Home / Mafia / Menjadi Tawanan Tuan Mafia / Para Manusia Tamak

Share

Para Manusia Tamak

Author: Miss Wang
last update publish date: 2026-01-24 14:51:37

Beberapa jam sebelumnya.

Pintu rumah kecil terbuka dengan suara keras. Alda masuk dengan wajah masam, tasnya dibanting ke sofa. Bibirnya mengerucut, matanya merah oleh amarah yang belum padam.

“Kenapa, sayang?” Bibi Elsa segera bangkit dari kursinya, menghampiri dengan nada manja. “Kok cemberut begitu?”

Di sudut ruang tamu, Paman Bobi masih duduk santai, koran terbuka di tangannya, secangkir kopi mengepul di meja. Ia bahkan tak menoleh.

“Ma, Pa,” suara Alda bergetar, antara kesal dan ingin dika
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Nama yang Dihapus

    Mobil berhenti di sebuah rumah kecil yang tersembunyi di balik deretan pepohonan. Adrian memastikan tidak ada kendaraan mengikuti mereka sebelum membuka pintu.Raymond turun lebih dulu."Masuk."Clara mengikuti Maria, sementara John membantu Rafael yang masih menahan sakit di bahunya. Adrian menjadi orang terakhir yang masuk.Begitu pintu terkunci, Raymond langsung berbalik."Mulai sekarang tidak ada lagi rahasia."Maria menatap anaknya."Aku tahu.""Adrian bilang kau menyembunyikan identitas Clara sejak delapan belas tahun lalu."Maria menghela napas."Karena saat itu Clara masih kecil.""Kenapa Charles terlibat?"Maria terdiam cukup lama."Karena ayahmu menemukan dokumen yang membuktikan seseorang sedang menghapus nama Clara dari catatan keluarga."Clara mengerutkan kening."Menghapus namaku?"Maria mengangguk."Namamu pernah terc

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Orang di Balik Pintu

    Gagang pintu bergerak perlahan.Klik.Raymond langsung berdiri di depan Clara dan Maria, sementara John mengangkat senjata ke arah pintu. Rafael, meski bahunya masih dibalut kain darurat, mengambil posisi di sisi jendela.Pintu terbuka sedikit.Sosok seorang pria muncul dari balik kegelapan.Raymond langsung mengenal wajah itu.Pria itu tersenyum tipis."Sudah lama, Raymond.""Adrian."Maria menutup mulutnya.Nama itu membuat wajahnya kehilangan warna.Raymond menoleh cepat."Kau mengenalnya?"Maria tidak menjawab.Adrian masuk sambil mengangkat kedua tangan."Aku tidak datang untuk menembak siapa pun.""Berhenti di sana."Raymond mengarahkan pistol tepat ke dadanya.Adrian berhenti."Kalau kau ingin membunuhku, lakukan setelah mendengar penjelasanku.""Aku tidak punya alasan untuk mendengarkan.""Kau punya."Adrian menatap Maria."Karena ibumu tahu siapa yang sebenarnya memulai semua ini."Maria menatapnya tajam."Jangan sebut dia."Adrian tersenyum pahit."Masih sama. Bahkan setelah

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Wanita di Balik Pintu Saint Rose

    Hujan turun semakin deras.Raymond berdiri di samping mobil sambil menggenggam kertas yang diberikan Rafael.Satu alamat.Satu tulisan tangan.Dan satu nama yang selama bertahun-tahun hanya hidup sebagai kenangan.Maria.Ibunya."Saint Rose..." gumam John.Raymond mengangguk."Siapkan mobil."Clara berdiri beberapa langkah di belakangnya.Wajahnya masih pucat setelah penculikan.Namun kali ini ia tidak terlihat ketakutan.Ia justru menatap Raymond dengan tatapan serius."Kita pergi sekarang?"Raymond menoleh."Ya.""Aku ikut."Raymond langsung menggeleng."Tidak."Clara mengerutkan kening."Kenapa?""Karena aku tidak tahu apa yang menunggu di sana.""Aku juga tidak tahu."Clara melangkah mendekat."Tapi kalau yang kita cari adalah ibumu, aku tidak mau kau pergi

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Jebakan

    Raymond tidak langsung bergerak.Rafael berdiri beberapa meter di depannya.Wajah pria itu terlihat lebih pucat dibandingkan saat terakhir mereka berbicara melalui telepon. Ada luka kecil di pelipisnya dan darah mengering di kerah bajunya.Raymond mengangkat senjata."Kau."Rafael mengangkat kedua tangannya."Aku tahu kau ingin menembak.""Aku juga tahu kau berada di balik semua ini.""Kalau aku berada di balik semua ini, Clara sudah mati."Raymond tidak menurunkan senjatanya."Di mana dia?""Masih hidup.""Di mana?"Rafael menunjuk ke dalam gudang."Tapi kita harus bergerak sekarang."John muncul di belakang Raymond."Tuan, jangan percaya dia."Rafael menoleh."Kalau kalian tetap berdiri di sini, orang-orang di dalam akan memindahkan Clara melalui terowongan bawah tanah."Raymond langsung menatapnya."Ter

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara Menjadi Target

    Mobil hitam itu melaju meninggalkan mansion.Clara duduk di kursi belakang dengan kedua tangan terikat.Napasnya masih teratur, meskipun jantungnya berdegup keras.Pria yang duduk di sebelahnya adalah Marcus.Orang yang selama bertahun-tahun dipercaya Raymond untuk menjaga keluarganya.Clara menatapnya dari sudut mata."Jadi selama ini kau bekerja untuk mereka?"Marcus tidak menjawab.Matanya tetap tertuju ke depan.Clara mencoba menarik tali di pergelangan tangannya.Tidak berhasil.Namun ia tidak berhenti berpikir.Raymond pasti sedang mencarinya.Dan jika Marcus memang orang dalam, berarti semua jalur keamanan mansion mungkin sudah diketahui."Kalian mau membawaku ke mana?"Marcus akhirnya menjawab."Ke tempat yang aman."Clara hampir tertawa."Aman?"Ia menatap pria itu."Kau menculikku.""Aku

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pengkhianat di Dalam Rumah

    Suara mesin kendaraan memenuhi halaman mansion.Satu.Dua.Tiga.Empat mobil hitam berhenti tepat di depan gerbang.Raymond berdiri di tengah ruang utama dengan senjata masih berada di tangannya.Clara berada di belakangnya.John segera berbicara melalui alat komunikasi."Semua unit, posisi bertahan. Jangan menembak sebelum ada perintah."Para pengawal menyebar.Beberapa menuju lantai dua.Sebagian lainnya mengamankan Charles.Raymond menatap layar kamera keamanan.Anehnya, orang-orang di dalam mobil tidak langsung turun.Mereka hanya diam.Menunggu.Raymond menyipitkan mata."Mereka tidak datang untuk menyerang."John menoleh."Lalu?""Mereka ingin kita panik."Tepat setelah Raymond selesai berbicara, lampu seluruh halaman kembali menyala.Empat mobil itu langsung bergerak mundur.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Hening dan Tegang

    Tak lama kemudian, mereka sampai kembali di Mansion Raymond. Pintu mobil terbuka. Ken, asisten Raymond dan para anak buah serempak menunduk. Raymond turun lebih dulu. Clara melangkah mengikutinya, sedikit tertinggal di belakang.Salah satu anak buah melirik Clara terlalu lama.“Jaga pandanganmu,”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pura-pura menjadi Kekasih Tuan Mafia

    Clara membeku mendengar itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Langkahnya gontai mengikuti Raymond dan anak buahnya menuju mobil. Di dalam mobil, Clara hanya bisa membisu. Di saat yang bersamaan, air mata Clara kembali menggenang. Perasaannya kembali bercampur. Putus asa dan pengharapan, semuan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara, Tawanan Tuan Mafia

    Sementara di tempat gelap itu, harapan Clara nyaris padam. Langkahnya terseret, kakinya terasa berat seperti diikat beban. Clara menghela napas panjang. Ia merasa seperti orang yang sudah tak punya pilihan. Bunyi pintu besi ditutup terdengar lebih keras dari sebelumnya. Clara berdiri beberap

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijodohkan

    Clara menghantam pintu itu dengan kedua tangannya. “Buka! Tolong buka! Aku mohon!” Tak ada jawaban. Clara merosot ke lantai. Tangannya gemetar, nafasnya terputus-putus. Ia memeluk lututnya, tubuhnya meringkuk sekecil mungkin, seolah ingin menghilang ke dalam bayangan. Air mata jatuh tanpa bisa d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status