/ Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 12 Melepas Keperjakaan

공유

Bab 12 Melepas Keperjakaan

작가: Tristar
last update 게시일: 2026-03-30 13:45:42

Joko menarik Bu Sinta, lalu mengangkatnya ~ sampai terduduk di atas meja warung. Dia menempelkan batangnya itu di lubang apem tembem Bu Sinta.

"Aku masukin, yah?" tanya Joko dengan nada menggoda.

"Kamu... gak perlu istirahat dulu?" tanya Bu Sinta dengan heran. "Biasanya pria harus istirahat dulu setelah keluar," lanjutnya.

"Gak perlu! Lihat saja, batangku... masih sangat keras!" ucap Joko, sambil menggesekkan batangnya ~ ke apem tersebut.

Tanpa melirik pun, Bu Sinta bisa merasakan, jika
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Asmar Nasution
lanjut kk seru
goodnovel comment avatar
Resually Wally
lanjut baca
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 288 Sewa Vila

    Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sampai di vila. Di depan gerbang, berdiri seorang wanita berpakaian rapi. Joko turun dari mobil ~ berniat menghampiri wanita itu. Namun, wanita itu lebih dulu menghampiri Joko. "Anda Tuan Joko?" tanya wanita itu dengan sopan. Joko mengangguk. "Benar. Saya yang memesan vila ini!" Wanita itu menyodorkan kunci dan kertas kecil. "Tuan, ini kunci vilanya dan nomor telepon saya. Kalau ada yang perlu di bantu, hubungi saja nomor itu!" ucapnya. Joko mengangguk. "Terima kasih." Setelah Joko masuk kembali ke mobilnya, wanita itu membuka gerbang. Satu persatu mobil pun masuk ke dalam vila. Setelah semua mobil masuk, wanita itu kembali menutup pintu gerbang, lalu pergi. Semua orang turun dari mobil. Sorot mata mereka berbinar terang saat melihat vila yang begitu megah. "Tiga puluh juta memang sepadan. Vila ini sangat besar!" ucap Rian. "Ayo masuk ke dalam!" ajak Joko. Mereka pun pergi membawa barang bawaan mereka, lalu masuk ke dalam vila. Di d

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 287 Buktikan, Menang Taruhan

    Sumi mengulum dengan penuh semangat. Semakin lama, rasa yang di hasilkan dari kulumannya semakin nikmat. "Ahhh... mmm, sepertinya... kamu sudah sering melakukan ini, mmm... enak banget!" racau Joko dengan mata merem melek.Dia berusaha keras untuk menjaga fokusnya. Meski jalanan di sana kosong, tapi jika kehilangan fokus bisa-bisa mobilnya keluar dari jalan.Setelah beberapa menit di mainkan, Joko belum memperlihatkan tanda-tanda mencapai puncak. Para wanita itu takjub dengan ketahanan Joko."Sumi, kamu bisa gak sih? Kok dia belum keluar?" tanya Rara dengan sinis.Sumi mengeluarkan batang Joko dari mulutnya. "Jangan salahkan aku, punya dia kuat banget!" ucapnya sambil memelototi Rara."Gantian dong!" pinta Rara dengan ekspresi wajah tidak sabar.Sumi mendengus kesal, lalu dia pindah ke kursi belakang. Dia bukan mengalah, tapi dia sudah merasakan mulutnya pegal.Rara dengan penuh semangat pindah ke kursi depan. Setelah itu, dia langsung menunduk batang Joko dan meraihnya."Keras bange

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 286 Servis Di Perjalanan

    Perkataan Sumi seperti sengatan listrik untuk Joko. Miliknya yang sudah mengeras, semakin mengeras sampai tercipta tonjolan di celananya. Rara bangkit dari tempat duduknya, lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajah Joko. "Asalkan... jaga rahasia, kamu boleh cicipi kita." "Kalian pasti bercanda kan?" tanya Joko. Dia tidak langsung memercayai ucapan para wanita itu. "Tadinya... kita sepakat mau berebut kamu. Tapi ternyata... kamu itu pria nakal yang punya banyak wanita. Jadi... gak ada gunanya lagi kita berebut lagi," ucap Sumi. "Kamu orang kaya. Kalau menjalin ikatan yang lebih jauh... kita pasti dapat keuntungan dari kamu. Walau bukan berupa harta, setidaknya bisa dapat bantuan kalau di masa depan punya masalah," ucap Rara. "Aku setuju. Walau aku pengen jadi wanitamu, tapi sepertinya sudah gak mungkin," ucap Sumi. Dita dan Yeni setuju dengan ucapan Sumi. Joko menyeringai tipis. "Kalian cerdik juga yah." ucapnya. "Pantas saja kalian mau di mobilku, ternyata kalian sudah punya renc

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 285 Empat Wanita Cantik

    "Jo, mobilmu nyaman banget yah," ucap Sumi dengan ekspresi sedikit genit. "Tentu saja nyaman. Mobil ini gak murah!" sahut Dita dari belakang. "Hehe, senyaman apapun mobil, pasti lebih nyaman diam di rumah," canda Joko. "Kamu bisa saja," Sumi menekan pundak Joko dengan jari telunjuknya. Joko sedikit melirik wanita itu. "Hmm, wanita ini sangat aktif. Baru kenal saja sudah berani bertingkah genit." Setelah terdiam sesaat, Joko kembali berkata. "Nanti sampai di kota, kalian harus ke toilet dulu. Kalau sudah lewat kota, susah nyari toilet. Baru ada lagi toilet nanti di kalau udah sampai di Kota Awan." "Kalau kebelet di jalan, tinggal nyari hutan saja. Gak masalah, hihi," ucap Rara sambil terkikik. "Kalau gak masalah kencing di hutan, gak apa-apa," balas Joko. "Jo, kamu gak bawa camilan?" tanya Sumi. "Nggak, nanti beli di kota," balas Joko. "Nggak usah beli. Kita bawa banyak camilan kok," ucap Sumi buru-buru. "Iya. Gak bakal habis kita makan," ucap Yeni sambil memperlihatkan sat

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 284 Berangkat Liburan

    Tak terasa hari Sabtu pun tiba...."Sayang, kalian yakin gak mau ikut?" tanya Joko sambil menatap Ayu, Lana, Sinta, dan Mona.Joko tampak sedang sibuk memasukkan semua keperluannya ke dalam koper. Keempat wanita cantik itu sibuk membantunya."Nggak ah. Kalau kita ikut liburan, pasti nanti beritanya bocor ke para warga. Para bocah itu pasti gak akan bisa tutup mulut," balas Sinta."Hmm, ya sudah. Kalian mau di bawakan apa?" tanya Joko."Terserah kamu saja. Kamu gak bawa apa-apa pun gak masalah. Yang penting, kamu pulang dengan selamat," balas Ayu dengan lembut."Hehe, aku mau liburan ~ bukan mau perang," Joko menggosok kepala Ayu. "Tetap saja kamu harus berhati-hati!" tegas Ayu dengan wajah cemberut."Oke... oke. Ya sudah, kalau nanti ada barang bagus, aku pasti bawakan buat kalian," ucap Joko.Beberapa saat kemudian, mobil Joko melaju pergi meninggalkan rumah Lana. ===Tadi malam, Rian memberi tahu Joko kalau besok akan berkumpul di depan jalan keluar kampung. Saat Joko sampai di s

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 283 Harus Jadi Lebih kuat

    Joko dan Lana tidak pulang ke rumah. Joko membawa Lana ke markas kelompok Darto. Setibanya di sana, Darto dan kelompoknya tampak sangat antusias dan langsung mengerumuni Joko dan Lana."Bang.... akhirnya kamu punya waktu datang ke sini," ucap Darto. "Ayo... duduk Bang, Nona Lana," undang Darto."Ayo kalian juga duduk lagi saja!" Joko duduk dan Lana duduk di sampingnya. Setelah semua orang duduk, Joko berbicara. "Gimana dengan latihan kalian?" tanyanya sambil menatap kelompok Darto."Hehe, kita sangat rajin Bang. Kita sekarang sepertinya sudah jauh lebih kuat!" balas Seno."Benar kata Seno. Semua yang di ajarkan Abang sudah hampir kita pelajari semuanya," tambah Darto.Dengan kemampuan sekarang, Joko bisa merasakan dengan jelas seberapa kuat kelompok Darto.Mata Joko menatap Darto. "Pendekar tahap awal," matanya beralih ke Seno. "Pendekar tahap awal. Lumayan, lumayan." Mendengar ucapan Joko, Darto dan yang lainnya termasuk Lana menjadi kebingungan."Bang, apa itu pendekar tahap awal

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 4 Bu Tika Lebih Berani

    Ketika hari mulai beranjak sore, Joko memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Penghasilannya dari mengojek hari ini sudah cukup banyak, jadi ia tidak perlu lagi berkeliling mencari penumpang hingga malam. Setelah selesai bersih-bersih, Joko duduk di kursi yang sudah tampak lapuk dimakan usia. Ia kemu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status