Beranda / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 24. Empat Iblis dari Tenggarong

Share

24. Empat Iblis dari Tenggarong

last update Tanggal publikasi: 2024-04-28 01:02:23

"He he he.....Bukankah tadi kau mengatakan kalian berempat iblis?" balik pemuda itu dengan maksud mengejek. Tangannya terus menggaruk-garuk kepala serta mulutnya cengengesan.

Pemuda yang ternyata Baraka itu kembali berkata, "Ah, lucu.... Seharusnya orang seusia kalian belum pikun. Tapi... Yah, mungkin inilah dunia. Ternyata iblis pun bisa pikun...,"

Merah membara wajah Empat Iblis dari Tenggarong mendengar ocehan pemuda sinting itu. Salah seorang dari mereka melontarkan paha aya

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Kera Sakti   1746. REINKARNASI DEWA JAGAT

    KAKI Gunung Tunggir yang biasanya dilanda sunyi, kali ini dihiasi dengan suara-suara aneh. Hembusan angin yang menuju ke barat membawa gelombang suara aneh terasa janggal bagi telinga seorang pemuda berambut poni. Pemuda yang memiliki rajah naga emas melingkar di punggung lengannya itu hentikan langkah sejenak kala telinganya menangkap suara aneh tersebut."Suara apa itu sebenarnya? Seperti suara kodok, tapi lebih mirip suara burung gagak? Atau jangan-jangan suara kodok yang sedang mau ditelan burung gagak? Jangan-jangan suara burung gagak yang sudah ditelan seekor kodok?" pikir si pemuda berompi tanpa lengan itu. Pemuda itu tak lain adalah Pendekar Kera Sakti atau yang lebih dikenal dengan nama Baraka. Kadang ada yang menjulukinya dengan nama Tabib Suling Dewa, sebab ia mampu sembuhkan berbagai macam penyakit dengan kesaktiannya.Namun beberapa orang sering memanggilnya dengan nama sanjungan 'si tampan', karena memang ia mempunyai wajah tampan dan senyum menawan yang

  • Pendekar Kera Sakti   1745. Part 26

    Kedua perempuan itu mengadu kipas di udara. Ledakan besar terjadi bersama menyebarnya sinar biru terang dari perpaduan kedua kipas tersebut. Salah satu kipas terpental dan hancur berkeping-keping. Tapi perempuan yang tanpa kipas itu masih tampak berani lakukan penyerangan terhadap lawannya, ia berjumpalitan di tanah beberapa kali, kemudian berhenti dalam keadaan berlutut satu kaki dan sentakkan tangannya ke depan. Sinar merah lurus keluar dari ujung jari tangannya yang menguncup itu.Slaaap...!Sinar lurus dihadang oleh kipas yang dikembangkan di depan dada.Deeb...! Blaaarr...!Zlaaap...! Orang yang memegang kipas lenyap seketika. Bukan hancur karena hantaman sinar tadi, melainkan berpindah tempat di belakang orang yang tidak memegang kipas, ia mampu bergerak luar biasa cepatnya, hingga tak terlihat ke mana arah gerakannya. Tahu-tahu ia tebaskan kipasnya ke punggung la wan.Wuuuut...! Breeett...!"Aaahg...!" perempuan yang tak berkipas meme

  • Pendekar Kera Sakti   1744. Part 25

    Orang yang baru datang berwajah kembar dengan Rara Santika itu pandangi Baraka dengan tajam. Tapi sebelum ia bicara, Rara Santika lebih dulu dekati Baraka dan berkata. "Cantik sekali adik kembarku itu, bukan! Tapi sayang dia berada di jalan yang sesat! Perhatikan kesamaannya denganku. Bukankah hal yang pantas jika setiap orang menyangka diriku adalah Gundik Sakti! Padahal dialah orang yang selama ini berjuluk si Gundik Sakti.""Aku bukan Gundik Sakti!" seru perempuan yang baru datang itu. "Aku adalah Rara Santika! Kau jangan melemparkan dosa padaku, Sumina!" tudingnya kepada perempuan yang di samping Baraka.Perempuan itu hanya tersenyum sinis, lalu berkata kepada Baraka dengan nada manja, "Dia ketakutan kepada kita, sebab dia tahu jika kekuatan kita menjadi satu, dia akan hancur lebur dalam sekejap saja! Tapi, aku tak ingin kau ikut celaka. Kalau tubuhmu luka atau lecet sedikit saja, nanti masa bercumbu kita kurang hangat, Baraka. Sebaiknya kau menyisi dulu, biar kuha

  • Pendekar Kera Sakti   1743. Part 24

    Raja Maut kerahkan tenaganya dengan tangan membuka ke atas membentuk cakar pada jari-jarinya. Tangan itu segera menyentak ke sana-sini dengan cepat, kemudian berhenti di pertengahan dada. Seluruh jarinya menggenggam kecuali jari tengah dari kedua tangan. Jari tengah itu saling merapat, kemudian dengan kaki menghentak ke bumi, kedua tangan yang jari tengahnya saling merapat lurus itu menyentak ke depan.Suuut...!Selarik sinar biru tanpa putus melesat dari ujung kedua jari tengah itu. Sinar itu semakin jauh semakin melebar dan membesar, hingga akhirnya menghantam tubuh Rara Santika. Namun dalam jarak dua langkah sebelum mencapai tubuh perempuan montok itu, sinar biru tersebut telah pecah menyebar dan menimbulkan ledakan yang amat dahsyat.Blegaaaarrr...!Air sungai meluap seketika, tanah bagaikan dihentak gelombang dari kedalaman bumi. Batu-batuan terpental, ada yang pecah seketika, ada pula yang hanyut terbawa arus sungai. Pepohonan tumbang beberapa bagia

  • Pendekar Kera Sakti   1742. Part 23

    Suara tua si Raja Maut masih terdengar cukup lantang, wajahnya kelihatan memancarkan kemarahan cukup besar, ia berseru kembali kepada Rara Santika, "Gundik Sakti, mata tuaku ini tak bisa ditipu oleh kelicikanmu! Aku masih cukup jelas mengenalimu sebagai orang yang membawa lari muridku; Sri Murti, dan menjadikannya sebagai tumbal tiga purnama yang lalu! Sekarang aku menuntut balas atas kematian muridku itu, juga atas kematian para tumbal lainnya!""Jika kau masih bersikeras untuk mengadu kesaktian denganku, aku pun akan melayanimu dengan senang hati, Monyet Tua!" seru perempuan itu dengan keras dan berkesan kasar, ia segera dekati Baraka yang sedang bingung dalam mengambil sikap dan berbisik lirih, "Menjauhlah sedikit, biar kubereskan dulu si monyet tua ini! Jangan ikut campur, karena dia berilmu lumayan tinggi.""Mengapa... mengapa ia bersikeras menganggapmu sebagai Gundik Sakti, Santika?""Itulah kebodohannya. Kebodohan itu harus dibantai agar tidak menular kep

  • Pendekar Kera Sakti   1741. Part 22

    Perempuan itu maju selangkah lagi hingga jaraknya tinggal satu langkah dari depan Baraka. Bibirnya yang menggemaskan sunggingkan senyum menggoda, matanya mengerling sambil berucap kata, "Jangan buang-buang waktu. Setelah kulakukan pengobatan untuk menawarkan racun di tubuhku, kita akan punya banyak waktu untuk merajut keindahan di ruang bawah reruntuhan biara itu, Baraka."Kling...! Mata kiri perempuan itu berkerling lagi.Jantung Baraka bagaikan dibetot. Kaget namun segera merasakan keindahan mengalir di setiap aliran darahnya. Rasa indah itu telah menimbulkan perasaan kagum dan bahagia yang menguasai jiwa. Senyum pemuda dari Lembah Kera itu pun segera mengembang mempesona hati lawan jenisnya."Kita harus cepat sampai ke tempat kita semalam, lalu kita lewatkan saat-saat indah di sana."Baraka menjawab dengan debaran hati penuh rasa suka cita tiada terkira. Bahkan tangannya berani mencubit dagu perempuan cantik itu tanpa canggung lagi."Akan kuberi

  • Pendekar Kera Sakti   298. Part 13

    "Baraka ... hidupku ... tidak ... lama lagi ... ""Ningrum, aku yakin kau pasti sembuh!" potong Baraka dengan cepat.Ningrum menggeleng dengan lemah. "Percuma aku hidup... kalau keadaanku seperti ini Baraka"Baraka hanya diam tak menjawab ucapan Ningrum. Sementara Ningrum mulai

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Pendekar Kera Sakti   1512. Part 7

    “Buktinya kau sudah pandai mencium bibirku""mencium bibir itu kan pekerjaan yang mudah. Yang sulit mencium anak panah!" Baraka menanggapi dengan kelakar, Muria Wardani geli. Keiakar itulah yang sering membuat Muria Wardani merasa betah bicara dengan Pendekar Kera Sakti.&ldqu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Pendekar Kera Sakti   1528. Part 23

    Orang yang tidur dengan berjalan, yang bisa bertarung sambil mendengkur, tak ada lain kecuali si Bwana Sekarat utusan dari Pulau Serindu yang mempunyai ratu Hyun Jelita alias Gusti Mahkota Sejati Ratu Ayu Sejagat. maka ketika Baraka tampil di depan para prajurit kadipaten, maka ia beri isyarat ke

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Pendekar Kera Sakti   1497. Part 15

    Gusraak...!Ia buru-buru bangkit karena mendengar seruan Dewi Gapit Mesra yang bergegas menyerangnya kembali."Hiaaat...!" Lompatannya kali ini menyerupai seekor singa betina yang buas dan sangat bernafsu terhadap mangsanya. Senjata cakra bergerigi itu dikibaskan ke arah dada Telaga

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status