Startseite / Romansa / My Game Boyfriend / Pertengkaran Terbesar

Teilen

Pertengkaran Terbesar

last update Veröffentlichungsdatum: 26.06.2026 07:59:47

Bab 12

Kepergian Arthur meninggalkan rasa hampa yang mendalam di hati Melati. Perempuan itu masih duduk terpaku di bangku kayu itu, menatap kosong ke arah jalan setapak tempat sosok kekasihnya menghilang tadi. Suasana taman yang tadinya terasa begitu indah dan penuh kebahagiaan, kini berubah menjadi dingin dan sepi. Angin yang bertiup pelan seolah turut membawa serta rasa sedih dan gelisah yang kini bergemuruh di dalam dada Melati. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa pertemuan tak
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • My Game Boyfriend   Permintaan Maaf & Perubahan Total

    Bab 13 Setelah saling memeluk dan melupakan segala rasa sedih, marah, dan penyesalan di bawah langit sore itu, Arthur dan Melati pun berjalan pulang beriringan. Tidak ada lagi jarak di antara mereka. Arthur menggenggam tangan Melati begitu erat, seolah takut jika ia melepaskannya sedikit saja, wanita itu akan menghilang. Sepanjang jalan, Arthur terus menatap wajah Melati dengan pandangan yang penuh kasih sayang, namun dibalut rasa bersalah yang mendalam. Ia merasa sangat malu pada dirinya sendiri karena telah membuat kekasihnya menangis dan terluka hanya karena ketakutan-ketakutan konyol yang ia buat sendiri. Sesampainya di rumah, suasana masih terasa asing, namun kini hening yang penuh dengan perasaan yang lebih tenang. Arthur tidak langsung masuk ke dalam kamar. Ia menarik tangan Melati agar duduk bersamanya di ruang tengah. Wajahnya tampak serius, namun lembut. Ia menggenggam kedua tangan Melati di atas pangkuannya, lalu menatap lekat-lekat manik mata wan

  • My Game Boyfriend   Pertengkaran Terbesar

    Bab 12 Kepergian Arthur meninggalkan rasa hampa yang mendalam di hati Melati. Perempuan itu masih duduk terpaku di bangku kayu itu, menatap kosong ke arah jalan setapak tempat sosok kekasihnya menghilang tadi. Suasana taman yang tadinya terasa begitu indah dan penuh kebahagiaan, kini berubah menjadi dingin dan sepi. Angin yang bertiup pelan seolah turut membawa serta rasa sedih dan gelisah yang kini bergemuruh di dalam dada Melati. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa pertemuan tak terduga dengan Raka, teman lamanya, akan memicu reaksi yang begitu hebat dan menyakitkan dari Arthur. Ia mengerti betul sifat kekasihnya yang sangat posesif dan cemburuan, tapi kali ini rasanya berbeda. Rasa curiga dan ketidakpercayaan yang terpancar dari sorot mata Arthur tadi terasa begitu tajam, menusuk tepat ke ulu hatinya. Melati menghela napas panjang, lalu perlahan bangkit berdiri. Ia tahu ia tidak bisa hanya diam duduk di sana selamanya. Ia harus menyusul Arthur, harus menjelas

  • My Game Boyfriend   Masa Lalu Yang Datang Kembali

    Bab 11 Hari-hari mereka berjalan begitu indah dan penuh kebahagiaan. Sejak hari itu, Arthur benar-benar menepati janjinya. Ia tidak lagi menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk berkutat dengan gim atau duduk diam di depan layar komputernya. Kini, hampir seluruh waktunya ia curahkan untuk Melati. Ke mana pun Melati pergi, Arthur selalu ada di sampingnya, setia mendampingi, menggandeng tangan, atau memeluk pinggang perempuan itu dengan sikap posesif yang khas namun penuh kasih sayang. Bagi Arthur, dunia rasanya terasa jauh lebih indah dan berwarna sekarang—karena di matanya, hanya ada Melati, dan Melati adalah segalanya baginya. Siang itu, matahari bersinar terang menyinari halaman taman kota yang luas dan asri. Pepohonan hijau yang rindang berdiri tegak di sepanjang jalan setapak, memberikan kesejukan bagi siapa saja yang berjalan di bawahnya. Melati dan Arthur duduk bersebelahan di sebuah bangku kayu yang terletak agak terpojok, di bawah naungan pohon

  • My Game Boyfriend   Malam Yang Abadi

    Bab 10 Suasana di dalam kamar perlahan berubah menjadi sangat tenang dan damai setelah ledakan emosi serta keintiman yang terjadi beberapa saat sebelumnya. Cahaya lampu kamar yang lembut dan hangat masih menyelimuti ruangan, menciptakan suasana yang seolah memeluk mereka berdua dengan perlahan. Tubuh mereka terasa sedikit lelah, namun di dalam hati masing-masing, terdapat rasa kebahagiaan yang begitu besar dan penuh dengan kepuasan yang tak terucapkan. Arthur masih memeluk pinggang orang yang dicintainya dengan erat, kepalanya bersandar lembut tepat di atas bahu orang itu. Dia menarik napas panjang dan dalam, seolah ingin menghirup setiap aroma wangi yang keluar dari tubuh orang di sebelahnya — aroma yang sudah lama dikenalnya dan menjadi bagian dari jiwanya. Di dalam dadanya, rasa syukur dan cinta yang tulus tumbuh semakin kuat, berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam dari sekadar perasaan biasa. Dia menyadari bahwa malam ini bukan hanya sekadar pertemuan fisik

  • My Game Boyfriend   Pesona Di Balik Seragam

    Bab 9Hening yang sempat menyelimuti ruangan menjadi terasa sangat dalam saat Arthur masih berdiri terpaku di tempatnya. Tubuhnya terasa sedikit kaku, napasnya bahkan seolah tertahan di dada karena terkejut dan terpesona melihat penampilan orang yang ada di hadapannya. Seragam pelayan yang dikenakan oleh orang itu terlihat sangat pas, menyesuaikan dengan lekuk tubuhnya dengan sempurna, membuat setiap garis dan bentuk tubuhnya terlihat lebih indah dan memikat. Mata Arthur tidak bisa berkedip sedikit pun, seolah takut jika sekejap saja dia menutup mata, semua keindahan yang baru saja terbuka di depannya akan hilang seketika.“Kamu… benar-benar merencanakan ini sejak tadi?” tanya Arthur akhirnya dengan suara yang terdengar sangat serak dan lemah, hampir tidak terdengar. Tatapannya perlahan turun dari wajah orang itu, berkeliling perlahan menyusuri setiap detail seragam yang dikenakan, hingga akhirnya kembali menatap mata orang itu dengan tatapan yang penuh rasa ingin tahu dan keinginan.

  • My Game Boyfriend   Hadiah Terindah

    Bab 8Mata Arthur berbinar penuh kegembiraan mendengar kata-kata orang di hadapannya. Senyum lebar langsung menyebar di seluruh wajahnya saat dia mengambil tas yang diulurkan, lalu menggantungkannya dengan santai di bahunya.“Bagus sekali!” serunya penuh kemenangan. “Akhirnya aku bisa memiliki kamu sepenuhnya untuk diriku sendiri.”Dia segera melingkarkan lengannya di pinggang orang itu dan menarik tubuh orang itu mendekat saat mereka berdua berjalan keluar dari mal. Bibirnya menekan pelan di bagian pelipis orang itu dengan penuh kasih sayang.“Aku akan membuat malam ini menjadi sangat berkesan dan tak terlupakan,” berjanjinya dengan suara yang terdengar serak. “Tunggu saja dan lihatlah nanti.”Tangannya meremas lembut bagian pinggul orang itu saat dia membawanya menuju tempat parkir. Rasa penasaran dan keinginan semakin tumbuh di dalam dirinya dengan setiap langkah yang mereka ambil.“Ya, aku akan menyerahkan diri padamu tanpa protes sedikit pun kali ini,” kata orang itu dengan nada

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status