Home / Mafia / Menjadi Tawanan Tuan Mafia / Kebutuhan Clara Dipenuhi

Share

Kebutuhan Clara Dipenuhi

Author: Miss Wang
last update publish date: 2026-01-16 11:44:47
Bu Eli menuntun Clara menyusuri koridor panjang yang sunyi.

Lampu-lampu dinding menyala temaram, memantulkan bayangan mereka di lantai marmer hitam mengilap. Setiap langkah Clara terasa berat.

Mereka berhenti di depan sebuah pintu.

Pintu itu berbeda dari yang lain.

Lebih besar. Lebih gelap. Kayunya hitam pekat dengan ukiran sederhana namun tegas. Pegangan pintunya berwarna perak dingin, berkilau samar di bawah cahaya lampu.

Bu Eli menoleh pada Clara.

“Ini kamar Tuan Raymond,” ucapny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Umpan

    Raymond merebut ponsel dari tangan Clara ketika suara Darius terdengar lagi.“Jangan membuang waktu, Raymond. Ayahmu tidak punya banyak kesempatan.”Panggilan terputus sebelum Raymond sempat menjawab. Ia menatap layar beberapa detik, kemudian meletakkan ponsel di meja dengan gerakan terkendali.“John, lacak nomor itu. Adrian, periksa seluruh jalur menuju Gudang 17. Rafael, hubungi orang-orang yang masih bisa kita percaya.”“Dan aku?” tanya Clara.“Kau tetap di sini.”Clara langsung menggeleng. “Charles mempertaruhkan hidupnya untukku. Aku tidak akan duduk diam sementara kalian pergi menyelamatkannya.”Raymond menghampirinya. “Aku tidak melarangmu karena menganggapmu lemah. Darius mengincarmu. Kalau dia berhasil membawamu, kita akan kehilangan kendali atas situasi.”“Aku mengerti. Tapi kalau aku hanya bersembunyi, kita akan terus mengikuti permainan mereka.”Raymond terdiam. Ia tahu Clara benar, tet

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pengkhianatan Charles

    “Charles juga terlibat dalam hilangnya ayahmu.”Kalimat Isabella membuat suasana di dalam mobil mendadak sunyi. Hujan menghantam kaca, sementara Raymond menatap perempuan itu dengan rahang mengeras.“Jelaskan maksudmu,” tuntutnya.Isabella duduk di kursi belakang bersama Clara. Wajahnya masih pucat setelah mereka berhasil meninggalkan rumah tua yang diserang orang-orang Darius.“Aku tidak tahu seluruh kebenarannya,” jawab Isabella. “Aku hanya mengetahui bahwa Charles dan Victor pernah bekerja sama. Mereka merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan Ordo Vesper.”“Lalu kenapa Charles membesarkan Clara?” Raymond bertanya.“Karena aku memohon kepadanya.”Isabella menatap Clara dengan mata berkaca-kaca.“Ketika kau lahir, aku tahu ayahmu sedang diburu. Aku menyerahkanmu kepada Charles karena kupikir dia satu-satunya orang yang bisa menyelamatkanmu. Aku tidak pernah menyangka dia akan menghapus identitasmu.”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Jeritan

    Hujan mulai turun ketika mobil Raymond berhenti di depan sebuah rumah tua di pinggiran kota. Bangunan itu berdiri di balik pagar berkarat, dikelilingi pepohonan lebat. Sebagian jendelanya tertutup papan, sementara pintu depannya menggantung miring.Raymond turun lebih dahulu, kemudian membukakan pintu untuk Clara.“Jangan menjauh dariku,” pesannya.Clara mengangguk. “Aku tidak akan menjauh. Tapi kamu juga jangan bertindak sendirian.”Raymond tersenyum tipis. “Sekarang kau mulai terdengar seperti istriku.”“Memangnya aku istrimu hanya saat menyuruhmu berhati-hati?”“Bukan. Terutama saat kau membuatku khawatir.”Clara hampir tersenyum, tetapi suara John dari belakang mobil memutus percakapan mereka.“Tuan, ada bekas ban baru di halaman. Seseorang datang sebelum kita.”Raymond segera mengangkat pistol.Mereka memasuki rumah melalui pintu samping. Udara pengap bercampur bau kayu lapuk menyambu

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rahasia Terakhir Maria

    “Dan pengkhianatan itu menyebabkan kematian seseorang.”Suara Gabriel masih menggantung ketika mobil mereka memasuki sebuah rumah persembunyian di pinggiran kota. Clara duduk membisu di samping Raymond. Sejak mendengar nama Charles disebut sebagai ayah kandungnya, pikirannya terasa kacau.Raymond menggenggam tangannya.“Lihat aku, Clara.”Clara menoleh perlahan.“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi apa pun hasilnya nanti, kau tetap istriku. Tidak ada rahasia keluarga yang akan mengubah itu.”Mata Clara berkaca-kaca. “Bagaimana kalau seluruh hidupku dibangun di atas kebohongan?”“Kalau begitu, kita bongkar semuanya bersama-sama.”Raymond mengecup punggung tangannya sebelum turun dari mobil.Di dalam rumah, Maria duduk di sofa dengan wajah pucat. Gabriel berdiri di dekat jendela, sedangkan John memeriksa seluruh ruangan untuk memastikan mereka tidak diikuti.Raymond langsung m

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Orang yang Seharusnya Mati

    Suara langkah itu membuat semua orang membeku.Raymond segera menarik Clara ke belakang tubuhnya. John mengangkat pistol, Rafael dan Adrian mengambil posisi di sisi mobil. Maria berdiri dekat Gabriel dengan wajah tegang.Dari balik pepohonan, seorang pria muncul.Rambutnya memutih di pelipis. Wajahnya penuh bekas luka. Namun matanya membuat Gabriel kehilangan warna di wajah.“Tidak...” bisik Gabriel.Maria menatap pria itu beberapa detik sebelum mundur.“Darius.”Raymond menoleh. “Siapa dia?”Gabriel tidak menjawab.Pria bernama Darius tersenyum tipis. “Kau masih mengingatku, Gabriel.”John mengangkat senjata. “Berhenti di sana!”Darius tidak menghiraukan ancaman itu. Tatapannya justru tertuju kepada Clara.“Jadi inilah anak itu.”Raymond langsung mengarahkan pistol kepadanya.“Jangan lihat istriku.”Darius tertawa kecil. “Persis seperti ayahmu.”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Darah yang Disembunyikan

    Gabriel berdiri beberapa langkah dari makam nomor tujuh belas. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya membuat Raymond langsung waspada. Maria memandang kakaknya dengan mata berkaca-kaca.“Gabriel...” suaranya nyaris berbisik.Pria itu tersenyum tipis. “Sudah lama, Maria.”Raymond maju setengah langkah, menempatkan tubuhnya di depan Clara.“Kau bilang aku harus tahu siapa sebenarnya ayahku.”Gabriel mengangguk. “Dan sebelum kau mendengar jawabannya, kau harus memahami satu hal. Charles bukan pembohong dalam segala hal. Dia hanya menyembunyikan bagian yang paling berbahaya.”Clara menggenggam lengan Raymond. “Maksudnya?”Gabriel menatapnya lama. “Charles adalah ayah yang membesarkan Raymond. Itu tidak pernah berubah. Tetapi darah yang mengalir dalam tubuhnya berasal dari seseorang yang telah lama diburu Ordo Vesper.”Suara tembakan tiba-tiba memecah udara.John menarik Maria ke balik batu nisan, semen

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Hening dan Tegang

    Tak lama kemudian, mereka sampai kembali di Mansion Raymond. Pintu mobil terbuka. Ken, asisten Raymond dan para anak buah serempak menunduk. Raymond turun lebih dulu. Clara melangkah mengikutinya, sedikit tertinggal di belakang.Salah satu anak buah melirik Clara terlalu lama.“Jaga pandanganmu,”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pura-pura menjadi Kekasih Tuan Mafia

    Clara membeku mendengar itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Langkahnya gontai mengikuti Raymond dan anak buahnya menuju mobil. Di dalam mobil, Clara hanya bisa membisu. Di saat yang bersamaan, air mata Clara kembali menggenang. Perasaannya kembali bercampur. Putus asa dan pengharapan, semuan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara, Tawanan Tuan Mafia

    Sementara di tempat gelap itu, harapan Clara nyaris padam. Langkahnya terseret, kakinya terasa berat seperti diikat beban. Clara menghela napas panjang. Ia merasa seperti orang yang sudah tak punya pilihan. Bunyi pintu besi ditutup terdengar lebih keras dari sebelumnya. Clara berdiri beberap

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijodohkan

    Clara menghantam pintu itu dengan kedua tangannya. “Buka! Tolong buka! Aku mohon!” Tak ada jawaban. Clara merosot ke lantai. Tangannya gemetar, nafasnya terputus-putus. Ia memeluk lututnya, tubuhnya meringkuk sekecil mungkin, seolah ingin menghilang ke dalam bayangan. Air mata jatuh tanpa bisa d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status