LOGINArinika gadis yang masih bergelut dengan skripsinya itu terus menerus terlibat masalah dengan dosen pembimbingš»ya. Samuel Xalvandor seorang dosen yang dijuluki killer tiba-tiba memaksa Arin untuk menikah dengannya. Penolakan? Pasti itu yang dilakukan Arin, tapi melawan sang dosen tentu saja Arin tak bisa hingga pernikahan pun terjadi. Follow ig @nuvola334 untuk melihat visualnya
View MoreBaru saja menginjakkan kaki di koridor kampus, Raquel seketika mematung, ia terkejut mendapati kekasihnya tengah berciuman dengan perempuan lain.
Dengan tangan terkepal, Raquel melangkah menghampiri dua sejoli yang belum menyadari kehadirannya itu.
Plak
āDasar laki-laki bajingan!ā ucap Raquel dengan nafas memburu. āJadi begini kelakuan lo yang sebenarnya Darrel? Iya?ā tanya Raquel sambil menunjuk tepat di depan wajah laki-laki itu.
Laki-laki itu tampak shock bahkan bola matanya nyaris keluar saat tahu siapa orang yang menamparnya.
āRa-ra, em ini semua tidak seperti yang kamu lihat Ra,ā ucap Darrel sambil berusaha meraih kedua tangan Raquel.
āLo kira gue buta Dar? Jelas banget gue lihat lo sama nih cewek sedang ciuman!ā Sahut Raquel dengan tatapan tajam dan wajah memerah menahan amarah. ā Mulai sekarang, KITA PUTUS!ā
Tanpa menunggu, Raquel berlari meninggalkan Darrel dan seorang perempuan yang tadi tengah bermesraan bersama kekasihnya yang sekarang berubah menjadi mantan.
Dengan gerak cepat Raquel mengusap air mata yang mengalir tanpa diminta. Siapa yang tidak sakit hati melihat kekasihnya berkhianat di depan mata. Mungkin, jika tadi Raquel membawa pisau sudah ia tusukkan pada jantung laki-laki yang telah menyelingkuhinya itu.
Dengan cepat Raquel berjalan menuju parkiran, ia segera masuk dan membawa mobilnya pergi meninggalkan lingkungan kampus dengan perasaan campur aduk. Raquel mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia bahkan tidak memikirkan keselamatannya. Tanpa Raquel sadari ternyata dirinya berada di jalan sepi dan kanan kiri pepohonan yang menjulang tinggi.
Rasa takut mulai hinggap dalam diri Raquel, ia menatap sekeliling yang tampak menyeramkan saat ini. Dengan tergesa ia mencari ponsel untuk menghubungi kakaknya, tapi sudah panggilan ketiga tidak dijawab. Raquel mencoba tenang dan mulai mencari titik lokasinya melalui maps, tapi sungguh malang karena saat itu maps pada mobilnya tidak mengakses, ia tidak kehilangan akal dengan segera mencari titik lokasi pada ponsel tapi lagi-lagi nasib malang menimpanya, kini ponsel Raquel mati karena lowbat.
āAh, sial sekali hari ini,ā keluh Raquel dengan frustasi, bahkan kini ia sudah kembali menangis meratapi nasibnya hari ini.
Tok tok tok
Tampak ada tiga orang laki-laki dengan tubuh besar dan penampilan layaknya preman tengah mengetuk kaca mobil Raquel. Hal itu semakin membuatnya takut sekaligus panik. Dengan cepat Raquel mengunci dari dalam, ia kembali menghubungi kakaknya.
Tiga orang preman itu terus menggedor kaca mobil Raquel, bahkan tanpa sengaja ia melihat salah satu preman itu mengambil batu dan melemparkan tepat pada kaca mobil, hal itu membuat Raquel semakin ketakutan. Ia hanya mampu memejamkan mata sambil menunduk, berharap ada malaikat turun untuk menolongnya.
Bug dug krak
āAarrggg!ā
Raquel yang tadinya memejamkan mata, kini membuka secara perlahan. Betapa terkejutnya saat melihat para preman itu di hajar habis-habisan oleh seorang pemuda yang ia taksir umurnya tidak jauh beda dengan kakaknya. Saat preman itu pergi, Raquel dengan cepat turun dari mobil untuk mengucapkan terima kasih pada penyelamatannya.
āKak, terima kasih sudah menolongku,ā ucap Raquel dengan tulus.
āHm, lain kali kalau sedang galau tidak usah lari ke jalur ini,ā sahutnya sambil membersihkan jas yang tampak kotor.
Raquel hanya menunduk, ia sungguh merutuki kebodohannya. Seharusnya ia pulang saja bukan malah pergi entah kemana sampai kehabisan bensin seperti ini. Raquel menggigit bibir nya cemas, ia sungguh tidak tahu sekarang berada di daerah mana. Ingin meminta tolong pada pemuda itu pun segan karena dari wajahnya tampak begitu dingin.
āIkut aku! Ku antar kamu pulang dan mobil mu biarkan orangku yang mengambilnya.ā Mata Raquel membulat sempurna saat mendengarkan kalimat tersebut, bagaimana dia bisa tahu jika ia butuh tumpangan.
Belum sempat Raquel membuka mulutnya tapi sebuah suara menghentikannya. āTidak usah menjawab!ā
Dengan langkah pelan akhirnya Raquel menurut saja. Ingatkan Raquel untuk memberi pelajaran kakaknya yang begitu susah dihubungi ketika ia membutuhkannya. Setelah tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di kediaman Raquel, selama di perjalanan tidak ada obrolan selain menanyakan alamat rumah.
āTerimakasih kak sudah mau mengantarkan aku sampai rumah,ā ucap Raquel setelah turun.
āHm.ā Setelah itu pemuda itu melajukan mobilnya begitu saja.
āDasar kulkas!ā maki Raquel dalam hati. Dengan cepat Raquel melangkah masuk ke dalam rumah.
Baru saja Raquel membuka pintu, ia melihat kedua orang tua dan kakaknya tengah berada di ruang keluarga sedang membahas sesuatu. Mama Raquel segera menghampiri ketika melihat putrinya pulang dengan wajah khawatir.
āNak, kamu kemana saja? Kenapa telfon kakak kamu tadi?ā tanya Reima, mama Raquel.
āMaaf mah nanti aku ceritain, tapi aku mau mandi dulu.ā Raquel langsung pergi menuju kamarnya. Ia juga tidak menyapa papa dan kakaknya yang ada di ruang keluarga. Hal itu membuat keluarganya yakin jika ada masalah dengan Raquel.
Selesai membersihkan diri Raquel turun ke bawah untuk bergabung bersama keluarganya. Dan ia pun menjelaskan apa yang sudah terjadi, bahkan ia juga menceritakan tentang dirinya yang diantar pulang oleh laki-laki seumuran kakaknya. Raquel memang tidak mengetahui nama orang yang telah menolongnya, ia melupakan tentang perkenalan saat itu.
Daza, kakak Raquel tampak mengepalkan tangannya erat saat tahu pacar adiknya itu selingkuh, ia bersumpah akan membalaskan rasa sakit hati itu dengan tuntas. Selama ini ia sudah curiga dengan sosok pacar adiknya karena dilihat dari gerak geriknya memang tampak seperti pemain handal.
āGue akan bikin perhitungan sama lo Darrel Alexander.ā Gumam Daza dalam hati.
Raquel menangis dalam pelukan mamanya. Selama ini ia justru mempercayai kekasihnya ketimbang kakaknya, padahal Daza sudah mengingatkan berulang kali bahwa Darrel bukan laki-laki baik. Sungguh Raquel menyesal sekarang.
***
Di lain tempat di sebuah hotel bintang lima ada dua manusia berbeda gender sedang bermanja-manja, bahkan tampak saling bercanda dengan senyum mengembang sempurna, dia adalah Darrel dan Aira. Setelah ketahuan selingkuh Darrel bukan meminta maaf pada Raquel, tapi ia justru pergi ke hotel bersama selingkuhannya.
Darrel fikir Raquel masih mempercayainya seperti sebelum-sebelumnya, bahkan ia sudah menyiapkan kado untuk meminta maaf pada Raquel. Hah dasar penipu ulung memang Darrel ini.
Langit pagi itu mendung, seolah menyelimuti bumi dengan kesedihan yang tenang. Angin bertiup lembut, menyapu dedaunan yang jatuh di sepanjang jalan menuju pemakaman. Arin berdiri diam di depan dua nisan yang tertata rapi, dengan nama kedua orang tuanya terpahat di atas batu marmer putih. Matanya berkaca-kaca, tapi bibirnya menyunggingkan senyuman kecil yang penuh makna. Di sampingnya, Samuel berdiri memegang Noah yang tertidur dalam pelukannya. Bayi mungil itu tampak tenang, seolah memahami bahwa hari ini adalah momen penting bagi mamanya. Sementara itu, Fani berdiri beberapa langkah di belakang mereka, menjaga jarak, tapi tetap waspada seperti biasanya. Arin menghela napas panjang, mencoba menenangkan hatinya yang bergejolak. āAkhirnya, aku kembali ke sini, Ayah, Ibu,ā katanya pelan, nyaris seperti bisikan. Suaranya bergetar, tapi ia mencoba untuk tetap tegar. āAku tahu... sudah terlalu lama aku tidak datang. Tapi sekarang, aku punya banyak hal yang ingin aku ceritakan.ā Samuel
Mila masuk ke apartemen bersama dengan Rocky, Rocky langsung berlutut untuk melepaskan heels yang Mila kenakan. āAku bisa sendiri, Mas.āāTapi selama ada aku, kamu tidak boleh melakukannya sendiri,ā ucap Rocky yang menarik hidung Mila. āBagaimana apa kamu lelah? Atau mual?āTidak Mas, aku baik-baik saja. Gerah sekali, aku mau mandi dulu ya.āāJangan mandi malam-malam,ā larang Rocky.Dari dulu Rocky memang perhatian tapi setelah mengetahui jika Mila hamil dia semakin perhatian.āGerah Mas.āāNanti sakit Sayang, sudah ayo ganti baju lalu tidur,ā tutur Rocky yang langsung menggendong Mila. Mila dengan refleks mengalungkan tangannya di leher Rocky. Mila akhirnya patuh dengan perkataan Rocky yang melarangnya untuk mandi. Dia hanya mengganti pakaiannya dengan baju tidur. āLoh Mas kok mandi?ā protes Mila. āGerah.āāCurang!āRocky mencium pipi Mila dengan gemas, āAku khawatir kamu sakit, Sayang. Kita tidur ya.āRocky menuntun Mila naik ke atas tempat tidur, dengan lengan Rocky sebagai bant
Malam itu begitu tenang. Samuel duduk di samping Arin yang terbaring di ranjang rumah sakit. Wajahnya pucat, tetapi senyum kecil tak pernah lepas dari bibirnya. Di pelukannya, seorang bayi mungil yang baru saja lahir beberapa jam lalu. "Noah," bisik Samuel, matanya menatap lembut ke wajah anak itu. "Aku ingin menamainya Noah. Untuk menghormati Ayahmu, Arin. Dia pasti bangga." Arin tersenyum meski lelah. Air mata hangat mengalir dari sudut matanya. "Noah... Nama yang indah.āSamuel membelai rambut Arin dengan penuh kasih. Di dalam hatinya, ia berjanji untuk menjaga dua orang yang paling ia cintai ini dengan segenap jiwa raganya. "Kamu tahu, aku tidak pernah seberharap ini sebelumnya," ujar Samuel, suaranya pelan tapi penuh emosi. "Melihat kamu dan Noah⦠rasanya seperti semua perjuangan selama ini terbayar." Arin mengangguk kecil. Tubuhnya masih lemah setelah proses persalinan yang cukup panjang. Tapi melihat bayi mereka yang sehat dan Samuel yang selalu ada di sisinya, ia meras
Mentari pagi menyelinap dari celah-celah tirai jendela kamar tidur mewah milik Samuel dan Arin. Suara burung yang berkicau terdengar lembut, seolah menyambut hari baru yang penuh kebahagiaan. Arin membuka matanya perlahan. Dia menoleh, menemukan Samuel yang sudah duduk di tepi ranjang, mengenakan kemeja putih yang digulung di bagian lengannya. Tatapan pria itu hangat, penuh cinta. āPagi, istriku,ā sapa Samuel sambil tersenyum. Arin tersenyum kecil, matanya masih setengah mengantuk. āPagi, suamiku. Kenapa bangun pagi-pagi sekali? Biasanya kamu kan malas-malasan dulu.ā Samuel tertawa kecil, lalu membelai rambut Arin dengan lembut. āAku cuma ingin memastikan kamu istirahat dengan cukup. Lagipula, ada sesuatu yang spesial hari ini.ā Arin mengerutkan kening, bingung. āSpesial? Apa? Hari ini bukan ulang tahun kita, kan?ā Samuel mengangguk pelan, wajahnya penuh rahasia. āNanti juga kamu tahu. Yang penting sekarang, kamu siap-siap, ya. Aku mau kita habiskan hari ini dengan santai, cu
Langit pagi itu cerah, tapi hati Arin penuh badai. Di balik ketenangan wajahnya, ada amarah yang telah lama ia simpan. Hari ini, ia akan menyelesaikan semuanya, mengembalikan apa yang seharusnya menjadi miliknyaāVenus, perusahaan yang dibangun oleh kedua orang tuanya dengan penuh cinta dan kerja ke
Arin merebahkan dirinya di atas tempat tidur, hari ini cukup melelahkan bagi Arin. Tapi dia cukup puas karena telah mendapatkan kembali perusahaan yang di bangun oleh Ayahnya. Meskipun perdebatan cukup panjang dengan Irawan dan Clara tapi dia puas dengan hasilnya. Suara pintu dibuka membuat Arin m
Pernikahan Mila dan Rocky berjalan dengan sangat lancar. Arin yang ikut menyaksikan pernikahan mereka pun ikut merasa senang. Pernikahan yang penuh kebahagiaan dan rasa haru itu mampu membuat Arin sedikit iri. Iri karena kedua orang tua Mila yang hadir, kasih sayang orang tua Mila membuat Arin mer
Samuel baru saja selesai makan siang dengan klien di sebuah restoran mewah. Dia berjalan keluar seorang diri karena Rocky sudah lebih dulu kembali ke kantor untuk bertemu tamu penting.Seseorang tiba-tiba menabrak dirinya membuat langkah Samuel terhenti. Seorang wanita terjatuh di lantai, Samuel me
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews