Share

Bab 246

Author: SanASya
last update publish date: 2026-08-29 22:26:57

Setelah selesai makan nasi goreng telur buatan sang nenek, Bella menghabiskan waktu dengan berbincang hangat bersama Nenek Sara. Ia bahkan ikut membantu merawat kebun sayur kecil di halaman belakang vila. Tanpa terasa, waktu bergulir hingga momen makan siang tiba. Bella pun ikut menikmati hidangan siang bersama kakek dan neneknya di dalam suasana yang sangat hangat dan santai.

Sebelum jarum jam menunjukkan pukul dua siang, Bella memutuskan untuk berpamitan pergi. Namun, ia tidak langsung mengar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Irwan
Hancurkan semua rencana busuk Bianchi bersama antek anteknya lalu bebaskan Shin ......... Lanjut ............🦾🦾🦾🦾🦾....,......
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Bella jgn lama2 , coba tolong itu dipikirin soal Shin .....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 315

    "Tabrak gerbangnya."Keith langsung menoleh ke belakang. "Kau yakin? Itu tidak sopan—""Memangnya sejak kapan kita perlu bersikap sopan saat berkunjung ke tempat musuh?" potong Chad tanpa ragu.Keith terdiam sesaat. Maksudnya bukan berarti mereka harus datang dengan membawa bingkisan atau menyampaikan salam hormat kepada tuan rumah. Ia hanya tidak ingin mereka membuat keributan yang sebenarnya tidak diperlukan. Bagaimanapun, mereka datang ke kediaman orang lain dengan niat yang tidak baik. Apakah merusak gerbang harus menjadi bagian dari kunjungan tersebut?Sayangnya, ia sudah cukup mengenal kedua rekannya. Davide memang memiliki kebiasaan mengusik orang lain hanya untuk melihat reaksi mereka. Membuat George Wilde marah sepertinya justru menjadi salah satu hiburan yang paling disukainya. Sementara Chad, meskipun sesekali mengeluh tentang mobil kesayangannya, tidak pernah keberatan melakukan hal-hal semacam itu."Sudahlah, Keith. Ini kesempatan bagus untuk menguji kemampuan mobil modif

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 314

    Tidak lama setelah baku tembak berakhir, sejumlah mobil polisi dari Negara E tiba di lokasi kejadian. Petugas segera mengamankan area dan mulai membereskan kekacauan yang ditinggalkan oleh insiden tersebut. Beberapa ambulans juga datang hampir bersamaan. Tim medis bergegas memberikan pertolongan kepada orang-orang yang terluka sebelum membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.Melihat dua puluh satu mayat berpakaian hitam yang tergeletak di sekitar lokasi, ditambah senjata api yang digunakan dalam baku tembak, para polisi sudah bisa memperkirakan apa yang sebenarnya terjadi. Kemungkinan besar, insiden tersebut merupakan bentrokan antarkelompok gangster. Namun, mereka tetap membutuhkan keterangan dari orang-orang yang terlibat secara langsung. Karena itulah, Shin, Vito, dan para pengawalnya dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.Sekitar satu jam kemudian, mereka akhirnya diperbolehkan meninggalkan kantor polisi. Setelah memastikan s

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 313

    Para pengawal segera membawa Shin berlindung di balik kendaraan-kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi. Mereka mengeluarkan pistol dan membalas tembakan untuk menahan serangan, sementara orang-orang yang berada di dekat tempat kejadian berusaha menyelamatkan diri sejauh mungkin.Situasi mereka jauh dari menguntungkan. Jumlah penyerang cukup banyak, dan senjata yang mereka gunakan memiliki jangkauan serta daya tembak yang lebih unggul daripada pistol milik para pengawal. Lebih buruk lagi, para penyerang mengenakan rompi antipeluru. Mereka jelas telah mempersiapkan serangan ini dengan matang, bukan sekadar datang untuk menakut-nakuti atau melukai seseorang.Beberapa pengawal Shin terkena tembakan dan terpaksa berlindung untuk menghentikan pendarahan. Namun, mereka yang masih mampu bertarung tetap bertahan, sesekali membalas tembakan ketika menemukan celah.Shin sendiri tidak tinggal diam. Begitu melihat salah seorang penyerang mencoba mendekati posisi persembunyian mereka, ia mengan

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 312

    Shin baru saja selesai mengunjungi pabrik pembuatan perhiasan Nexus Global di Negara E. Setelah memastikan seluruh kegiatan produksi berjalan sesuai rencana, ia meninggalkan pabrik bersama Vito dan beberapa pengawal untuk kembali ke hotel. Jika tidak ada kendala, mereka akan kembali ke Negara I hari itu juga. Masalah Iron Vultures sudah terlalu lama dibiarkan, dan Shin berniat menyelesaikannya begitu tiba di Blackstone.Seharusnya mereka kembali besok. Namun, sebuah laporan dari bawahannya membuatnya mengubah suasana hati. Klien yang seharusnya menerima pengiriman senjata di Kota B telah membatalkan pesanan sekaligus memutuskan kontrak jual beli dengan Red Line.Shin membaca laporan itu dengan tenang, tetapi sorot matanya perlahan berubah tajam. Pemutusan kontrak tersebut terasa janggal, terutama karena klien yang bersangkutan sebelumnya tidak pernah mempermasalahkan keterlambatan pengiriman.Setelah senjata-senjata itu dicuri oleh Iron Vultures, pihak penjualan Red Line memang telah

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 311

    Setelah mendapatkan izin dari Dante, Alicia segera bersiap untuk pergi berbelanja. Ia membawa seorang pengawal perempuan untuk menemaninya, lalu meninggalkan markas dengan alasan ingin membeli beberapa pakaian baru.Alicia memang sudah lama tidak berbelanja dengan leluasa. Namun, kepergiannya kali ini bukan semata-mata untuk memenuhi keinginannya terhadap pakaian baru. Ada urusan lain yang ingin diselesaikannya, dan ia sengaja memilih butik tersebut karena mengetahui siapa pemilik sebenarnya.Butik itu terlihat seperti toko pakaian biasa. Interiornya tertata rapi, koleksi busananya mengikuti tren terbaru, dan para karyawannya melayani pelanggan dengan ramah. Tidak ada yang akan menyangka bahwa tempat itu juga menjadi kedok bagi bisnis lain yang jauh lebih berbahaya.Pemiliknya adalah seorang pembunuh bayaran yang menjalankan pekerjaannya secara diam-diam. Dengan menjadikan butik sebagai kedok, ia bisa bertemu berbagai orang tanpa menarik perhatian, sekaligus menyembunyikan kegiatan se

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 310

    Di tempat persembunyian baru Iron Vultures, suasana justru dipenuhi kegembiraan. Barang-barang hasil rampasan menumpuk di hadapan mereka, menjadi bukti keberhasilan serangan yang sebelumnya bahkan tidak berani mereka bayangkan. Selama ini, mereka hanya memikirkan cara bertahan hidup di Blackstone. Tidak pernah terpikir oleh sebagian besar anggota bahwa mereka bisa menyerang kelompok mafia di kota lain dan membawa pulang kekayaan sebanyak ini.Keberhasilan tersebut membuat semangat mereka kembali bangkit. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, mereka memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan, sekaligus harapan bahwa Iron Vultures belum benar-benar berakhir.Dante ikut merasa puas melihat wajah-wajah bahagia di sekelilingnya. Ia tahu mereka telah melewati masa sulit dan kehilangan banyak hal, sehingga kemenangan ini terasa jauh lebih berarti daripada sekadar mendapatkan barang rampasan. Ia kemudian menoleh kepada Alicia, meraih tangannya, lalu mengecup punggung tang

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 5

    Bella keluar dari kamar mandi dan melihat Adrian sibuk di dapur. Rambutnya tergerai masih setengah basah, matanya menatap senang pada Adrian yang datang membawakan makanan untuknya. Kebetulan Bella lapar, dia tidak perlu masak."Aku tadi buat minestrone, kamu pasti belum makan malam, makanlah." Adr

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 4

    Bella duduk di kursi makan dan merenung. Benar kata Adrian, dirinya agak ceroboh membawa pria itu kerumahnya. Walau terluka dan tidak sadarkan diri, ia tidak mengenalnya.Siapa yang melukainya? Luka separah itu jika ia tidak melihatnya pasti tidak akan selamat sampai esok hari.'Apakah pelakunya su

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 3

    Udara malam Desa San Felice menusuk kulit Bella, dingin terasa semakin pekat karena keringat yang bercampur dengan ketakutan. Dengan susah payah, ia menahan tubuh pria asing itu yang beratnya jauh melebihi tenaganya.Nafasnya tersengal, kakinya hampir menyeret, namun entah dari mana kekuatan itu mu

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 2

    "Astaga… semoga bukan sesuatu yang buruk." Gumamnya pelan.Untuk penerangan lebih jelas, ia mengeluarkan ponsel dari tas, jari-jarinya gemetar saat menyalakan senter. Cahaya putih menembus kegelapan, menguak bayangan tembok bata yang lembap.Dan di sanalah ia melihatnya."Hhh... hhh..."Seorang pri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status