LOGINKita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta. Jika kita mencintai orang yang seharusnya tidak kita cintai, apakah itu salah? Lantas, siapa yang harus disalahkan? Apakah dua insan yang diberi karunia itu, ataukah Tuhan yang menciptakan perasaan tersebut? Pertanyaan dan pemikiran ini terus berkecamuk di otak Indira, seorang wanita karir yang sukses, ibu dari seorang anak yang unggul, serta istri dari seorang Jaksa muda yang berwibawa. Hidupnya selalu tampak sempurna di mata semua orang, walaupun pada kenyataannya, Indira tidak pernah merasa bahagia. Tujuh tahun pernikahan dengan Anggara harus ia tutupi dengan kebohongan-kebohongan, serta senyum dan tawa palsu. Namun, ketika cinta berpihak kepadanya, ia malah melabuhkan hatinya kepada Arjuna, seorang Insinyur Sipil yang bekerja di proyek pembangunan kantornya. Hanya di depan Arjuna, Indira bisa menjadi dirinya yang sesungguhnya. Jujur dan utuh! Tapi sayangnya, mereka berdua tidak selayaknya memadu kasih. Inikah yang Indira cari selama ini? Ataukah hanya keputusasaan sesaat? (Cover by Verona)
View MoreSurabaya, masih Juni 2019Indy memandangi tiga koper besar yang sejak dua hari lalu masih tergeletak dengan terbuka di pojok kamar. Belum ada satu pun pakaiannya yang benar-benar masuk ke dalam. Rencana kembali ke Jakarta yang sejak awal bulan sudah disusun, tiba-tiba membuatnya meragu. Bukan karena ia berubah pikiran. Rasanya seperti ada sesuatu yang menahannya, tapi tidak tahu itu apa. Perasaannya mendadak tidak enak.Sebenarnya, Pak Irawan sudah menghubungi sejak seminggu lalu, meminta Indy kembali ke Jakarta untuk membantu menyusun ulang desain proposal arsitektur proyek baru yang cukup prestisius karena akan menjadi proyek besar skala nasional. Itu akan jadi kolaborasi lintas divisi yang menarik, terutama bagi Indy yang memiliki latar pendidikan Manajemen. Tapi entah kenapa, Indy merasa belum waktunya ia pulang.“Lu beneran nggak apa-apa, Van?” tanya Indy untuk kesekian kali pagi itu. Ia berdiri di ambang pintu dapur, memperhatikan adiknya yang sedang menyeduh teh celup dengan wa
Jakarta, Juni 2019Tahun ini adalah masa-masa yang cukup berat bagi Arjuna. Setelah beberapa tahun berjuang menyelesaikan pendidikannya di bidang teknik sipil dan mengumpulkan pengalaman kerja di proyek-proyek di daerah Yogyakarta, serta tuntutan dari keluarga Nisrina, ia merasa siap melangkah lebih jauh. PT. Adidaya Wiguna, perusahaan konstruksi ternama di Indonesia, mengumumkan pembukaan lowongan untuk posisi staf teknik. Bagi Arjuna, kesempatan ini ibarat tangga menuju cita-citanya serta sebagai pembuktian akan keseriusannya melangkah bersama Nisrina.Hari itu, ia melangkah masuk ke ruang wawancara dengan rasa percaya diri yang berusaha ia tunjukkan. Berseragam rapi dengan kemeja putih dan celana bahan hitam, ia membawa map berisi CV, sertifikat, dan portofolionya. Ini adalah tahap akhir dari proses rekrutmen yang sudah ia jalani beberapa waktu yang lalu untuk menentukan, apakah ia diterima atau tidak di raksasa konstruksi ini. Di dalam ruangan, seorang pria paruh baya duduk dengan
Enam bulan telah berlalu sejak Indy dan Anggara memutuskan untuk pisah rumah. Namun, kehidupan Indy tidak menjadi lebih baik. Setiap hari adalah perjuangan untuk menjaga kewarasan, terutama ketika harus menghadapi kenyataan bahwa ia kini hidup sendiri bersama Agni. Ivan yang biasa menemaninya juga sudah kembali ke Kutai Barat untuk persiapan mengajar tahun ajaran baru.Agni, putri semata wayangnya yang berusia tujuh tahun, sudah mulai menunjukkan kemajuan setelah berbulan-bulan terapi psikologi. Senyum kecil mulai kembali menghiasi wajah bocah itu, dan ia sudah lebih bersemangat untuk bermain. Indy merasa sedikit lega melihat perubahan pada anaknya. Bahkan, ia sudah mulai mengurus pendaftaran sekolah dasar untuk Agni di salah satu sekolah dasar internasional terbaik di Jakarta.“Bu, aku mau sekolah di tempat yang banyak temannya dan aku mau ikut ekskul karate,” ujar Agni dengan polos suatu pagi.Indy tersenyum kecil sambil mengelus rambut anaknya. “Iya, Sayang. Ibu akan carikan sekola
Enam bulan telah berlalu sejak Nisrina memutuskan untuk meninggalkan rumah yang ia tinggali bersama Arjuna. Waktu seakan berlalu lambat, diisi dengan berbagai perasaan yang berkecamuk di hati mereka berdua. Proses perceraian yang telah dimulai, perlahan-lahan berubah menjadi medan perang yang melelahkan. Baik Arjuna maupun Nisrina tidak pernah membayangkan bahwa pernikahan yang dulu dimulai dengan cinta yang tulus, kini harus berakhir di ruang sidang.Di sebuah ruangan sederhana di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Nisrina dan Arjuna duduk berseberangan. Keduanya mengenakan pakaian rapi, tetapi ekspresi di wajah mereka menyiratkan rasa lelah yang teramat sangat. Nisrina mengenakan blus putih dengan kerudung abu-abu, sementara Arjuna terlihat formal dengan kemeja biru tua. Di sebelah mereka, kuasa hukum masing-masing mempersiapkan dokumen yang diperlukan.Sidang hari itu adalah puncak dari semua proses yang telah mereka lalui selama enam bulan terakhir. Mediasi, negosiasi hak asuh anak
Indy merebahkan tubuhnya yang sama rapuhnya dengan hatinya itu. Ia berusaha memejamkan matanya, namun rasanya tak sanggup. Hatinya dipenuhi oleh kehampaan dan kelelahan secara emosional yang semakin berat dari hari ke hari. Dalam keheningan yang mencekam, ia memandang Anggara yang sedari tadi membe
Malam itu, rumah yang dulu terasa hangat dan penuh tawa, kini terasa begitu sepi dan dingin. Seperti angin yang berhembus pelan lewat celah jendela, kesunyian di rumah Indy menyelimuti setiap sudut ruangan. Meski rumah besar itu tetap terlihat rapi dan dipenuhi oleh perabotan-perabotan mahal, ada p
Pagi itu, Arjuna dan Indy sama-sama tiba di lokasi proyek lebih awal dari biasanya. Proyek pembangunan kantor cabang baru ini mulai menunjukkan progres yang cukup signifikan, dan pagi itu mereka harus mengawasi pemasangan struktur besi di beberapa titik. Namun, baik Arjuna maupun Indy, keduanya dat
Arjuna memasuki rumahnya dengan langkah berat. Ia membuka dan menutup pintu rumahnya dengan perlahan, walaupun sejujurnya ia ingin buru-buru masuk dan membuang segala beban melelahkan yang ia pikul sepanjang hari. Rumah dalam keadaan sunyi, mungkin Aksara sudah terlelap. Tetapi keheningan itu tidak












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews