/ Mafia / Obsesi Sang Penguasa / 90. Peringatan Byakta

공유

90. Peringatan Byakta

작가: Nawasena
last update 게시일: 2026-04-10 12:27:40

“Ivanka… dari mana saja kamu?” tanya Rival yang ternyata sudah menghadangnya di depan pintu kamar rawat Byakta.

Wanita itu tidak menjawab. Dia langsung melengos tanpa melirik Rival sedikitpun.

Ivanka mendengus kasar. Malas sekali harus menanggapi pria over ini. Dia langsung melengos tanpa melirik Rival sedikit pun.

Rival menghela napas kasar. Tangannya refleks menahan pergelangan Ivanka sebelum wanita itu benar-benar masuk ke dalam kamar.

“Ivanka,” panggilnya lebih tegas. “Kita tidak se
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Obsesi Sang Penguasa   93. Kendali Bagaspati Part 2

    “Aku tidak akan membiarkan Byakta datang ke meeting itu,” ujar Ivanka akhirnya. “Kondisinya belum stabil. Hanya orang gila yang akan mengizinkannya pergi.” Rival menghela napas pelan. “Itu bukan keputusanmu. Lihat saja nanti. Dia bahkan lebih mementingkan perintah ayahnya, daripada kesehatannya sendiri.” “Kalau dia jatuh di sana, kamu yang akan tanggung jawab?” “Kalau dia tidak datang, Bagaspati akan tahu ada sesuatu yang disembunyikan. Dan saat itu terjadi, bukan hanya Byakta yang kena.” Ivanka mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras. Dia mulai menyadari rencana Bagaspati. “Dia sengaja,” gumamnya pelan. “Dia ingin memancing sesuatu.” Rival tidak menyangkal. Itu sudah cukup menjadi jawaban dari semua kecurigaannya. Beberapa detik berlalu sebelum Ivanka akhirnya berbalik lagi dan melanjutkan langkahnya. “Kamu mau ke mana?” tanya Rival. “Kamar Byakta.” Rival menarik napas panjang. Dia tidak menahan, tapi dia juga mengikuti Ivanka menuju kamar Byakta. Ruangan itu kembali men

  • Obsesi Sang Penguasa   92. Kendali Bagaspati part 1

    Ruang laboratorium kediaman Bagaspati terlalu sunyi untuk ukuran tempat yang dihuni hampir dari lima orang. Baik Dr. Kaveri, Bagaspati, atau Ivanka yang ada di sana, tidak memiliki minat untuk memulai pembicaraan. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Tak lama, Rival datang. Pandangannya langsung turun pada Ivanka. “Kita harus ke kantor. Ada meeting sore ini,” katanya dengan nada yang selalu dingin. Bagaspati yang mendengar ini, hanya mengernyit. “Meeting apa, Rival?” Mendengar suara berat ini, tubuh Rival langsung menegang. Dia mundur satu langkah, lalu menunduk. “Maaf, Tuan, saya kira tidak ada tuan di sini,” ujar Rival. “Meeting untuk membahas proyek perumahan di Avernal Utara.” Bagaspati tidak langsung menjawab. Dia melirik Ivanka, lalu tersenyum samar. Dia tidak menyangka, kalau Byakta akan mempercayakan proyek sebesar ini pada wanita yang belum ada satu tahun dia kenal. “Kondisi Byakta?” tanya Bagaspati, ketika Ivanka hendak berdiri. Wanita itu meliriknya sekila

  • Obsesi Sang Penguasa   91. Teka-taki Davian

    Ivanka masih bergeming. Tangannya masih menggenggam tangan Byakta, namun pikirannya sudah berlari ke tempat lain. Ke ruangan gelap di balik bar. Ke tatapan tajam seorang pria yang menawarkan kerja sama. Ke senyum tipis yang tidak pernah benar-benar hangat. “Ivanka.” Suara Rival dari belakang membuatnya sedikit tersadar. Pria itu berdiri di ambang pintu, menatap ke arah mereka dengan ekspresi yang sulit dibaca. “Dia bilang sesuatu?” Ivanka terdiam beberapa detik. Lalu, perlahan dia menggeleng samar. Dia juga tidak mengerti kenapa Byakta terlalu mengkhawatirkannya. “Tidak,” jawabnya tenang. “Dia tidak bilang apapun.” Satu kebohongan mulai terucap. Dan untuk pertama kalinya, Ivanka tidak merasa ragu saat mengatakannya. Dia merasa tidak punya kewajiban untuk menjawab jujur. Terlebih, Rival juga tidak jujur padanya dan selalu saja menutupi semuanya. Tatapannya kembali jatuh pada wajah Byakta yang kembali terlelap. Lalu tanpa sadar, jemarinya mengerat di sana. “Maaf,” bisiknya sa

  • Obsesi Sang Penguasa   90. Peringatan Byakta

    “Ivanka… dari mana saja kamu?” tanya Rival yang ternyata sudah menghadangnya di depan pintu kamar rawat Byakta. Wanita itu tidak menjawab. Dia langsung melengos tanpa melirik Rival sedikitpun. Ivanka mendengus kasar. Malas sekali harus menanggapi pria over ini. Dia langsung melengos tanpa melirik Rival sedikit pun. Rival menghela napas kasar. Tangannya refleks menahan pergelangan Ivanka sebelum wanita itu benar-benar masuk ke dalam kamar. “Ivanka,” panggilnya lebih tegas. “Kita tidak sedang dalam posisi untuk saling menyembunyikan sesuatu, kalau kamu lupa.” Langkah Ivanka terhenti. Bahunya sedikit menegang, namun dia tidak langsung berbalik. Beberapa detik berlalu dalam diam, sebelum akhirnya dia perlahan menoleh. Tatapannya dingin. Terlalu dingin untuk seseorang yang baru saja keluar dari luar rumah sakit. “Aku hanya mencari udara,” jawabnya singkat. “Kamu tidak perlu khawatir soal itu.” Rival tertawa kecil tanpa humor. Pandangannya naik menatap Ivanka lebih dalam. “Den

  • Obsesi Sang Penguasa   89. Masuk Ke Lubang musuh

    “Bagus,” sahut Davian. “Aku juga tidak suka basa-basi.” Hening kembali menyapa keduanya. Tatapan mereka saling bertaut. Tidak ada yang mau mengalah. “Apa tujuanmu?” tanya Ivanka akhirnya. “Kenapa kamu mendekatiku?” Davian tidak langsung menjawab. Dia menyandarkan kepala, menatap langit-langit seolah pertanyaan itu terlalu sederhana untuk dijawab. “Karena kamu penting,” katanya. “Bukan hanya penting untukku, tapi untuk mereka semua.” Jawaban itu membuat Ivanka semakin curiga. “Penting bagaimana?” Davian menoleh pelan. “Kamu benar-benar tidak sadar?” “Berhenti memutar. Katakan yang sebenarnya.” Davian terkekeh pelan, seraya menggeleng samar. “Baiklah. Aku akan permudah.” Dia mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan. “Kamu adalah titik lemah dari beberapa orang paling berbahaya di kota ini.” Jantung I

  • Obsesi Sang Penguasa   88. Pertemuan

    Ivanka menatap Byakta yang masih terlelap. Dia tersenyum miris. Rupanya, pria keras di depannya memiliki begitu banyak masa lalu yang membuat orang menggigit bibir. Di tangannya sudah ada ponsel yang terus berdering. Sebelumnya, dia berhasil mendapatkan nomor ponsel Davian dari dari data tersembunyi yang akhirnya bisa dia buka. Wanita itu berencana untuk menemui Davian secara langsung. Dia ingin setidaknya bernegosiasi tentang segala hal. Karena dia berpikir kalau Davian sangat tertarik padanya. “Sabar, ya,” bisik Ivanka. Tangannya mengusap kening Byakta yang sudah berkerut. Pria itu seperti sadar kalau ada Ivanka di sampingnya. “Aku akan mencari cara untuk masuk ke sana.” Ivanka menegakkan tubuhnya, lalu bergegas pergi. Beruntungnya tidak ada siapapun termasuk Rival. Jadi dia tidak perlu mencari alasan kenapa harus pergi. Mobil merah maroon meluncur dengan kecepatan tinggi. I

  • Obsesi Sang Penguasa   56. Tenggang Waktu

    “Dia mau kemana?” Di lobby, Ivanka tidak sengaja berpapasan dengan Byakta. Pria itu melihatnya, tapi dia tidak menyapa atau sekedar tersenyum seperti biasanya. Agak sakit memang, tapi Ivanka justru tersenyum karena rencananya sudah berjalan lancar. Byakta mulai menjau

  • Obsesi Sang Penguasa   55. Tiga Hari Atau Nyawa Melayang?

    Kini Rendra sudah berdiri, membuat Byakta yang masih berjongkok, harus sedikit mendongak. “Karena nyawanya memang penting!” potong Rival kesal. “Jadi aku tidak penting? Nyawaku tidak penting?” Tidak ada yang menjawab. Ketiga pria itu hanya saling pandang. Byakta menyugar rambutnya, lalu

  • Obsesi Sang Penguasa   54. Korban Yang Terabaikan

    “Kamu memang tidak pernah berubah, Bos.” Rendra memperdalam tatapannya. Dia tahu kalau saat ini, Byakta sedang bimbang. Dia juga tidak menyangkal kemarahan Byakta yang sudah meluap. Namun jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, Rendra juga mengakui kalau Byakta adalah orang baik dan orang

  • Obsesi Sang Penguasa   53. Slot Peluru Pertama Untuk Rendra

    Ivanka tidak langsung menjawab. Dia hanya menatap Byakta lelah. Dia tahu kalau Byakta sudah sangat marah padanya. Sorot mata pria itu tidak begitu bersahabat seperti sebelum-sebelumnya. “Aku tidak akan berkhianat,” gumam Ivanka pelan. “Aku masih banyak pekerjaan.” Tanpa menunggu jawaban, Ivanka l

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status