Share

Bab 189

Author: Elenor
Setelah memandikan Elsa dan mengeringkan rambutnya, Clara juga bersiap untuk mandi.

Barang-barangnya tidak ada di kamar Elsa, jadi dia keluar dan pergi ke kamar utama.

Kamar tidur utama gelap gulita, Edward tidak ada di sana.

Begitu dia menyalakan lampu, dia tertegun dan hampir curiga dia sudah memasuki ruangan yang salah.

Dia telah tinggal di kamar itu selama tujuh tahun dan sangat familiar dengan segala isinya.

Tetapi sekarang, apa pun yang terlihat di matanya terasa sangat asing baginya.

Semu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (26)
goodnovel comment avatar
Eka Yuni Astuti
sakit manja sama emak kandung nya, selesai sakit boro boro inget emak nya, pasti udah melipir ke si lakor
goodnovel comment avatar
Uci Widuri Putry
aku gak peduli kebusukan Vanessa mau di sama Edward bahagia gpp tapi sumpah gak rela bgt sama sifat jahat Elsa kok tega gak suka sama emak kandung sendiri dan mendukung kejahatan bapak sama pelakor
goodnovel comment avatar
Siti Nursamsiyah
hampir sama kya cerita sebelah nunggu mau cerai lama bgt ga cerai²
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 736

    “Oh, jadi begitu rupanya.” Nada suara Rendi terdengar acuh tak acuh. “Terus, bagaimana dengan Pak Dylan? Apa dia nggak peduli?”“Dia nggak peduli sama sekali! Kudengar Pak Dylan sangat memanjakan pacarnya, apa pun yang dikatakan pacarnya selalu dia ikuti. Jadi, walaupun bos kami sudah mencoba rendah hati dan berusaha untuk berkomunikasi dengannya beberapa kali, tetap saja sia-sia.”“Oh ya?”Nada suara Rendi memang terdengar ambigu, tetapi sedikit senyum sarkas terselip di sudut bibirnya. Dia sama sekali tidak terkejut dengan hal itu. Lagipula, dia pernah bekerja di Morti Group dan sesekali masih saling menghubungi dengan rekan kerjanya dulu, jadi dia tahu Clara memang sudah lama memegang kendali di Morti Group....Di sisi lain.Riko menghampiri Clara dan Dylan, lalu memperkenalkan dirinya sendiri, “Halo Pak Dylan, Bu Clara, saya Riko Subagja, Presdir Subagja Group saat ini. Senang bisa bertemu dengan kalian.”Senyum Dylan sedikit memudar, tetapi dia tetap berjabatan tangan dengan Riko

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 735

    Begitu melihat mereka, wajah Rendi langsung menjadi dingin. Namun, sedetik kemudian dia memalingkan wajahnya seolah-olah tidak melihat mereka, lalu kembali mengobrol dengan Vanessa dan yang lainnya.Di saat yang bersamaan, Anggi dan kakaknya juga tiba bersama orang-orang dari perusahaan mereka.Merekalah yang pertama kali melihat Vanessa, Edward, dan rombongannya.Riko dan Edward sebenarnya sudah saling mengenal sejak lama, hanya saja mereka jarang berinteraksi dalam keseharian, dan sudah bertahun-tahun tidak bertemu.Sambil tersenyum, dia menyapa Edward, “Halo, Pak Edward, sudah lama nggak bertemu.”Edward membalasnya, “Ternyata Pak Riko, iya benar, sudah lama kita nggak bertemu.”Setelah menyapa Edward, tatapan Riko beralih ke Vanessa. Kilatan kekaguman seketika melintas di sorot matanya.Itu adalah pertama kalinya dia melihat Vanessa secara langsung.Riko pun menyapanya dengan sopan, “Ini pasti Bu Vanessa, ya? Halo.”Vanessa menjabat tangannya. “Halo.”Pada saat itu, seseorang berja

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 734

    Semua orang mulai berspekulasi bahwa partisipasi Prof Nian dalam acara penghargaan itu karena adanya Clara.Kalau tidak, mengapa Prof Nian yang hampir tidak pernah berpartisipasi dalam acara seperti itu sebelumnya, tiba-tiba saja bersedia hadir kali ini?[Sepertinya Prof Nian sangat menghargai Clara.][Tentu saja! Kudengar Prof Nian bahkan membimbingnya secara langsung.][Dengan memiliki pacar jenius seperti Dylan dan Prof Nian sebagai mentornya, astaga, betapa beruntungnya Clara. Dengan kombinasi yang luar biasa itu, nggak heran kalau Clara akan menerbitkan lebih banyak makalah ilmiah ke depannya.][Iya, aku sangat iri. Tapi ngomong-ngomong, aku selalu merasa aneh kenapa selalu Clara yang menerbitkan makalah? Kenapa Dylan nggak pernah kedengaran menerbitkan makalah juga? Padahal, Dylan yang muridnya Prof Nian.][Iya, benar, aku juga berpikir begitu. Sepertinya agak kurang masuk akal! Nggak mungkin kan karena Dylan sudah mencapai kesuksesan, jadi nggak perlu lagi menerbitkan makalah il

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 733

    Gading hanya sedang iseng karena merasa bosan, dia tidak menyangka Edward akan menjawab pertanyaannya itu.Namun, Edward ternyata menjawab: [Menurutmu apa?]Gading: [… Aku mana tahu.]Gading: [Justru karena aku nggak tahu, makanya aku tanya.]Dani sebenarnya juga sedikit penasaran tentang hal itu.Meskipun mereka sesekali menyebut-nyebut nama Clara secara pribadi, namun mereka jarang bertanya kepada Edward tentang perasaannya saat ini terhadap wanita itu.Beberapa tahun yang lalu, mereka semua tahu Edward tidak pernah menyukai Clara, tetapi selama dua tahun terakhir ini, setelah dipikirkan lagi, sikap Edward terhadap Clara sebenarnya telah berubah.Vanessa juga penasaran.Dani dan yang lainnya mungkin tidak tahu, tetapi dia tahu persis bahwa Edward akhir-akhir ini mulai sangat memperhatikan Clara. Meskipun perhatian Edward pada Clara berhenti setelah dia menyelamatkan pria itu terakhir kali, namun dia juga dapat merasakan bahwa Edward masih peduli padanya seperti dulu.Namun, mereka ja

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 732

    Melihat telepon yang telah ditutup sepihak, Riko berbalik dan kembali menelepon Dylan. "Pak Dylan, Bu Clara nggak menerima permintaan maaf saya dan mengatakan kalau Morti Group nggak akan bekerja sama dengan kami …."Dylan menjawab, "Saya menghormati keputusannya."Kata-kata Riko langsung terhenti saat mendengar itu.Setelah tadi berkomunikasi dengan Clara, dia samar-samar bisa merasakan bahwa pernyataan Clara tentang tidak akan bekerja sama dengan mereka bukanlah sekadar luapan kemarahan, dan juga bukan tindakan sengaja untuk mengulur waktu.Sekarang, respon Dylan pun ternyata sama tegasnya.Pada titik itu, Riko baru menyadari Clara dan Dylan sejak awal memang tidak pernah berniat untuk bekerja sama dengan mereka.Riko tertegun beberapa detik sebelum akhirnya berbicara, "Pak Dylan dan Bu Clara sungguh memiliki hubungan yang sangat baik."Sebelum menghubungi Dylan, dia benar-benar percaya masih ada ruang untuk negosiasi.Dia tidak menyangka Dylan akan benar-benar meninggalkan proyek se

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 731

    Ketika orang tua Dylan mengucapkan kata-kata itu, mereka tampaknya tidak hanya sekadar basa-basi, mereka sepertinya benar-benar menyukai Clara.Anggi tidak menyangka mereka ternyata sangat menyukai Clara.Dia pun mengerutkan kening.Anggi tidak mengerti mengapa mereka bisa begitu menyukai Clara.Gimanapun, meskipun Clara telah menerbitkan beberapa jurnal dan cukup berprestasi, tetapi masih banyak perempuan yang lebih hebat darinya. Clara tampaknya bukan pilihan terbaik untuk menjadi menantu buat mereka.Tak lama setelah Anggi pergi, Dylan menerima telepon dari kakaknya Anggi yang bernama Riko Subagja."Saya sudah mendengar tentang apa yang terjadi antara adik saya dan Bu Clara. Itu memang kesalahan Anggi. Sebagai permintaan maaf, saya ingin mengundang kalian berdua makan malam agar Anggi dapat meminta maaf dengan pantas kepada Bu Clara. Pak Dylan, kapan kalian berdua punya waktu?"Bukan hanya Anggi, tetapi Riko juga merasa Dylan dan Clara sebenarnya tidak ingin kehilangan proyek mereka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status