Home / Pendekar / Para Pendekar dari Sungai Kembar / Pedang yang Kembali Terhunus

Share

Pedang yang Kembali Terhunus

Author: Ocyobot
last update publish date: 2026-09-13 15:07:04

Sejak Zhushu mengeluarkan darah hitam dari tubuh Guru Xieru, keadaan Moxian berubah setiap kali melihat gurunya.

Hari itu, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Guru Xieru bisa bernapas dengan jauh lebih ringan.

Warna pucat di wajahnya mulai menghilang.

Matanya pun terlihat lebih jernih.

Moxian duduk di sampingnya dan menggenggam tangannya.

“Guru...”

Senyumnya merekah.

Air matanya kembali mengalir, tetapi kali ini bukan karena kesedihan.

Karena bahagia.

“Guru benar-benar membaik.”

Guru
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Mata-Mata di Atas Atap

    Malam semakin larut ketika penginapan mulai sepi.Di salah satu kamar, Wu Keming, Li Huatang, dan Yangxiang masih berbicara."Kita harus berhati-hati besok," kata Li Huatang. "Kalau Qiu Hui memang pernah tinggal di kota ini, pasti ada orang yang mengenalnya."Yangxiang mengangguk."Aku akan mencoba mengingat siapa saja yang pernah dekat dengannya."Wu Keming duduk bersandar."Jangan terlalu memaksakan diri.""Aku ingin tahu kebenarannya.""Aku tahu."Yangxiang tersenyum tipis.Di luar jendela, malam tampak tenang.Namun sebenarnya, sejak mereka memasuki kota, seseorang sudah mengikuti mereka.Seorang lelaki berpakaian hitam berjongkok di atas atap penginapan.Matanya mengarah ke jendela kamar.Ia mendengarkan setiap kata."Qiu Hui...""Perguruan...""Racun Tulang Hitam..."Lelaki itu semakin mendekat.Ia begitu fokus sampai tidak menyadari bahwa di sampingnya...sudah ada seseorang.Borise.Lelaki besar itu sedang jongkok dengan tenang.Di tangannya terdapat sebuah bakpao.Ia melihat

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Lelaki yang Tidak Pernah Memaksa

    Malam itu mereka berhenti di sebuah penginapan kecil di pinggir kota.Setelah makan malam, Yangxiang akhirnya menceritakan semuanya.Tentang lelaki bernama Qiu Hui.Pertemuan pertama mereka terjadi setelah Yangxiang kembali bertengkar dengan beberapa anggota Mohua mengenai keinginannya membuka perguruan terhadap dunia luar."Dia bertanya kenapa aku terlihat murung."Yangxiang menatap nyala lampu minyak."Aku tidak menjawab."Wu Keming bertanya, "Dia memaksa?""Tidak.""Memberimu nasihat?""Kadang.""Memintamu melakukan sesuatu?"Yangxiang menggeleng."Tidak pernah."Li Huatang menatapnya."Jadi apa yang sebenarnya dia lakukan?"Yangxiang tersenyum kecil."Dia mendengarkan."Ruangan menjadi sunyi."Dia bilang terkadang seseorang tidak membutuhkan nasihat. Mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan."Yangxiang menunduk."Setelah itu kami beberapa kali bertemu.""Apa yang dia katakan?" tanya Li Huatang."Dia berkata Mohua terlalu lama hidup dalam ketakutan. Bahwa dunia luar

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Perjalanan yang Tidak Pernah Tenang

    Perjalanan meninggalkan Gunung Mohua ternyata tidak berjalan setenang yang dibayangkan.Baru beberapa jam berjalan, Wu Keming sudah berhenti."Sebentar."Yangxiang menoleh."Ada apa?"Wu Keming menunjuk sebuah persimpangan."Kita pernah lewat sini."Li Huatang menatapnya."Kita belum pernah lewat sini."Wu Keming mengerutkan kening."Yakin?""Sangat."Borise melihat papan penunjuk arah di pinggir jalan."Kota di kiri."Wu Keming menunjuk kanan."Kita ke kanan."Li Huatang menghela napas."Kenapa?""Karena jalan kiri terlihat lebih panjang."Zhushu tertawa."Jadi?"Wu Keming menjawab serius,"Jalan yang panjang biasanya menuju tempat yang jauh."Li Huatang menatapnya lama."Logikamu semakin hari semakin berbahaya."Mereka akhirnya mengikuti Wu Keming.Dua jam kemudian mereka menemukan sebuah desa.Yangxiang melihat papan namanya."Kita kembali ke desa yang tadi."Wu Keming berhenti."Oh."Li Huatang menutup wajah."Hebat."Borise mengangguk pelan."Kita berputar."Wu Keming melihat ke

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Jalan yang Harus Ditempuh

    Pagi datang terlalu cepat.Kabut masih menutupi lereng Gunung Mohua ketika Yangxiang berdiri di depan gerbang perguruan dengan sebuah buntalan kecil di tangannya.Tidak banyak yang ia bawa.Beberapa pakaian.Sedikit obat.Dan sebuah benda kecil yang diberikan Guru Xieru sebelum ia pergi.Moxian berdiri di hadapannya.Tidak ada pedang di tangan.Tidak ada wajah seorang pemimpin.Hanya seorang perempuan yang sedang melepas saudara yang dicintainya."Sudah siap?" tanya Moxian.Yangxiang mengangguk."Sudah."Keduanya saling memandang.Untuk beberapa saat, tidak ada yang berbicara.Kemudian Moxian memeluknya.Erat.Sangat erat."Jaga dirimu."Yangxiang menahan air mata."Kau juga.""Jangan keras kepala."Yangxiang tertawa kecil di antara tangisnya."Itu seharusnya nasihat untukmu."Moxian ikut tersenyum."Benar juga."Mereka melepaskan pelukan.Chenli berdiri beberapa langkah di belakang, berusaha terlihat tenang.Gagal."Aku masih tidak suka keputusan ini," katanya.Yangxiang menatapnya.

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Malam Sebelum Berpisah

    Pagi di Gunung Mohua berjalan seperti biasanya.Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan ketika Yangxiang membantu Zhushu memilah tanaman obat yang baru dikumpulkan dari lereng gunung."Yang ini jangan dicampur dengan yang itu," kata Zhushu sambil menunjuk dua jenis daun.Yangxiang mengangguk."Baik, Nenek Tabib.""Jangan panggil aku begitu.""Kenapa?""Karena aku masih muda."Yangxiang tertawa kecil.Namun beberapa saat kemudian senyumnya menghilang.Ia tiba-tiba menutup mulut."Ugh..."Tubuhnya membungkuk.Zhushu segera menangkap bahunya."Yangxiang?""Aku tidak apa-apa."Yangxiang mencoba berdiri.Namun pandangannya berkunang-kunang.Zhushu langsung memegang pergelangan tangannya."Diam sebentar.""Aku hanya kurang tidur."Zhushu tidak menjawab.Jarinya tetap menempel di nadi Yangxiang.Beberapa detik.Lalu beberapa detik lagi.Wajah Zhushu perlahan berubah.Senyum kecil yang biasanya selalu ada di wajahnya menghilang.Yangxiang memperhatikannya."Ada apa?"Zhushu masih di

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Nama di Balik Bangau Hijau

    Pagi itu, aula Mohua kembali dipenuhi tiga orang yang selama beberapa hari terakhir hampir selalu berada di tengah perdebatan.Moxian berdiri di depan.Yangxiang di sebelah kiri.Chenli di sebelah kanan.Tidak ada yang berbicara.Sampai akhirnya Moxian membuka suara."Mulai hari ini, aku akan membuat beberapa keputusan."Chenli mengangkat wajah."Keputusan apa?""Pertama, tidak ada lagi kelompok yang berjalan sendiri."Moxian memandang keduanya."Setiap urusan penting Mohua harus diketahui ketiga pihak."Yangxiang mengangguk pelan.Chenli masih diam."Kedua," lanjut Moxian, "perubahan yang diinginkan Yangxiang boleh dibicarakan. Tetapi tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan bersama."Yangxiang tidak membantah."Dan ketiga..."Moxian menatap Chenli."Keinginanmu untuk memiliki pengaruh juga bukan sesuatu yang salah."Chenli terkejut."Tapi mulai sekarang, kau tidak boleh mencari pengaruh dengan membangun kelompok yang berdiri berlawanan dengan ketua."Chenli mengepalkan tangan."Jadi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status