แชร์

Bab 83

ผู้เขียน: Leona Valeska
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-26 21:51:09

Koridor rumah sakit sore itu terasa lebih sibuk dari biasanya. Perawat berlalu-lalang, suara roda troli obat berderit di lantai, dan bau antiseptik menyengat menusuk hidung.

Di depan pintu kamar Ethan, dua bodyguard Jason berdiri tegak dengan jas hitam, wajah mereka keras tanpa ekspresi.

Tiba-tiba langkah tergesa terdengar mendekat—hak sepatu beradu lantai dengan irama cepat.

Violeta.

Wanita elegan dengan gaun mahal dan perhiasan berkilauan itu melangkah dengan wajah merah padam. Matanya berkilat, bibirnya terkatup rapat penuh amarah.

“Apa kalian pikir bisa menghalangiku?!” bentaknya pada para bodyguard. “Aku nenek anak itu! Singkirkan tubuh kalian dari depan pintu ini!”

Salah satu bodyguard menggeleng dengan sopan. “Maaf, Nyonya Violeta. Perintah langsung dari Tuan Jason, Anda tidak boleh masuk.”

“Apa?!” Violeta hampir berteriak. “Dia anakku! Itu cucuku! Apa Jason sudah kehilangan akal sehatnya sampai melarang ibunya sendiri?!”

Ia mencoba menerobos, tapi kedua bodyguard dengan sigap
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 315

    Jason dan Jonas kini berada di ruang kerja Jason. Ruangan itu tampak tenang, dengan dinding kayu gelap yang dipenuhi rak buku dan beberapa pigura foto keluarga.Cahaya lampu meja menyinari tumpukan dokumen yang tersusun rapi di atas meja kerja besar. Jason berdiri di dekat jendela, lalu berbalik menghadap Jonas sambil melipat tangan di dadanya. Raut wajahnya serius, namun tetap tenang.“Ada apa?” tanya Jason lugas.Jonas yang berdiri di hadapannya menarik napas panjang.Dadanya naik turun cukup kentara, seolah ia sedang mengumpulkan keberanian untuk mengucapkan sesuatu yang telah lama ia pendam.Pandangannya sempat berkeliling ruangan, sebelum akhirnya kembali tertuju pada Jason.“Aku ingin menikah,” ujar Jonas akhirnya, dengan nada suara yang mantap meski terdengar sedikit kaku.Jason terdiam sejenak. Alisnya terangkat tipis, lalu ekspresi wajahnya berubah menjadi lebih santai.Tak lama kemudian, dia tertawa pelan, seolah pernyataan itu bukanlah sesuatu yang mengejutkan baginya.“Kal

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 314

    Dua minggu telah berlalu sejak kepulangan Ariana dari rumah sakit. Kondisinya kini semakin membaik, meski dia masih membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga sepenuhnya.Pagi itu, suasana kamar terasa tenang. Cahaya matahari menembus tirai tipis, menerangi ruangan dengan sinar lembut.Ariana duduk bersandar di kepala ranjang dan menggendong salah satu bayi kembarnya yang tengah disusui dengan penuh kehati-hatian.Wajah Ariana tampak teduh. Setiap gerakan tangannya dilakukan dengan lembut, seolah ia takut mengganggu kenyamanan bayi mungil dalam dekapannya.Detak jantungnya terasa lebih tenang saat mendengar isapan kecil yang teratur. Momen itu menjadi saat-saat berharga yang selalu ia nantikan setiap hari.Pintu kamar terbuka perlahan. Jason melangkah masuk dengan sikap hati-hati, memastikan kehadirannya tidak mengusik ketenangan.Dia menghampiri Ariana, lalu duduk di sisi ranjang, cukup dekat hingga bahunya bersentuhan dengan bahu sang istri. Tatapannya tertuju pada bayi dalam gendong

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 313

    Maria baru saja hendak membuka mulut untuk menjawab pertanyaan Jonas ketika suara langkah kaki terdengar dari arah depan rumah.Seorang pelayan datang dengan wajah sigap, lalu menyampaikan kabar bahwa dua babysitter untuk bayi kembar telah tiba. Mendengar itu, Maria menarik napas pelan, lalu menoleh ke arah Jonas.“Kita bahas ini lain kali saja,” ujar Maria dengan suara tenang namun tegas. “Aku harus mengurus mereka terlebih dahulu.”Maria hendak melangkah pergi, namun baru beberapa langkah, Jonas tiba-tiba menggenggam tangannya. Sentuhan itu membuat Maria terhenti.Dia menoleh dengan sedikit terkejut, sementara Jonas menatapnya dengan sorot mata yang sulit diartikan.“Biarkan aku yang melakukan wawancara pada mereka,” kata Jonas serius. “Aku ingin memastikan semuanya sesuai dengan kebutuhan keluarga ini.”Maria terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. Ia memahami tanggung jawab besar yang kini berada di pundak mereka semua, terlebih menyangkut keselamatan dan kenyamanan dua bayi yang

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 312

    Dua hari kemudian, kondisi Ariana dinyatakan stabil oleh dokter yang menanganinya.Setelah melalui serangkaian pemeriksaan terakhir, ia akhirnya diperbolehkan pulang dan melanjutkan masa pemulihan di rumah.Pagi itu, halaman kediaman mereka tampak lebih hidup dari biasanya.Beberapa pelayan lalu-lalang dengan langkah sigap, memastikan segala keperluan telah dipersiapkan dengan baik demi kenyamanan Ariana dan kedua bayi kembar yang baru saja lahir.Mobil yang membawa Ariana berhenti tepat di depan pintu utama. Jason segera turun dan membukakan pintu dengan penuh perhatian.Dengan gerakan hati-hati, ia membantu Ariana keluar dari mobil, memastikan sang istri melangkah dengan aman.Wajah Ariana tampak lelah, tetapi senyum tipis menghiasi bibirnya. Kepulangan itu menjadi momen yang ia nantikan sejak lama.Begitu memasuki ruang keluarga, Ariana duduk di sofa dengan nyaman, sementara Jason memastikan kedua bayi kembar telah dibaringkan di kamar mereka.Lucas dan Ethan tampak sibuk mengamati

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 311

    Langkah kaki kecil itu terdengar tergesa menyusuri lorong rumah sakit yang masih dipenuhi aroma antiseptik.Ethan berlari tanpa menghiraukan panggilan perawat yang memintanya berjalan pelan.Wajahnya memancarkan rasa penasaran yang begitu besar, seolah hatinya tak sabar untuk memastikan kebenaran kabar yang sejak tadi berputar di kepalanya.Kedua matanya berbinar saat dia akhirnya tiba di depan ruang perawatan, tempat ibunya berada sejak beberapa jam itu.Begitu pintu terbuka, pandangan Ethan langsung tertuju pada dua keranjang bayi yang diletakkan berdampingan di sisi ranjang.Langkahnya terhenti seketika. Tubuhnya membeku, sementara napasnya tertahan.Di dalam masing-masing keranjang itu, terbaring dua bayi mungil yang tertidur lelap, dibalut kain lembut berwarna senada.Wajah mereka tampak begitu damai, dengan dada kecil yang naik turun secara perlahan.“Woah! Ternyata benar, bayinya ada dua,” serunya dengan antusias.Dia lalu mendekat dengan langkah hati-hati, seolah takut menggan

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 310

    Beberapa jam telah berlalu sejak proses persalinan itu selesai. Suasana rumah sakit yang semula dipenuhi ketegangan kini berubah menjadi lebih tenang.Ariana telah dipindahkan ke ruang rawat inap bersama dua bayi mungilnya yang terlelap dalam balutan bedong hangat.Tubuh Ariana masih tampak lemah, wajahnya pucat, namun ketenangan dan kebahagiaan jelas terpancar dari sorot matanya.Nafasnya teratur, meskipun sesekali ia masih meringis pelan menahan rasa nyeri sisa operasi.Jason berjalan di samping ranjang dorong dengan langkah yang lebih ringan dibanding beberapa jam sebelumnya.Wajahnya yang sejak pagi tegang kini tampak lebih rileks, meskipun matanya masih berkaca-kaca setiap kali menatap dua bayi kecil yang kini resmi menjadi bagian dari hidupnya.Setibanya di ruang rawat, pintu kamar itu langsung terbuka, memperlihatkan keluarga besar yang telah menunggu dengan penuh harap.Melly berdiri paling depan. Begitu melihat Ariana, wanita paruh baya itu langsung menghampiri ranjang putrin

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status