Share

Ah, Aku Tahu!

Author: Anny Djumadi
last update publish date: 2026-06-03 12:04:56
Mahendra Group pagi itu terasa sedikit berbeda dari biasanya. Area lobby yang biasanya dipenuhi karyawan kini terlihat lebih ramai oleh puluhan siswa SMA yang datang untuk mengikuti program magang singkat. Suara mereka memenuhi ruangan dengan energi khas anak-anak seusia itu. Ada yang tampak gugup, ada yang terlalu bersemangat, dan ada pula yang sibuk mengabadikan setiap sudut gedung menggunakan ponsel mereka.

Alena yang diminta untuk membantu tim HR membagikan kartu identitas sementara hanya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Dedi Mul yadi
ya betul bos,,, bagus ceritanya Thor
goodnovel comment avatar
Nia Yenada
wkwkwk akhirnya Leon sadar. jadi penasaran... lanjut Thor
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Gercep

    Alena masih belum sepenuhnya percaya dengan percakapan mereka di dalam mobil tadi. Ia tidak menyangka Leon sudah tidak sabar untuk menikahinya, karena awalnya saat dia minta waktu setahun, Leon terlihat tenang-tenang saja.Dan pria itu mengatakannya dengan wajah begitu serius. Ia bahkan belum sempat memikirkan bagaimana harus menjawab jika Leon benar-benar membawa pembicaraan itu ke tahap yang lebih serius.Namun ternyata... Leon jauh lebih gercep daripada yang Alena bayangkan. Begitu mobil berhenti di depan rumah, Alena langsung menoleh."Om?""Hm?""Kenapa berhenti di sini?"Leon mematikan mesin."Kan mau mengantarkan kamu pulang.""Iya, tapi..."Alena melihat ke arah rumah."Om tidak mau langsung pulang?"Leon tersenyum."Memangnya kenapa?""Biasanya Om cuma mengantar sampai depan.""Hari ini beda.""Bedanya apa?"Leon membuka sabuk pengamannya."Om mau mampir."Alena langsung menatapnya tidak percaya."Hah?""Ayo.""Om!"Leon sudah turun dari mobil.. Alena buru-buru menyusul. Dia

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Om Mau Dapat Diskon

    Mobil melaju meninggalkan tempat mereka menghabiskan sore. Alena duduk santai di samping Leon. Wajahnya terlihat jauh lebih cerah dibandingkan beberapa jam sebelumnya. Bahkan senyum kecil masih tersisa di bibirnya.Leon sesekali melirik ke arahnya."Sudah lebih segar?"Alena mengangguk."Sudah.""Berarti jalan-jalan tadi berhasil.""Berhasil banget."Alena tersenyum."Terima kasih ya, Om.""Jangan terima kasih dulu.""Kenapa?""Kalau besok kamu kembali bekerja sampai lupa waktu, Om culik lagi."Alena tertawa."Emang Om mau culik pacar sendiri?""Kalau perlu.""Terus kalau aku berteriak?""Om tutup mulutmu.""Ih, malah serem."Leon ikut tertawa."Tapi..."Ia melirik Alena sekilas dengan senyum jahil."Om bisa tutup mulutmu dengan cara lain."Alena yang tidak menyadari maksud perkataan itu langsung bertanya polos,"Cara apa, Om?"Leon tidak menjawab. Ia hanya menaikkan kedua alisnya sambil tersenyum penuh arti. Alena masih menatapnya dengan wajah bingung. Namun beberapa detik kemudian,

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   BUKAN SEKADAR PACAR CEO

    Setelah presentasi selesai, para peserta rapat mulai meninggalkan ruangan. Alena masih membereskan laptop dan dokumen di atas meja ketika Nadia memanggilnya."Alena."Alena menoleh."Iya, Bu?""Jangan pulang dulu."Alena mengangguk."Baik."Beberapa menit kemudian, ruang rapat sudah jauh lebih sepi. Nadia kembali duduk sambil membuka dokumen hasil presentasi tadi."Bagaimana menurutmu hasilnya?"Alena berpikir sebentar."Menurut saya cukup baik, Bu.""Cukup?"Alena tersenyum."Masih ada beberapa bagian yang bisa diperbaiki."Nadia mengangkat wajah."Bagian mana?"Alena langsung menunjuk beberapa halaman."Di bagian ini, saya rasa strategi yang kami ajukan masih terlalu bergantung pada kondisi pasar saat ini.""Kalau kondisi pasar berubah, hasilnya juga bisa ikut berubah."Nadia diam memperhatikan."Lalu solusinya?"Alena menjawab tanpa ragu."Kita harus menyiapkan alternatif.""Misalnya?"Alena menjelaskan beberapa kemungkinan yang sudah dipikirkannya. Nadia kemudian memberikan pertan

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Rahasia Masa Lalu

    Tiga hari berlalu dengan cepat. Alena hampir tidak memiliki waktu untuk bersantai. Setiap pagi ia datang lebih awal, memeriksa kembali data yang sudah dikumpulkannya, lalu menghabiskan sebagian besar waktu untuk menyusun proposal proyek tersebut.Bahkan ketika jam kerja hampir berakhir, ia masih sering terlihat di depan laptop.Maya yang awalnya hanya memperhatikan dari jauh mulai semakin sering melihatnya.Tidak ada perlakuan khusus.Tidak ada orang yang mengerjakan tugas Alena.Bahkan ketika menemukan data yang tidak sesuai, Alena sendiri yang mencari sumbernya dan memperbaikinya.Suatu sore, Maya tanpa sengaja melihat Alena masih berada di mejanya ketika sebagian besar karyawan sudah bersiap pulang."Kamu belum pulang?"Alena mengangkat wajah."Belum.""Masih banyak?""Sedikit lagi."Maya berdiri di dekat meja Alena."Besok presentasi, kan?"Alena mengangguk."Iya.""Kalau begitu jangan terlalu malam."Alena tersenyum."Aku tahu."Maya hendak pergi, tetapi langkahnya terhenti."Ale

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   BUKTIKAN KEMAMPUANMU

    Keesokan paginya, suasana kantor sudah jauh berbeda. Sejak hubungan Alena dan Leon diketahui, hampir tidak ada lagi bisikan sembunyi-sembunyi seperti sebelumnya. Sebagian besar karyawan justru mulai bersikap lebih terbuka. Ada yang mengucapkan selamat. Ada yang menggoda. Dan ada pula yang mulai memperlakukannya sedikit berbeda. Namun Alena justru ingin secepatnya kembali ke rutinitas. Ia tidak ingin statusnya sebagai calon istri Leon menjadi alasan orang-orang menilai pekerjaannya. Begitu sampai di mejanya, ia langsung membuka laptop. "Fokus." Ia menggumam pelan. "Kerja saja." Belum sempat membuka dokumen pertama, Nadia datang menghampirinya. "Alena." Alena langsung berdiri. "Iya, Bu?" "Ikut saya sebentar." Alena mengikuti Nadia menuju ruangannya. Begitu pintu tertutup, Nadia mengambil sebuah map tebal dari atas meja. "Saya punya proyek baru untukmu." Alena menerima map tersebut. "Proyek baru?" "Iya." Ia membuka halaman pertama. Matanya langsung membesar. "Ini..."

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Cuma Peluk, Katanya

    Leon akhirnya mengetik balasan."Iya."Beberapa detik kemudian, ia menambahkan,"Nanti kita bicara di rumah Lena saja."Pesan itu terkirim. Tidak lama kemudian, tanda pesan sudah dibaca muncul. Balasan Alena segera masuk."Jangan. Nanti Om capek."Leon tersenyum kecil. Jarinyapun kembali mengetik."Mana mungkin capek.""Kalau ketemu Lena, Om malah tambah semangat."Beberapa detik kemudian, balasan Alena muncul."Dasar gombal."Leon tertawa kecil. Seorang staf yang kebetulan lembur dan berada tidak jauh dari meja langsung menoleh."Pak?"Leon segera mengembalikan wajah seriusnya."Ada apa?""Tidak ada, Pak."Staf itu buru-buru kembali bekerja. Leon menatap layar ponselnya lagi. Senyumnya muncul kembali. Setidaknya Alena belum benar-benar marah.Atau... mungkin justru sedang menunggu dirinya datang untuk mengomel. Leon menghela napas."Ya sudah.""Hadapi saja.""Berani berbuat, berani menanggung."---Malam itu, Leon tiba di rumah Alena saat jam sudah menunjukkan hampir pukul delapan.

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Om Ganteng Mau Nikah

    Sudah seminggu. Dan Leon tidak muncul lagi. Awalnya Alena masih berpikir pria itu hanya sibuk bekerja seperti biasa, mungkin lembur, mungkin ada meeting penting, karena bukankah orang kaya memang selalu sibuk. Namun setelah beberapa hari berlalu dan mobil hitam Leon tak pernah lagi terlihat masuk k

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Gadis Aneh

    Sejak hari itu, Alena punya kebiasaan baru: mengintip rumah Leon. Setiap sore sepulang sekolah, gadis itu akan duduk di teras rumah neneknya sambil pura-pura mengerjakan PR. Buku tulis terbuka di pangkuannya, pena sesekali bergerak, tetapi matanya lebih sering melirik rumah besar di sebelah komplek

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Demi Bakso, Ajak Nikah

    “Berani nggak?” Alena yang sedang meniup es teh plastiknya langsung menoleh bingung ke arah teman-temannya. “Berani apa?” Tiga anak perempuan di sampingnya langsung cekikikan sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Di depan minimarket, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti. Seorang pria

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bertemu Kembali

    Lima tahun kemudian, Alena berdiri di depan cermin kamar sambil menatap pantulan dirinya dalam diam yang cukup lama. Wanita di depannya bukan lagi gadis kecil yang pernah nekat mengajak pria asing menikah demi dua mangkuk bakso dan segelas es teh. Wajahnya kini lebih dewasa, dengan garis rahang yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status