/ Romansa / Obsesi Tuan Kaivan / Bab 8 Vonis Dokter

공유

Bab 8 Vonis Dokter

작가: Ibu3Dara
last update 게시일: 2026-07-20 13:00:06

Lavienna Adhitama langsung berdiri dari kursinya begitu mendengar pertanyaan dokter, tubuhnya sedikit oleng karena terlalu cepat bangkit setelah sekian lama menunggu dalam ketegangan. Adrian segera menopang bahu istrinya, meski wajahnya sendiri juga tidak lepas dari raut cemas yang sulit disembunyikan.

"Saya papanya, Dokter. Bagaimana keadaan anak saya sekarang?" tanya Adrian dengan suara yang berusaha ia jaga tetap

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 12 Kejang di Ruang ICU

    Panggilan mendadak itu membuat semua orang di ruang tunggu langsung berdiri serentak, jantung mereka berdebar kencang antara harap dan cemas. Adrian bergegas menggandeng tangan Lavienna yang sudah lebih dulu melangkah cepat menuju lorong ruang ICU, sementara Alesha dan Vanessa mengikuti dari belakang dengan langkah tergesa-gesa."Ada apa, Suster? Apa yang terjadi pada anak saya?" tanya Lavienna panik begitu sampai di depan pintu ICU, suaranya bergetar menahan ketakutan yang tiba-tiba kembali muncul.Dari balik pintu kaca ruang ICU, mereka bisa melihat beberapa tenaga medis bergerak cepat mengelilingi ranjang Kaivan. Tubuh pria itu tampak menghentak-hentak tidak terkendali, sementara alat pemantau di sampingnya berbunyi nyaring bersahutan."Pasien mengalami kejang mendadak! Siapkan obat antikonvulsan sekarang!" seru

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 11 Kabar dari Ruang ICU

    Adrian segera berdiri dan menghampiri perawat itu, diikuti Lavienna yang berjalan dengan wajah penuh cemas. Vanessa dan Alesha juga ikut berdiri, tetapi tetap menjaga jarak satu sama lain karena suasana di antara mereka masih terasa canggung."Saya ayahnya. Bagaimana keadaan anak saya sekarang?" tanya Adrian dengan nada cemas.Perawat itu tersenyum tipis, seolah berusaha menenangkan keluarga Kaivan sebelum menjelaskan kondisinya.."Pasien sudah dipindahkan ke ruang ICU. Kondisinya sudah lebih stabil dibanding sebelumnya, meski masih memerlukan pemantauan intensif," jelas perawat itu dengan nada menenangkan, membuat semua orang di ruang tunggu sedikit menghela napas lega.Lavienna langsung meremas tangan suaminya erat, air mata yang tadinya karena kesedihan kini bercampur

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 10 Kedatangan yang Tidak Diinginkan

    Vanessa berjalan cepat menuju ruang tunggu dengan napas memburu, penampilannya masih terlihat rapi meski matanya sembap seolah baru selesai menangis di dalam mobil. Begitu melihat Adrian dan Lavienna duduk berdampingan dengan wajah lelah, langkahnya sedikit melambat, seakan ragu untuk berjalan mendekat."Tante, Om," sapa Vanessa pelan, suaranya terdengar hati-hati begitu berdiri di hadapan kedua orang tua Kaivan.Lavienna langsung berdiri dari kursinya, menatap Vanessa dengan tatapan tajam yang jarang sekali ia tunjukkan kepada siapa pun. Kesedihan yang sejak tadi memenuhi wajahnya kini bercampur dengan kemarahan yang sulit ia sembunyikan."Kamu masih berani datang ke sini setelah tahu apa yang terjadi pada Kaivan?" tanya Lavienna dengan suara bergetar menahan amarah, matanya menatap lurus ke wajah Vanessa tanpa ber

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 9 Panggilan yang Tidak Terjawab

    Pertanyaan Lavienna menggantung di udara, membuat Adrian ikut terdiam beberapa saat sebelum akhirnya merangkul bahu istrinya lebih erat. Ia tidak memiliki jawaban pasti untuk menenangkan kecemasan itu, karena jauh di dalam hatinya sendiri, ketakutan yang sama juga mulai menggerogoti pikirannya."Jangan berpikir yang macam-macam dulu, Sayang. Kita tunggu saja perkembangannya, jangan berandai-andai tentang hal buruk yang belum tentu terjadi," ucap Adrian dengan suara pelan, meski nada bicaranya sendiri terdengar kurang meyakinkan.Lavienna hanya mengangguk lemah, air matanya masih terus mengalir sementara pandangannya kosong menatap lantai rumah sakit yang dingin. Alesha yang berdiri tidak jauh dari mereka mendengar percakapan itu dengan dada yang semakin sesak, sementara ponsel di tangannya masih terus bergetar tanpa henti.

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 8 Vonis Dokter

    Lavienna Adhitama langsung berdiri dari kursinya begitu mendengar pertanyaan dokter, tubuhnya sedikit oleng karena terlalu cepat bangkit setelah sekian lama menunggu dalam ketegangan. Adrian segera menopang bahu istrinya, meski wajahnya sendiri juga tidak lepas dari raut cemas yang sulit disembunyikan."Saya papanya, Dokter. Bagaimana keadaan anak saya sekarang?" tanya Adrian dengan suara yang berusaha ia jaga tetap tegas, meski nada bicaranya sedikit bergetar di akhir kalimat.Dokter itu menghela napas pelan sebelum menjawab, tangannya masih memegang beberapa lembar hasil pemeriksaan yang baru saja keluar dari ruang operasi."Pasien mengalami cedera kepala cukup serius akibat benturan keras, disertai patah tulang rusuk dan pendarahan internal yang sempat membuat kondisinya kritis di perjalanan," jelas dokter itu de

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 7 Kepanikan Keluarga

    Tangan Alesha gemetar semakin hebat saat mendengar suara panik mamanya Kaivan dari seberang telepon. Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri sendiri sebelum menjawab, meskipun kenyataannya hatinya sendiri masih dipenuhi ketakutan yang sama."Kaivan mengalami kecelakaan di jalan tol, Tante. Sekarang dia sedang ditangani dokter di ruang operasi," jawab Alesha dengan suara bergetar, berusaha terdengar setenang mungkin meski nyatanya ia sendiri masih syok.Suara isak tangis samar terdengar dari seberang telepon, bercampur dengan suara langkah kaki yang tergesa-gesa."Ya Tuhan... kami langsung ke sana sekarang. Tolong jaga dia, Alesha," ucap mamanya Kaivan dengan suara yang nyaris pecah, sebelum sambungan telepon terputus tanpa sempat Alesha membalas.Alesha m

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status