แชร์

89. Aluna ditabrak

ผู้เขียน: CacaCici
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-17 22:45:09
"Jangan lupa juga, Sayangku, seorang Aluna tidak pernah melanggar prinsipnya. Hidupku milikku." Di akhir kalimat, Aluna menyunggingkan senyuman tipis.

Situasinya begitu menegangkan. Aluna dan Sza tiba-tiba saling bersitatap dengan tajam, begitu serius. Hingga tiba-tiba …-

"Argkk, pahit, Anjir!" umpat Aluna spontan saat meminum iced americano miliknya.

"Ampun dah." Sza memutar bola mata jengah, "udah tahu nggak suka kopi, tapi sok-sokan pesan. Huh, mentang-mentang suaminya suka minum kopi
CacaCici

Selamat membaca dan semoga suka dengan 4 bab kita, MyRe. Sehat selalu buat kalian semua dan tetap semangat yah! IG;@deasta18

| 39
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (25)
goodnovel comment avatar
Mean Da
Wkwkwkwk betul itu Kak.. Dah lah.. btw terimakasih Kak up nya
goodnovel comment avatar
CacaCici
Wkwkwk ... sok-sokan mau ceria kan yah, Kak, tapi sakit dikit saja langsung manja ke suami. (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)(⁠╥⁠﹏⁠╥⁠)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Wkwkwkwk ... langsung mode manja kan yah, Kak. (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   96. Kondisi yang Parah

    Aluna berjalan gugup dan jantung berdebar kencang ketika dia sudah dekat dengan keluarga suaminya—di rumah sakit, ruang tunggu khusus pasien HCU."Sayang, akhirnya kamu datang," ucap Naia dengan suara lirih, menatap berkaca-kaca pada Aluna ya baru datang. "Ba-bagaimana keadaan Mas Kaizen, Mah?" tanya Aluna bergetar, nadanya penuh kekhawatiran dan takut. Wajahnya pucat, tegang, dan tak bersemangat. Bola matanya terlihat berkaca-kaca, ingin menangis karena dia begitu mengkhawatirkan suaminya.Selain perasaan khawatir, Aluna juga merasa bersalah sekaligus takut disalahkan. Sebelum ini, dia kabur dari rumah—di mana sebelumnya juga dia dan Kaizen sehabis bertengkar. Aluna takut Kaizen kecelakaan dikarenakan mencari Aluna yang kabur. "Kaizen sudah diperiksa dan mendapatkan penanganan medis dari dokter, Sayang. Kondisi Kaizen juga sudah stabil, hanya saja belum sadar dan dokter bilang Kaizennya masih harus ditempatkan di HCU karena masih membutuhkan pemantauan ketat dari dokter," jelas Na

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   95. Kecelakaan setelah Aluna

    Namun, karena Aluna tak tahu benda bagian mana yang Kaizen pasang chip pelacak, akhirnya dia mutuskan meninggalkan cincin pernikahannya, handphone, dompet, gelang, dan benda lainnya. "Lukamu … apa Om Kaizen yang …-" Aluna menggelengkan kepala dengan cepat sambil melebarkan mata pada kakaknya. "Lukaku karena tadi siang aku tertabrak, Kak," ucap Aluna pelan. "Kua tertabrak?" Kening Raigen mengerut, seketika menatap adiknya dengan lekat. "Ya Tuhan! Aluna! Kenapa kau bisa ditabrak? Kau pecicilan di jalan, Hum? Kenapa kau tidak memberitahu Kakak, Aluna?" "Iya, salah Aluna karena menyeberang tidak hati-hati," jawab Aluna sambil memperlihatkan cengiran pada kakaknya, "aku tidak memberitahu Kakak karena takut Kakak marah." "Ck, tidak mungkin Kakak marah. Yang ada Kakak khawatir," jawab Raigen, mengganti luka adiknya yang ada di telapak tangan. Dari yang dia perhatikan, ini memang luka akibat kecelakaan. Namun, karena tadi Aluna datang dalam keadaan mengenaskan, pikiran Raigen

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   94. Tak ingin Bulan Madu

    "Di mana tiketnya?" tanya Kaizen, kembali masuk ke kamar dan melihat tidak ada tiket bulan madu di atas meja nakas. Aluna tak menjawab, menatap Kaizen dengan raut muka was-was dan gugup. Awalnya, dia lebih kemarahan melempar meremukkan tiket tersebut karena yakin kalau tiket itu dari Vanessa. Akan tetapi seseorang dia menyesal. Bagaimana jika tiket bulan madu itu bukan dari Vanessa? Kaizen menoleh ke arah lain, mencoba mencari tiket tersebut. Hingga akhirnya dia menemukannya, di depan pintu kamar mandi–dalam keadaan kertas yang diremas. "Kau yang melemparnya?" tanya Kaizen, kini menatap tajam ke arah Aluna. Aluna menganggukkan kepala. "Aku tidak mau bulan madu," ucap Aluna, terkesan ketus. Rahang Kaizen seketika mengatup, tatapannya berubah tajam dan ekspresinya langsung dingin. Namun, sekelipun begitu, dia tetap mencoba menahan diri untuk tak meledak. "Ambil kembali," titah Kaizen dengan nada dingin dan terkesan marah. Aluna berdiri, segera mengambil tiket terseb

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   93. Salu dan AMW

    Kaizen menepuk pelan pucuk kepala Aluna, lalu pergi dari kamar—tanpa mengatakan apa-apa.Aluna langsung menyandar lemas ke sofa. Tubuhnya seperti kehilangan energi akan tetapi dia begitu lega karena Kaizen pergi dari kamar ini. Namun, otak Aluna kini penuh tanda tanya. Salu_02, nama akun sosial media yang pernah menerornya. Terakhir kali! Darling yang terucap dari bibir Kaizen tadi, disebut dengan nada dingin yang menyeramkan, itu membuat Aluna langsung teringat dengan si akun peneror. AMW_20 dan Salu_02! "Mas Kaizen ya-yang punya akun itu?" gumam Aluna dengan nada pelan kembali diselimuti ketakutan. Aluna mencoba bangkit, berjalan ke arah ranjang secara perlahan. Setelah itu, Aluna di pinggir ranjang–meraih handphone lalu buru-buru mengecek sosial medianya. Hal yang pertama kali dia cek adalah akun sosial medianya sendiri. Aluna kembali panas dingin, menatap bio-nya yang kembali …-'Istrinya Kaizen Xavier Tercinta.' Padahal seingat Aluna, dia sudah mengganti bio-nya. Tapi kenap

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   92. Kau ingin Bercerai denganku, Darling?

    "A-asjsjassw …." Sza mendadak sulit berkata-kata. Dia ingin mengumpat karena Aluna menangis bukan disebabkan oleh kata-kata bijaknya, akan tetapi dia juga khawatir pada telapak tangan Aluna. Bahkan dia ngilu melihatnya! Perban tangan Aluna terbuka, memperlihatkan daging berdarah segar. "A-aku harus gimana, Al? Aku bukan dokter lagi. Apa kita balik ke rumah sakit saja?" Aluna menggelengkan kepala, terus menangis karena luka di telapak tangannya sangat perih dan sakit luar biasa. Hal tersebut bersamaan dengan sebuah mobil yang berhenti di depan halte. Seseorang keluar dengan terburu-buru, cepat-cepat menghampiri Aluna. Melihat sosok itu, Aluna berusaha untuk tak menangis. Dia merapatkan bibir supaya suara tangisan tak keluar dari mulutnya. Hanya saja, air matanya terus jatuh. "Kenapa menangis, Aimee?" tanya Kaizen dengan nada rendah dan berat, penuh perhatian dan khawatir. Aluna tak mengatakan apa-apa akan tetapi menunjukkan telapak tangannya yang terluka–di mana perbannya ter

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   91. Cemburu itu Buta

    "Dagumu kenapa, Aluna?" tanya Liam, penasaran dengan kondisi Aluna yang cukup memprihatikan. Aluna yang terlihat tegang sebab takut Kaizen mendengar obrolannya dengan Sza, langsung mengalihkan tatapan dari suaminya kepada Liam. "Kena aspal, Kak. Tertabrak," jawab Aluna singkat dan terkesan ramah. "Sayang, aku mau bicara dengan Kak Kaizen. Kamu diam dulu yah. Bentar kok," pinta Vanessa pada Liam, cukup kesal dan tak suka ketika calon suaminya berbicara dengan Aluna. Sebetulnya dia cukup kaget sebab Liam juga memanggil nama Aluna–seolah mereka sudah akrab dan dekat. "Hum." Liam menggaruk tengkuk, berdehem rendah tetapi terkesan tak suka. Pandangannya langsung ia jauhkan dari Kaizen. "Kak, aku sebenarnya ingin datang ke rumah Kakak untuk memberikan sesuatu pada Kakak. Tapi karena Kakak kembali ke sini, aku kasih di sini saja," ucap Vanessa, "untuk semalam, aku sangat berterima kasih pada Kakak karena Kakak bersedia datang untuk membantuku mencari Laudia. Sekarang Laudia sudah dit

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status