Beranda / Mafia / PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA / BAB 17 PERDEBATAN YANG PANAS

Share

BAB 17 PERDEBATAN YANG PANAS

Penulis: sugi ria
last update Tanggal publikasi: 2026-01-11 20:11:03

Langkah Zen terhenti demi mendengar pertanyaan Valin. Kakak Vante masih berdiri dengan tubuh tegang dan napas memburu.

Perdebatannya dengan Zen barusan. Seluruh pendapat Zen yang baru saja dia dengar, cukup untuk menunjukkan kalau Zen bukanlah orang yang murah hati. Apalagi punya belas kasih.

Kejam adalah sifat yang sejak awal Valin temukan dalam diri Zen. Selain itu dominan, tidak sudi dibantah adalah karakter yang harus Valin hadapi.

Sebagian besar argumen Zen memang benar. Valin tidak menya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 295 KURANG AJAR

    "Sangat serius."Jawaban yakin dari Kian membuat semua orang menahan napas."Ian, jangan main-main kamu. Jangan rusak dirimu. Sorry, Dy. Tapi kami tidak akan izinkan kalian bersama. Kalian masih bisa disembuhkan."Mark berkata dengan wajah tegang. Sarat kecemasan. Pun dengan Shane."Tolong pertimbangkan lagi. Kamu masih bisa kembali normal," tambah Shane."Jadi kalian pikir aku ini belok. Suka sama laki-laki?" Kian mengambil kesimpulan dari perkataan sang teman barusan. "Kalau tidak tersesat lalu apa namanya. Dia itu laki-laki. Dan kami baru saja melihatmu menciumnya."Jody langsung mengeplak lengan Kian. "Apa kubilang. Aku sudah bilang tidak mau. Tapi kamu maksa. Ketahuan kan?""Jadi benar dia memaksamu. Jody katakan saja, kami akan membelamu," tutur Valin. Dia berharap Jody melakukan ini karena tekanan dari Kian. Bukan karena keinginan Jody sendiri."Saya memang tidak mau jadi pelarian, Dokter. Tapi dia selalu memaksa.""Kamu keterlaluan, Kian," maki Valin tanpa pikir panjang."Tun

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 294 PETUNJUK

    "Ini aneh sekali. Berapa lama kita mencarinya. Tapi belum ada hasilnya."Kata Bryan melalui sambungan video call. Di depannya ada Vante, Azlan dan Vano."Menurutku ada yang terjadi padanya. Jika dia hidup, dia sudah menemukan jalan pulang. Setidaknya dia akan mengirim kode pada kita," sahut Azlan.Yang lain mengangguk setuju."Dugaanku, dia hilang ingatan," Vante melemparkan dugaan lebih mengerikan dari kematian.Jika Zen hilang ingatan semua akan buntu. Pria itu bakal menghilang seperti debu ditiup angin. Tidak ada jejak. "Tapi ularnya hemotoksin, bisanya akan langsung menghabisi korbannya," sanggah Bryan."Neurotoksin juga langsung membunuh korbannya. Efeknya akan berbeda untuk tiap individu. Bisa saja karena tahan tubuh Zen luar biasa. Siapa tahu dia hanya kehilangan ingatan, tidak sampai mati," terang Azlan.Keempatnya terdiam untuk sesaat. "Tapi kita tak boleh putus asa," ujar Vante setelah keheningan yang menyiksa."Tentu saja. Kita akan temukan dia bagaimanapun caranya," sahu

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 293 AKU TAHU PILIHANKU

    "Ada yang mau dijelaskan?"Tanya Valin seraya menyandarkan diri di kursi milik Zen. Di sampingnya ada Lexi yang masih ada di sana.Sedang di depan mereka ada Kian dan Jody. Kian terlihat tenang. Sementara Jody terlihat panik tidak karuan."Soal apa?" Kian bertanya balik penuh tantangan. Seolah dia tahu apa yang ada benak Valin."Kalian pacaran?""Kamu cemburu?"Valin melempar berkas ke arah Kian. Jody tersedak dan Lexi menggulung senyum sambil memalingkan muka. Sepertinya dia bisa menangkap kalau Kian dan Valin sesuatu yang belum selesai di antara mereka."Kalau aku cemburu, aku sudah mengikatmu.""Tuhan, kapan itu terjadi," balas Kian konyol sambil meletakkan kembali berkas yang nyaris menggores paras tampannya."Dalam mimpimu! Kian aku serius!""Siapa juga yang bercanda," sambar Kian manis.Jody memejamkan mata mendengar perdebatan Kian dan Valin. Tidak ada batas antara atasan dan bawahan. Dua orang itu adu argumen layaknya seorang teman atau ... mereka yang punya rasa tapi tak pern

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 292 PENYESALAN

    Devan! Lelaki itu mendadak muncul di depan Valin. Sudah berapa lama Valin tidak melihat atau bertemu sang mantan. Dia berjumpa Devan saat insiden Tessa ingin melukainya. Dan berakhir dengan Alvin jadi korban.Kini Devan tampak lebih dewasa dibanding dulu. Sosok yang telah lama Valin singkirkan dari hidupnya. Sejak pengkhianatan juga kejadian Vante, Valin benar-benar putus hubungan dengan Devan."Silakan, ini tempat umum."Devan jadi kikuk mendengar balasan Valin. Literally, tempat ini bisa disebut punya Valin sebab perempuan di depannya salah satu pemilik Excellent Hospital.Status yang sempat membuat Devan syok dan jadi bahan tertawaan satu rumah sakit. Pasalnya mereka tahu kisah cinta Valin dan Devan. Mereka menyebut Devan bodoh. Membuang berlian demi batu kali tanpa nilai. "Bagaimana kabarmu?" Devan bertanya tanpa menutupi binar kekagumannya pada Valin.Devan akui Valin sejak dulu cantik. Dan sekarang makin tak tertandingi pesonanya. Dengan status nyonya Archlight sekaligus salah

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 291 RAJA MODUS

    "Kian mana?"Vante melirik sang kakak ketika nama Kian terucap dari bibirnya."Kamu curiga padaku?""Tidak juga. Akan aneh jika setelah sekian lama Kakak baru melirik dia," sindir Vante.Valin manyun mendengar balasan sang adik. Padahal dia hanya ingin bertanya soal mereka yang kemarin membuat masalah, sudah beres atau belum.Keduanya baru saja keluar dari ruangan Andreas. Pria itu telah sadar dari koma yang dia derita sejak kecelakaan dengan Beck hari itu.Satu kabar gembira di tengah kedukaan yang masih menimpa. Zen masih belum ditemukan hingga hari ini. Walau begitu mereka tetap optimis. Zen baik-baik saja di luar sana.Harapan yang hingga detik ini membuat Valin mampu bertahan. Dalam kondisi hamil yang seringkali menyeretnya dalam kepayahan.Bayinya justru berulah di usia kandungan yang lumayan. Tidak seperti kebanyakan perempuan hamil lainnya."Aku tidak akan berpaling. Kalau iya, aku sudah melakukannya dari dulu."Vante angkat tangan. Tak ingin membuat tensi kakaknya naik. Merek

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 290 PENGACAU PALING MANIS SEDUNIA

    Langit sudah berubah gelap saat Carry membuka mata. Ketika dia melihat sekitarnya, dia rupanya berada di sebuah kamar. Bukan di ruang kerja Bryan."Ini di mana?" Gumamnya seraya menggeliat. Dia meringis. Tubuhnya terasa remuk redam. Pinggangnya seperti mau patah. Dan area pribadinya perih tak terkira.Bryan, lelaki itu benar-benar .... Ingin memaki tapi faktanya Carry sangat menikmati percintaan mereka tadi. Ingin memuji nyatanya tubuhnya seperti dicabik-cabik."Impoten apanya. Bohong! Ular kadutnya saja setinggi orangnya. Siapa yang menciptakan gosip tanpa bukti itu. Memangnya mereka sudah pernah berurusan dengan benda purba milik Bryan. Senggol sedikit langsung respon."Astaga! Carry pilih kembali rebahan. Rasanya malas untuk bangun. Perempuan itu naikkan kembali selimut guna menutupi kemeja yang ia kenakan."Pasti punya orang gila itu," gerutu Carry.Ingatannya kembali ke beberapa waktu lalu. Bryan benar-benar seksi. Tubuhnya penuh pilihan otot kekar. Jika pemiliknya menegang, ben

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 27 ALBERT QUINCY

    "Vante, dengarkan Kakak dulu."Valin meraih tangan Vante, membawanya duduk di ranjang yang sama empuknya dengan miliknya di kamar sebelah. Hanya saja, kamar Vante terlihat lebih maskulin di banding kamarnya.Sepertinya tempat ini sengaja disiapkan sebelumnya. Apalagi ada seperangkat laptop di meja

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 34 UNTUKMU

    "Ada apa?"Mark bertanya pada Kian yang mendadak blank."Kalian pikir apa Zen serius dengan Valin?" Kian balik bertanya."Memangnya kenapa?" Shane menimpali."Dia minta dicarikan cincin pernikahan."Uhuk! Suara tersedak berjamaah terdengar."Serius?" Nick, si playboy bertanya.Kian lantas menoleh k

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 33 PERINTAH TIDAK MASUK AKAL

    "Jelaskan!" Vante duduk dengan tangan terlipat di dada. Dia cukup syok mendapati scene almot kiss antara kakaknya dan Zen. Lelaki yang konon katanya seorang pembunuh bayaran, sekaligus penolongnya."Ini hanya kesalahpahaman, Vante. Tidak ada yang terjadi," kata Valin kelabakan. Dia mendelik pada Z

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 36 PART PANAS

    Zen mendudukkan diri di hadapan seorang pria berparas tampan. Sama sepertinya, hanya saja pria itu bernetra abu. Sorot matanya tajam, tapi belum mampu menandingi Zen.Binar mata Zen sudah mampu membuat lawannya berpikir dua kali untuk melawan. Begitu Zen duduk, atmosfer di ruangan itu berubah. Ada

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status