Share

Bab 420 - Sebuah Cara

Penulis: Apple Cherry
last update Tanggal publikasi: 2026-08-23 00:24:26

Bram berdiri mematung di lorong rumah, matanya menatap kosong ke lantai marmer. Setiap kata yang baru saja dibisikkan Javendra berputar-putar di kepalanya. Sebagai seorang asisten kepercayaan yang berotak encer, Bram mulai mencerna dan mengidentifikasi setiap detail.

Ia memutar otak untuk menemukan cara paling tepat—bagaimana caranya menggali informasi yang sah, tajam, dan bisa dipertanggungjawabkan dari Bu Andini, tanpa memicu kecurigaan atau membuat wanita itu tersinggung.

"Bram?"

Suara
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 666 - Berangkat

    Atmosfer di dalam ruang kerja utama Maheswara Group berubah sedingin es. Javendra berdiri menjulang di balik meja kerjanya, mendengarkan laporan terbaru dari Bram yang berdiri di hadapannya. "Tuan Javendra, kami baru saja mengonfirmasi bahwa Nyonya Amara dipaksa bertahan di dalam mansion Jennifer Merlin," lapor Bram cepat. "Pihak Jennifer beralasan ada jamuan keluarga besar, tetapi seluruh pengawal pribadi Nyonya Amara ditahan di luar area gerbang utama dan tidak diperbolehkan masuk." Javendra mengepalkan tangannya di atas meja kayu hingga buku-buku jarinya memutih. Mata hitamnya memancarkan pendar dominasi yang teramat pekat dan berbahaya. "Siapkan seluruh unit pengawalan utama," perintah Javendra dengan suara berat yang bergetar penuh ancaman mutlak. "Bawa sepuluh armada kendaraan. Kita berangkat ke kediaman Jennifer Merlin sekarang juga." "Siap, Tuan! Semua unit keamanan akan bersiaga di pelataran depan dalam waktu lima menit," sahut Bram tegas sebelum berbalik dan melang

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 665 - Jangan Sentuh Putraku

    Sebelum Javendra sempat memberikan jawaban, derak langkah kaki yang terburu-buru terdengar dari arah koridor depan. Bram melangkah masuk ke dalam ruang makan dengan raut wajah yang amat tegang dan kaku. Asisten pribadi itu membungkuk sedikit di samping kursi Javendra, menurunkan volume suaranya. "Tuan Javendra," bisik Bram rendah dan sigap. "Ada hal mendesak yang perlu diselesaikan di ruang kerja sekarang." Javendra langsung menangkap sinyal bahaya dari raut muka Bram. Pria tegap itu berdiri dari kursinya tanpa ragu, menunduk dan mengecup kening Sasa dengan kehangatan yang terkontrol. "Istirahatlah dulu di ruang keluarga, Sasa. Aku ada urusan pekerjaan sebentar dengan Bram," tutur Javendra lembut. "Iya, Mas Javen," sahut Sasa mengangguk pelan, meskipun tatapan matanya yang jeli terus mengikuti pergerakan suaminya hingga menghilang di balik pintu ruang makan. Di dalam ruang kerja pribadi yang tertutup rapat dan kedap suara, Javendra langsung berbalik menatap Bram dengan panda

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 664 - Mencemaskan Ibu

    Atmosfer di dalam ruang tamu privat kediaman Jennifer Merlin kian menghimpit. Dua orang pelayan senior berkedip memberi kode, lalu melangkah mundur dan menutup pintu kayu ganda ruangan tersebut dari luar. Suara engsel pintu yang terkunci halus menyisakan Amara dan Jennifer dalam keheningan yang tajam. Jennifer bersandar kembali pada sandaran sofanya yang tinggi dan berlapis kain beludru impor. Ia menatap Amara dengan senyuman tipis yang menyiratkan kepuasan atas ketenangan Amara yang mulai ia goyang. "Tentu saja aku tidak berniat menyebarkan semua berkas itu ke publik, media bisnis, atau portal berita," ujar Jennifer membuka suara, memecah kesunyian. "Menghancurkan nama baik Amara Maheswara di luar sana hanya akan membuat harga saham Maheswara Group berfluktuasi sebentar. Aku tidak mencari keuntungan murahan dan recehan seperti itu." Amara memiringkan kepalanya tipis. Matanya menatap wanita tua di depannya tanpa ada kilat rasa takut. "Lalu apa yang sebenarnya kamu inginkan dari

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 663 - Pihak yang Coba Mengusik

    Iring-iringan kendaraan beratap tinggi membelah jalanan pinggiran Jakarta yang mulai berangsur lengang. Sedan hitam mewah yang ditumpangi Amara bergerak dengan kecepatan konstan, melintasi deretan pepohonan rindang hingga akhirnya berbelok memasuki kawasan perumahan elit bernuansa kuno. Mobil itu melambat, lalu berhenti tepat di hadapan pintu gerbang besi tempa yang menjulang tinggi dan kokoh. Ukiran lambang lama keluarga Maheswara terpahat kusam di pilar batu tebal yang menyangga pagar tersebut. Pengawal berseragam kaku yang berjaga di pos depan melangkah keluar. Ia menatap ke dalam kaca mobil yang diturunkan perlahan oleh sopir Amara. Begitu mengenali paras anggun sang Nyonya Besar, pria berbadan tegap itu hanya mengangguk singkat, tanpa menyunggingkan senyum ramah sedikit pun. "Nyonya Amara," sapa pengawal itu dengan nada dingin. "Nyonya Jennifer sudah menunggu di dalam. Kendaraan utama Anda diperbolehkan masuk, namun armada pengawal pribadi Anda wajib memarkirkan mobil di l

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 662 — Ini Dosa Ibu

    Amara mengepalkan tangannya di atas meja. Tidak. Ia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Ia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam penyesalan yang mendalam. Ia telah merasakan bagaimana dingin dan hampa hidupnya sewaktu dibenci oleh putra tunggalnya sendiri. Dan kini, setelah Sasa hadir di dalam kehidupan mereka, seorang menantu yang begitu lembut, tulus, dan berhasil meruntuhkan dinding es di hati Javendra, Amara telah merasakan kembali kehangatan sebuah keluarga yang nyata. Hubungannya dengan Javendra baru saja mulai membaik, dan Sasa kini sedang mengandung cucu pertamanya. Amara juga memikirkan kondisi Sasa. Menantunya itu adalah sosok yang sangat halus dan penyayang. Saat ini, usia kehamilan Sasa masih sangat muda dan rawan. Sasa membutuhkan ketenangan jiwa, kedamaian, dan lingkungan yang penuh kasih sayang agar kehamilannya tetap stabil dan sehat. Amara sama sekali tidak sudi jika persoalan beracun dari masa lalunya berimbas pada Sasa, membuat menantunya me

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 661 - Nenek yang Tidak Mau Kehilangan

    Namun, di atas semua urusan warisan, kekayaan, dan porsi saham perusahaan, hati Amara yang sekarang berbisik jauh lebih dalam. Sebelum memikirkan calon anak itu sebagai calon penerus imperium Maheswara, Amara hanya ingin menikmati satu kenyataan sederhana, anak itu adalah cucunya. Cucunya yang berhak mendapatkan kasih sayang utuh dari seorang nenek. Amara merindukan kesempatan untuk hadir secara utuh dalam kehidupan cucunya kelak. Ia ingin duduk di samping Sasa, mendengarkan cerita menantunya mengenai perkembangan kehamilan dari bulan ke bulan, ikut sibuk memilihkan pakaian bayi yang paling lembut, merayakan setiap momen kehamilan pertama itu, dan melihat dengan matanya sendiri bagaimana Javendra bertransformasi menjadi seorang ayah yang penyayang. Amara merasa tidak boleh dan tidak ingin kehilangan momen-momen berharga itu sedikit pun, terutama setelah bertahun-tahun lamanya hubungan antara dirinya dan Javendra sempat hancur berkeping-keping akibat kesalahan masa lalunya sendiri

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 6 - Gunakan Dadamu Yang Seksi Itu

    Sasa meneguk ludah. Kata-kata Javendra terdengar sangat jelas di tengah keheningan kamar yang hanya diisi napas mereka berdua. Ia masih berlutut di ranjang, tangannya yang sudah lelah tergeletak di pangkuannya. "T-Tuan Javen mau saya ngapain, Tuan?" tanyanya hampir berbisik. Suaranya bergeta

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 4 - Sasa Butuh Dana Cepat

    Sasa bingung sejenak saat Javendra menanyakan soal pijat. Ia tidak langsung menjawab, matanya sedikit melebar karena terkejut. "Eh … bisa, Tuan," jawabnya akhirnya. "Waktu masih tinggal sama ibu dulu, saya pernah diajarin pijat. Ibu saya tukang pijat di kampung, suka urut orang capek dan urut bayi

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 3 - Apa Kamu Bisa Memijat?

    Javendra langsung menutup pintu dengan cepat begitu melihat keadaan Sasa. Sasa buru-buru memakai seragam baru dengan tangan gemetar. Ia benar-benar merasa bodoh sekali. Kenapa aku kelamaan ganti baju? Kenapa pula aku setuju ganti di sini? Tak sampai semenit kemudian, terdengar ketukan di pintu.

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 5 - Pijatan Plus Plus

    Sasa menarik napas perlahan, mencoba mengumpulkan keberanian. "Tuan Javen, saya—" Tapi begitu Javendra mengangkat pandangannya dan menatapnya lekat, kata-kata Sasa langsung hilang. Ia ragu sejenak, lalu menggeleng pelan. "Tidak jadi, Tuan," katanya cepat, suaranya hampir hilang. Javendra mel

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status