LOGINเมื่อแฟนหนุ่มที่คบกันมานาน หนีไปแต่งงานกับผู้หญิงที่คบซ้อน เพราะความเมาเมริสาจึงอยากมี One night stand กับใครสักคน “จูบฉันสิคะ คุณจะได้รู้ว่าฉันไม่ใช่ภูเขาน้ำแข็ง ฉันก็มีหัวใจ” พูดจบร่างบางก็เขย่งปลายเท้าขึ้น พยายามประกบริมฝีปากลงบนปากหนา เกื้อเบี่ยงหลบพร้อมกับดันเธอออกห่าง เมื่อเริ่มคุมตัวเองไม่อยู่เช่นกัน เขาก็แค่ผู้ชายคนหนึ่งที่มีเลือดเนื้อ สาวสวยมาอ่อยตรงหน้ามีหรือที่เขาจะไม่มีอารมณ์ “จูบสิคะจูบฉัน” ปากบางเผยออย่างรอคอย เธอก็อยากรู้เหมือนกันว่าจูบมันเป็นยังไง ยิ่งเป็นจูบที่ได้จากคนแปลกหน้ายิ่งทำให้เธอรู้สึกดี เพราะตอนนี้เมริสาอยากประชด เมื่อคนทั้งโลกรวมหัวกันรังแกเธอ “อย่าเม คุณไม่อยากทำแบบนี้หรอก” เกื้อเตือนสติแต่เหมือนว่าคนเมาจะไม่ยอมรับฟังอะไร ร่างบางดันเขาไปจนติดบาร์เครื่องดื่ม เขย่งปลายเท้าขึ้น เมื่อต้องการจูบกับเขา เกื้อมองริมฝีปากอิ่มตรงหน้า ก่อนจะกระแทกริมฝีปากลงมาอย่างแรง เมื่อเธออยากรู้เขาก็จะสอนให้ แต่จูบที่เธอจะได้รับมันจะไม่อ่อนหวาน แบบที่เขาเคยมอบให้คนอื่น เธอจะได้หลาบจำ วันหลังจะได้ไม่ไปร้องขอให้ใครมาจูบแบบนี้อีก
View MoreKAMU YANG KUCINTAI
Part 1 Ikut denganmu? "Mas, boleh aku ikut denganmu?" tanya Kimmy sambil memandang pria berjaket kulit yang duduk di hadapannya. Tatapan gadis itu penuh harapan. "Kamu nggak akan aman bersamaku. Hidupku belum jelas. Aku juga memiliki banyak musuh, Kim." Pria itu menghembuskan asap rokok ke udara. Yang akhirnya buyar tersapu angin malam dari balkon kafe. Kimmy tidak berkedip. Matanya yang bulat tampak berkaca-kaca, memantulkan cahaya lampu kota. "Aku lebih bahaya lagi jika tetap tinggal bareng Mama di rumah itu. Mama lebih mendengar dan lebih mempercayai suami dan anak-anak tirinya. Menjaga perasaan mereka dengan baik, seolah aku yang anak kandungnya ini nggak punya perasaan. Memang hidup kami bergantung padanya, sih. Mama sudah terlalu bangga dengan gelar nyonya besar di rumah itu." "Papa tirimu jahat?" tanya Langit dengan tatapan menyelidik. "Bukan beliau yang jahat. Tapi aku takut dengan anak-anaknya." Kimmy menunduk sambil memperhatikan gelas es teh yang digenggam dengan kedua tangannya. Wajah itu terlihat begitu resah. Kakak tirinya itu tidak pernah bicara kasar. Tapi matanya selalu mengikutinya. Di meja makan, di lorong rumah, bahkan dia seperti berdiri di depan pintu kamarnya saat malam sudah larut. Kimmy pernah cerita pada sang mama. Tapi wanita itu bilang, Kimmy terlalu berlebihan. Padahal Arsel itu sopan dan pendiam. Bagi Kimmy, pria seperti itu bisa saja menjadi predator yang bersembunyi di balik wajah tampan, kemeja rapi, dan senyum sopannya. "Mereka keluargamu. Lebih aman bersama keluarga daripada dengan orang asing, Kim. Belum tentu aku terus baik seperti sangkaanmu." "Kita bukan orang asing, kan? Kita sudah berteman sejak kecil lagi. Sejauh ini aku aman bersamamu." Hening. Kimmy memandang Langit. Tapi pria itu mengalihkan perhatian pada suasana jalanan di bawah kafe sana. Kemacetan di tengah kota Surabaya tampak seperti aliran lava merah yang membara. Rahangnya yang tegas tampak menengang. Langit ingin lari dari sangkar emas. Ia muak dengan intrik bisnis ibu tirinya, muak dengan kekuasaan yang dibangun di atas air mata orang lain. Baginya pergi dari rumah adalah kematian baginya, tapi membawa Kimmy pergi adalah perjudian nyawa. Keluarga Fardhan tidak akan tinggal diam. Mereka akan mencari Kimmy hingga ke lubang semut sekali pun. Ia seperti halnya Kimmy. Papanya menikah lagi dengan rekan bisnisnya. Dan wanita itu penuh ambisi untuk menguasai semuanya. "Mas Langit, hendak pergi ke mana?" Pertanyaan Kimmy memecah lamunan berat lelaki itu. "Jauh dari sini," jawab Langit terdengar parau menahan sebak dalam dada. Dia tidak ingin pergi. Tapi memang tidak punya pilihan selain menjauh. Ia ingin merengkuh Kimmy, memberinya perlindungan, tapi hidupnya sendiri entah bagaimana setelah pergi dari keluarga. "Di mana?" Kimmy mendesak. "Ke tempat di mana aku nggak dikenali, Kim. Ke tempat di mana aku cuma Langit, bukan pewaris apa pun." Kimmy menggeser duduknya, merapat ke meja. "Kalau begitu bawa aku ke sana. Aku bisa masak, aku bisa bersih-bersih, aku nggak akan merepotkan. Nanti aku juga akan bekerja, jadi nggak bergantung hidup padamu. Selain Mama, kamu yang kupunya." Langit memandang Kimmy. "Aku juga nggak akan menjadi penghalangmu jika suatu saat nanti Mas Langit menemukan gadis yang tepat yang ingin kamu nikahi. Bil-bilang saja aku adikmu." Suara Kimmy bergetar dan dadanya terasa sesak. Ada sesuatu yang tidak bisa ia ucapkan. Kimmy menarik napas sejenak. "Aku nggak tahan di rumah itu, Mas. Salsa juga terus-terusan menyindirku. Dia bilang aku dan Mama hanya benalu yang mau merebut harta papanya." "Harta ini benda mati yang bisa membuat manusia menjadi iblis, Kim." "Tapi aku dan mamaku bukan iblis, Mas." "Maaf, aku tidak mengataimu begitu. Aku bicara tentang wanita lain." "Iya. Aku ngerti." "Kamu harus menyelesaikan kuliahmu. Aku pergi dan nggak tahu bagaimana nasibku nanti. Bisa jadi aku mungkin akan tidur di pom bensin, atau di emperan toko." Mendengar itu Kimmy tersenyum tipis. Tidak mungkin seorang Langit tak punya uang. Sekalipun dia bilang pergi dari rumah tanpa membawa apapun. Ia lebih baik tidur di aspal bersama Langit daripada tidur di kasur empuk tapi harus mengunci pintu karena takut Arsel masuk. Namun ia sadar, tidak bisa memaksakan diri karena Langit mungkin juga ribet kalau dirinya ikut. Apalagi dia hanya teman bagi pria itu. Teman yang suka merepotkannya. "Bertahanlah, selesaikan dulu kuliahmu. Tinggal setahun lagi, kan?" ujar Langit yang akhirnya membuat Kimmy mengangguk lemah. Ia menyerah. 🖤LS🖤 "Baru pulang berkencan, ya? Jam segini baru nongol. Wangi asap jalanan banget sih, nggak cocok sama parfum ruangan di sini," ejek Salsa. Saat Kimmy masuk lewat pintu samping rumah. Gadis itu duduk bersedekap di sofa kulit impor. Kakinya disilangkan dengan angkuh. Matanya yang dipulas eyeliner tajam memindai penampilan Kimmy dari ujung kepala hingga ujung kaki, seolah sedang memeriksa perempuan jalanan yang salah masuk ke rumah mewah. Kimmy memilih membisu. Ia menunduk sambil merapatkan jaketnya dan terus melangkah melewati ruang tengah secepat mungkin. Namun langkah Salsa lebih gesit. Ia berdiri, menghalangi jalur menuju tangga. "Ditanya itu dijawab, Kim. Mamamu nggak pernah ngajarin sopan santun kalau masuk rumah orang?" desis Salsa. "Belagu banget. Numpang di sini tapi nggak mau jawab saat ditanya tuan rumah. Harusnya kamu sadar posisi, dong. Kamu dan Mamamu itu cuma tamu yang kebetulan dapet 'tiket gratis masuk ke sini' karena Papa merasa kasihan." Kata-kata itu menghujam ulu hati Kimmy, tapi ia hanya mengeratkan pegangan pada tas ranselnya. Tidak ingin memicu keributan yang akan membuat sang mama menasehatinya panjang lebar. Dengan gerakan menghindar, Kimmy memutar tubuh dan menaiki anak tangga satu per satu. "Jangan pikir karena Papa baik, kamu bisa seenaknya di sini!" teriak Salsa dari bawah. "Kamu itu nggak lebih dari benalu, Kimmy!" Kimmy menarik napas panjang untuk melonggarkan dada yang sesak nyaris meledak. Kalau ada orang tua mereka, Salsa tidak akan berkata demikian. Pasti bersikap sok manis. Makanya sang mama tidak percaya dengan cerita Kimmy. Dan sudah dua hari ini, sang mama ikut suaminya ke luar kota. Kimmy benar-benar sendirian di rumah itu. Lantai dua terasa lebih sunyi, tapi suasananya jauh lebih mencekam. Kamar untuk anak-anak ada di lantai dua semua. Kimmy ingin pindah ke bawah, tapi tidak diperbolehkan oleh Pak Fardhan. Papa tirinya. Untuk mencapai kamarnya, Kimmy harus melewati balkon ruang tamu atas. Dan di sana, di bawah temaram lampu gantung, sosok tinggi tegap itu berdiri. Arsel menoleh dan memandangnya sekilas. Namun tatapan itu tajam. "Dari mana kamu?" Next ....สามปีต่อมา "กาลครั้งหนึ่งนานมาแล้ว มีเจ้าหญิงแสนสวยองค์หนึ่ง อาศัยอยู่ในปราสาทที่สวยงาม..." "คูมพ่อเล่าเรื่องเดิมอีกแล้วค่ะ"คำพูดที่เหลือค้างไว้แค่ริมฝีปาก เมื่อคนตัวเล็กที่ขดตัวอยู่ใต้ผ้าห่มลายการ์ตูนน่ารักขัดขึ้น ตาคมเข้มกะพริบถี่ๆ เมื่อถูกลูกทักท้วง นี่เขาเล่าเรื่องนี้ให้ลูกฟังบ่อยจนเจ้าตัวเล็กจำได้เลยเหรอ จะฉลาดเกินไปแล้ว เพิ่งจะสามขวบเอง เกื้อนึกอย่างเอ็นดู ก่อนจะหันไปทางว่าที่คุณแม่ลูกสามที่ยืนท้องโย้อยู่ข้างเตียง เพื่อขอความช่วยเหลือ เมริสาส่ายหน้าเป็นคำตอบ เพราะไม่อยากเข้ามายุ่ง สามีเธอเก่งทุกเรื่องอยู่แล้ว เล่านิทานก่อนนอนให้ลูกฟังแค่นี้สบายมาก เกื้อย่นคิ้วให้ภรรยาเป็นการตัดพ้อ เมื่อเธอไม่ช่วยเขา คืนนี้เขาอาสาพาน้องแก้มเข้านอน และเล่านิทานให้ลูกฟัง แต่ในหัวของเขาก็มีนิทานเรื่องเจ้าหญิงเมริสาแสนสวยอยู่แค่เรื่องเดียวเท่านั้น แต่ดูเอาเถอะแทนที่เจ้าหญิงจะมาช่วยเขาแก้สถานการณ์ กลับเดินหนีไปหน้าตาเฉย ไม่สนใจเขาเลยสักนิด งั้นคืนนี้เขาจะเล่าเรื่องแม่มดเมริสาใจร้ายให้ลูกฟังแทนก็แล้วกัน เพราะคนที่เขาเรียกว่าเจ้าหญิง อยากใจดำกับเขาก่อน "งั้นพ่อเล่าเรื่
"พี่ดีใจที่สุดเลยครับ"เกื้อดีใจจนออกนอกหน้า ในขณะที่เมริสาได้แต่ยิ้มหวานด้วยความงุนงง ท้องสามเดือนกว่าแล้ว ทำไมเธอไม่รู้ตัวเลย ที่เป็นแบบนี้เพราะเธอมีความสุขทุกวัน จึงไม่ได้สังเกตแม้กระทั่งว่าประจำเดือนขาดมาหลายเดือนแล้ว ยิ้มให้กับความสะเพร่าของตัวเอง โชคดีเหลือเกินที่พักนี้เธอไม่ได้ออกกำลังกายหนักแบบที่เคยทำ "เมก็ดีใจค่ะ" "พี่ก่อดีใจไหมครับ พี่ก่อจะมีน้องแล้วนะครับ"บอกกับลูกชายที่นั่งกินขนมบนตักแม่อย่างอารมณ์ดี ก่อเกียรติหันมายิ้มให้คนเป็นพ่อ ก่อนจะก้มหน้าก้มตากินขนมต่อ "เรียกน้องสิครับ พี่ก่อเรียกน้องให้พ่อฟังหน่อยครับ" "น้อนน"เด็กชายก่อเกียรติพูดคำว่าน้อนออกมา เรียกเสียงหัวเราะและความสุขให้กับพ่อและแม่ชุดใหญ่ ก่อเกียรติอายุขวบกว่าๆ เพิ่งจะหัดพูดได้เป็นคำๆ แต่วันนี้ลูกพูดคำว่าน้องได้ แม้จะไม่ชัดก็ตาม "พี่ก่อต้องเป็นพี่ที่ดีของน้องนะคะ รักน้องและเสียสละให้น้อง"เมริสาบอกกับลูกน้อย "น้อน รัก น้อน" "ฮ่าๆๆ"เกื้อหัวเราะออกมาดังลั่น เมื่อลูกพูดออกมาเป็นประโยค "พูดใหญ่เลยค่ะพี่เกื้อ"เมริสาก็ดีใ
"สุขสันต์วันเกิดนะครับคนเก่ง"จมูกโด่งเป็นสันฝังลงที่แก้มเนียนใสของลูก หัวใจของพัลลภเต้นคร่อมจังหวะเมื่อได้สัมผัสกับลูก สองปีแล้วที่เขารู้มาตลอดว่ามีลูก แต่ไม่มีโอกาสได้เข้ามาใกล้ชิด เกษรินทร์ใจแข็งเหลือเกิน ตั้งแต่วันที่หย่าขาดจากกัน เธอไม่ยอมพบเขาอีกเลย เกื้ออุ้มลูกแล้วเดินไปหาเมริสา ที่ยืนมองอยู่เช่นกัน "ผมมาหาลูกครับ"พัลลภบอกเมื่อเกษรินทร์เดินมาหยุดตรงหน้าเขา "ขอบคุณมากนะคะ"เอ่ยขอบคุณเพราะไม่รู้ว่าจะพูดอะไรกับเขา ได้มากไปกว่าคำนี้ "สุขสันต์วันเกิดนะครับ"อวยพรวันเกิดลูกอีกครั้งก่อนจะหอมคนตัวเล็กอีกฟอดใหญ่ เมื่อคิดว่าหมดหน้าที่ของเขาแล้ว จังหวะที่จะส่งลูกให้เกษรินทร์ แก้วตาก็กอดคอเขาเอาไว้ "ทานเค้กไหมคะ เค้กอาหย่อย"เด็กหญิงบอกกับเขา พร้อมกับยิ้มอวดฟันกระต่ายน่ารัก "ไว้โอกาสหน้านะครับ"พัลลภบอก ก่อนจะส่งลูกคืนให้เกษรินทร์ เขาพลาดเองที่รักษาครอบครัวเอาไว้ไม่ได้ จึงทำให้ต้องอยู่อย่างทุกข์ทรมานมาจนทุกวันนี้ "อยู่ทานเค้กด้วยกันก่อนไหมคะ"เกษรินทร์บอกกับอดีตสามี ยังไม่รับลูกคืนจากเขา ตากลมโตหันมามองหน้าพี่ชาย เมื่อเห็นพ
เกษรินทร์มองขนมเค้กก้อนใหญ่ ที่เด็กรับใช้บรรจงจัดใส่จานอย่างมีความสุข วันนี้เป็นวันเกิดครบรอบสองขวบของลูกสาวตัวน้อยของเธอ ตั้งแต่หย่ากับพัลลภในวันนั้นเธอก็ย้ายไปอยู่ต่างประเทศกับครอบครัว และเพิ่งจะกลับมาเมืองไทยได้ไม่นาน ถึงแม้จะไม่มีพ่อ แต่ลูกของเธอก็มีความสุขที่สุด นอกจากเธอจะเป็นทั้งแม่และพ่อให้เขาแล้ว ตายายและลุงกับป้าก็รักเธอสุดหัวใจ เด็กหญิงแก้วตา ได้รับความรักความอบอุ่นจากคนรอบข้าง และโตขึ้นมาเป็นเด็กที่สดใสร่าเริง เหมือนกับเด็กทั่วๆไป หลายครั้งที่พัลลภติดต่อมาเพื่อขอคืนดี แต่เธอก็ไม่ใจอ่อนให้เขา ความเจ็บปวดในครั้งนั้น หล่อหลอมให้เธอเข้มแข็งขึ้น เขาไม่เคยรักเธอและไม่เคยต้องการลูก เหตุผลข้อนี้ทำให้เธอตัดใจจากเขาได้เร็วขึ้น เพราะลูกคือสิ่งที่มีค่าที่สุดในชีวิตเธอ "มาแล้วครับ น้องก่อมาหาพี่แก้วตาแล้วครับ"เสียงของพี่ชายที่ดังมาจากหน้าบ้าน ปลุกหญิงสาวให้ออกจากภวังค์ความคิด คุณแม่ยังสาวยิ้มให้ตัวเอง ก่อนจะเดินออกมาหน้าบ้าน เกื้อและครอบครัวคงมากันแล้ว "สุขสันต์วันเกิดค่ะคนเก่งของป้า"เมริสาส่งของขวัญกล่องใหญ่ให้เด็กหญิง ก่อนจะหอมลงที่แก้มใสฟอดใหญ่ เมื่อสาวน้อยยิ
"ค้างที่โรงแรมไหมครับ"ถามเมื่อรู้สึกสงสารที่ทำให้เธอหมดแรง จนแทบจะเดินไม่ไหว "ไม่ค่ะเมเป็นห่วงลูก"แม้จะรู้ว่าไม่มีอะไรน่าเป็นห่วง ป่านนี้พ่อกับแม่คงพาลูกเข้านอนแล้ว แต่ก็อดคิดถึงไม่ได้ วันนี้เธอเกเรเพราะถูกพ่อของลูกหลอกลวงออกมานอกบ้าน "ไม่ต้องห่วงหรอกครับ ป่านนี้คงหลับปุ๋ยไป
เกื้อมองคนที่ยกสะโพกขึ้นจากพื้นอย่างนึกเอ็นดู เธอคงเสียวมากที่ถูกจู่โจมอย่างหนัก มือเล็กที่สอดเข้ามาในเส้นผมของเขาจิกเกร็ง ก่อนจะกดศีรษะของเขาเอาไว้ เมื่อซ่านเสียวจนสุดจะทน "อ๊ายยย! พี่เกื้อเมจะเสร็จแล้วค่ะ"ร้องบอกอย่างลืมอาย เมื่อลิ้นร้ายตวัดรัวเร็ว ก่อนจะห่อเกร็งแล้วสอดแทรกเข้าไปในช่อ
"พี่เกื้อคะ พี่เกื้อได้มันมาจากไหนคะ"ถามด้วยน้ำเสียงร้อนรน เพราะตื่นเต้นที่ได้เห็นมันอีก หัวใจดวงน้อยเต้นคร่อมจังหวะ เธอจำเครื่องประดับชุดนี้ได้ขึ้นใจ เกื้อมีของพวกนี้ได้อย่างไร เมื่อวันแต่งงานเขาก็มอบสร้อยเพชรให้เธอมาแล้วหนึ่งเส้น อย่าบอกนะว่าเขา... "ทำไมทำหน้าแบบนั้นครับ ไม
งานแต่งงานถูกจัดขึ้นอย่างเรียบง่าย เมื่อภายในงานมีแค่ญาติผู้ใหญ่ และเพื่อนสนิทแค่ไม่กี่คนเท่านั้น ว่าที่คุณแม่ในชุดเจ้าสาวสีขาวสะอาด กำลังยืนมองตัวเองผ่านกระจกบานสูง ที่สะท้อนเงาตัวเองออกมา วันนี้คือวันที่เมริสามั่นใจว่าเธอสวยที่สุด เพราะในที่สุดก็ได้ใส่ชุดเจ้าสาว และที่สำคัญเจ้าบ่าวของเธอก็หล่อที











![ผัวสามร่านรัก (4P) + [PWP] + [NC30+]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)
reviews