tak ada yang gratis di dunia ini, Nona,” ucapnya pelan.

Clara menunduk. Rahangnya
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pengkhianatan Charles

    “Charles juga terlibat dalam hilangnya ayahmu.”Kalimat Isabella membuat suasana di dalam mobil mendadak sunyi. Hujan menghantam kaca, sementara Raymond menatap perempuan itu dengan rahang mengeras.“Jelaskan maksudmu,” tuntutnya.Isabella duduk di kursi belakang bersama Clara. Wajahnya masih pucat setelah mereka berhasil meninggalkan rumah tua yang diserang orang-orang Darius.“Aku tidak tahu seluruh kebenarannya,” jawab Isabella. “Aku hanya mengetahui bahwa Charles dan Victor pernah bekerja sama. Mereka merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan Ordo Vesper.”“Lalu kenapa Charles membesarkan Clara?” Raymond bertanya.“Karena aku memohon kepadanya.”Isabella menatap Clara dengan mata berkaca-kaca.“Ketika kau lahir, aku tahu ayahmu sedang diburu. Aku menyerahkanmu kepada Charles karena kupikir dia satu-satunya orang yang bisa menyelamatkanmu. Aku tidak pernah menyangka dia akan menghapus identitasmu.”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Jeritan

    Hujan mulai turun ketika mobil Raymond berhenti di depan sebuah rumah tua di pinggiran kota. Bangunan itu berdiri di balik pagar berkarat, dikelilingi pepohonan lebat. Sebagian jendelanya tertutup papan, sementara pintu depannya menggantung miring.Raymond turun lebih dahulu, kemudian membukakan pintu untuk Clara.“Jangan menjauh dariku,” pesannya.Clara mengangguk. “Aku tidak akan menjauh. Tapi kamu juga jangan bertindak sendirian.”Raymond tersenyum tipis. “Sekarang kau mulai terdengar seperti istriku.”“Memangnya aku istrimu hanya saat menyuruhmu berhati-hati?”“Bukan. Terutama saat kau membuatku khawatir.”Clara hampir tersenyum, tetapi suara John dari belakang mobil memutus percakapan mereka.“Tuan, ada bekas ban baru di halaman. Seseorang datang sebelum kita.”Raymond segera mengangkat pistol.Mereka memasuki rumah melalui pintu samping. Udara pengap bercampur bau kayu lapuk menyambu

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rahasia Terakhir Maria

    “Dan pengkhianatan itu menyebabkan kematian seseorang.”Suara Gabriel masih menggantung ketika mobil mereka memasuki sebuah rumah persembunyian di pinggiran kota. Clara duduk membisu di samping Raymond. Sejak mendengar nama Charles disebut sebagai ayah kandungnya, pikirannya terasa kacau.Raymond menggenggam tangannya.“Lihat aku, Clara.”Clara menoleh perlahan.“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi apa pun hasilnya nanti, kau tetap istriku. Tidak ada rahasia keluarga yang akan mengubah itu.”Mata Clara berkaca-kaca. “Bagaimana kalau seluruh hidupku dibangun di atas kebohongan?”“Kalau begitu, kita bongkar semuanya bersama-sama.”Raymond mengecup punggung tangannya sebelum turun dari mobil.Di dalam rumah, Maria duduk di sofa dengan wajah pucat. Gabriel berdiri di dekat jendela, sedangkan John memeriksa seluruh ruangan untuk memastikan mereka tidak diikuti.Raymond langsung m

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Orang yang Seharusnya Mati

    Suara langkah itu membuat semua orang membeku.Raymond segera menarik Clara ke belakang tubuhnya. John mengangkat pistol, Rafael dan Adrian mengambil posisi di sisi mobil. Maria berdiri dekat Gabriel dengan wajah tegang.Dari balik pepohonan, seorang pria muncul.Rambutnya memutih di pelipis. Wajahnya penuh bekas luka. Namun matanya membuat Gabriel kehilangan warna di wajah.“Tidak...” bisik Gabriel.Maria menatap pria itu beberapa detik sebelum mundur.“Darius.”Raymond menoleh. “Siapa dia?”Gabriel tidak menjawab.Pria bernama Darius tersenyum tipis. “Kau masih mengingatku, Gabriel.”John mengangkat senjata. “Berhenti di sana!”Darius tidak menghiraukan ancaman itu. Tatapannya justru tertuju kepada Clara.“Jadi inilah anak itu.”Raymond langsung mengarahkan pistol kepadanya.“Jangan lihat istriku.”Darius tertawa kecil. “Persis seperti ayahmu.”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Darah yang Disembunyikan

    Gabriel berdiri beberapa langkah dari makam nomor tujuh belas. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya membuat Raymond langsung waspada. Maria memandang kakaknya dengan mata berkaca-kaca.“Gabriel...” suaranya nyaris berbisik.Pria itu tersenyum tipis. “Sudah lama, Maria.”Raymond maju setengah langkah, menempatkan tubuhnya di depan Clara.“Kau bilang aku harus tahu siapa sebenarnya ayahku.”Gabriel mengangguk. “Dan sebelum kau mendengar jawabannya, kau harus memahami satu hal. Charles bukan pembohong dalam segala hal. Dia hanya menyembunyikan bagian yang paling berbahaya.”Clara menggenggam lengan Raymond. “Maksudnya?”Gabriel menatapnya lama. “Charles adalah ayah yang membesarkan Raymond. Itu tidak pernah berubah. Tetapi darah yang mengalir dalam tubuhnya berasal dari seseorang yang telah lama diburu Ordo Vesper.”Suara tembakan tiba-tiba memecah udara.John menarik Maria ke balik batu nisan, semen

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Makam 17

    Hujan turun tipis ketika Raymond, Clara, Maria, John, Rafael, dan Adrian tiba di pemakaman keluarga Rose. Tempat itu jauh dari pusat kota, dikelilingi pohon-pohon tua dan pagar besi tinggi.Raymond turun dari mobil lebih dulu.“Semua tetap waspada.”John memeriksa sekeliling.“Tidak ada kendaraan mencurigakan.”Rafael menatap gerbang.“Justru itu yang membuatku curiga.”Raymond menggenggam tangan Clara.“Kau tetap di sampingku.”Clara mengangguk.Mereka berjalan melewati deretan batu nisan. Maria berada beberapa langkah di belakang mereka, wajahnya terlihat semakin pucat setiap kali mendekati bagian terdalam pemakaman.Clara memperhatikan ibunya.“Ma, kau yakin makam itu ada?”Maria mengangguk.“Nomor tujuh belas.”Mereka akhirnya menemukan sebuah batu nisan tua.Nomornya hampir tertutup lumut.17.Clara berdiri di dep

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijual Paman, Dibeli Tuan Mafia

    Keesokan paginya, Clara bangun dengan kepala yang sakit dan dada yang masih terasa sesak.Seluruh tubuhnya nyeri sebab tidur di atas lantai yang keras dan dingin. Dalam hatinya, ada kemarahan yang belum menemukan jalan keluar. Clara bangkit perlahan. Tangannya gemetar saat merapikan rambut cokelat

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tuan Mafia Kejam

    Para anak buahnya serentak menunduk.Sementara itu, melihat kedatangan seorang Raymond Antonio, tubuh Ny. Eva semakin gemetar dan tangisannya semakin keras, melengking menusuk gendang telinga. “T-Tuan Raymond… aku mohon… aku akan bayar… aku—”Raymond mendekat, tatapannya kosong. Tidak ada amarah. T

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Gadis Yatim Piatu, Clara

    “Lepaskan aku!”Teriakan Clara tenggelam oleh dentuman musik dan tawa para pria yang memenuhi ruangan. Dua penjaga menyeretnya keluar dari kamar sempit itu, langkahnya terseret di lantai. Kain hitam yang tipis membalut tubuhnya begitu ketat, memamerkan lekuk yang paling sensitif. Bagian atasnya te

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Hening dan Tegang

    Tak lama kemudian, mereka sampai kembali di Mansion Raymond. Pintu mobil terbuka. Ken, asisten Raymond dan para anak buah serempak menunduk. Raymond turun lebih dulu. Clara melangkah mengikutinya, sedikit tertinggal di belakang.Salah satu anak buah melirik Clara terlalu lama.“Jaga pandanganmu,”

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status