홈 / Mafia / Menjadi Tawanan Tuan Mafia / Para Manusia Tamak

공유

Para Manusia Tamak

작가: Miss Wang
last update 게시일: 2026-01-24 14:51:37

Beberapa jam sebelumnya.

Pintu rumah kecil terbuka dengan suara keras. Alda masuk dengan wajah masam, tasnya dibanting ke sofa. Bibirnya mengerucut, matanya merah oleh amarah yang belum padam.

“Kenapa, sayang?” Bibi Elsa segera bangkit dari kursinya, menghampiri dengan nada manja. “Kok cemberut begitu?”

Di sudut ruang tamu, Paman Bobi masih duduk santai, koran terbuka di tangannya, secangkir kopi mengepul di meja. Ia bahkan tak menoleh.

“Ma, Pa,” suara Alda bergetar, antara kesal dan ingin dika
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rahasia Terakhir Maria

    “Dan pengkhianatan itu menyebabkan kematian seseorang.”Suara Gabriel masih menggantung ketika mobil mereka memasuki sebuah rumah persembunyian di pinggiran kota. Clara duduk membisu di samping Raymond. Sejak mendengar nama Charles disebut sebagai ayah kandungnya, pikirannya terasa kacau.Raymond menggenggam tangannya.“Lihat aku, Clara.”Clara menoleh perlahan.“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi apa pun hasilnya nanti, kau tetap istriku. Tidak ada rahasia keluarga yang akan mengubah itu.”Mata Clara berkaca-kaca. “Bagaimana kalau seluruh hidupku dibangun di atas kebohongan?”“Kalau begitu, kita bongkar semuanya bersama-sama.”Raymond mengecup punggung tangannya sebelum turun dari mobil.Di dalam rumah, Maria duduk di sofa dengan wajah pucat. Gabriel berdiri di dekat jendela, sedangkan John memeriksa seluruh ruangan untuk memastikan mereka tidak diikuti.Raymond langsung m

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Orang yang Seharusnya Mati

    Suara langkah itu membuat semua orang membeku.Raymond segera menarik Clara ke belakang tubuhnya. John mengangkat pistol, Rafael dan Adrian mengambil posisi di sisi mobil. Maria berdiri dekat Gabriel dengan wajah tegang.Dari balik pepohonan, seorang pria muncul.Rambutnya memutih di pelipis. Wajahnya penuh bekas luka. Namun matanya membuat Gabriel kehilangan warna di wajah.“Tidak...” bisik Gabriel.Maria menatap pria itu beberapa detik sebelum mundur.“Darius.”Raymond menoleh. “Siapa dia?”Gabriel tidak menjawab.Pria bernama Darius tersenyum tipis. “Kau masih mengingatku, Gabriel.”John mengangkat senjata. “Berhenti di sana!”Darius tidak menghiraukan ancaman itu. Tatapannya justru tertuju kepada Clara.“Jadi inilah anak itu.”Raymond langsung mengarahkan pistol kepadanya.“Jangan lihat istriku.”Darius tertawa kecil. “Persis seperti ayahmu.”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Darah yang Disembunyikan

    Gabriel berdiri beberapa langkah dari makam nomor tujuh belas. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya membuat Raymond langsung waspada. Maria memandang kakaknya dengan mata berkaca-kaca.“Gabriel...” suaranya nyaris berbisik.Pria itu tersenyum tipis. “Sudah lama, Maria.”Raymond maju setengah langkah, menempatkan tubuhnya di depan Clara.“Kau bilang aku harus tahu siapa sebenarnya ayahku.”Gabriel mengangguk. “Dan sebelum kau mendengar jawabannya, kau harus memahami satu hal. Charles bukan pembohong dalam segala hal. Dia hanya menyembunyikan bagian yang paling berbahaya.”Clara menggenggam lengan Raymond. “Maksudnya?”Gabriel menatapnya lama. “Charles adalah ayah yang membesarkan Raymond. Itu tidak pernah berubah. Tetapi darah yang mengalir dalam tubuhnya berasal dari seseorang yang telah lama diburu Ordo Vesper.”Suara tembakan tiba-tiba memecah udara.John menarik Maria ke balik batu nisan, semen

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Makam 17

    Hujan turun tipis ketika Raymond, Clara, Maria, John, Rafael, dan Adrian tiba di pemakaman keluarga Rose. Tempat itu jauh dari pusat kota, dikelilingi pohon-pohon tua dan pagar besi tinggi.Raymond turun dari mobil lebih dulu.“Semua tetap waspada.”John memeriksa sekeliling.“Tidak ada kendaraan mencurigakan.”Rafael menatap gerbang.“Justru itu yang membuatku curiga.”Raymond menggenggam tangan Clara.“Kau tetap di sampingku.”Clara mengangguk.Mereka berjalan melewati deretan batu nisan. Maria berada beberapa langkah di belakang mereka, wajahnya terlihat semakin pucat setiap kali mendekati bagian terdalam pemakaman.Clara memperhatikan ibunya.“Ma, kau yakin makam itu ada?”Maria mengangguk.“Nomor tujuh belas.”Mereka akhirnya menemukan sebuah batu nisan tua.Nomornya hampir tertutup lumut.17.Clara berdiri di dep

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Orang yang Membesarkan Clara

    Ruangan itu mendadak sunyi. Clara menatap Maria dengan wajah pucat. “Orang yang membesarkanku?” Maria mengangguk perlahan. Raymond berdiri di samping Clara. “Siapa?” Maria menatap pria yang masih ditahan John. “Namanya Victor.” Pria itu tersenyum. “Sudah lama sekali nama itu tidak disebut.” Raymond menekan bahunya. “Jelaskan.” Victor tertawa kecil. “Kalian benar-benar tidak tahu apa-apa.” “Bicara.” “Victor bukan nama asli.” Maria mendekat. “Namanya Adrian Victor Hale.” Adrian yang berdiri di dekat jendela langsung menegang. Raymond menoleh. “Kau mengenalnya?” Adrian mengangguk. “Dia kakakku.” Clara membeku. Raymond mem

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Nama di Balik Nama

    Raymond memegang dokumen lama yang mencantumkan nama John. Tatapannya berpindah dari kertas kepada pria yang berdiri di hadapannya.John tidak bergerak.“Tuan,” katanya akhirnya, “saya tidak pernah melihat dokumen itu.”Raymond mengangkat tangan.“Aku tahu.”Clara menatap Raymond.“Kau percaya padanya?”“Kalau John ingin mengkhianatiku, dia sudah melakukannya sejak lama.”Adrian mengambil dokumen itu.“Nama ini bukan bukti bahwa John pengkhianat.”“Lalu apa?”Adrian menunjuk tanda kecil di samping nama tersebut.“Lihat simbolnya.”Ada lambang berbentuk tiga garis yang saling bertemu.Rafael langsung mengenalinya.“Itu tanda jaringan lama.”“Jaringan apa?”“Ordo Vesper.”Maria menutup mata.“Kukira mereka sudah hilang.”Adrian menggeleng.“Mereka tidak pernah hilang. Mereka hanya mengganti nama.”John bertanya, “Apa hubungannya dengan saya?”“Nama John digunakan sebagai identitas sandi.”Raymond mengerutkan kening.“Jadi bukan nama orang?”“Bukan.”Adrian mengambil lembar kedua.“John

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tuan Mafia Kejam

    Para anak buahnya serentak menunduk.Sementara itu, melihat kedatangan seorang Raymond Antonio, tubuh Ny. Eva semakin gemetar dan tangisannya semakin keras, melengking menusuk gendang telinga. “T-Tuan Raymond… aku mohon… aku akan bayar… aku—”Raymond mendekat, tatapannya kosong. Tidak ada amarah. T

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Gadis Yatim Piatu, Clara

    “Lepaskan aku!”Teriakan Clara tenggelam oleh dentuman musik dan tawa para pria yang memenuhi ruangan. Dua penjaga menyeretnya keluar dari kamar sempit itu, langkahnya terseret di lantai. Kain hitam yang tipis membalut tubuhnya begitu ketat, memamerkan lekuk yang paling sensitif. Bagian atasnya te

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Hening dan Tegang

    Tak lama kemudian, mereka sampai kembali di Mansion Raymond. Pintu mobil terbuka. Ken, asisten Raymond dan para anak buah serempak menunduk. Raymond turun lebih dulu. Clara melangkah mengikutinya, sedikit tertinggal di belakang.Salah satu anak buah melirik Clara terlalu lama.“Jaga pandanganmu,”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pura-pura menjadi Kekasih Tuan Mafia

    Clara membeku mendengar itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Langkahnya gontai mengikuti Raymond dan anak buahnya menuju mobil. Di dalam mobil, Clara hanya bisa membisu. Di saat yang bersamaan, air mata Clara kembali menggenang. Perasaannya kembali bercampur. Putus asa dan pengharapan, semuan

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status