Share

Bab 57

Author: Arandiah
last update publish date: 2026-07-15 23:19:58

Badru tidak menanggapi lagi dengan kata-kata. Cengkeraman tangan kasarnya di pinggang sintal Laras semakin erat, meremas daging empuk di sana hingga Laras melenguh pendek.

Plak!

Badru menyentak tubuh Laras hingga punggung wanita itu membentur dinding papan rumah dengan cukup keras. Laras sama sekali tidak mengeluh sakit. Matanya justru semakin sayu, merem melek menahan gairah yang sudah membakar rahimnya.

Whuushh!

Hawa pekat madu jantan dari tubuh Badru mengurung Laras sepenuhnya di sudut reman
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 60

    Srek!Pintu kamar bayi di seberang sana tertutup pelan. Suasana di balik lemari kayu langsung berubah makin panas dan pengap.Whuushh!Aroma madu jantan yang pekat dari kulit Badru mengunci tubuh matang Laras. Badru menyeringai pongah. Tangan kekarnya mencengkeram erat pinggul sintal Laras, menahan posisi mereka yang sudah menyatu rapat."Dengar sendiri kan, Teh? Suamimu mengira kamu cuma berfantasi," bisik Badru dengan suara berat yang dominan tepat di tengkuk Laras. "Sekarang, rasakan fantasi yang sebenarnya."Sret!Badru menarik pinggul Laras mundur, lalu menyentaknya kembali ke depan dengan tekanan bertenaga."Ahhh! Badruhh... dalam pisan, Dru..." Laras melenguh dengan suara tertahan.Sepasang mata indahnya merem melek. Wajah cantiknya mendongak pasrah dengan napas memburu kencang. Daster satin merah marun yang tersingkap memperlihatkan bokong besar Laras yang padat dan putih bersih bergoyang sensual menerima gempuran. Dada besarnya yang ranum dan basah oleh rembesan air susu ber

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 59

    Laras menggelengkan kepalanya dengan cepat. Mata indahnya yang sayu tampak berkaca-kaca menahan gairah yang sudah membakar hingga ke ubun-ubun. Bibir bawahnya digigit kuat-kuat, mencoba menahan desahan yang nyaris meledak keluar dari tenggorokannya. Di balik kegelapan lorong, kegagahan Badru yang mengurungnya dari belakang benar-benar membuat wanita matang itu tidak berdaya.Badru menyeringai pongah. Ego lelakinya melesat tinggi melihat istri saudagar kaya ini sudah pasrah total di bawah kuasanya. Badru memajukan wajahnya, menempelkan bibirnya yang panas di daun telinga Laras yang sudah memerah hebat."Kalau tidak mau jujur, tidak apa-apa, Teh," bisik Badru dengan nada rendah yang sarat intimidasi dan dominasi. "Tapi kalau mau lubangmu yang sudah becek kuyup ini diisi dan dibelah sama punya saya sampai kamu ampun-ampunan, maka kamu harus patuh sama semua perintah saya. Mengerti?"Whuushh!Hawa panas dari tubuh kekar Badru semakin pekat, beradu dengan aroma madu jantan yang menusuk in

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 58

    Deg!Jantung Laras serasa mau copot. Wajahnya yang semula merah padam karena gairah langsung berubah pucat pasi. Langkah kaki itu semakin dekat. Badru dengan sigap menarik tubuh matang itu masuk ke dalam celah sempit di balik lemari kayu besar, menyembunyikan mereka berdua di kegelapan yang pekat.Srek!Pintu ruang tengah terbuka lebar. Sosok Kang Yanto melangkah masuk sambil menenteng tas kain kosong. Wajah paruh bayanya tampak ditekuk masam."Laras! Kamu di dalam tidak, sih? Punya kuping kok budeg pisan! Ada suami datang bukan disambut, malah diam saja di dalam!" omel Kang Yanto ketus.Di balik lemari, tubuh Laras gemetar hebat. Posisinya benar-benar rapat menghadap dinding papan dengan Badru yang mengurungnya dari belakang. Kain daster satin merah marunnya sudah tersingkap tinggi sampai ke pinggang, memperlihatkan pinggul sintalnya yang lebar dan bulat, serta kulit paha mulusnya yang berkilau seksi di tengah keremangan.Whuushh!Aroma madu jantan yang pekat dari tubuh Badru justru

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 57

    Badru tidak menanggapi lagi dengan kata-kata. Cengkeraman tangan kasarnya di pinggang sintal Laras semakin erat, meremas daging empuk di sana hingga Laras melenguh pendek.Plak!Badru menyentak tubuh Laras hingga punggung wanita itu membentur dinding papan rumah dengan cukup keras. Laras sama sekali tidak mengeluh sakit. Matanya justru semakin sayu, merem melek menahan gairah yang sudah membakar rahimnya.Whuushh!Hawa pekat madu jantan dari tubuh Badru mengurung Laras sepenuhnya di sudut remang itu. Badru memajukan tubuh kekarnya, menekan daster satin merah marun Laras dengan dada bidangnya yang telanjang."Kalau begitu, jangan sampai bersuara terlalu kencang, Teh. Nanti bayimu bangun," bisik Badru dengan nada rendah yang sarat kuasa."Ah... iya, Dru... k-kamu terserah mau apain Teteh," rintih Laras pasrah.Tangan kiri Badru bergerak naik, mencengkeram dagu Laras dengan jari-jarinya yang besar dan kasar, memaksa wajah matang itu mendongak. Tanpa aba-aba lagi, Badru langsung melumat b

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 56

    Badru melangkah masuk, lalu menutup kembali pintu kayu di belakangnya hingga rapat.Srek!Sepasang matanya yang tajam segera menyesuaikan diri dengan temaramnya ruangan. Bau minyak telon bayi bercampur dengan aroma keringat tipis seorang wanita langsung menyambut penciumannya. Di sudut ruang tamu yang remang, Teh Laras berdiri menyambutnya.Badru terpaku. Dadanya berdenyut hebat.Deg!Teh Laras hanya mengenakan daster satin tipis berwarna merah marun tanpa lengan. Kainnya yang halus dan jatuh tercetak ketat, menempel sempurna pada lekuk tubuh matangnya yang aduhai. Karena sedang dalam fase menyusui, sepasang dadanya terlihat jauh lebih besar, padat, dan penuh hingga menyembul kencang di balik belahan daster yang sangat rendah. Di bagian ujung dada yang ranum dan keras itu, tampak dua bulatan basah yang kentara menembus kain tipis, memperlihatkan ceplokan putingnya yang menegang karena rembesan air susu yang penuh menuntut pelampiasan.Badru menelan ludahnya berkali-kali. Tenggorokan

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 55

    Sore hari tiba. Matahari mulai condong ke barat, memancarkan sinar jingga kemerahan di sela-sela pohon kelapa. Badru baru saja selesai membersihkan sudut kandang terakhir.Sret!Badru mengambil kaos hitamnya, lalu menyampirkannya di pundak tegap yang kokoh. Dada bidang dan perut kotak-kotaknya yang basah oleh keringat sore tampak berkilau.Amang Jaka yang sedang mengikat tumpukan jerami kering di dekat pintu kandang menoleh.Plak!Amang Jaka menepuk sisa debu jerami di celananya, lalu berjalan mendekati Badru."Sudah rapi aja, Dru. Mau langsung pulang?" tanya Amang Jaka sambil terkekeh pelan."Iya, Mang. Kerjaannya kan sudah beres semua," jawab Badru santai. Suaranya yang berat terdengar mantap.Sniff! Sniff!Amang Jaka mengendus udara lagi. Dahinya berkerut sambil tersenyum."Gusti, Dru. Wangi madu kamu makin sore kok makin pekat begini? Amang sampai heran menciumnya," seloroh Amang Jaka. "Ya sudah, buruan balik ke gubuk, istirahat. Biar badan kamu itu gak lemas besok.""Iya, Mang. S

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 5 Godaan dan gangguan

    Badru bergegas duduk di tepi ranjang kapuk. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat, berusaha mengusir rasa pusing yang masih tersisa. Namun, begitu matanya terbuka lebar, rasa pusing itu langsung hilang dalam sekejap.Deg.Jantung Badru hampir copot saat melihat pemandangan di depannya.Lara

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 4 kehidupan kedua

    Karena pintu tidak tertutup, jadi Badru mengira ia bisa masuk tanpa mengetuk pintu. "Teh Laras... ini pompa ASI-nya sudah saya beli," kata Badru. Suaranya pecah di ujung kalimat karena gugup.Laras kaget, kepalanya menoleh cepat. Gerakan mendadak itu membuat daster batiknya melorot, memperlihatkan

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 3 Parfum aneh

    Narti menyandarkan pinggulnya yang padat ke tepi etalase kaca. Kaos marun ketat yang membungkus tubuh atasnya tampak begitu sesak, memperlihatkan lengkungan dada yang penuh dan menonjol tegak. Bibirnya yang basah oleh lipstik merah merekah melengkung tipis, menatap Badru yang sedari tadi gelisah m

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 2 Godaan baru

    "Ada apa, Teh?" Tanya Badru yang cepat-cepat menunduk. Melihat pemandangan di depan matanya, ia menelan ludah berkali-kali, seolah tenggorokannya terasa kering Ia bisa melihat pepaya besar, halus nan padat itu menyembul dari balik penyangga merahnya, yang tidak sanggup menampung seluruh daging ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status