Beranda / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 5 Keluarga Maria

Share

Bab 5 Keluarga Maria

Penulis: Fit Tree Fitri
last update Tanggal publikasi: 2026-02-13 07:18:28

Jordan dan Leana duduk di sofa yang ada di kamar mereka. Pasangan suami istri itu tampak gelisah.

“Sayang, Sean akan segera pulang. Mereka akan bertemu di hari ulang tahun Maria yang kedua puluh.” Leana menatap Jordan.

“Ya. Dia akan pulang, tetapi tidak tahu kapan? Maria akan berulang tahun bulan depan.” Jordan menggenggam tangan Leana.

“Apa yang kamu khawatirkan? Maria telah kita didik dengan sangat baik dan pantas menjadi istri Sean.” Jordan tersenyum.

“Ya. Maria tidak pernah mengecewakan kita. Dia pasti bisa diterima Sean.” Leana memeluk Jordan. Ada ketakutan yang tidak bisa diungkapkan.

“Sepuluh tahun telah berlalu. Aku merindukan putri kecil kita,” gumam Leana.

“Ini adalah pengorbanan yang yang harus kita lakukan untuk sebuah perlindungan. Putus hubungan dengan keluarga.” Jordan mencium dahi Leana. Pria itu menghela napas dengan berat.

“Seperti diriku yang rela menikahi kamu sehingga pergi ke negara ini.” Jordan mencium bibir Leana dengan lembut.

Maria berdiri di depan cermin. Wanita dengan rambut ikal dan hitam sebahu itu tersenyum melihat wajah cantiknya dengan bola mata hijau.

“Aku akan bertemu dengan Kak Sean. Dia sangat tampan.” Maria melihat foto Sean yang ditempel di cermin. Tatapan tajam tanpa senyuman. Pria itu benar-benar dingin.

“Selama ini kita hanya berkomunikasi lewat ponsel. Aku sudah tidak sabar bertemu langsung dengannya.” Maria menghempas tubuhnya di kasur.

“Kak Sean.” Maria tersenyum melihat foto Sean yang juga ada di ponselnya.

“Kita akan bertunangan di hari ulang tahunku. Aku sudah tidak sabar. Ada banyak wanita yang ingin menjadi pasangannya, tetapi hanya aku yang beruntung.” Maria terus tersenyum bahagia. Dia membayangkan tampan dan gagahnya Sean yang telah berusia tiga puluh tahun.

“Kapan Kak Sean kembali? Apa dia akan datang di hari ulang tahunku? Padahal aku sangat ingin bertemu dengannya sebelum itu.” Maria benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan Sean. Pria tampan yang sudah sukses di usia tiga puluh tahun. Dia memiliki kemampuan dan mendapatkan dukungan kuat dari kakek dan papanya.

Noah berada di rumah sakit. Pria itu baru saja keluar dari ruangan operasi. Dia adalah seorang dokter bedah yang cukup popular. Lelaki tampan dan masih lajang. Kakak kedua dari Maria.

“Dokter Noah, Tuan Sean sudah kembali ke Italia,” lapor seorang pria kepada Noah yang baru saja duduk di kursi kerjanya.

“Bukankah dia pulang sebulan lagi tepat di hari ulang tahun Maria?” Noah menatap Enzo yang merupakan asisten pribadinya.

“Saya terus mengawasi keluarga Jack dan mendapatkan bahwa mereka mengirimi helicopter dan jet pribadi pada pesawat terbang yang mengalami kecelakaan dan terdampar di pulau kecil tidak berpenghuni,” jelas Enzo.

“Apa Sean mengalami luka?” tanya Noah.

“Tidak ada informasi,” jawab Enzo.

“Wajar saja. Dia pasti dilindungi dengan baik. Tidak disangka pesawatnya bisa diserang musuh.” Noah melihat berita tentang kecelakaan pesawat serta daftar para penumpang yang meninggal dunia dan selamat.

“Dua pramugari. Seorang wanita yang baru melahirkan. Sean dan asisten. Pilot dan copilot. Dokter bedah Aisyah.” Noah mendapatkan informasi dengan cara rahasia karena kecelakaan pesawat ditutupi dengan sangat baik sehingga tidak ada berita yang tersebar di media mana pun.

“Para korban mendapatkan santunan yang tinggi dari pihak maskapai dan juga keluarga Sean untuk menutupi kejadian jatuhnya pesawat,” jelas Enzo.

“Dokter Aisyah. Tidak disangka dia bisa terjebak di pesawat bersama Sean. Padahal aku sudah lama ingin bertemu dengannya. Namanya sangat popular.” Noah yang seorang dokter bedah sangat mengagumi Aisyah karena usia yang masih sangat muda sudah ahli di dunia kedokteran khususnya specialis bedah canggih.

“Apa Anda mau ke Kairo untuk bertemu dengan dokter Aisyah? Mereka baru saja menciptakan peralatan baru untuk dunia kedokteran dan akan di resmikan di hari ulang tahunnya bulan depan,” jelas Enzo.

“Ulang tahunnya sama dengan Maria.” Noah melihat data diri Aisyah.

“Benar, Tuan. Apa Anda tertarik dengan dokter Aisyah? Aku dengar dia sudah memiliki tunangan dari kecil yaitu Profesor Khaled.” Enzo memperhatikan Noah.

“Kita berbeda. Dia tidak akan mungkin jatuh cinta pada pria tanpa agama sepertiku.” Noah tersenyum.

“Lihatlah pakaiannya yang tertutup.” Noah memperlihatkan foto Aisyah yang sedang berada di negara konflik.

“Dia bahkan rela menjadi relawan di negara konflik.” Noah tersenyum.

“Lahir di keluarga kaya raya, tetapi mau hidup susah. Apa itu bukan bukti ketaatan pada agamanya?” Noah sudah menyerah lebih dulu untuk mengejar Aisyah karena dia sadar akan posisinya yang tidak memiliki agama.

“Mm.” Enzo mengangguk.

“Aku sangat ingin hadir di acara peluncuran produk baru mereka, tetapi tidak bisa karena waktunya bersamaan dengan ulang tahun Maria.” Noah menatap undangan terbuka peluncuran peralatan medis canggih yang telah disempurnakan oleh tim ahli dari seluruh dunia.

“Kita pulang. Malam ini ada makan malam keluarga untuk persiapan ulang tahun Maria dan acara pertunangan.” Naoh beranjak dari kursi dan keluar dari ruang kerjanya.

“Baik, Tuan. Saya kembali  bekerja.” Enzo menunduk.

Noah mengendari mobil menuju rumah mewah milik keluarga. Mobil putih masuk ke dalam garasi. Dia berjalan menuju kamarnya.

“Noah.” David menunggu Noah di depan pintu kamar adiknya.

“David.” Noah menatap heran pada David.

“Apa kamu sudah tahu tentang Sean?” tanya David.

“Sudah.” Noah menyenderkan punggungnya di dinding pagar pembatas lantai dua.

“Aku khawatir. Pria itu sangat cerdas,” ucap David.

“Papa dan mama sudah mempersiapkan Maria dengan sangat baik. Dia pasti mampu menjadi istri Sean.” Noah tersenyum.

“Dia adalah adik kita dan sudah bersama selama sepuluh tahun. Tumbuh besar bersama.” David mennghela napas dengan berat.

“Apa yang kamu khawatirkan?” tanya Noah.

“Aku kasian pada Maria,” jawab David.

“Dia adalah pembayar utang untuk keluarga kita,” ucap Noah.

“Apa kamu tidak memikirkan Maria?” David melihat Noah membuka pintu kamar dan pria itu mengikuti adiknya. Dia duduk di sofa.

“Hmm.” Noah melepaskan jas putih dan masuk ke kamar mandi. Pria itu membersihkan diri karena tubuhnya gerah sepulang dari rumah sakit.

“Pembersih, tetapi jadi dokter.” David membuka ponsel dan memeriksa laporan dari perusahaan.

“Di mana Maria?” tanya Noah keluar dari kamar mandi. Pria itu hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggang. Otot perut dan dada bidang terlihat seksi.

“Di kamar. Dia mempersiapkan diri untuk bertemu calon suaminya. Pria yang paling digilai semua wanita,” jawab David.

“Kenapa dia memilih menjadi dosen dan bukan menjadi dokter?” Noah membuka lemari dan berpakaian.

“Dosen lebih santai dari pada dokter,” jawab David melihat pada Noah duduk di sofa.

“Maria kecil sangat peduli dengan orang lain. Dulu, dia sangat ingin menjadi dokter seperti aku. Menolong para pasien yang sakit dan terluka,” ucap Noah.

“Lupakan Maria kecil sekarang dia adalah Maria dewasa dan mereka berbeda.” David menatap Noah.

“Hhh!” Noah melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.

“Bukankah Sean mau Maria menjadi dokter?” tanya Noah.

“Sean tidak akan memaksa Maria karena cinta,” ucap David.

“Apa kamu lupa bahwa Sean adalah seorang Mafia yang mungkin akan sering terluka? Itu adalah alasan dia menginginkan Maria menjadi dokter yang pemberani,” jelas Noah.

“Hm.” David terlihat berpikir. Mereka tidak bisa memaksakan Maria untuk menjadi dokter bedah seperti Noah.

“Maria lebih tertarik menjadi model dan perancang busana seperti mama,” ucap David.

“Ya, tetapi mama dan papa melarangnya karena Sean mau dia mengusasi dunia kedokteran dan kesehatan,” tegas Noah.

Dua bersaudara dengan beda profesi duduk bersama membicarakan masa depan adik mereka yang akan segera bertunangan dengan Sean. David seorang pengusaha sukses dan Noah dokter bedah. Maria memilih menjadi dosen di kampus kedokteran.

Fit Tree Fitri

Terima kasih. Semoga suka dengan karya baru yang berbeda dari biasanya. Semoga menjadi warna dan wajah baru di GoodNovel, Aaamiin.

| 22
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Hehehe. Rahasia tidak terduga. Terima kasih ...
goodnovel comment avatar
syicinhai
jadi penasaran apakah aisyah dan maria saudara kembar....lanjut lagi kak
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 123 Serangan

    Langit malam mulai diguyur hujan tipis ketika Sean mengendarai mobilnya pulang. Jalanan basah berkilau oleh lampu kota, namun ketenangan itu segera pecah. Dari persimpangan gelap, dua mobil hitam meluncur cepat, memotong jalannya. Rem Sean berdecit keras, mobilnya berhenti mendadak.Pintu mobil musuh terbuka serentak. Anak buah Barron keluar dengan langkah mantap, jas hitam mereka basah oleh hujan, senjata berkilat di bawah lampu jalan. Sean tetap tenang, matanya menyapu sekeliling mencari celah.“Turun, Sean! Malam ini kau tak akan lolos!” teriak salah satu dari mereka, suaranya menembus deru hujan.Sean membuka pintu, berdiri tegak meski tubuhnya basah kuyup. Pria itu tidak pernah melepaskan musuhnya. Apalagi tidak ada sang istri di dekatnya. Tangan kedua tangannya meraih pistol dari jas hitam.Benturan pertama terjadi cepat. Peluru menghantam bodi mobil, memercikkan api kecil. Sean membalas dengan tembakan terarah, membuat dua penyerang langsung terjatuh. Namun jumlah mereka terlalu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 122 Khawatir

    Sean pergi ke penjara. Dia harus memastikan bahwa Khaled masih hidup. Pria itu cukup khawatir dengan keadaan mantan tunangan istrinya.“Khaled,” sapa Sean melihat Khaled yang duduk di kursi. Pria itu sudah mendapatkan perawatan.“Kenapa kamu tidak membunuhku? Apa takut Aisyah akan marah?” Khaled hanya mengenakan celana dengan bertelanjang dada. Tubuhnya seksi dan terbentuk sempurna. Sejak mendapatkan keringanan hukuman dan makanan, Khaled fokus merawat diri dengan Latihan di dalam penjara.“Jika kamu tidak menculik Aisyah, maka tidak akan ada permusuhan ini,” ucap Sean tenang.“Aku hanya meniru kamu, Sean. Kamu yang menculik Aisyah di hari pernikahan kami. Pria mana yang rela?” Khaled menatap tajam pada Sean.“Aku akan mengirim kamu pulang ke Kairo dan jadilah saudara Aisyah. Hapus semua rasa cinta dan sayang kamu padanya.” Sean berlalu.“Sean!” teriak Khaled memegang pintu besi. Pria itu benar-benar marah. Cinta yang tersimpan dan terjaga sepuluh tahun dengan harapan bisa bersama sirn

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 121 Penghancur dan Penyelamat

    Setelah identitasnya Aisyah terungkap ke public bukan hanya Sean yang dicari, tetapi juga dirinya. Mereka berdua sama-sama dalam bahaya karena obsesi manusia yang ingin memiliki segalanya.“Apa aku akan terkurung lagi di menara kaca ini?” Aisyah berdiri di balkon. Dia memperhatikan sekeliling. Taman indah dan luas begitu tenang karena jauh dari jalan raya. Ruamh mewah itu berada di lahan pribadi yang tidak terganggu sama sekali.“Apa yang kamu pikirkan, Sayang.” Sean memeluk Aisyah dari belakang dan mencium leher yang terbuka dengan tidak lupa menyibak rambut yang sedikit basah. Istrinya tidak mengenakan hijab ketika berada di menara kaca. Itu adalah permintaan sang suami.“Sayang, maaf. Aku sudah membawa kamu dalam bahaya.” Aisyah memutar tubuh menghadap Sean.“Apa maksud kamu, Sayang? Aku memang selalu dalam bahaya sejak dilahirkan di dunia ini.” Sean meletakkan kedua tangannya di leher Aisyah. Dia melumat bibir merah tanpa ada lipstick. Wanita itu cantik alami dengan perawatan mahal

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 120 Bukan Sean, tetapi Aisyah

    Aisyah dan Sean tiba di bandara internasional Italia. Pria itu benar-benar tidak ingin lagi kembali ke Amerika. Keluarganya telah mempertaruhkan nyawa sang istri sehingga dirinya menjadi benci dan memutuskan hubungan dengan semua anggota keluarganya.“Tuan Muda.” Paman Rome menyambut kedatangan Sean dan Aisyah. Pria itu cukup terkejut dengan kepulangan sang mafia yang mendadak.“Kami mau istirahat.” Sean membawa Aisyah ke menara kaca.Aisyah dan Sean masuk ke kamar. Mereka benar-benar lelah dan butuh istirahat. Sang istri harus ke rumah sakit untuk memastikan tidak ada lagi racun di tubuhnya.Elio membawa sampel darah Aisyah ke laboratorium untuk diperiksa. Pria itu tidak lelah sama sekali. Dia terus bekerja untuk melindungi majikannya.“Bagaimana?” tanya Elio pada Leon.“Sudah tidak ada lagi racun,” jawab Leon.“Barron benar-benar gila. Dia membunuh banyak orang untuk bisa mendapatkan Nyonya Aisyah,” ucap Elio kesal.“Dia terobesesi pada dokter Aisyah karena pernah diselamatkan dari

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 119 Perlawanan

    Rahang Sean mengeras. Dia tidak akan pernah menyerahkan istrinya kepada siapa pun. Jika harus mati pria itu siap untuk mati bersama.“Serahkan Penawar!” Sean melepaskan pelukan dan menembaki kaki Barron. Dia dengan cepat merebut jarum dari tangan pria itu dan menancapkan di leher pemiliknya.“Aarrghh!” Barron berteriak kesakitan. Semua terdiam. Tidak ada pasukan yang berani bergerak.“Serahkah Penawar!” Sean menekankan pistol di leher Barron yang telah tertancap jarum beracun.“Tuan.” Edo terkejut melihat gerakan cepat Sean.“Lepaskan Tuan Barron!” Guilia mengarahkan pistol pada Aisyah.“Dorr!” Sean tanpa ragu menembaki tangan Guilia sehingga pistol dari jari-jarinya terlepas.“Berikan Penawar!” teriak Sean di telinga Barron. Dia kembali menekan pistol di leher Barron. “Sean!” Semua orang ketakutan dengan tindakan Sean yang dengan beraninya melukai Barron. Pria itu benar-benar tidak takut pada apa pun. Dia tidak akan menyerahkan istrinya kepada siapa pun. Walaupun telah menjadi mayat.

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 118 Bukan Keluarga

    Sean menggandeng Aisyah berjalan bersama menuju pintu utama. Pria itu merasa tidak aman bahkan di rumah sendiri. Dia tidak ingin jauh dari istrinya.“Ini bukan rumah kita, tetapi sarang musuh,” bisik Sean di telinga Aisyah.“Inilah dunia suamiku. Keluarga pun menjadi musuh demi keuntungan dan keselamatan diri.” Aisyah tersennyum. Dia bisa merasakan bahwa mereka berdua benar-benar dalam bahaya.“Duduklah, Sean.” Nenek Heta dan Kakek Jack duduk di sofa tunggal. Aisyah dan Sean berdampingan. Pasangan yang tidak ingin dipisahkan.“Sean, ini salah Kakek yang terjebak oleh perjanjian Barron.” Jack memberikan Salinan perjanjian kepada Sean.“Apa yang dia minta?” tanya Sean.“Aisyah,” jawab nenek Heta cepat dan melihat pada Aisyah.“Apa?” Sean melempar berkas ke meja.“Aku dan Aisyah akan meninggalkan Amerika hari ini juga. Kalian urus sendiri masalah ini,” tegas Sean berdiri dengan menggenggam tangan Aisyah.“Sean, lihat ini.” Nenek Heta menyalakan televisi dan memperlihatkan para gadis muda

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 108 Istana Keluarga

    Sean dan Aisyah telah berada di dalam pesawat pribadi. Mereka akan terbang ke Amerika dengan lama penerbangan kurang lebih sebelas jam. Pergi di malam hari dan akan tiba di pagi.“Tidurlah, Sayang.” Sean memeluk Aisyah.“Ya.” Aisyah membenamkan wajahnya di dada Sean dan memejamkan mata. Dia tersenyu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 107 Panggilan dari Amerika

    Aisyah tidak mendapatkan izin lagi keluar dari rumah. Sean tahu bahwa istri sedang dicari banyak orang gara-gara kecelakaan itu.“Apa kamu akan mengurung aku lagi?” tanya Aisyah pada Sean yang berada di ruang kerja. Pria itu dengan mudah pulih.“Untuk sekarang, kamu tidak boleh keluar rumah. Kejadia

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 105 Gelang Aisyah

    Aisyah dan Sean duduk berdua di sofa. Mereka berpelukan sambil melihat layar tab. Pasangan suami istri itu menunggu Noah yang sedang mengurus kepulangan.“Permisi.” Pintu ruangan diketuk. Sean dan Aisyah menoleh bersama dengan tetap duduk bersama dengan mesranya.Sean segera memasang cadar di wajah

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 104 Pria Berkuasa

    Aisyah hanya diam saja dan merawat serta membersihkan tubuh Sean. Wanita itu menggantikan pakaian sang suami dengan yang baru. Dia tidak pergi ke ruangan Barron. Baginya pasien VIP bukanlah prioritas karena pasti ada banyak tim dokter dan perawat yang membantu pria kaya itu dalam segala hal. “Apa k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status