Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1055 - Memaksa Ikut

Share

Bab 1055 - Memaksa Ikut

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-03-25 12:48:04
Wendy pikir mereka telah melupakannya, dan sama sekali tidak menyangka mereka akan muncul pada saat yang sangat tidak tepat seperti ini!

Kedua wanita berpakaian ungu itu tampak berbahaya dengan pedang yang tersarung di pinggang mereka.

Tatapan mata mereka dingin dan menusuk, jelas memandang rendah semua orang di sekitar.

Sikap arogan mereka membuat Wendy sangat tidak nyaman.

"Ke mana kamu berencana pergi?" tanya wanita tua itu dengan nada menyelidik, matanya menyapu koper yang dipegang Wen
Rianoir

Siang semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) ini adalah bab pertama siang ini Selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 68
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3378: Sandiwara di Tengah Arena

    Debu dari serangan terakhir Zach Swiftgale belum benar-benar mereda. Ryan menarik pedangnya mundur setengah langkah, membiarkan sebagian besar tembakan telapak itu melewati celah di sisi kanannya. Sisanya yang tidak bisa dihindari, dia belokkan dengan tebasan cepat. Bukan tebasan penuh. Cukup untuk mengalihkan arah serangan, tidak lebih. Dari luar, itu terlihat persis seperti orang kelelahan yang mencoba bertahan dari banjir serangan tanpa henti. Zach mengerutkan kening. Ada yang tidak beres, dan insting kultivaktornya tidak bisa mengabaikannya. Bukan soal apakah Ryan kuat atau tidak. Dia sudah membuktikannya sendiri bahwa murid Sekte Moon Flower itu berbahaya. Tapi waktu menghadapi Yakou Zedd, Ryan tidak pernah sekadar bertahan. Setiap kekurangan kecepatan dia tutup dengan kekuatan serangan yang jauh melampaui lawannya. Efisien. Mematikan. Tanpa ruang untuk lawan bernapas. Tapi sekarang? Dengan serangan yang belum sepenuhnya diperlambat, Ryan justru terus mundur. Zach

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3377: Hukum Angin

    Ryan menimbang hal itu selama beberapa langkah. "Masalahnya, lawanku bukan orang lemah." "Wakil Keluarga Swiftgale yang masuk babak ini sudah terbukti menguasai hukum alam." "Kalau aku terlalu setengah-setengah, justru aku yang menanggung luka lebih dalam dari yang direncanakan." "Hmph!" Dengus itu kali ini lebih nyaring, hampir terdengar seperti tawa meremehkan. "Dengan Divine Immortal Body, Enam Dao, Energi Gao, dan hukum yang sudah kau kuasai, belum lagi Pedang Iblis Darah dan semua kemampuannya, kau masih khawatir terluka parah oleh lawan yang levelnya berada di bawahmu?" "Jika hal sepele seperti itu saja bisa menggagalkanmu, lebih baik kau putar balik sekarang, pulang ke Sekte Moon Flower, dan lupakan semua ini." Ryan menahan tawa dalam hati. Divine God Beast Tamer tidak sepenuhnya salah. Yang diperlukan bukan kekuatan penuh, hanya kendali yang tepat. Menampilkan celah tanpa benar-benar membiarkan lawan memanfaatkannya. Itu bukan hal yang sulit. Ryan melangkah naik k

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3376: Celah Kemenangan

    Ryan baru mengambil satu langkah menuju arena ketika suara Mervin Lux terdengar dari belakangnya. "Ryan." Langkah itu berhenti. Ryan menoleh. Mervin terbaring setengah duduk di pinggir Arena, tubuhnya disangga oleh seseorang dari sekte. Wajahnya sepucat abu, bibirnya mengering dari darah yang sudah mulai membeku. Tangan kirinya yang tulangnya hancur tergeletak di samping tubuhnya, tidak bergerak. Tapi kedua matanya terbuka penuh, menatap tepat ke arah Ryan dengan tatapan yang tidak meminta dan tidak memohon. Hanya menuntut. Tulang rahangnya masih mengeras di bawah kulit yang pucat itu, bahkan dalam kondisi seperti ini. "Aku sudah mempermalukan sekte." Suaranya serak seperti batu yang saling bergesekan. "Kau harus menang." Ryan menatapnya diam selama dua detik. Lalu sudut bibirnya terangkat sedikit. "Tentu saja." Dia berbalik. Langkahnya kembali bergerak ke depan, pelan namun tidak pernah ragu. Dan sebelum jarak di antara mereka terlalu jauh untuk didengar, suaranya meng

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3375: Satu-Satunya yang Berdiri

    Lantai di luar arena mengalami retak-retak panjang, menganga ke segala arah seperti jaring laba-laba raksasa yang ditarik dari satu pusat ke seluruh penjuru.Ketika cahaya itu perlahan mereda, yang tersisa adalah pemandangan yang membuat tribun membisu.Seluruh arena sudah berubah merah membara seperti lava yang baru mengering. Permukaan yang tadinya keras dan dingin kini retak-retak dan bercahaya dari dalam, memancarkan panas yang bisa dirasakan bahkan dari sisi tribun. Satu-satunya titik yang masih berwarna biru pucat hanyalah area kecil di sekitar kaki Mervin Lux yang masih berdiri.Asap hijau mengepul dari seluruh permukaan tubuhnya. Wajahnya pucat pasi. Tapi pedangnya masih menunjuk ke atas, ke arah Calder Sanctum yang melayang di langit.Calder berdiri di udara dengan tangan kanan masih terangkat. Sarung tangannya yang dibalut api keemasan kini berwarna merah tua, dan dari celah-celah jarinya, darah me

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3374: Kartu Terakhir

    Divine God Beast Tamer mengerutkan dahi. Tatapannya tajam terarah ke arena."Aneh," gumamnya pelan. "Meski dia punya fisik istimewa yang bisa meredam dampak balik, seorang anak dari kawasan terpencil dengan kultivasi puncak Ranah Dao Integration seharusnya tidak bisa menggunakan kekuatan sebesar itu dengan semudah ini."Bahkan Ryan yang memiliki Divine Immortal Body pun masih butuh perjuangan keras untuk melakukan hal yang sama.Fisik Calder Sanctum jelas tidak setara dengan Ryan. Tapi mengapa dia bisa menggunakannya tanpa sedikit pun rasa takut akan dampak baliknya?Ryan tidak menjawab. Dia tidak punya jawabannya. Tapi pertanyaan itu menggantung di benaknya saat matanya terus mengikuti gerak Calder di arena.Meski begitu, satu hal tetap terlihat jelas. Sekuat apapun kekuatan Calder, masih ada guncangan samar di sana. Esensi pedang Mervin Lux yang lahir dari tekad menembus cakrawala itu menekan Cald

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3373: Roda Surgawi

    Calder Sanctum melangkah ke tengah arena dengan langkah yang tidak terburu-buru. Pandangannya menyapu peserta yang tersisa, Ryan, Mervin Lux, dan satu peserta dari Keluarga Swiftgale. Matanya berhenti sejenak pada Ryan, lalu bergeser ke Mervin Lux. Keheningan berlangsung tiga detik. Kemudian Calder tersenyum tipis. Bukan senyum yang merendahkan. Senyum seseorang yang sudah mengambil keputusannya dengan tenang. Dia menoleh ke arah Mervin Lux dan memberi anggukan hormat yang singkat, tanpa kesan basa-basi. "Kawan Mervin, silakan menyerang lebih dulu." Tribun langsung meledak. Seseorang yang menerima Perlindungan Darah Kuno, puncak dari semua pencapaian dalam kompetisi ini, mempersilakan lawannya menyerang lebih dulu? Itu bukan kerendahan hati. Itu pernyataan yang jauh lebih lantang dari teriakan mana pun. Calder Sanctum sedang berkata dengan caranya sendiri bahwa bahkan tanpa taktik, bahkan dengan memberikan lawan seluruh keuntungan serangan pertama, hasilnya tidak akan ber

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1613 - Jatuh

    Snowdon menatap Pedang Surgawi EX-Caliburn, dan menyadari bahwa pedang itu bersinar redup dengan cahaya yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya. "Apakah itu Cahaya Reinkarnasi?" Ryan menghela napas lega saat melihat Pedang Surgawi EX-Caliburn terbang keluar. Namun kegembiraan itu bercampur dengan

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1610 - Melawan Snowdon (II)

    Ryan tidak berani lengah dan bahkan langsung menggunakan teknik tombak Tertinggi Tiga Langit milik Lin Qingxun. Tombak Iblis Rhongomyniad menari-nari di tangan Ryan seperti ular berbisa, meliuk indah namun mematikan. "Rasakan ini, ular tua!" Ryan berteriak lantang, ekspresinya tenang namun tatapa

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1649 - Pergi Menemui Yulaw Hodge

    Senior Rin menghela napas panjang dan mulai bercerita dengan nada yang penuh kesedihan. "Gadis itu telah menjalani hidup yang sangat sulit dan penuh penderitaan." "Ketika aku pertama kali menemukan ibunya bertahun-tahun yang lalu, Luna masih bayi dan sudah hampir meninggal karena kelaparan dan dehi

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1675 - Alasan Yulaw

    Pada masa itu, Yulaw Hodge mengagumi Kultivator yang hebat ini, yang konon dapat menumbangkan gunung hanya dengan satu lambaian tangannya. Li Qiye dapat dikatakan sebagai legenda hidup yang melampaui semua pemahaman tentang kekuatan.Yulaw Hodge bahkan merasa sedikit beruntung

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status