共有

BAB 9 - SEBUAH MISI?

作者: shart96
last update 公開日: 2025-09-09 21:11:45

"Apa aku harus percaya dengan apa yang wanita ini katanya? dan ikut membantunya untuk mencaritahu lebih dalam tentang siapa Tedi Yan sebenarnya, dengan begitu dia juga bisa membantuku mencari tahu apa anak itu benar-benar bekerja sama dengan Tedi Yan yang menghancurkan perusahaanku dan membuatku masuk penjara selama ini."

William termenung sejenak, memikirkan apakah dia harus percaya dan bekerja sama dengan Mia atau tidak. satu sisi dia harus berhati-hati yang selalu mengingat ucapan Hendery ba
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 29

    “Untuk sementara waktu jika ingin beli sesuatu atau ingin pergi ke suatu tempat minta saja aku untuk temani, sepertinya belum aman untuk bepergian sendiri.” ucap William yang kedua matanya fokus membersihkan luka Mia.Meski tiba-tiba suasana terasa canggung, William tetap berusaha untuk fokus memberikan obat pada luka Mia.Tanpa William sadari, Mia tersenyum sedikit memperhatikan William yang sedang mengobatinya.“Oh ho… semenjak jadi bodyguard beda ya, ceritanya mau melamar jadi bodyguard aku nih setelah resign dari perusahaan .Tedi Yan?” tanya Mia dengan nada menggoda.Sempat tersentak, William mencoba mengatur nafasnya karena Mia yang menggodanya dengan tindakan tiba-tiba mendekatkan wajah ke arahnya.Buru-buru William mendaratkan jari telunjuknya di dahi Mia lalu mendorongnya sedikit. “Jangan terlalu percaya diri.”Mia mendengus kesal mengelus dahinya. “Terserah.” William merapikan kembali barang-barang yang telah digunakan ke dalam kotak P3K, dan menaruhnya di bawah meja.“Kapan

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 28

    “Kita lihat apa yang direncanakan anak itu jika aku benar-benar kembali ke perusahaan, dengan begitu aku juga bisa menggali lebih dalam lagi tentang informasi apa saja yang diperlukan oleh Mia tentang anak itu.” ucap William dalam hati melirik sekilas kearah Rian sebelum dirinya benar-benar meninggalkan tempat tersebut.“Sepertinya aku harus memiliki beberapa rencana yang matang jika sudah kembali bergabung diperusahaan, kali ini aku benar-benar tidak tahu karyawan mana saja yang berada di pihak ayah atau bukan yang merupakan dalang dari menurunnya pendapatan perusahaan.” gumam William saat tiba di mobilnya.William membuka pintu mobil dan mulai duduk bersiap untuk pergi. “Baiklah malam ini aku harus memikirkannya baik-baik.”****“Apa kamu sudah memikirkan semuanya dengan baik-baik? Aku rasa karir kamu disini nanti bisa lebih berkembang lagi beberapa waktu kemudian. Sangat disayangkan kalau harus berhenti sekarang,” tanya kepala pengawal memastikan kembali saat melihat surat pengundu

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 27

    William terkekeh begitu mendengar apa yang baru saja diucapkan sang ayah. “Kenapa aku harus kembali, bukannya ada dia?” sorot mata William mengarah ke arah Rian.Rian yang melihat tatapan tajam yang dilayangkan William mencoba tetap biasa saja, terkesan tersenyum sangat tipis sekali untuk mengejeknya.Namun kali ini sungguh William datang kesana tidak ingin mencari keributan, dirinya hanya ingin mendengarkan apa tujuan sang ayah memanggilnya ke rumah itu.Setelah itu mungkin dirinya tidak akan pernah mendatangi rumah yang dulunya mendeskripsikan benar-benar “Rumah untuk pulang.”“Ahh…aku tahu sepertinya aku akan dijadikan kambing hitam, atau jangan-jangan akan dijadikan kelinci percobaan untuk yang kesekian kalinya?”William belum begitu yakin dengan apa tujuan sang ayah sebenarnya, apakah benar ayahnya memang meminta untuk membantu perusahaannya atau hanya akal-akalan Rian untuk melancarkan rencananya. Maka dari itu dirinya berusaha untuk tetap fokus dan tidak mudah untuk terprovoka

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 26

    William nampak berpikir sejenak. “Ndry ada yang ingin aku tanyakan?”“Dasar bodoh, apa yang aku pikirkan? Tidak mungkin aku menanyakan secarang langsung kepada orang yang sedang aku curigai.” ucap William dalam hati.“Tanya apa? kenapa mendadak ekspresinya berubah begitu?” Hendary mengernyitkan sebelah alisnya keheranan.“Bagaimana dengan pekerjaan dan perusahaan, semua amankan?”“Aman dan cukup sibuk beberapa bulan terakhir, memangnya ada apa?”“Apa kamu ingin bergabung dengan perusahaan? aku akan memberikan satu posisi nanti kalau kamu mau.” tawar Hendery.

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 25

    “Apa dia orangnya? tapi aku rasa tidak mungkin. apa dia sedang berseteru dengan Tedi Yan.” gumam William pelan.“Tapi aku rasa tidak mungkin dia terlibat dalam masalah ini, perusahaan Tedi Yan tidak mengusik perusahaannya.”“Ada apa? Kamu begitu fokus melihat ke arah mereka.” tanya Tedi Yan yang menyadari William terus fokus memandangi ke arah komputer.“Tidak ada apa-apa tuan, hanya saja seperti pernah melihat virus ini sebelumnya. Tapi saya lupa,” sahut William menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali sebenarnya.Tedi Yan nampak berpikir sejenak. “Apa kamu bisa mengatasinya?”William memiringkan kepalanya untuk melihat kembali ke arah komputer. “Saya tidak begitu yakin, tapi kalau tuan mengizinkan saya akan mencobanya.”“Baik cobalah kalau begitu, kalau kamu berhasil memulihkan semuanya akan aku beri bonus.” ucap Tedi Yan tanpa berpikir panjang.“Baik tuan.” William langsung menganggukkan kepalanya cepat.William langsung mengambil alih salah satu komputer yang ada

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 24

    “Siapa? aku tidak punya banyak teman, kini hanya ada Bian dan Hendery.” tanya William, berpikir sejenak dan mencerna ucapanya wanita itu, kenapa kini Mia memintanya untuk waspada ke teman-temanya.“Aku tidak bisa bicara langsung sekarang karena masih menduganya, takut salah kalau belum menemukan bukti kuatnya. Sebaiknya mulai sekarang kamu harus mulai waspada saja kepada mereka berdua,” “Ayo kita pergi dari sini sekarang!” ajak Mia.“Kemana?” “Tempat persembunyian yang lain.” “Sebenarnya berapa banyak tempat persembunyian yang kamu miliki?” tanya William mengernyitkan sebelah alisnya.“Hanya beberapa, tempat ini sepertinya sudah tidak aman, tidak bisa menduga apa mereka akan datang kembali kesini atau tidak. Lagi pula tempat ini sudah aku jual tinggal menunggu orang yang akan membelinya,” sahut Mia berdiri dan mulai bersiap setelah dirasa tubuhnya sudah cukup kuat untuk berjalan.Mia mengambil barang-barang yang akan dibawanya, sebelumnya dia sudah mempersiapkan barang-barang yang

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 15

    William dan Bian pun masuk ke dalam ruangan tersebut, ruangan yang sering terlihat di film-film. Dimana sebuah ruangan yang biasa digunakan para bos-bos mafia dan para anggotanya untuk tempat dimana biasa mereka berkumpul.“Jadi ini salah satu tempat biasa mereka berkumpul, aku kira mereka tidak ak

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 13

    "Ayah ada yang ingin aku tanyakan, dan ada hal yang ingin aku beritahu juga kepadamu" ucap Mia kepada sang Ayah yang kini sedang menikmati makanan yang telah dibuatnya.Mia bisa sedikit lega saat melihat sang Ayah makan dengan cukup lahap, meski terlihat ada sedikit perbedaan postur tubuh saat pert

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB -12

    William melangkahkan kakinya perlahan menuju salah satu gedung yang menjulang tinggi, meski masih terbilang sangat pagi terlihat sudah banyak orang yang mulai masuk ke dalam gedung. William pun ikut masuk ke dalam gedung tersebut dan langsung mengkonfirmasi kedatangannya kepada bagian resepsionis b

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 11

    Dirasa tidak ada lagi yang perlu mereka bahas, orang yang masuk ke dalam mobil tadi langsung keluar dengan membawa sebuah paper bag berisi kopi sachet dengan beberapa tumpukan uang di dalamnya.Sedangkan Rian langsung melanjutkan perjalanan nya pergi menuju rumah, karena kemarin dia tidak pulang ke

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status