공유

Merajut Kembali Memori yang Hilang
Merajut Kembali Memori yang Hilang
작가: Ang.Rose

1. 911

작가: Ang.Rose
last update 게시일: 2026-07-10 21:00:51

Januari 2022.

Rachel membuka pintu rumah, lalu berlari ke lantai dua. Dia membuka pintu studio, namun anaknya tidak ada di sana.

Dia beralih ke pintu sebelahnya, membuka kamar tidurnya, dan benar saja, anaknya sudah pucat dengan busa yang keluar dari mulutnya.

"Sammy!" teriak Rachel sambil meluruskan posisi anaknya yang miring. "Sam!"

Sebagai perawat, dia sigap memeriksa napas anaknya. Masih ada! serunya dalam hati. Dia pun memeriksa denyut nadi.

Dia bisa merasakan pembuluh darah yang berdenyut, menandakan masih ada kehidupan, namun makin lama denyutan itu semakin melemah.

"Sam! Sadar!" teriak Rachel sambil melakukan sternal rub, sebuah gerakan memutar pada bagian dada Samantha untuk melihat apakah dia masih bisa memberikan respons atau tidak.

Namun, ternyata Samantha tidak memberikan respons apa pun. Dia tidak bergerak. Rachel sekali lagi mendekatkan telinganya ke antara mulut dan hidung Samantha. Embusan napasnya pun makin lama makin melemah.

Rachel tak punya pilihan. EMT akan sampai dua menit lagi, sedangkan Sam tidak bisa lagi menunggu. Akhirnya, dengan berat hati, Rachel melakukan kompresi dada kepada anaknya sendiri sambil menunggu EMT datang.

Hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh tenaga medis terhadap anggota keluarga. Sesuai dengan ritme, Rachel melakukan kompresi dada atau RJP. "Satu … dua … tiga …," ucap Rachel.

Hingga hitungan kedelapan, dia berhenti sebentar untuk memberikan napas buatan dan memeriksa nadi Samantha. Sudah dua kali putaran, namun denyut nadi Sam tidak kembali juga.

Air mata Rachel kini mulai turun. Dia tidak ingin menyerah, tapi dia juga tidak bisa bertahan melakukan hal itu terhadap anaknya sendiri.

Hingga ketika keputusasaan itu muncul, tangannya mulai lemah, matanya mulai kabur, dan air matanya terus mengalir.

"LAFD and EMT! Rach, where are you!?" Teriakan itu muncul dari lantai bawah.

Secercah harapan muncul. Suara yang dia kenal, suara dari kapten pemadam kebakaran 105, Brick Herman. "Di atas, Kapten!" teriak Rachel.

Setelahnya, terdengar begitu banyak derap langkah yang naik ke lantai dua. Chloe, Grunt sang paramedik, dan juga Brick muncul di hadapannya.

Rachel tahu kedatangan mereka belum tentu bisa mengembalikan kondisi Samantha, tapi setidaknya kehadiran mereka menjadi sebuah keadaan yang menyegarkan untuknya.

"Rach, lepaskan dia, biar aku," ucap Chloe sambil menepuk pundak Rachel.

Rachel langsung mengangkat tangannya. "Chloe, Narcan. Dia meminum diazepam."

"Aku tahu. Tenanglah. Berapa lama dia seperti ini?"

"Aku tidak tahu. Saat aku pulang, dia sudah seperti ini. Biasanya dia tidak sendirian, ada sahabatnya. Kupikir dia baik-baik saja hari ini. Ini salahku."

Grunt memasang mesin AED untuk melihat kondisi Samantha. "BP low, 60/45, O2 Sat 75. Chloe." Grunt hanya memberi isyarat menggunakan mata pada Chloe. Dia tahu situasi ini tidak baik.

Chloe memberikan nasal Narcan pada Sam. Seharusnya setelah itu dia sadar, tapi ternyata tidak. Namun, tiba-tiba mata Sam terbuka, pupilnya bergerak ke atas hingga hanya bagian putih yang terlihat. Mesin AED berbunyi dengan cepat, namun tak ada tekanan.

"V-fib, guys," ucap Grunt.

"Starting compression!" ucap Chloe.

Fredrick, seorang FD yang bisa melakukan CPR, melakukan kompresi. Grunt memegang ambu, mengatur jalannya oksigen. Chloe mengambil epinefrin. "120 joule," ucap Chloe. "Clear away!"

Tubuh Sam terhentak seirama dengan kejut listrik yang dialirkan, namun dia tidak kunjung terbangun dan masih sama seperti sebelumnya. "Lagi, Chloe! Aku mohon!" ucap Rachel.

"Kap, bawa dia keluar! Aku suntikkan epinefrin lagi. 200 joule!"

"Go," ucap Grunt.

"Clear!"

Brick menarik Rachel keluar dari kamar itu, membawanya hingga ke pintu. "Rach, kamu tahu tidak seharusnya kamu di situ. Turunlah."

Rachel membiarkan dirinya ditarik oleh Brick karena dia tahu peraturan pertama: keluarga tidak diperbolehkan melihat proses penyelamatan. Gelar sebagai ratu IGD tidak ada gunanya ketika dia melihat anaknya tergeletak tak sadarkan diri.

"Tapi aku … aku tidak bisa meninggalkan dia," ucap Rachel, matanya tak berhenti menangis.

"She's back!" teriak Chloe.

Rachel akhirnya bisa bernapas. Dia melihat Sam membuka matanya dan menatapnya sebentar. Mulutnya seakan berucap, "Maaf." Rachel terluka, memang iya, tapi baginya pulihnya Sam adalah yang utama.

Rachel memeluk Samantha yang baru saja kembali dari kematian. Chloe menepuk pundaknya untuk melepaskan Samantha agar dia bisa segera dibawa ke rumah sakit.

Rachel dan Chloe melakukan RJP pada Samantha kurang lebih dua belas menit. Itu artinya, otak Samantha tidak mendapatkan oksigen dalam kurun waktu yang lama.

Samantha mungkin sempat mengatakan maaf, namun kini dia tak sadarkan diri lagi setelahnya. Rachel tahu dengan sangat, setelah ini bukanlah perawatan dokter yang utama, melainkan keinginan pasien itu sendiri.

Rachel melihat Samantha dipindahkan ke tandu, lalu dia menatap ke luar kamar. Victor di sana. Dia baru ingat, dia menghubungi Victor sebelum menghubungi 911, jadi sudah pasti Victor akan ke sini juga.

Dilihatnya Victor gemetar. Anak itu sudah seperti anaknya sendiri. Karena itu, Rachel langsung berlari memeluknya. "Dia baik-baik saja. Tenanglah, dia baik-baik saja."

Ucapan itu terus dia ulang sambil mengelus punggung Victor. Anak itu juga membalas pelukan Rachel dan menenggelamkan wajahnya di pelukan Rachel, seakan itulah mantra yang mereka berdua ucapkan untuk menguatkan satu sama lain.

Bahwa Samantha akan baik-baik saja.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   9. Graduation

    Hari kelulusan pun tiba, Victor jadi menginap dirumah, dia memilih untuk tidur di sofa daripada di ruang studio milik Samantha, studio itu tidak ada bedanya dengan studio milik Victor yang butuh tempat steril untuk tidur.Samantha memakai flower dress berwarna krem bermotif bunga lily dengan jaket denim, tidak ada aturan khusus untuk pakaian saat wisuda kelulusan karena untuk beberapa saat juga pakaian itu akan di tutup dengan jubah kelulusan.“Wow, look at you,” ucap Victor sambil bertepuk tangan.“Ada apa? Ini bajuku yang biasanya.”“Bukan kamu Sam, lihat Rachel,” jawab Victor sambil menunjuk Rachel yang ada di belakang tangga.Sam pun menol

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   8. Breakfast

    Samantha perlahan-lahan membuka matanya, cahaya matahari yang tak seberapa itu masuk melalui celah jendela dan tirai, meskipun silau, Sam tetap tidak ingin beranjak dari tempat tidurnya.Ia mengambil ponsel sambil memeriksa berita di board kampus, besok adalah hari kelulusan dia dan Victor, tapi mengingat pertengkaran hebat mereka kemarin, dia tidak tahu apakah bisa tidak terlihat aneh besok.“Ah,” Sam menghela nafas kesal. “Kenapa bisa aku sebodoh itu.”“Oh ya, kamu cukup bodoh pergi ke Prince Cafe tanpa mengatakan apa-apa pada Victor, berjalan sendiri pula,” suara itu membangunkan Sam.“Mam!” teriaknya lalu keluar dari kasur dan memeluk ibunya. “Kita tinggal satu rumah tapi aku merasa aku jarang melihatmu.”

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   7. Wondering

    Langit telah berubah gelap, waktu jaga Emily kini sudah selesai, dia keluar dari ruangan berjalan untuk pulang, sambil jalan dia menyapa beberapa dokter dan perawat yang sudah bekerja sama dengannya, benar kata Rachel mereka menangani pasien 5-7 orang sehari, bahkan hari ini saja, dia sudah melakukan 3 kali operasi bedah.“Sudah dapat apa yang kau cari?” tanya Harem sambil Emily menunggu lift.Emily hanya tersenyum. “Apa maksudmu? Kenapa bicara begitu?”“Aku lihat tadi kau bicara dengan Rachel, sudah dapat apa yang kau cari?”Emily menatap Harem heran. “Astaga, aku lupa kau salah satu sahabatku yang paling pintar.”“Oh, orang yang jauh-jauh dari Jerman kau minta datang kembali ke Los Angeles itu lebih pintar dariku.”“Ah, Daniel, ya dia memang lebih pintar dari siapapun.”Harem menyerahkan sebuah dokumen pada Emily. “Ini akan jadi tindak pidana kalau orang-orang tahu aku yang menyerahkan ini padamu. Berikan pada Pengacara itu.”Emily mengambil dokumen itu dan membacanya. “Oh astaga.”

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   6. A Friendship

    “Akhirnya!” seru Rachel sambil menutup pintu loker, dia menghela nafas panjang, duduk di kursi ruang ganti sambil meluruskan kaki sebelum dia memakai sepatu. Tapi sepertinya ketenangan itu tak berangsur lama.“Rach!” sebelum seruan itu terdengar, Rachel sudah bisa mendengar derap langkah kaki.“Astaga–haruskah kau berteriak? Tidak ingat dengan umurmu?”“Biarlah umurku, tapi aku tetap merasa jiwaku masih muda.”“Tidak salah merasa begitu, ada apa? Gosip baru?”“Oh iya, baru, katanya baru terjadi kemarin malam.”“Oh God,” Rachel sudah tahu kemana arah pembicaraan ini. Dia pasti habis mendengar tentang itu.“Kau dan Kapten Brick sudah sejauh apa!?”Bingo. “Tidak ada, aku dan dia hanya berteman, kau tahu sendiri dia yang menyelamatkan Sam,” benar sudah tebakan Rachel, April sedang membicarakan tentang dia dan Brick yang bicara.“Loh! Itu maksudku! Pertama dia menyelamatkan anakmu, lalu bertanya tentang anakmu, lalu bertanya tentang kabarnya, terus dia akan bertanya tentang, kamu! Ibunya!”

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   5. Hospital

    Rachel melakukan peregangan, makin hari dia makin sering merasa lelah setelah berdiri lama, mungkin memang karena faktor usia, menjalani profesi sebagai perawat selama 25 tahun Rachel pikir tubuhnya akan terbiasa, ternyata tidak.Yang Rachel sadari hanyalah meskipun dia sudah bekerja selama 25 tahun, dia selalu merasa dia melakukan ini untuk pertama kalinya, karena setiap hari adalah hari baru, dia akan terus bertemu dengan pasien baru.“Ah, indahnya hari ini,” ucap Kylie, perawat baru.Rachel menoleh dengan sedikit perasaan yang tidak enak, seakan ada bara api yang ingin berteriak. “Apa maksudmu?”“Ya, hari ini tak seperti hari biasanya, walau angin yang berhembus dingin, sepertinya hari ini akan sepi–”“KYLIE!” teriak Rachel kesal, itu merupakan kata-kata keramat di UGD, dimanapun, bahwa ketika ada yang bilang sepi maka mereka tidak akan berhenti bekerja hingga jam kerja mereka selesai, ini merupakan Jinx yang dihindari.Rachel menatap pesawat telepon yang ada di meja nurse station,

  • Merajut Kembali Memori yang Hilang   4. Bestfriend

    Januari 2022. Victor melihat rumah Samantha yang sudah penuh dengan mobil pemadam dan mobil ambulans, jantungnya berdegup kencang, sampai membuat tubuhnya gemetar, keringat dingin mulai muncul di punggung, dahi dan tangannya.Tidak pernah terbayangkan di pikiran Victor hari ini akan terjadi, perasaan bersalah memenuhi pikirannya. Dengan tangan yang gemetar dia melepaskan sabuk pengaman, meninggalkan mobilnya, tidak peduli apakah mobilnya menghalangi jalan, dia berlari masuk ke dalam rumah.Victor berlari menaiki tangga hampir dua-tiga tangga sekali dia pijak dan ketika pintu yang familiar dengannya terbuka, ada banyak orang di depannya. Ketika dia melihat petugas pemadam ada didepan pintu, kakinya seakan tidak menapaki bumi.Kakinya gemetar, dia terdiam dan berjalan perlahan, mendekati pintu, matanya mencoba mencari sahabatnya, betapa terkejutnya dia ketika melihat Samantha terbaring di lantai yang dingin, Rachel berada disampingnya sambil bersandar ke salah satu paramedik.Yang Vict

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status