共有

Bab 77 : Rekaman Panas

作者: Minerva
last update 公開日: 2026-07-21 11:24:51
“Ah… Ohhh… ya begitu, Mas… rasanya begitu dalam…” Suara erangan Lusty terdengar dari alat rekaman penyadap. “Lakukanlah… isilah aku sepenuhnya… aku ingin segera cepat hamil, mengandung anakmu Raman…”

“Ini salinan rekaman terbaru, Bu.” Fenina meletakkan perangkat perekam di atas meja kerja Ratna dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Wajahnya memerah padam hingga ke telinga, matanya menunduk tak berani menatap wajah ibu Ratna—ingatan akan suara-suara yang ia dengar semalam masih terasa jelas d
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 81 : Hasrat Gadis Perawan

    “Semua kontrak kerja sama lini skincare baru sudah ditandatangani, Mas. Tidak ada lagi urusan yang menahan kita di kota,” ujar Lusty sambil menutup berkas terakhir di meja kerjanya, lalu menatap suaminya dengan senyum lebar penuh harap. “Karena itu, aku ingin kita melangsungkan pernikahan adat sekaligus syukuran di kampung halamanmu. Aku ingin semua orang yang membesarkanmu, tetangga, dan teman masa kecilmu tahu bahwa kamu sudah memiliki istri yang sah dan berbahagia bersamamu.”Raman tertegun sejenak, matanya berkaca-kaca terharu. Ia tak pernah menyangka Lusty akan memikirkan hal itu. “Kamu serius, Sayang? Kampungku sederhana sekali, jauh dari kemewahan gedung pernikahan di sini. Aku takut kamu tidak nyaman.”“Justru itulah yang aku inginkan,” potong Lusty lembut sambil menggenggam tangan Raman erat. “Aku ingin mengenal tempat di mana kamu tumbuh dewasa, dan aku ingin diterima sepenuhnya oleh akar keluargamu. Ini pernikahan kita, jadi harus dirayakan di tempat yang paling berarti bag

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 80 : Rencana Gadis Penggoda

    “Lagi… mereka melakukannya lagi di dapur hari ini.” Fenina mendesah pelan, matanya terpejam rapat sementara tubuhnya merosot lebih dalam ke atas sofa empuk di apartemen sebelah. Suara dari alat penyadap yang baru terpasang begitu jernih hingga ia bisa mendengar setiap detail kecil: suara gesekan piring yang tersenggol, suara air dari keran yang belum tertutup rapat, hingga desahan halus Lusty yang menyatu dengan suara napas berat Raman. Tangannya bergerak tanpa sadar menyusuri lekuk tubuhnya sendiri, jari-jarinya menyentuh dan meremas lembut bagian yang paling sensitif, berusaha meniru irama yang ia dengar.Ia sudah hafal betul pola waktu mereka. Biasanya sepulang kerja, saat suasana apartemen masih hangat dan sunyi, atau tepat sebelum tengah malam saat seluruh gedung sudah terlelap. Setiap kali suara keintiman itu mulai terdengar, seketika aliran panas menyergap seluruh tubuhnya, membuatnya tak berdaya melawan hasrat yang membara. Ia membayangkan dirinya berada di posisi Lusty—dideka

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 79 : Kecanduan Klimaks

    “Ahhh… ohhh… ya terus Mas Raman… pompa terus!” Suara desahan Lusty bergema kamar mandi bersama bunyi aliran air shower.“Suaranya terdengar jauh lebih jelas sekarang. Alat baru ini benar-benar menangkap setiap detail.” Fenina berbisik pelan pada dirinya sendiri, menatap layar perekam yang menyala samar di atas meja kopi. Ia duduk bersandar di sofa empuk ruang tamu apartemen sebelah, membiarkan suaranya sendiri lenyap ditelan hening. Tadi siang ia baru saja memasang seluruh alat penyadap canggih itu, dan malam ini adalah percobaan pertamanya.Awalnya hanya terdengar suara air mengalir dari keran kamar mandi, disusul suara percikan halus. Kemudian terdengar suara lembut Lusty yang berbisik. “Rasanya hangat sekali di dalam rahimku, Mas… bersamamu…”Fenina menelan ludah. Ia sudah berniat mematikan alat itu jika isinya kembali seperti rekaman sebelumnya—namun kali ini rasa penasaran bercampur dengan keinginan tahu hasil kerja kerasnya membuat tangannya enggan bergerak ke tombol mati.Tak l

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 78 : Penyadap di Setiap Sudut

    “Pastikan tidak ada satu ruangan pun yang terlewat. Ruang tamu, dapur, lorong, hingga sudut di bawah jendela balkon—semuanya harus terpasang dengan baik.” Ratna menatap Fenina lekat-lekat di ruang kerja rumahnya, suaranya tenang namun meninggalkan sedikit ruang untuk penolakan. Di hadapannya tersusun alat penyadap suara berukuran sangat kecil, berwarna sama persis dengan bingkai listrik dan langit-langit plafon, sehingga hampir mustahil terlihat mata telanjang.“Siap, Bu. Saya sudah menyusun rencananya,” jawab Fenina pelan. “Saya sudah menyewa jasa tukang servis AC yang biasa merawat gedung apartemen itu. Saya membayarnya mahal untuk menyamar sebagai petugas rutin yang dipanggil Nona Lusty. Saat mereka pergi, dia akan masuk dan memasang semuanya dengan aman.”“Bagus. Jangan tinggalkan jejak sedikit pun,” perintah Ratna singkat.***Sementara itu, Lusty dan Raman sibuk mengecek di lokasi tanah yang baru mereka beli, Lusty dan Raman berdiri di tengah hamparan rumput yang luas, menatap r

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 77 : Rekaman Panas

    “Ah… Ohhh… ya begitu, Mas… rasanya begitu dalam…” Suara erangan Lusty terdengar dari alat rekaman penyadap. “Lakukanlah… isilah aku sepenuhnya… aku ingin segera cepat hamil, mengandung anakmu Raman…”“Ini salinan rekaman terbaru, Bu.” Fenina meletakkan perangkat perekam di atas meja kerja Ratna dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Wajahnya memerah padam hingga ke telinga, matanya menunduk tak berani menatap wajah ibu Ratna—ingatan akan suara-suara yang ia dengar semalam masih terasa jelas di telinganya, membuatnya merasa malu sekaligus canggung.Ratna tampak tenang mendengarkan rekaman penyadapan itu. Wajahnya tidak menunjukkan sedikit pun rasa malu atau terkejut. Ia terus menekan tombol putar, mengulangi suara, dan seketika suara desahan, erangan, serta percakapan intim Lusty dan Raman kembali bergema di ruangan yang sunyi. Fenina menegang kaku di tempatnya, menahan napas seolah takut ikut terseret ke dalam suasana rekaman itu. Sementara Ratna hanya menyimak dengan tatapan tajam

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 76 : Suara Desahan Nyaring

    “Mas… kamu sudah pulang juga?” Lusty menyambut Raman tepat di ambang pintu kamar tidur. Rambutnya masih basah meneteskan sisa air mandi, tubuhnya berdiri tanpa sehelai kain pun, menampakkan lekuk tubuh yang halus dan kulit yang memerah karena air hangat. Matanya menatap suaminya dengan kilat penuh kerinduan dan keberanian yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.Raman tertegun sejenak, napasnya tertahan melihat keindahan istrinya yang terbuka lebar di hadapannya. Ia segera menutup pintu rapat, lalu melangkah mendekat sambil meletakkan tas kerjanya di lantai. “Sayang… kamu cantik sekali. Tapi kenapa tidak pakai handuk dulu? Nanti kamu kedinginan.”“Aku tidak butuh kain penutup di depanmu,” bisik Lusty lembut sambil melingkarkan lengannya di leher Raman, menariknya perlahan mendekat ke tepi kasur. “Aku ingin menjadi milikmu seutuhnya, tanpa ada yang menghalangi sedikit pun.”Ia mendorong pelan bahu Raman hingga pria itu berbaring di atas kasur empuk. Tanpa ragu lagi, Lusty mengangkat t

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status