Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2106 - Menyerah

Share

Bab 2106 - Menyerah

Author: Rianoir
last update Petsa ng paglalathala: 2025-09-15 06:14:16
Pilar kekuatan Keluarga Hellheim telah hilang sepenuhnya, dan bahkan jika mereka mengerahkan semua Kultivator Ranah Supreme Emperor yang dimiliki untuk membentuk formasi besar, berapa lama mereka bisa bertahan?

Mereka bahkan tidak tahu apakah kekuatan yang baru ditunjukkan Ryan adalah kemampuan penuhnya atau hanya sebagian kecil saja!

"Ini..." Kepala Keluarga Hellheim tampak ragu dan terpukul.

"Lakukan sekarang juga!" Leluhur Keluarga Hellheim berkata dengan ekspresi seperti baru saja memaka
Rianoir

Pagi Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) ini bab pertama pagi ini. Selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 57
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3368: Tantangan Drew Shadowmist

    Tribun belum sempat mencerna apa yang baru saja terjadi ketika suara Tetua berbadan besar memecah keheningan."Ryan Pendragon menang!"Satu dua kepala mulai menoleh. Lalu semua.Tavin Sanctum berlutut di atas bluestone dengan kedua tangan yang bukan lagi berbentuk tangan.Yang tersisa hanyalah kabut darah pekat dan remukan tulang yang hancur dari dalam, tanpa satu luka luar pun yang bisa dijadikan alasan untuk memprotes hasil ini.Tidak ada yang bicara. Tidak ada yang perlu bicara.Beberapa peserta yang belum bertanding menatap ke arah Tavin dengan ekspresi yang sama, bukan simpati, lebih ke perhitungan ulang soal lawan yang baru saja mereka lihat bertarung.Ryan berbalik dan menuruni arena.Langkahnya terukur. Tidak terburu-buru, tidak pula dibuat-buat lambat. Seperti seseorang yang baru selesai melipat kain setelah pekerjaan rumah beres.Tapi begitu tubuhnya melewati batas pandang tribun, rona di wajahnya turun tipis.'Bahkan dengan menahan diri seperti ini, meridian yang belum pul

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3367: Gelar Kosong

    Tribun meledak.Keheningan yang tadi masih mengambang seketika digantikan oleh gelombang bisik-bisik dan teriakan yang saling tindih. Tidak ada yang memprediksi pertandingan ini akan terjadi di babak ini."Kenapa kau memilihku?" Tavin berdiri lima langkah dari Ryan, suaranya mengandung sesuatu di antara pertanyaan dan tuntutan."Apakah aku perlu alasan untuk memilihmu?" Ryan balik bertanya, santai.Tavin menghela napas pendek. "Kau tahu siapa kami? Dua keluarga di kawasan terpencil ini punya kedudukan istimewa yang tidak dimiliki siapa pun.""Keluarga Sanctum adalah keturunan para dewa. Apakah dengan memilihku, kau tidak merasa sedang meremehkan sesuatu yang tidak kau mengerti?"Ryan melirik Tavin dari ujung kepala sampai ujung kaki. Cara pandangnya singkat, sekilas, tapi cukup untuk membuat pemuda itu merasakan sesuatu berdiri di tengkuknya tanpa ia tahu alasannya."Keturunan para dewa?" Ryan mengula

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3366: Dua Belas Besar

    "Tuan Rodick, sudah berapa lama aku tidur?" Ryan bertanya sambil meregangkan lehernya pelan. "Ada kabar apa dari kompetisi?"Rodick Blazesky menggeser posisi duduknya, lalu melempar sebuah gulungan ke arah Ryan. "Hari kedua kompetisi hampir selesai." "Dua belas besar sudah ditentukan tadi siang. Lihat sendiri."Ia menunggu sejenak."Dengan kondisimu sekarang, apakah kau yakin bisa bertanding besok?"Ryan menangkap gulungan itu tanpa membukanya dulu. Bibirnya membentuk senyum tipis. "Tidak ada masalah, Tuan Rodick. Tidak perlu khawatir."Rodick tidak menjawab. Ia mengangguk sekali, berdiri, lalu meninggalkan kamar tanpa menambahkan sepatah kata pun.Ryan membuka gulungan itu.Matanya menelusuri daftar nama yang tertulis di sana, satu per satu. Dari dua belas nama yang tersisa, Keluarga Shadowmist menyisakan empat orang. Keluarga Sanctum juga empat. Trev Sanctum sudah tersi

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3365: Ryan Pendragon Menang

    Ryan berjalan mendekatinya. Langkah demi langkah. Tidak cepat. Tidak perlu cepat. Dan dengan setiap langkah yang ia ambil, sesuatu dalam diri Yakou Zedd semakin hancur. Bukan tulang-tulangnya, tulang-tulangnya sudah habis. Yang retak sekarang adalah sesuatu di balik itu semua, napasnya yang mulai tidak beraturan, matanya yang tidak bisa memilih satu titik untuk dipandang, bibirnya yang bergerak tanpa menghasilkan suara apa pun. Tribun terdiam. Bahkan kepala-kepala keluarga yang sudah menyaksikan ratusan pertarungan sepanjang hidup mereka tidak berkedip. Yakou mengangkat wajahnya. Matanya memandang ke atas ke arah Ryan yang kini berdiri tepat di hadapannya. Matanya merah, tidak dari amarah, tapi dari seseorang yang sudah kehabisan segalanya dan masih dipaksa sadar untuk merasakannya. Tidak ada lagi kata-kata. Tidak ada rencana. Tidak ada kalkulasi. Dengan menggunakan setiap milimeter kekuatan yang tersisa, ia mendekatkan wajahnya ke tanah. Ke arah kaki Ryan. Tribun meledak

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3364: Kabur

    Hanya satu pikiran yang tersisa di kepala Yakou Zedd. Mundur. Mundur sekarang. Mundur sebelum terlambat. 'Selama aku menyerah, Tetua Agung pasti akan menyelamatkanku.' 'Setelah ini, aku akan meninggalkan Sekte Moon Flower selamanya.' 'Tidak akan pernah muncul di hadapan Ryan Pendragon lagi. Tidak pernah!' Tangannya bergerak secepat kilat. Mutiara Pelindung Laut Utara memancar dari telapaknya, melingkupi seluruh tubuhnya dalam kubah biru muda yang berkilauan. Ia menarik napas dalam-dalam, membuka mulutnya. "Aku meny..." BOOM! Cahaya emas meledak tepat di depan wajahnya. Kubah biru itu berguncang keras seperti lonceng yang dipukul palu raksasa. Retak-retak halus menjalar di permukaannya selama sepersekian detik sebelum perlahan menstabilkan diri. Yakou mundur setengah langkah, jantungnya hampir berhenti. 'Hampir.' Keringat mengalir deras di punggungnya. Tangannya mengepal di dalam kubah. Tapi kubah itu sudah stabil kembali. Mutiara Pelindung Laut Utara adalah artef

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3363: Kembali dari Neraka

    Ryan tidak menjawab. Ia hanya mengangguk pelan."Aku akan masuk ke dahimu dulu. Perlu istirahat."Sebelum Ryan sempat berkata apa pun, pria itu berubah menjadi sinar iblis yang meluncur dan masuk ke celah di antara kedua alisnya.Hening.Ryan berdiri sendirian di antara reruntuhan yang perlahan-lahan mulai ambruk dari dalam. Setiap tarikan napasnya terasa seperti menelan bara. Tulang-tulangnya berderak pelan saat ia menunduk dengan susah payah dan meraih kepala yang tergeletak di tanah.Kepala klon itu berat di tangannya.Tapi ia mengangkatnya.Ruang itu mulai runtuh sepenuhnya. Energi iblis yang tersisa menggulung dari segala penjuru, melingkupi tubuh Ryan yang penuh luka bak ombak yang menelan satu-satunya batu yang masih berdiri di tengah lautan.**Di arena, Yakou Zedd berdiri dengan senyum yang terus melebar.Senyum itu mengisi wajahnya hingga ke sudut-sudut yang biasan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1135 - Detik-Detik Sebelum Pertandingan

    Pada saat yang sama, di sebuah alun-alun yang besar, penuh sesak. Ratusan kultivator dari berbagai tingkatan berkumpul, menciptakan lautan wajah yang tak berujung. Suara-suara percakapan bersahutan, menciptakan dengungan yang menggetarkan udara. Banyak orang dari Slaughter Land hadir. Bagaimana

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1124 - Tantangan Terbuka Dari Travis

    Malam berlalu tanpa suara.Setelah Ryan bangun, dia menuju ke luar.Slaughter Land tidak jauh berbeda dengan beberapa kota di Nexopolis. Di sana ada toko-toko, toko pakaian, semuanya, dan dianggap ramai.Dia ingin mencari murid Sekte White Tower itu, namun tanpa diduga,

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1141 - Alchemy Tower

    "Aku sudah tahu kalau seseorang akan mengajukan keberatan," katanya dengan nada dibuat-buat. "Aku, Travis Hayes, adalah orang yang terbuka dan jujur, jadi tentu saja aku tidak akan mencampuri masalah seperti itu!" Dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan berteriak, "Senior Feng, silakan naik ke p

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1066 - Tujuan Ryan Selanjutnya

    Dari cerita ayahnya, Ryan mengetahui kebenaran yang menyakitkan. Kakek neneknya bukan sekadar meninggal karena kecelakaan seperti yang selama ini dia ketahui. Mereka dibunuh—diracuni dengan pil yang tampak seperti ramuan kultivasi. Keluarga Pendragon di Gunung Langit Biru bertanggung jawab atas

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status