공유

Saat Clara Pergi

작가: Miss Wang
last update 게시일: 2026-04-07 13:03:35

Clara menutup mulutnya, dan seketika air matanya kembali jatuh, dadanya terasa sesak—seolah ada sesuatu yang menekan begitu kuat hingga ia sulit bernapas.

“Jadi… kondisinya berbahaya?” tanyanya dengan suara pecah.

Dokter itu terdiam beberapa detik sebelum mengangguk pelan. “Kami masih berusaha memastikan semuanya. Untuk saat ini, kami akan memindahkan pasien ke ruang observasi setelah CT scan selesai. Tapi kondisinya memang harus diawasi ketat.”

Kalimat itu seperti menghantam Clara tanpa amp
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Keluarga Kecil

    Menjelang siang, suasana mansion berubah jauh lebih santai dibanding biasanya. Para pengawal Raymond tetap berjaga di luar dengan pakaian hitam dan alat komunikasi di telinga mereka, tetapi aura mencekam yang dulu selalu menyelimuti rumah itu perlahan memudar. Kini vas bunga segar menghiasi meja-meja sudut. Musik piano instrumental mengalun pelan dari ruang tengah. Bahkan beberapa pelayan mulai berani bercanda kecil satu sama lain saat bekerja. Di balkon lantai dua, Clara berdiri sambil menikmati teh hangat ketika sepasang tangan tiba-tiba melingkar di pinggangnya dari belakang. Ia tersenyum kecil tanpa perlu menoleh. “Kau diam-diam sekarang?” “Aku di rumah sendiri,” jawab Raymond santai sambil menyandarkan dagunya di bahu Clara. “Kau tetap mengejutkanku.” Raymond menarik Clara sedikit lebih dekat ke tubuhnya. “Sedang memikirkan apa?” “Bulan madu.” Pria itu mengangkat sebelah alis. “Oh?” Clara menoleh sedikit sambil menyipitkan mata curiga. “Kau serius mau membawaku per

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Suasana Berbeda

    Pagi pertama setelah pernikahan mereka membawa suasana yang terasa asing bagi seluruh penghuni mansion. Namun, keasingan itu bukan sesuatu yang buruk. Justru hangat. Hidup. Seolah rumah besar yang selama bertahun-tahun dipenuhi dingin dan ketegangan akhirnya kembali bernapas. Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela-jendela tinggi berbingkai emas, memantul lembut di lantai marmer putih yang mengilap. Tirai tipis berwarna krem bergerak perlahan tertiup angin pagi, sementara aroma kopi hitam hangat bercampur roti panggang dan mentega memenuhi udara. Dari arah dapur terdengar suara para pelayan yang sibuk menyiapkan sarapan. Namun berbeda dari biasanya, pagi itu mereka tidak lagi berjalan dengan wajah tegang dan langkah hati-hati. Sesekali bahkan terdengar tawa kecil. Para pelayan diam-diam saling bertukar pandang dengan ekspresi tak percaya. Karena untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun… Mansion itu terasa seperti rumah. Di ruang makan utama yang luas, Noah duduk di kursin

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Malam Pertama

    Raymond masih menahan tubuh Clara di bawahnya ketika keheningan malam perlahan memenuhi kamar pengantin itu. Cahaya lilin berpendar lembut di seluruh ruangan, memantulkan bayangan hangat di dinding kamar yang luas. Tirai putih tipis di dekat balkon bergerak perlahan tertiup angin malam, sementara aroma mawar dan vanilla masih memenuhi udara. Napas mereka belum benar-benar tenang setelah ciuman panjang tadi. Clara bisa merasakan dada Raymond naik turun pelan di atas tubuhnya. Detak jantung pria itu berdetak kuat dan stabil, begitu dekat sampai terasa jelas di ujung jemarinya. Raymond menatap Clara lumayan lama. Tatapannya perlahan turun menyusuri wajah wanita yang kini menjadi istrinya itu—mata beningnya yang masih sedikit basah, pipinya yang memerah malu, hingga bibirnya yang masih bergetar kecil karena gugup. Dan untuk pertama kalinya sejak Clara mengenalnya… Tatapan seorang mafia dingin itu benar-benar terlihat sangat lembut. “Aku membuatmu gugup?” bisiknya rendah. Suara b

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pesta

    Ciuman mereka semakin dalam. Semua orang bersorak sambil tepuk tangan. Kue di tangan Noah jatuh ke lantai, matanya terbelalak lebar, Bu Eli refleks menutup mata Noah dengan kedua tangannya. Tak lama kemudian, MC kembali mengambil alih acara dengan semangat. "Wah, pengantin kita ternyata tak sabaran." Sontak semua orang tertawa. “Baik! Sekarang waktunya lempar buket!” lanjut MC. Beberapa tamu wanita langsung bersorak antusias. Clara tertawa kecil saat buket bunga putih diberikan padanya. “Awas jangan curang!” teriak salah satu tamu sambil bercanda. Clara berdiri membelakangi kerumunan wanita-wanita yang sudah siap menangkap buket. Veil panjangnya jatuh anggun menyentuh lantai marmer putih. “Satu…” Ia tersenyum sambil menggenggam bunga lebih erat. “Dua…” Para tamu mulai bersiap heboh. “Tiga!” Clara melempar buket itu ke belakang. Dan seketika aula langsung dipenuhi jeritan serta tawa riuh. Salah satu wanita muda berhasil menangkap bunga itu sambil mel

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Ancaman Halus

    Keheningan langsung jatuh di seluruh aula. Noah yang berdiri bersama Bu Eli mengernyit bingung membaca tulisan itu, sementara Clara langsung menahan napas. Clark tersenyum tipis. “Gigi dibalas gigi,” ucapnya pelan sambil menatap Raymond lurus. “Bukankah itu aturan dunia kita?” Tak ada yang menjawab. Hanya suara napas tegang memenuhi ruangan besar itu. Lalu perlahan, Clark mengalihkan pandangannya pada Clara. Tatapan pria tua itu membuat bulu kuduk Clara meremang. Bukan tatapan marah. Melainkan tatapan dingin seseorang yang sedang mengingat wajah orang-orang yang terlibat dalam kematian anaknya. Dan justru karena itulah… rasanya jauh lebih mengerikan. Namun beberapa detik kemudian, Clark malah tersenyum kecil. “Menarik,” gumamnya lirih. Setelah itu, tanpa mengatakan apa pun lagi, ia langsung berbalik. Tongkatnya kembali mengetuk lantai marmer. Tok. Tok. Tok. Dan perlahan pria tua itu berjalan keluar aula bersama para pengawalnya. Tidak ada bentak

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Ayah Thomas

    Suasana aula langsung berubah sunyi mencekam begitu sosok pria tua itu melangkah masuk melewati pintu utama mansion. Musik biola yang sejak tadi mengalun lembut perlahan terdengar semakin jauh, tenggelam oleh suara ketukan tongkat yang menggema pelan di lantai marmer mengilap. Tok. Tok. Tok. Langkahnya tidak terburu-buru. Namun justru ketenangan itu terasa jauh lebih menakutkan. Lampu chandelier raksasa memantulkan cahaya ke setelan hitam mahal yang dikenakannya. Potongan jas itu begitu rapi dan elegan, membungkus tubuh tinggi besarnya dengan sempurna. Rambutnya yang mulai dipenuhi uban disisir licin ke belakang, memperlihatkan wajah tegas penuh garis usia dan sepasang mata dingin yang tajam seperti pisau. Tatapan pria itu menyapu seluruh aula perlahan. Dan hanya dengan itu saja, udara di ruangan terasa berubah berat. Beberapa tamu langsung menunduk gelisah. Ada yang tanpa sadar mundur satu langkah. Bahkan suara bisik-bisik kecil mendadak lenyap seketika. Semua o

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Berpapasan

    Tanah masih bergetar di bawah kaki mereka. Getaran itu menjalar melalui papan-papan kayu rumah tua yang sudah rapuh dimakan usia. Dinding berderit, kaca jendela bergetar keras, dan debu berjatuhan dari langit-langit seperti hujan abu yang tidak pernah diundang.Clara memeluk tubuh Kakek Charly yang

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Desa Terpencil

    Di mana?” suaranya rendah, namun tajam seperti pisau.Di seberang telepon terdengar napas ragu-ragu anak buahnya. “Di sebuah desa terpencil, Tuan.”Raymond menegang dengan matanya menyempit.“Desa apa?”“Kami masih memastikan koordinatnya, tapi informasinya datang dari seseorang yang mengaku pernah

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Mayat Wanita

    Malam-malam berikutnya di mansion terasa semakin panjang, seolah waktu sendiri ikut terjebak dalam kecemasan sang pemilik. Pencarian Clara tidak pernah benar-benar berhenti.Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar tinggi di langit, mobil-mobil hitam milik Raymond sudah kembali menyusuri jalanan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pencarian Clara

    Malam itu, kota seakan bergerak di bawah satu perintah.Konvoi mobil hitam milik Raymond meluncur ke berbagai arah, memecah jalanan yang mulai lengang. Mesin meraung rendah, lampu-lampu sorot memotong gelap seperti mata para pemburu yang tak ingin kehilangan jejak mangsanya.Di dalam salah satu mob

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status