Share

Bab 164

Penulis: Elyssa
"Biasanya setelan kerja seperti ini 'kan dipadukan dengan rok pendek ketat, ya?"

Sejak Fredric menatapnya dari atas ke bawah tadi, Darlene sudah merasa seluruh tubuhnya merinding. Namun dari luar, dia tetap terlihat tenang. "Aku sengaja ganti dengan celana khusus buat kamu. Gimana, terharu nggak?"

Fredric langsung menangkap bahwa Darlene sedang menyindirnya soal kemesumannya. "Kenapa? Kamu pikir aku orang yang mesum?"

"Aku nggak bilang begitu."

Fredric mengangkat bahu sambil tersenyum, lalu menarikkan kursi untuk Darlene dengan sikap sok gentleman. Darlene pun duduk.

Pertemuan malam ini sebenarnya atas inisiatif Fredric sendiri. Dia yang menghubungi Darlene, katanya ingin membahas konsultasi soal gugatan perceraian.

Darlene sangat paham bahwa niat Fredric tidak sesederhana itu. Namun, dia tetap ingin mendengar apa yang ingin disampaikan Fredric. Lagi pula, dia sendiri tidak yakin apakah setelah menang taruhan nanti, Kenward benar-benar akan menepati janjinya.

"Mesum itu naluri pria ...
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
niniqwahyuni
lanjut kak...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 180

    "Kok kamu tahu?" Kenward balik bertanya."Aku cuma nebak .... Kak Gianna sudah pulang cukup lama. Kamu seharusnya sudah mau cerai dengan Darlene, 'kan?" Sambil bertanya, Adelio mengamati reaksi Kenward dengan hati-hati.Saat Gianna baru kembali ke negara ini, Adelio sudah merasa Kenward seharusnya bercerai dengan Darlene.Namun, Kenward tidak tega melepaskan Darlene sebagai pengurus rumah tangga, sehingga perceraian terus tertunda sampai sekarang.Saat Adelio mengamatinya, Kenward pun diam-diam mengamati Adelio. Ini adalah pertama kalinya Kenward melihat sorot mata yang begitu penuh harap di mata Adelio."Kamu sangat berharap aku cerai dengan Darlene?""Tentu saja." Adelio menjawab tanpa berpikir panjang. Begitu selesai berbicara, dia melihat sorot mata Kenward langsung menjadi dingin."Aku 'kan mikirin Kak Gianna. Dia sudah begitu lama berada di sisimu, tapi nggak punya status yang jelas ...."Kenward terdiam."Kak Gianna sebenarnya pernah nangis di hadapanku beberapa kali. Katanya di

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 179

    Melihat Adelio memarahinya sampai terengah-engah dan wajahnya merah padam, Darlene pun menuangkan segelas air untuknya.Adelio sebenarnya masih ingin memarahi, tetapi begitu melihat Darlene menuangkan air untuknya, hatinya langsung melunak."Kamu itu sudah sebesar ini, bukan anak kecil lagi. Kenapa bisa begitu ceroboh? Pengacara di dunia ini begitu banyak, tapi kamu justru memilih yang paling buruk reputasinya ...."Setelah meneguk air, Adelio yang tadinya mulut kering tiba-tiba merasa air putih itu sangat manis.Darlene menatap Adelio yang sudah mengomel cukup lama, lalu tiba-tiba bertanya, "Adelio, kenapa akhir-akhir ini sikapmu padaku berubah begitu banyak? Ada sesuatu yang terjadi?"Tubuh Adelio langsung bergetar. "Masa sih? Mana mungkin! Nggak ada yang berubah kok!"Mulutnya menyangkal, tetapi wajah Adelio justru semakin merah seperti pantat monyet. Naluri Darlene mengatakan bahwa Adelio sedang menyembunyikan sesuatu darinya.Keduanya terdiam. Suasana menjadi agak canggung.Adelio

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 178

    Saat Fredric menunduk hendak menciumnya, Darlene dengan tegas mendorong Fredric menjauh."Dalam hal itu, Kenward sebenarnya nggak bermasalah."Merasa Darlene seperti sedang membela Kenward, Fredric terkekeh-kekeh. "Kalau begitu, alasanmu tetap ingin cerai dengannya ... pasti karena dia punya wanita lain di luar, 'kan?""Apa saja yang kamu ketahui?" Darlene tidak percaya Fredric sama sekali tidak tahu kondisi pernikahannya."Gianna adalah teman sekelas Kenward waktu SMA, juga cinta pertamanya. Saat lulus SMA, Kenward diputus sepihak olehnya. Gianna pergi ke luar negeri, tapi sekarang dia sudah pulang. Kenward menambah lini produk perhiasan demi dia, bahkan membukakan studio untuknya. Kalau dibilang mereka nggak ada apa-apa, jangankan aku, kamu sendiri pun pasti nggak percaya, 'kan?"Sebagai pengacara ternama, Fredric menguasai begitu banyak informasi. Hal itu sama sekali tidak mengejutkan Darlene."Aku pernah berniat menangkap bukti perselingkuhannya dengan Gianna, tapi sayangnya gagal.

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 177

    Meminta mereka meminjamkan 60 triliun padanya? Enam puluh triliun ....Bukan berarti dua orang itu tidak sanggup mengeluarkannya, tetapi apakah mereka mau meminjamkannya padanya? Darlene sendiri tidak punya kepastian.Sekalipun mereka mau meminjamkannya, sindiran dan ejekan pasti tidak akan terhindarkan.Di satu sisi, dia harus bercerai dengan Kenward. Di sisi lain, dia harus memohon pada orang-orang yang seumur hidup pun sebenarnya tidak ingin dia datangi.Darlene terjebak dalam dilema. Tangannya mengacak-acak rambutnya sendiri.Setelah meninggalkan Grup Bramantyo, Darlene menelepon Fredric. Awalnya telepon tidak tersambung. Sepertinya Fredric sedang sibuk menangani kasus.Menjelang sore, Fredric meneleponnya kembali.Malam hari di Kota Avranos dipenuhi cahaya gemerlap. Darlene tiba di depan kamar 9108 Hotel Violet. Inilah tempat yang ditentukan Fredric untuk bertemu dengannya.Di pelukan Darlene masih ada perjanjian perceraian yang diberikan Kenward padanya. Belum sempat dia mengetuk

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 176

    Darlene belum pernah melihat formasi sebesar ini sebelumnya. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah masuk.Kenward duduk, sementara tim pengacara hanya boleh berdiri di belakangnya."Bu Darlene, ini adalah perjanjian perceraian yang disiapkan oleh Pak Kenward." Wesley, ketua tim pengacara, mendorong sebuah dokumen ke hadapan Darlene.Katanya satu dokumen, tetapi sebenarnya itu setumpuk tebal. Jauh lebih tebal dibandingkan perjanjian perceraian yang sebelumnya disiapkan oleh Francis.Darlene merasakan firasat buruk. Dia mengernyit, mengangkat tumpukan perjanjian perceraian itu, lalu membacanya dengan sungguh-sungguh dari kata pertama.Ruang rapat sunyi senyap. Darlene membaca dengan sangat lama. Kenward pun tidak terburu-buru. Dia duduk di seberangnya, dengan sabar menunggu hingga Darlene selesai membaca. Senyuman menawannya tidak berubah sedikit pun.Darlene hampir menghabiskan satu jam penuh sebelum akhirnya selesai membaca."Bagaimana? Kalau nggak ada masalah, silakan tanda ta

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 175

    Ucapan Darlene mengalir begitu saja, dan kontraknya pun jelas sudah lama dipersiapkannya."Jangan-jangan ... sejak awal kamu memang sudah merencanakan ini?" Swara mengerutkan kening menatap Darlene. Darlene hanya tersenyum tanpa menjawab.Studionya memang kekurangan tenaga kerja, sementara dana yang ada juga pas-pasan. Mencari orang yang kompeten, berpengalaman, tapi tidak menuntut gaji tinggi, jelas mustahil.Kebetulan, Darlene yakin setelah kejadian ini, Gianna pasti tidak akan mau menerima Swara lagi. Di sisi lain, mempertahankan Swara berarti bisa menghemat biaya. Baginya, ini solusi yang sama-sama menguntungkan.Akhirnya, Swara menandatangani kontrak magang itu. Setelah selesai menandatangani, dia masih sempat menyindir Darlene, "Jangan kira hanya karena kamu memberiku pekerjaan ini aku akan berterima kasih.""Aku nggak berharap kamu berterima kasih. Kamu nggak menjelek-jelekkanku di belakang saja sudah cukup."Dengan wajah memerah, Swara keluar dari ruang rapat.Darlene mengangka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status