/ Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1650 - Luna Pendragon

공유

Bab 1650 - Luna Pendragon

작가: Rianoir
last update 게시일: 2025-07-01 06:10:48
"Sepertinya Yulaw Hodge mungkin ada di dekat sini. Teknik spasial Mastermu benar-benar menakjubkan." Ryan melihat sekeliling sambil berbicara kepada Luna, matanya mengamati prasasti batu dan lingkungan sekitar dengan cermat.

Udara di sekitar gunung ini terasa berbeda—lebih pekat dengan energi spiritual dan ada aura kuno yang menguar dari puncaknya.

Ryan bisa merasakan kehadiran seseorang yang sangat kuat di atas sana.

Luna tersenyum dengan bangga mendengar pujian untuk gurunya. "Master telah
Rianoir

ini bab kedua pagi ini. Selamat Beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Bab Bonus: 0/3. Bab Reguler: 2/2

| 93
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3719 - Akar Kekuatan Reinkarnasi

    Ryan bangkit dari lantai.Ia mengusap darah di sudut bibirnya, lalu menatap sosok ilusi di hadapannya dengan mata tajam. Serangan barusan membuatnya sadar satu hal. Pusaka, teknik, dan hukum yang selama ini menjadi andalannya tidak cukup untuk menekan pria itu.'Kalau bantuan dari luar tidak berguna, aku akan menghadapinya dengan tubuhku sendiri.'Ryan melemparkan pedangnya ke tanah.Detik berikutnya, ia menerjang maju.Di belakang punggungnya, Enam Dao muncul seperti enam pilar cahaya. Hukum Waktu, Hukum Es, dan Hukum Ruang-Waktu aktif bersamaan. Saripati darah ilahi bergerak dalam tubuhnya, sementara Domain Pembantaian menyebar dan menekan ruang di sekeliling.Immortal Divine Body juga menyala.Cahaya keemasan melapisi kulit Ryan saat ia mengangkat lengan dan melayangkan pukulan penuh tenaga.Sosok ilusi itu tidak menghindar.Ia hanya mengangkat kepalan dengan tenang.Boom!Dua tinju bertabrakan.Ryan langsung merasakan nyeri tajam menjalar dari kepalan sampai ke tulangnya. Ras

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3718 - Bayangan yang Tak Bisa Ditandingi

    Tiba-tiba, angin dan awan di langit berubah kacau.Seluruh angkasa bergolak seperti lautan yang diterjang badai. Tak lama kemudian, sebuah jari hitam pekat muncul dari atas langit, lalu menghunjam turun dengan tekanan yang membuat seluruh dunia seakan runtuh.Pria yang berdiri di angkasa itu segera mengerahkan seluruh kekuatannya.Ia mengangkat tangan dan mencoba menahan jari tersebut.Namun hasilnya jelas.Ia kalah.Kekuatan jari hitam itu terlalu besar. Dalam sekejap, tubuhnya ditelan oleh kegelapan, seolah seluruh keberadaannya dihapus paksa dari dunia.Weng!Ryan membuka mata.Napasnya sedikit berat.Ia menyadari bahwa dirinya masih berada di tempat semula. Di depannya, sang Dewa Perang berdiri diam sambil mengamatinya."Enam Jalan telah runtuh," ujar sang Dewa Perang. "Kau harus tumbuh secepat mungkin. Suatu hari nanti, kau harus membangun kembali tatanan Enam Jalan."Ryan terdiam.Sang Dewa Perang melanjutkan, "Rahasia Garis Darah Reinkarnasi tidak boleh terbongkar. Jika hal

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3717 - Benih Misteri Agung dan Enam Jalan yang Runtuh

    Seluruh kultivator di Death Domain Universe menatap benih yang muncul di langit itu.Tatapan mereka berubah serakah.Sebagian bahkan nyaris kehilangan akal."Benih Misteri Agung!"Seseorang berteriak, dan suara itu langsung membuat suasana di berbagai penjuru berubah kacau.Menurut legenda, Benih Misteri Agung lahir pada awal terciptanya dunia. Ia bukan benda biasa, bukan pula pusaka yang bisa ditempa oleh tangan manusia. Siapa pun yang mendapatkannya dikatakan dapat mewakili Dao Surgawi itu sendiri.Dengan kata lain, setelah seseorang memiliki Benih Misteri Agung, para kultivator di Benua Valorisia harus tunduk kepadanya.Bagaimana mungkin mereka tidak tergila-gila?Para Kultivator Ranah Star Seed langsung bergerak. Bahkan ada tiga orang yang sudah mencapai puncak Ranah Star Seed, hanya selangkah lagi dari Ranah Star Sealed. Mereka melesat ke langit dengan kecepatan penuh

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3716 - Benih yang Membungkam Dao Surgawi

    "Senior, apa kau tahu di mana Tablet Reinkarnasi berada?" tanya Ryan sambil merapatkan kedua tangannya. Nada suaranya sungguh-sungguh. "Ini sangat penting bagiku." Sang Dewa Perang menatapnya, lalu tersenyum tipis. "Aku bisa merasakan aura sebuah Tablet Reinkarnasi di dalam tubuhmu. Sepertinya itu Tablet Dust." Ryan tidak membantah. Dewa Perang melanjutkan, "Di antara sepuluh Tablet Reinkarnasi, Tablet Dust memang yang paling lemah. Namun justru tablet itulah yang paling cocok untukmu saat ini." Ryan terdiam. "Sayangnya, tingkat kultivasimu masih terlalu rendah," ujar sang Dewa Perang. "Kau baru bisa merasakan kekuatan sejati sebuah Tablet Reinkarnasi setelah mencapai puncak Ranah Star Seed." Sorot mata Ryan sedikit meredup. Puncak Ranah Star Seed masih terlalu jauh baginya. Saat ini ia bahkan belum menembus Ranah Star Sealed. Jalan menuju tingkatan itu jelas tidak pendek. 'Kalau aku bisa menemukan Tablet Reinkarnasi lain, mungkin aku punya peluang untuk menerobos lebih cepat,

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3715 - Tuan Sembilan Naga Ilahi

    "Apa yang terjadi?" gumam Ryan. Ia benar-benar tidak mengerti. Ini pertama kalinya ia melihat sebuah patung meneteskan air mata. Bahkan setelah mengalami begitu banyak hal aneh di Death Domain Universe, pemandangan ini tetap membuatnya terdiam. Tepat pada saat itu, batu giok yang tadi membawanya ke tempat ini kembali muncul. Benda itu melayang di antara Ryan dan patung dewa perang. Cahaya terang memancar dari permukaannya, membuat kabut putih di sekitar mereka ikut bergetar. "Kau akhirnya datang." Sebuah suara halus terdengar di telinga Ryan. Suara itu milik seorang wanita. Jernih, lembut, tetapi membawa wibawa yang sulit dijelaskan. Ryan langsung tahu bahwa suara itu berasal dari patung dewa perang di hadapannya. Namun kalimat itu membuatnya semakin bingung. Kau akhirnya datang. Seolah wanita itu memang sudah menunggunya sejak lama. Ryan menghentikan langkahnya. Ia tidak bergerak maju maupun mundur. Ia ingin melihat apa yang akan terjadi berikutnya. Ada sesuatu yang j

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3714 - Air Mata Patung Dewa Perang

    Ryan tertarik oleh nyanyian itu. Nada yang bergema dari balik kabut putih terdengar asing, tetapi ada daya tarik aneh di dalamnya. Bukan sekadar lagu biasa. Seolah ada sesuatu yang memanggilnya untuk mendekat. Ia melangkah menuju sumber suara itu. Baru satu langkah, terdengar bunyi berderak dari bawah kakinya. Krek. Ryan menunduk. Di bawah telapak kakinya, ada sesosok mayat kering yang hancur terinjak. Tubuh itu sudah rapuh, seolah telah tergeletak di tempat ini selama waktu yang sangat lama. Ryan mengangkat pandangan dan terus berjalan. Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak mayat yang muncul di sekelilingnya. Sebagian masih berbentuk jasad kering, sebagian sudah tinggal tulang belulang. Setiap kali kakinya menapak, suara retakan tulang kembali terdengar. Krek. Krek. Ryan tidak tahu sudah berapa lama mayat-mayat ini berada di tempat itu. Namun sekarang, di bawah kakinya bukan lagi tanah biasa, melainkan hamparan tulang putih yang membentang ke segala arah. Tap! T

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status