แชร์

Hanya Kau dan Aku

ผู้เขียน: Risca Amelia
last update วันที่เผยแพร่: 2025-12-22 20:25:19
Di dalam kamarnya, Valen sedang berdiri di depan cermin. Tangan kanannya mencengkeram ponsel lantas melemparkan benda itu ke atas ranjang dengan kasar. Wajahnya memerah oleh emosi yang meluap.

Sedari pagi, ia sudah mencoba menelepon Elbara berkali-kali, tetapi nomor calon suaminya itu tidak aktif. Elbara seolah menghilang ditelan bumi.

Tidak ada pesan, tidak ada kabar, bahkan pria itu tidak kembali ke apartemen sejak semalam.

Valen berjalan mondar-mandir dengan gelisah. Ia merasa Elbara sedang
Risca Amelia

Apakah Dastan akan mengajak Moza berbulan madu, atau justru memberikan pengakuan yang mengejutkan? Jangan lupa berikan gems dan like ya

| 69
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (10)
goodnovel comment avatar
Bulan Sari
pengen jadi Moza nih
goodnovel comment avatar
Khaqt Istia
semoga dastan bisa menjaga Moza dan kau kayden dengan baik.. tapi dipercepat episode beriktx... yakn dastan akang jujur tentang banyak hal... kk dipercepat episode beriktx... terbaik sich.. b
goodnovel comment avatar
Culuu Culkeng
jujur lebih cepat dastan , posisi moza dikelurga limantara tuh kuat , soalnya lahirin anak laki2 , stella lu gak bakal bisa rebut dastan lagi wkwk , buat valen kasian deh lagian elbara jg nikahin lo bukan karna cinta
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kembalilah dengan Selamat

    Mendengar percakapan itu, Dastan pun menyambar ponsel dari tangan Moza. "Halo, Bara! Ini aku. Apa benar Kageo menghilang dari mansion?""Kak, kau sudah mendarat?" Elbara terkejut. "Iya, Kageo tidak kembali semalaman. Bibi Thalia bilang dia mungkin menginap di apartemen pribadinya. Tapi, aku baru saja mengecek lewat resepsionis dan apartemen itu kosong."Dastan langsung mematikan sambungan tanpa kata pamit. Ia beralih ke ponselnya sendiri, menekan nomor Kageo dengan harapan tipis yang tersisa. Namun, suara operator yang dingin kembali menyambutnya. “Nomor yang Anda tuju tidak aktif.”Suara mekanis tersebut membuat Dastan mengetatkan rahangnya. Terlihat jelas, bahwa ia belum bisa menerima kenyataan pahit mengenai keterlibatan sang adik. "Kau benar, Moza. Kageo menghilang. Dia yang membawa Kayden."Dastan terdiam sejenak, menatap kosong ke arah jendela. "Pantas saja ... di foto itu Kayden terlihat begitu nyaman memakan burger. Dia tidak menangis, tidak terlihat seperti tawanan. Itu ka

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Masih Belum Percaya

    Moza memperhatikan perubahan drastis pada raut wajah Dastan. Sesudah membaca pesan masuk itu, sorot mata suaminya meredup oleh kabut ketegangan, Dengan suara bergetar, Moza memberanikan diri untuk bertanya. "Dastan... apa pesan itu dari dia? Dari... Kageo?"Napas Dastan terdengar memburu. Ia menggeleng perlahan, seolah mencoba mengusir pikiran buruk yang mulai merayap. "Penculik itu baru saja mengirimkan lokasi pertemuan di luar kota," jawab Dastan."Aku tidak percaya bila Kageo yang melakukan drama murahan ini. Kau tahu sendiri, tubuhnya lemah. Kageo juga sangat menyayangi Kayden."Melihat sang suami masih belum percaya, Moza menghela napas panjang. Ia meraih tangan Dastan dan menggenggamnya erat. "Aku tidak bicara tanpa alasan, Dastan. Sudah lama aku mencurigai Kageo, tapi aku menahan diri untuk tidak mengatakannya padamu,” ungkap Moza.“Aku diam, karena aku tidak mau hubungan persaudaraan kalian rusak.”Dastan menyugar rambutnya dengan kasar, tampak frustrasi. Ia bangkit dan ber

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Takut Kehilangan

    Melihat kedatangan Dastan, Reva yang berdiri di dekat pintu langsung mengulas senyum lega. Ia mengangguk singkat ke arah Dastan, sebuah gestur penghormatan sekaligus tanda bahwa ia memberikan ruang pribadi bagi pasangan itu.Begitu Reva berlalu dan pintu tertutup rapat, dunia di dalam ruangan itu hanya milik mereka berdua.Dastan tidak membuang waktu. Langkah kakinya yang lebar membawanya dalam sekejap ke sisi ranjang."Sayang... kau dan bayi kita... kalian baik-baik saja?" suara Dastan parau, sarat dengan rasa khawatir yang mendalam. Dastan duduk di tepi tempat tidur, meraih tangan Moza yang masih terpasang infus."Aku hampir kehilangan akal sehat saat menerima pesan dari Bara. Katakan, bagian mana yang masih sakit?"Merasakan sentuhan tangan suaminya yang hangat dan kokoh, Moza tak mampu lagi menahan sesak yang menghimpit dadanya. Lekas saja, ia menghambur ke pelukan Dastan, menyembunyikan wajahnya di bahu sang suami.Sambil meremas kemeja Dastan, Moza terisak pelan. “Kemarin aku s

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kehadiran Pria yang Dirindukan

    Elbara menyesuaikan letak jam tangannya. Matanya melirik ke arah pintu, seolah otaknya sudah menyusun peta perjalanan menuju kantor dan mansion."Moza, aku pergi sekarang. Reva, kau mau kujemput jam berapa nanti?"Reva menggeleng pelan, memberikan senyum tipis yang dipaksakan. "Tidak usah, Bara. Aku akan pulang dengan taksi saja. Aku masih ingin menemani Moza."Elbara mengangguk paham. "Hati-hati. Selalu aktifkan ponselmu."Dengan langkah lebar, pengacara muda itu meninggalkan kamar perawatan.Selepas Elbara berlalu, Moza menoleh ke arah Wulan yang masih setia berdiri di sudut ruangan."Wulan, pergilah ke kafetaria di lantai bawah. Beli makanan yang enak untuk dirimu sendiri, kau butuh tenaga.""Tapi Nyonya—""Ada Reva di sini. Pergilah," potong Moza lembut. Wulan akhirnya membungkuk hormat dan melangkah keluar, menutup pintu dengan pelan.Kini hanya ada Moza dan Reva di dalam ruangan. Suasana mendadak menjadi sangat privat. Moza memperbaiki posisi duduknya, menatap sahabatnya itu lek

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menghilang Tanpa Jejak

    Sepanjang malam, Aya tidak dapat tidur dengan tenang. Begitu membuka mata, pikirannya langsung tertuju pada satu nama : Kageo. Tanpa membuang waktu, ia melakukan rutinitas pagi.Sambil merapikan diri di depan cermin, Aya meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas. Ia mencoba menepis prasangka buruk yang terus menghantuinya.“Mungkin dia hanya lupa mengisi daya ponselnya,” gumam Aya mencoba berpikir logis.Jemarinya kembali menekan nomor Kageo. Ia menempelkan ponsel ke telinga, menahan napas sambil menunggu nada sambung yang ia harapkan."Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif...."Aya menurunkan ponselnya dengan helaan napas berat. Keadaan masih sama dengan semalam. Berdasarkan analisanya selama ini, Kageo adalah pria yang sangat terorganisir. Membiarkan ponsel mati dalam waktu yang lama bukanlah kebiasaannya.Aya memutuskan untuk mengirim pesan singkat, berharap pesan itu akan segera terbaca begitu Kageo mengaktifkan perangkatnya.[Selamat pagi, Kageo. Saya ingin menjadwalkan ses

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menunggu Dastan

    Mobil Elbara menderu kencang, membelah jalanan ibu kota di malam hari. Di kursi belakang, Moza memejamkan mata, tangannya masih memegangi perutnya. Di dalam kepalanya, pesan mengancam dari sang penculik terus terngiang-ngiang.Antara nyawa Kayden yang terancam dan keselamatan bayi kembar di kandungannya, Moza merasa jiwanya tercabik-cabik.Sesampainya di rumah sakit, Moza langsung dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat.Wajah Moza tampak pucat pasi, bintik-bintik keringat dingin membasahi pelipisnya. Sementara tangannya tidak sedetik pun lepas dari perutnya yang terasa kaku.Seorang dokter jaga pria bergegas menghampiri bersama dua orang perawat.Mereka memindahkan Moza ke ranjang pemeriksaan, kemudian memasang alat pemantau detak jantung janin serta selang infus."Tolong bayi saya... selamatkan mereka," rintih Moza, saat sang dokter mulai meraba perutnya untuk mengecek ketegangan rahim."Tenang, Nyonya. Tarik napas perlahan. Kami akan melakukan yang terbaik," ujar dokter itu den

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Bukan Saudara Seibu

    Setelah Dastan pergi dari kamarnya, Moza mengambil nampan berisi sarapan dan bergegas menuju ruang makan.Meski masih merasa canggung, ia berusaha mengabaikan keberadaan Dastan. Toh, satu jam lagi pria itu akan pergi dan tidak mengganggunya untuk sementara waktu.Saat sampai di ruang makan, Moza me

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Bertemu Pengkhianat

    Setelah bercerita tentang Rezon, mata Elzen tiba-tiba membelalak, seperti menyadari suatu kesalahan."Wah, aku keceplosan! Tolong jaga rahasia ini, Nona Keju. Jangan sampai Kak Rezon tahu aku membongkar kisah cintanya. Dia pasti akan marah besar, meski marahnya tidak seberapa bila dibandingkan Kak

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Patah Hati

    Moza menyadari untuk saat ini ia tidak punya pilihan. Langkah mundur bukan berarti kalah, melainkan strategi untuk mengatur posisi yang lebih baik. Dalam permainan catur kehidupan, ia harus menjadi pemain yang menggerakkan bidak, bukan sekadar bidak yang diatur orang lain. Dengan kepala tegak dan

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Membuatmu Jera Menggodaku

    Mendapat peringatan dari Dastan, Moza terpaksa bungkam. Namun akibat gerakan tak terduga itu, lilin di tangannya langsung padam. Kini, di dalam kamar hanya tersisa cahaya dari ponsel Dastan yang menerangi mereka. Perlahan, Dastan pun menurunkan jari telunjuknya dari bibir Moza. Ia mendengarkan den

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status