LOGINWanita gendut yang di khianati suaminya itu ternyata seorang CEO. Akan tetapi dia akan menghadapi kenyataan yang sangat sulit untuk diterima.
View MoreRania kembali ke kantornya dan berdiam diri diruangan bertuliskan CEO itu. Rania masih memikirkan kata-kata Gerald tadi. Ada apa ini sebenarnya. Tak lama Rania merasakan sakit kepala yang hebat. Sekelebat ingatan muncul. Ingatan yang ingin dia lupakan. Namun seakan memaksa Rania untuk mengingatnya kembali. Rania akhirnya jatuh pingsan. Sejam berlalu, Rania membuka matanya perlahan, sakit kepalanya sudah mereda, didepannya ada seorang pria yang menunggunya siuman. Rania ingin bangkit dari sofa itu namun ditahan oleh pria itu. "Berbaring saja dulu. Tadi kamu pingsan jatuh dilantai. Kebetulan aku masuk untuk membicarakan project kita yang baru. Tapi sepertinya kita harus menunda pembicaraan ini. "Terima kasih Pak Isman, maaf merepotkan." Rania duduk ditempatnya berbaring tadi. "Kalau kita sedang berdua, panggil Isman saja. Ayahmu sudah kuanggap ayah sendiri. Begitupun kamu, sudah kuanggap adik sendiri." Isman menatap wajah Rania lalu membelai rambutnya dengan lembut. Jantung Ra
"Kamu kan tau, aku nggak suka kamu bicara dengan wanita lain. Apalagi orang miskin seperti dia." Carmen berteriak sambil menghentakkan kaki dan menunjuk ke arah Rania. "Ini Rania, teman masa SMA. Wajar kalau aku bertegur sapa dengannya. Lagi pula, kamu nggak punya hak melarangku. Kita tidak punya hubungan apa-apa. Hanya direksi dan karyawan. Jadi kamu nggak perlu bersikap berlebihan." Tommy sudah muak dengan sikap Carmen. Selama ini dia selalu menahannya karena Tommy sadar bahwa dia tidak akan bisa menjadi seorang dokter tanpa bantuan beasiswa dari RS Rancal. Carmen dan Tommy adalah almamater di univeritas kedokteran yang sama. Tapi kali ini carmen sangat keterlaluan. Sebuah mobil mewah berhenti di depan pintu masuk rumah sakit. Carmen menoleh ke arah mobil itu dan segera menyambut pemilik mobil itu. Dia adalah Gerald Sudrajad, ayah Carmen sekaligus pamannya Rania. "Papa." Carmen memeluk dan menggandeng tangan ayahnya. 'Lihat pa, kita kedatangan orang miskin yang ingin ber
Rania tiba dirumah dengan selamat bersama supir pribadi suruhan ayahnya. Benny menghentikan mobilnya dan memantau Rania dari kejauhan. "Baguslah dia sudah sampai dengan selamat." Ucap Benny dalam hati. Kemudian dia berlalu menjauh dari rumah Rania. *** Atas perintah ayahnya, pagi ini Rania berniat untuk mengunjungi rumah sakit Rancal, untuk melihat kondisi rumah sakit milik Rancal grup itu. Ayah Rania mendapat kabar dari orang kepercayaannya bahwa banyak keluhan dari pasien yang mengatakan bahwa rumah sakit tidak mau menerima pasien yang menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah. Selain bergerak di bidang bisnis pelumas mesin, Rancal juga memiliki rumah sakit yang sama besarnya dengan perusahaan yang Rania pimpin saat ini. Rumah sakit ini di pegang oleh Paman Rania yang seorang dokter bedah terkenal dikota ini. Rania berniat untuk pergi ke rumah sakit sendiri tanpa diantar supir pribadi. Dia ingin membuktikan sendiri kebenaran berita itu. Saat tiba di rumah saki
"Kamu sekarang jadi ani-ani?" ucap Nora dengan suara lantang. "Om kok mau sih sama tandon air gitu. Biasanya om-om itu cari yang bodynya seperti gitar spanyol." Tanpa banyak bicara Rania menyiramkan segelas air ke wajah Nora. "Aah, apa-apaan kamu gendut!" Nora tantrum karena tidak terima disiram oleh Rania. Rania berdiri dari tempat duduknya dan memegang tangan Nora dengan kuat. "Pergi dari sini sekarang, atau kupatahkan tanganmu ", ucap Rania dengan mata yang menyalang. "Lepaskan gendut, sakit!" Nora berusaha melepaskan cengkraman tangan Rania namun tidak berhasil. Tenaga Rania terlalu besar. "Oke kali ini aku lepaskan, jangan sampai kita bertemu lagi." Rania melepaskan cengkraman tangannya dan mendorong tubuh Nora hingga hampir terjatuh. "Awas saja kau gendut! Akan kubuat kamu menyesal!" Nora pergi meninggalkan Rania dan ayahnya disana. Rania menatap kepergian Nora dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar dikursinya. "Good job, seorang penerus Rancal memang harus
Namun saat Rania berhenti ada seseorang yang menjatuhkan tanaman hias tepat diatas kepala Rania. "Awas Rania!" Dengan sigap Benny menarik tangan Rania sehingga Rania jatuh dalam pelukan Benny. "Tangkap orang itu!" Teriak Benny kepada penjaga keamanan. Sementara Rania masih berada dalam pelukan Benn
Seorang wanita anggun namun terlihat angkuh memasuki ruangan departemen marketing. Dia mengedarkan pandangannya ke semua arah. Dan pandangannya berhenti saat melihat Rania yang duduk didepan ruangan Benny. Dia berjalan menghampiri Rania. "Kamu karyawan baru itu? Sungguh tidak kusangka, ternyata ora
Pagi hari di Rancal Grup Cemerlang. Rania terlambat datang ke kantor. Dia terburu-buru menaiki lift menuju ruangannya dilantai 50. Saat tiba diruangannya, jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi, namun tidak ada satu orang pun diruangannya. "Pada kemana orang-orang ini?" Rania menuju meja kerjanya.
Rania tersipu malu saat melihat Benny nampak terkejut dengan penampilannya. "Kamu cantik sekali hari ini, secantik saat hari pernikahan kita." ucap Benny masih menatap Rania dengan lekat. Rania memang bertubuh besar, tapi dia memiliki paras wajah yang cantik, kulit putih bersih wajah campuran sund


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews