首頁 / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 154 Markas kelompok Red Line.

分享

Bab 154 Markas kelompok Red Line.

作者: SanASya
last update publish date: 2026-06-01 21:36:12

Bella langsung waspada ketika mendengar pilihan kedua yang sebelumnya diucapkan Luca. Ia kembali teringat bahwa pria itu sudah mengetahui pasukan keamanan sebenarnya berada di bawah kepemilikannya.

Luca memahami perubahan ekspresinya, tetapi tidak berusaha menjelaskan apa pun. Ia hanya menunggu keputusan Bella.

Bella kemudian duduk menyamping dan menyangga kepalanya dengan tangan yang bertumpu pada sandaran kursi mobil. “Kau pikir aku akan pulang dan memerintahkan pasukan keamanan untuk memulai
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (1)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Bella mau ketemu Shin Vitali padahal orangnya ada disampingnya he he...
查看全部評論

最新章節

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 171 Mempengaruhi.

    Melihat arah pembicaraan dan kesalahan yang ia tuduhkan mulai berbalik menjadi bumerang bagi faksi lain, Tuan Marco tidak bisa lagi menahan diri. Ia tiba-tiba berdiri dari kursinya, menggebrak meja, lalu mendengus dingin."Humph! Shin bisa bicara seringan itu tentu saja karena dia sama sekali tidak mengkhawatirkan nasib bisnisnya!" seru Marco, suaranya menggema penuh kedengkian. "Dia sudah bergerak di belakang kita untuk membantu Wali Kota DeLuca. Tentu saja, akan ada imbalan besar yang nantinya ia dapatkan secara eksklusif!"Shin tidak terpancing. Ia hanya melirik Marco sekilas dengan tatapan meremehkan, lalu menyandarkan punggungnya kembali sembari berujar, "tentu saja, harus ada imbalan yang setimpal untuk setiap kerja sama di dunia ini. Namun, tuduhan Tuan Marco terhadapku sangatlah tidak berdasar. Menurut kalian semua yang ada di ruangan ini... apakah Wali Kota DeLuca adalah tipe orang yang mudah diajak bekerja sama oleh seorang mafia?"Pertanyaan retoris Shin melemparkan kehenin

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 170 Kekacauan yang tidak penting.

    Shin yang duduk bersandar di kursi kebesarannya sama sekali tidak terkejut. Ia sudah menduga sejak awal bahwa pria tua seperti Marco ini pasti akan mengendus pergerakannya cepat atau lambat. Alih-alih menunjukkan riak ketakutan atau kepanikan karena rahasianya telah terbongkar di depan publik, Shin justru menarik sudut bibirnya dan melepaskan sebuah tawa kecil.Heh...Tawa itu singkat, dan tidak keras. Namun, nada yang terkandung di dalamnya membawa kengerian dan teror yang pekat. Seketika itu juga, suhu di dalam ruang pertemuan terasa turun drastis. Tekanan aura sarat kekejaman yang biasa ditunjukkan oleh pemimpin tertinggi Red Line itu menguar hebat, menyelimuti setiap sudut ruangan hingga membuat para pemimpin kelompok di bawahnya merinding ketakutan.Bahkan, empat pemimpin dari kelompok terbesar yang duduk sejajar dengan Shin pun mulai menegang dan menaruh waspada. Mereka saling pandang dengan tatapan penuh selidik, mereka tidak tahu konspirasi atau rencana mengerikan apa lagi yan

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 169 Perdebatan.

    Dua hari kemudian, kota Whitesand secara perlahan kembali mendapatkan kedamaiannya. Di sepanjang jalan, masyarakat mulai bergotong-royong membersihkan puing-puing sisa kekacauan. Warga yang tidak terluka secara sukarela membantu tetangga mereka yang rumah atau tokonya hancur didobrak musuh. Mereka bahu-membahu agar kota kembali rapi dan indah seperti semula. Semangat itu begitu menular, bahkan orang-orang yang mengalami luka ringan pun menolak untuk bermalas-malasan dan tetap ikut membantu pekerjaan-pekerjaan ringan. Suasana damai dan penuh kehangatan itu benar-benar terasa hampir di seluruh penjuru kota.Bella, di dalam mobilnya, memandangi aktivitas masyarakat tersebut dengan hati penuh kelegaan. Hari ini, ia berencana untuk bertemu dengan Adrian dan Chiara di rumah sakit pusat. Mereka akan menjenguk para korban yang masih dirawat, termasuk meninjau beberapa posko medis darurat di dekat sana.Pengaturan posko medis ini berasal dari ide Bella. Ia meminta semua korban dirawat di satu

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 168

    "Dua unit maju, ikuti arah asap itu!" perintah sang komandan lapangan melalui interkom saat mereka sampai di pinggir hutan, suaranya berbisik dan tegas.Beberapa personel pengintai bergerak senyap menembus semak-semak. Ketika mereka melihat rombongan kelompok penyerang mulai menaiki kendaraan dengan terburu-buru, para pengintai itu langsung menghubungi rekan-rekan mereka yang berjaga di luar area hutan."Target bergerak keluar menggunakan kendaraan kap terbuka dan motor. Mereka menuju ke arah Tenggara hutan. Bersiap!"Informasi kilat itu membuat pasukan keamanan yang memblokade jalan di luar hutan langsung memindahkan titik penyergapan dan menempatkan posisi. Mereka menyambut kedatangan sisa kelompok penyerang itu dengan hujan peluru yang mematikan. Hasil pertempuran akhir itu sungguh memuaskan. Pasukan keamanan akhirnya berhasil melumpuhkan dan menghabisi seluruh kelompok mafia kejam yang selama hampir satu bulan ini telah meresahkan kota mereka.Setelah memastikan anggota mafia yang

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 167 Akhir dari pertempuran.

    Begitu rombongan sisa pasukan itu memasuki kawasan hutan lebat yang menjadi pintu masuk markas sementara mereka, para anggota mafia tersebut merasa lega sekaligus dikuasai kemarahan yang meluap-luap. Sepanjang karir mereka di dunia kriminal, tidak pernah sekalipun mereka mengalami kekalahan memalukan seperti ini, hingga dipaksa mundur dan bersembunyi layaknya tikus tanah.Tepat ketika para pemimpin dan sisa anggota turun dari kendaraan mereka, sebuah suara siulan panjang yang saling bersahut-sahutan mendadak bergema membelah keheningan hutan. Seketika itu juga, sekelompok penjahat itu tersentak waspada. Suara siulan bernada konstan tersebut jelas bukan kicauan burung liar, melainkan sebuah kode dari pihak lawan."Musuh datang! Bersiap!" teriak pemimpin dari kelompok Iron Vultures dengan urat leher yang menegang.Tanpa membuang waktu, mereka langsung menodongkan moncong senjata ke atas, membidik dengan tajam ke arah kanopi pepohonan yang rimbun demi mencari posisi musuh yang diduga ten

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 166 Mundur.

    Kelompok penyerang kembali memasuki pusat kota. Begitu turun dari kendaraan, mereka langsung menargetkan tempat-tempat yang belum mereka sentuh sebelumnya. Karena masyarakat sudah diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengunci pintu, keadaan sekitar terasa cukup sepi. Melihat hal itu, para pemimpin kelompok mafia segera memberi perintah pada bawahannya untuk menghancurkan pintu atau jendela, lalu menarik paksa keluar para penghuni di dalamnya.Namun, sebelum kelompok penyerang itu sempat melukai warga yang berhasil mereka tarik, deru langkah kaki yang berirama konstan seketika bergema di sepanjang jalan. Sekelompok pasukan keamanan yang mengenakan pakaian tempur berwarna hitam lengkap dengan rompi antipeluru dan senjata taktis di tangan masing-masing, mendadak bergerak masuk ke area konflik.Kelompok penyerang sempat tertegun menyaksikan pasukan keamanan kota yang biasanya pasif, kini justru datang dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Hilang ketertarikan pada calon korban

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 28 Undangan pameran seni dan acara lelang.

    Rico baru saja sampai di mansion Vitali dan keluar dari mobilnya, seorang rekan pengawal yang berjaga di halaman depan memberitahu."Rico, Bos menyuruh mu langsung menemuinya di ruang kerja.""Baik, berjagalah dengan baik dan tetap waspada." Rico menepuk bahunya dan menyodorkan bungkus kertas makan

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 27 Memang seharusnya Bella di rumah saja.

    Setelah kepolisian menggiring para penculik ke mobil tahanan untuk dibawa ke kantor polisi pusat. Walikota DeLuca meminta para orangtua untuk tidak menyebarkan soal keterlibatan putrinya ke media. Selain untuk keselamatan, ini adalah permintaan Bella yang tidak ingin disorot banyak perhatian.Ia ta

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 26 Menanggapi dengan tetap rendah hati.

    Bella melihat wajah ayahnya yang khawatir berlari kearahnya dengan terburu-buru. Tanpa memikirkan wibawa dan ketegasannya sebagai walikota, ia segera memeluk putrinya dengan haru, bahagia dan lega."Ayah," suara Bella bergetar, matanya memerah dan seketika tetesan air mata mengalir di pipinya."Tid

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 25 Tujuan Rencana Bos

    Ketika Shin berjalan melewatinya. Reflek, tangan Bella memegang tangannya. Sentuhan dingin dan lembut di lengannya membuat Shin melirik Bella, tatapannya menyiratkan tanda tanya."Ee ... itu ... maaf." Bella melepas pegangannya dan mendadak bingung akan berkata apa."Anda bilang, membantuku hanyala

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status