LOGINSatu mobil tahanan antipeluru, delapan mobil berisi lima puluh lima pasukan elit yang dipimpin oleh Komandan Richard Lombardi, serta satu mobil kejaksaan yang membawa empat orang jaksa termasuk Chiara telah mengepung sebuah vila mewah yang terletak di daerah perbukitan Barat Kota Whitesand.Suasana di dalam barisan penjemput terasa sangat tegang sekaligus membakar semangat. Jantung mereka berdebar kencang dilingkupi rasa penasaran yang luar biasa untuk melihat langsung sosok pemimpin mafia tertinggi di kota Blackstone. Di kalangan aparat keamanan, siapa yang tidak tahu reputasi mengerikan dari penguasa bayangan tersebut? Kekuasaannya bahkan disebut-sebut melebihi pengaruh Walikota Blackstone sendiri.Mereka sering mendengar rumor bahwa pria ini masih berusia cukup muda. Namun, sangat jenius dalam berbisnis, mematikan dalam bertarung, dan hanya butuh waktu lima tahun untuk memaksa seluruh kelompok mafia tunduk di bawah perintahnya. Mengingat betapa kuatnya kelompok kriminal di kota itu
"Anda terkejut, bukan, Walikota DeLuca? Saya pun juga demikian," ucap Bianchi dengan nada yang terdengar sangat puas.Giovanni menatapnya dengan pandangan penuh selidik. "Bagaimana Anda bisa tahu kalau pria di dalam foto ini adalah Shin Vitali?"Seingat Giovanni, tidak ada satu pun orang luar yang mengetahui bagaimana rupa asli dari sosok pemimpin di balik bayangan ini. Namun, ia teringat pada laporan Richard semalam bahwa pria di depannya ini bekerja sama dengan kelompok mafia Black Serpent. Giovanni menahan dirinya agar tidak menyuarakan hal itu. Ia memilih untuk berpura-pura tenang dan menunggu jawaban dari mulut Bianchi."Saya pun sebenarnya baru mengetahuinya. Beberapa hari yang lalu, saya mengajukan cuti dan pergi ke luar kota untuk mengunjungi kerabat. Lalu, kerabat saya memberikan sebuah informasi penting yang mungkin akan berguna. Dia menunjukkan sebuah foto Luca Vitali yang sedang duduk bersama dengan para pemimpin kelompok mafia Blackstone," ujar Bianchi sembari menyodorkan
- Beberapa jam yang lalu.Tempat yang menjadi lokasi penahanan sementara untuk Shin berada di sebuah ruang bawah tanah, tepat di bawah properti pribadi milik Bianchi. Setelah orang-orang itu berhasil melumpuhkan Shin menggunakan trik kecil, menembakkan peluru berisi obat bius dosis tinggi ke lengan kirinya, Shin dibawa ke tempat ini dalam keadaan setengah lemas. Kedua lengannya kini diikat erat dengan rantai dalam posisi terangkat menggantung ke atas.Di dalam ruangan yang remang-remang dan pengap itu, terdengar tawa yang saling bersahutan dari musuh-musuhnya. Mereka merasa bangga karena akhirnya berhasil menangkap Shin Vitali. Di sudut ruangan, beberapa pria berbadan kekar mulai melontarkan ejekan jahat."Lihat ini! Jadi ini sosok legendaris penguasa seluruh Blackstone?" ejek salah satu pria sambil meludahi lantai. "Ternyata kau tidak lebih dari seonggok daging yang tidak berdaya jika sudah terikat seperti ini!""Benar-benar memalukan!" timpal pria lain sambil tertawa terbahak-bahak.
Malam di Kota Whitesand tidak berbeda jauh dengan malam di Kota Blackstone, kejahatan bisa saja terjadi kapan saja jika sudah direncanakan dan ada kesempatan.Mobil yang dikendarai Shin melaju dengan tenang membelah keheningan jalanan menuju perbatasan. Kondisi jalan tampak sangat sepi dan lengang. Namun, tidak lama kemudian, beberapa lampu sorot mobil menyusul dan membayangi dari arah belakang. Selama beberapa saat tidak terjadi pergerakan apa pun, hingga salah satu mobil mendadak mempercepat laju kendaraannya dan menyamakan posisinya tepat di samping mobil Shin.Shin mulai memperhatikan gerak-gerik mobil-mobil itu lewat kaca spion. Jalanan ini sangat sepi, dan di depan mereka juga sama sekali tidak ada kendaraan lain. Entah kenapa empat mobil yang tiba-tiba muncul ini justru menahan laju mereka dan tidak berniat mendahului. Baru saja hal itu terlintas di benaknya, dua mobil di antaranya kembali menambah kecepatan. Shin baru menyadari bahwa keempat mobil tersebut kini telah menutup s
"Setelah itu, Kakek menunjukkan foto keluarga yang membuatku akhirnya percaya. Aku baru tahu kalau aku masih memiliki keluarga, dan beliau adalah satu-satunya keluargaku yang masih hidup," Shin mengakhiri ceritanya.Bella bertanya dengan nada suara yang hati-hati, "Ayah dan ibumu?""Mereka meninggal di hari aku menghilang. Waktu itu kami baru pulang berlibur. Dalam perjalanan pulang, musuh mengejar mobil kami hingga jatuh ke dalam jurang. Aku tidak ingat bagaimana kejadiannya, tetapi ketika sadar, aku sudah berada di tempat yang berbeda dari lokasi kecelakaan. Namun saat tidak menemukan jasadku, Kakek percaya aku masih hidup dan terus mencariku selama setahun. Hingga suatu hari, beliau menemukan jejakku dan menelusurinya hingga ke desa. Setelah tahu kalau desa tersebut pernah diserbu sekelompok penjahat dan anak-anaknya dibawa pergi, Kakek mencari tahu nama kelompok itu dan berhasil menemukanku.""Apakah semua anak yang kau temui di organisasi tersebut ikut masuk ke dalam kelompok Red
Saat itu juga, Shin merasakan dorongan besar untuk memaki pria tambun itu. Namun, sebelum kata-kata kasar sempat meluncur dari bibirnya, suara peluit wasit yang melengking keras sudah lebih dulu membungkamnya. Pria tambun itu memberikan isyarat dengan lambaian tangan, menyuruh Shin segera maju ke tengah panggung arena.Di hadapannya, berdiri seorang petarung yang berusia beberapa tahun lebih tua darinya. Lawannya itu terang-terangan meremehkan dan mengejek postur tubuh Shin yang masih anak-anak. Kombinasi antara ejekan tersebut, amarahnya yang meluap terhadap si pria tambun, serta rasa frustrasi atas situasi dirinya yang saat ini terkekang, membuat lawan di depannya menjadi pelampiasan sempurna bagi Shin atas semua kemarahan yang selama ini ia tahan.Dalam benaknya saat itu, Shin membayangkan bahwa orang yang sedang ia hadapi di tengah panggung adalah si pria tambun dan pria pemimpin penculikan. Dengan kemarahan yang membabi buta, ia bebas melayangkan kepalan tangan kerasnya, menghant
Bella memperhatikan para karyawan yang berlalu-lalang di lobi perusahaan Nexus Global. Mereka tampak rapi dan elegan, bahkan pakaian yang dikenakan terlihat modis dan penuh percaya diri.Penampilan mereka sangat berbeda dengan Bella yang tampak sederhana, meskipun tetap rapi dan anggun. Tidak ada y
“Aku mendengar soal apa yang terjadi di wilayah timur kota. Kupikir orang-orang yang melakukan penyerangan ini benar-benar gila. Kalian tahu? Mereka juga menyerang mobil yang membawa tenaga medis yang dikirim untuk mengobati orang-orang terluka di sana.”Adrian tampak frustrasi, terlihat jelas dari
Steve melihat jam di dashboard dan langsung panik. Sudah jam empat sore, dan ia belum menjemput Alan.Pikiran Steve sedang bercabang ke mana-mana saat ini, memikirkan ayahnya yang berada di penjara, ibunya yang pingsan di rumah, dan putranya yang belum ia jemput di sekolah.Saat melihat gerbang sek
Asisten itu langsung mendongak untuk melihat Komandan Lombardi yang menyerahkan handphone tersebut kepada anak buahnya. Sebelum ia sempat memprotes, ia mendengar Komandan Lombardi memerintahkan bawahannya untuk menggeledah Barna dan asistennya, lalu mengambil semua handphone milik keduanya.Barna b







