Short
Penyesalan di Ujung Perpisahan

Penyesalan di Ujung Perpisahan

By:  NianaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
48views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada tahun ketiga aku memalsukan kematianku, aku didatangi oleh ibu dan anak dari Keluarga Surya. Demi mengusir mereka, aku mengancam akan bunuh diri sambil membawa pisau. Sampai putri kami yang berusia tujuh tahun memegang selang oksigen ayahku. Gina berdiri di samping, mengancam dengan suara bergetar. "Ezra, kamu mau ayahmu mati atau menikahiku kembali, keputusan ada di tanganmu!" Aku terlalu emosi hingga sekujur tubuhku gemetar, tetapi terpaksa aku meletakkan pisau dan menikahinya kembali. Begitu kembali ke rumah yang tidak asing itu, aku berubah menjadi sosok ayah dan suami yang paling sempurna di Keluarga Surya. Adik angkatku sedang murung dan butuh ditemani Gina. Aku segera menyingkir ke hotel, bahkan aku tidak menghubungi Gina meskipun aku menderita maag parah hingga harus menjalani operasi. Putriku sedang susah makan, dia ingin makan masakan pamannya. Aku langsung menjemput Juan tanpa ragu untuk tinggal bersama kami. Bahkan pada hari ulang tahunku, Juan tiba-tiba berkata sambil menangis. "Aku iri padamu, Kak. Kamu punya istri dan putri sebaik mereka, nggak kayak aku, aku nggak pernah mendapat hadiah ulang tahun sebagus ini." Aku melepas gelang manik di pergelangan tanganku kemudian memasangkannya ke tangannya tanpa ragu. Manik-manik merah itu terlihat menyala di pergelangan tangan Juan, sangat memukau. Gina sangat marah. Dia meraih tanganku sambil berkata dengan penuh emosi. "Ezra, gelang ini adalah hadiah tanda cinta yang dulu kuberikan kepadamu!"

View More

Chapter 1

Bab 1

Suasana seketika menjadi tegang.

Juan buru-buru memegang gelang manik-manik itu, berpura-pura ingin melepasnya.

"Maafkan aku, Kak Gina. Aku nggak tahu bahwa gelang ini adalah hadiah tanda cinta kalian. Aku akan mengembalikannya kepada Kakak."

Mira yang berada di samping tampak kesal, lalu berteriak menyalahkanku.

"Ayah jelas-jelas tahu gelang itu sangat berharga, tapi masih saja memberikannya kepada Paman, Ayah sengaja mempermalukan Paman. Ayah jahat!

Gina terus menatapku, wajahnya tampak letih.

"Ezra, sebenarnya sampai kapan kamu terus cari ribut?"

"Aku menjemputmu pulang karena ingin menjalani hidup bahagia bersamamu."

Dalam hatiku, aku merasa ini konyol.

Ketika dulu Juan menginginkan sesuatu, kalau aku tidak segera mengabulkannya, aku langsung disiksa.

Sekarang aku sudah memberikannya, kenapa Gina masih tidak puas?

Aku berbalik dan mengambil jam tangan edisi terbatas pemberian Gina, lalu kuberikan kepada Juan.

"Gelang manik masih belum cukup? Kalau begitu, jam tangan ini juga buat kamu."

Gina tiba-tiba menjadi marah, dia mengangkat tangan, lalu menyapu kue ulang tahun yang ada di atas meja.

Krim kue terciprat ke pakaianku, sementara piringnya jatuh dan pecah berserakan di lantai.

"Ezra, kamu sengaja menyindir dengan kata-kata yang menyakitkan seperti ini?"

"Nggak, kok."

Gina memejamkan mata, berusaha meredakan emosinya.

"Aku tahu kamu masih marah karena dulu aku menyuruh Juan masuk ke mobil ambulans duluan."

"Tapi saat itu dia sedang mengalami pendarahan hebat, nyawanya hampir tidak tertolong."

"Selama ini, aku terus mencarikan pendonor jantung yang cocok untukmu, aku hanya nggak ingin tragedi dulu terulang kembali."

"Ezra, bisakah kita jangan bertengkar dan hidup bersama dengan rukun?"

Aku mengangguk dengan acuh tak acuh.

Mira tiba-tiba berdiri, lalu berkata dengan marah.

"Ibu sudah minta maaf, kenapa Ayah masih bersikap dingin?"

"Nggak heran nggak ada yang suka sama Ayah, kecuali Kakek."

Kata-katanya bagaikan pisau yang menusuk hatiku.

Aku berkata sambil tersenyum sinis.

"Kebetulan sekali, kecuali kakekmu, aku nggak suka sama kalian."

Tubuh Gina menegang, sorot matanya berubah dingin.

"Bagus, bagus sekali … Karena kamu nggak peduli pada apa pun dan nggak menyukai siapa pun …."

"Mulai hari ini, aku dan Juan tidur di kamar utama, sedangkan kamu pindah ke kamar pembantu di lantai bawah."

Aku tidak menolak sedikit pun. Dengan tenang, aku berbalik dan baik ke lantai atas.

Di belakangku, Mira bertepuk tangan dengan gembira.

"Hore! Akhirnya, aku bisa tidur bersama Ibu dan Paman setiap hari!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status