Teilen

Pernikahan Yang Tak Kupilih
Pernikahan Yang Tak Kupilih
Dandelion

Bab 1

last update Veröffentlichungsdatum: 13.10.2025 14:53:22

“Katerina”

Katerina menghentikan langkahnya yang akan memasuki kamar. Dia hanya ingin istirahat, kenapa pria itu harus memanggilnya.

“Perempuan itu kekasih saya.” Lanjut si pria yang sialnya adalah suami Katerina.

Tidak usah kamu beritahu pun aku sudah bisa melihatnya, Mas. Lalu apa? Kamu mau aku merespon bagaimana? – suara itu hanya sampai di tenggorokannya, bibirnya terkunci rapat, lidahnya kelu, mengucapkan satu kata pun rasanya ia tidak bisa.

“Dia sedang hamil... anak saya.”

Setelah mendengar itu, rasanya seperti ada ribuan pisau yang menusuk jantungnya. Ia memegang tasnya erat-erat, tas yang berisi surat dari rumah sakit yang menyatakan ia pun sedang hamil. 

Sebelas bulan sebelumnya...

“Saya sarankan kamu tidak berharap banyak pada pernikahan ini.” Bayu berkata dengan suara pelan, namun penuh ketegasan. Ia yang tengah duduk di tepi ranjang pernikahan mereka memandang punggung istrinya dengan sorot mata yang tidak bisa ditebak.

Katerina yang sedang menghapus make up di wajah seketika berhenti mendengar ucapan suaminya. Lalu menoleh ke arah Bayu,

“Dari awal adanya perjodohan ini, aku juga tidak berharap lebih. Mas Bayu tahu sendiri alasanku menerima pernikahan ini.”

Nadanya penuh ketenangan, tegas, dan tak tersirat adanya kecewa atas ucapan suaminya.

Bayu bangkit dari duduknya, melangkahkan kaki mendekati sang istri. Saat langkahnya semakin dekat, tatapan mata Bayu bertemu dengan tatapan Katerina melalui cermin di meja rias. Ia lalu menyunggingkan senyum tipis, sangat tipis, jika saja Katerina tidak memperhatikan itu, ia akan melewatkan senyum pertama laki-laki itu sebagai suaminya.

Bayu menundukkan wajah dengan tatapan yang masih bertaut dengan sang istri, “Tapi saya ingin kamu tetap menjalankan kewajiban kamu sebagai seorang istri, karena saya juga akan melakukan hal yang sama.” 

Menyunggingkan senyum, Katerina pun membalas ucapan suaminya. “Aku tahu, aku tidak akan melupakan siapa aku sekarang dan apa yang harus aku lakukan sebagai istrimu, terutama di depan keluarga kamu, Mas.”

“Good, kamu memang wanita pintar. Pantas saja Eyang saya ingin kamu jadi cucu menantunya.” Bayu berkata sambil berlalu dari sana menuju ke arah kamar mandi.

“Terima kasih atas pujiannya, tapi akan lebih baik kamu tidak usah memujiku jika itu tidak berasal dari hatimu sendiri.” Katerina berkata lirih, tapi masih bisa di dengar oleh Bayu yang memilih mengabaikannya.

***

Malam itu selepas keduanya mandi, Katerina dan Bayu langsung tidur. Tidak ada malam pertama, mereka cukup kelelahan dengan semua rentetan acara pernikahan yang di gelar dari pagi sampai malam hari. Namun, seperti ada yang mengusik tidurnya Katerina terbangun tepat pada pukul dua dini hari, hatinya gelisah entah karena apa.

Merapikan piyama satin yang ia pakai, Katerina turun dari ranjang, melangkahkan kakinya pelan agar tak mengusik tidur orang yang beberapa jam lalu telah menjadi suaminya. Setelah meminum segelas air di dapur ia duduk sebentar, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi setidaknya aku sudah keluar dari rumah Papah – gumamnya dalam hati.

Memasuki kamar, ia melihat suaminya masih tertidur dengan posisi yang sama. Langkahnya menuju ranjang terhenti ketika suara Bayu terdengar, “Dari mana?”

“Dari dapur.”

Katerina kembali melangkangkahkan kakinya, begitu pun dengan suara Bayu yang kembali terdengar.

“Saya kira kamu berubah pikiran dan memilih kabur.” Ucap Bayu tanpa menoleh, masih dengan posisi memunggungi sisi ranjang tempat istrinya berada.

Katerina memilih untuk tidak menjawab, ia mendudukkan diri dan bersandar ke kepala ranjang. Memandangi punggung Bayu, dalam hatinya Katerina mulai memperingati dirinya sendiri “Apa pun yang terjadi, jangan sampai kamu punya perasaan padanya, Katerina. Cukup jalani saja kewajibanmu sebagai istri, tapi jangan libatkan perasaanmu jika kamu tidak ingin menjadi seperti Ibumu.”

Setelahnya Katerina merebahkan dirinya meski kantuk belum lagi menyerang. Memejamkan mata, mencoba mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang begitu lelah.

Di sisi lain, Bayu yang tak mendengar jawaban apa pun dari istrinya akhirnya menoleh. Dilihatnya punggung sang istri, tatapannya terpaku sejenak sebelum akhirnya ia berbicara, “Kamu sudah tidur?”

Hening, tak ada jawaban dari istrinya. Mungkin dia sudah tidur – pikirnya. Tapi tidak, Katerina sebenarnya belum tidur hanya saja dia malas menanggapi Bayu, yang dia inginkan adalah secepatnya tidur lagi. Memang larut malam begini mau apa? Mau melakukan yang pillow talk? Rasanya tidak mungkin, mereka bukan pasangan yang menikah karena cinta. Jika memang suaminya itu ingin berbicara, bisa dilanjutkan esok hari.

***

Matahari bersinar dengan cerah, sinarnya menerobos melalui celah kaca dan jendela, memberi kehangatan pada rumah yang dingin itu. Di saat yang sama, Katerina sedang beristirahat setelah tadi sehabis subuh ia berlari keliling komplek perumahan yang ia dan Bayu tinggali. Membuka kulkas, ia melihat ada beberapa sayuran dan ayam potong yang terlihat masih segar. Mungkin orang suruhan keluarga suaminya yang mengisi kulkas ini. Pasalnya ia dan Bayu baru menempati rumah ini semalam, tapi Katerina lihat keadaannya sudah lengkap, rapi, bersih, dan kulkas pun sudah terisi.

Mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan, Katerina mulai memasak untuk sarapan dirinya dan Bayu, tapi kalau laki-laki itu mau memakan masakannya, kalau tidak ya tidak apa-apa.

Makanan sudah tersaji di meja, kini Katerina berisap untuk memulai sarapannya. Saat akan menyendokkan makanan ke mulutnya, tiba-tiba suara Bayu terdengar.

“Kamu masak sendiri?”

“Ya. Silahkan dicoba kalau Mas Bayu berkenan.

Sesaat kemudian, Bayu terlihat menarik kursi dan duduk memandangi makanan di meja. Namun alih-alih mengambil makanan, laki-laki itu malah membuka mulut dan mengajak Katerina berbicara.

“Hari ini kita diundang makan malam sama Eyang Sukma di rumahnya. Saya akan jemput kamu jam 7 malam.”

“Kita berangkat sendiri-sendiri saja, Mas.” Katerina menolak untuk datang bersama Bayu ke rumah Eyang. Malas sekali rasanya.

“Kamu mau Eyang curiga tentang hubungan kita?!” 

Mengehela napas, Katerina akhirnya mengangguk menyetujui saran suaminya untuk pergi bersama. Mereka memang harus berpura-pura menjadi pasangan sungguhan di depan keluarga Bayu.

Saat mereka benar-benar akan memulai sarapan, tiba-tiba bel rumah berbunyi. Katerina yang penasaran pun akhirnya melangkahkan kaki untuk membuka pintu. 

Saat pintu terbuka, ia langsung bertatap muka dengan seorang wanita muda yang berdiri di depannya. Siapa perempuan ini?      

Dandelion

Hi, Readers Perkenalkan aku Dandelion, ini cerita pertamaku. Semoga kalian suka ya😊 Semoga kita juga bisa jadi teman di sini Thank you😊

| 10
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
Dandelion
makasihh ya kak udah mampir, semoga betah diceritaku...
goodnovel comment avatar
sean aldeza
baru awal baca udah keren banget ...
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 178

    Hari berganti minggu, Minggu berganti bulan. Tak terasa bagi Katerina sudah sebulan melewati hari-harinya bersama sang anak di Austria. Rutinitasnya kembali seperti semula saat belum pulang ke Indonesia.Namun sepertinya, hanya Katerina yang merasa waktu berjalan begitu cepat. Karena nyatanya tidak berlaku bagi Daniel yang setiap hari bertanya kapan Papanya akan datang ke sini meski hampir setiap malam dua laki-laki itu berkomunikasi via video call. Seperti saat ini misalnya."Mama, kata Papa sebentar lagi ke sini. Kok nggak datang-datang, ya? Sebentarnya Papa kok lama, Mama? Apa Papa nggak jadi datang?""Jadi dong, Nak. Kan setiap malam Papa selalu bilang akan datang, jadi ditunggu aja. Sebentarnya Papa sama sebentarnya Niel, kan beda. Papa di sana harus kerja dulu."Dan entah sudah berapa kali ia menjawab pertanyaan anaknya itu. Namun hari ini tepatnya beberapa jam lagi, ia tak akan mengulangi jawaban yang sama karena Bayu memang benar-benar akan datang.Mantan suaminya itu memintan

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 177

    "Saya minta maaf, Katerina."Bayu mengulang ucapannya. Kali ini dengan suara yang serak dan berat sampai akhirnya ia menyadari laki-laki itu ternyata juga meneteskan air mata.Tunggu, apa ia terlalu keras mengomeli mantan suaminya itu sampai membuatnya menangis? Katerina jadi bingung sendiri."Aku nggak bermaksud melarang kamu perhatian sama Daniel. Aku_"Ucapan Katerina terhenti kala Bayu menggelengkan kepala. Laki-laki itu menyeka air matanya lalu kembali menatap matanya. "Maaf, saya malah jadi nangis seperti ini dan buat kamu bingung." Ucap Bayu dengan kekehan di akhir kalimatnya."Saya nggak bermaksud merusak didikan kamu pada Daniel, tapi sungguh saya nggak bisa menolak apa yang diminta anak kita. Setiap kali saya melihatnya, selalu muncul rasa bersalah karena saya nggak pernah ada untuk dia selama ini. Saya nggak tahu bagaimana perkembangannya, nggak mendengar tangis pertamanya, kata pertamanya, langkah pertamanya. Saya melewatkan semua itu."Bayu menengadahkan kepalanya untuk m

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 176

    Seminggu telah berlalu semenjak penolakan yang ia sampaikan pada Matthias dan percakapannya dengan kakaknya - Andrea malam itu. Saat ini ia sedang bersiap-siap untuk pergi piknik bersama Daniel dan juga Bayu.Beberapa hari lalu, Daniel sempat merajuk saat ia mengatakan bahwa mereka akan kembali ke Austria minggu depan. Ia sudah berupaya membujuk dan mengimingi bahwa nanti mereka akan bertemu kembali dengan Salsa atau Onty Sa kesayangan Daniel, tapi balasan anaknya saat itu sempat membuatnya terdiam."Tapi di sana nggak ada Papa." Ucap Daniel saat itu.Dan entah bagaimana ceritanya, kemarin Daniel tiba-tiba berbicara bahwa ia mau kembali ke Austria, tapi harus jalan-jalan dulu di sini dengan ayahnya. Dan tadi malam saat Bayu datang seperti biasa, Daniel langsung mengutarakan keinginannya itu."Papa, besok kita jalan-jalan ya. Papa jangan kerja dulu, okay."Bayu belum sempat menjawab, tapi Daniel sudah kembali berbicara. "Soalnya kata Mama, Niel sama Mama mau pergi dari sini. Jadi Niel

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 175

    Matthias mengalihkan tatapan lebih dulu. Laki-laki itu kemudian tersenyum, jelas sekali ada keterpaksaan di sana dan Katerina tahu akan hal itu. "Terima kasih karena telah memberi saya jawaban, Kate. Meski bukan sebagai pasangan, bisakah kita tetap berhubungan sebagai teman?""Ya tentu saja, Matt." Balasnya sembari tersenyum. Mungkin pertemanan adalah hal terbaik yang bisa ia berikan pada Matthias.Di saat yang sama, Bayu mendengarkan hampir semua percakapan Katerina dan Matthias dari balik tembok. Niatnya tadi ingin bertanya pada mantan istrinya itu di mana toples kukis milik Daniel karena anak mereka ingin kembali memakannya.Namun saat langkahnya hampir sampai ke ruang tamu, ia tak sengaja mendengar Katerina yang berkata tidak pada pernyataan Matthias. Ia sempat terkejut sesaat, tak menduga laki-laki bule itu ternyata sudah menyatakan perasaan pada Katerina. Berarti dugaannya selama ini tidaklah salah, Matthias memang menaruh rasa pada mantan istrinya.Untuk sesaa

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 174

    Bayu langsung menatap ke arah Matthias. Entah kenapa setiap kali ia melihat laki-laki itu ada rasa panas di dadanya. Rasa cemburunya begitu membakar sampai ia berpikir jika bisa, ia akan meminta laki-laki itu untuk tidak lagi bertemu dengan Katerina atau pun Daniel."Papa, lihat! Lego Niel yang baru udah dibuat sama Uncle Matt, karena Uncle Dre nggak bisa. Bagus kan, Papa."Ucapan polos Daniel justru seperti bensin yang disiramkan di tengah kobaran api di hatinya. Tapi sebisa mungkin ia mengontrol dirinya di depan sang anak."Iya bagus, sayang." Ucapnya seraya mengulas senyum dan mengelus kepala sang anak.Daniel kemudian menarik tangan Bayu untuk ikut duduk di karpet yang penuh mainan, tepat di sebelah Matthias. Anak sekecil Daniel tak tahu bahwa suasana di antara orang dewasa di sekitarnya mendadak begitu canggung.Namun tiba-tiba Andrea justru meminta Katerina untuk mengajak Matthias mengobrol di ruang tamu saja. "Kate, kalau kamu mau mengobrol sama Matthias d

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 173

    Daniel tak henti-hentinya mengunyah kukis buatanya dengan Eyang Sukma. Sepanjang perjalanan ke rumah mulut anak itu selalu terisi sampai membuat Katerina meringis melihatnya. Ia harus cepat-cepat menghentikan itu. Kukis itu banyak gulanya, dan anak sekecil Daniel tidak boleh terlalu banyak memakan gula."Niel, udah dulu ya makan kukisnya. Buat besok lagi." Ucapnya sambil menoleh sekilas ke arah sang anak yang duduk di kursi penumpang."Tapi kukisnya enak, Mama. Mau Niel habiskan.""Kalau habis nanti Niel nggak bisa makan lagi. Kan Mama nggak bisa buatnya.""Ya tinggal minta sama Eyang."Katerina mengembuskan napasnya pelan. Pintar sekali anaknya ini menjawab. "Loh tadi kan semua kukisnya Eyang dikasih ke Niel. Berarti kan Eyang udah nggak punya, sayang.""Nanti Niel sama Eyang buat lagi, Mama."Akhirnya Katerina tak mendebat lagi ucapan anaknya. Percuma saja jika ia melakukannya, Daniel pasti akan menjawabnya. Biarkan nanti kalau anaknya itu lengah, akan

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 95 - Amanda Yang Datang Ke Butik Katerina

    Setelah kemarahan Bayu pada Katerina di butik , hubungan mereka merenggang dan saling menghindar satu sama lain. Meski tetap tidur satu ranjang Katerina dan Bayu saling memunggungi. Tak ada yang mencoba untuk bicara memecah keheningan yang sudah beberapa hari membelenggu mereka.Tapi Bayu juga tak

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-27
  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 93 - Kesalahan

    Hari terus berganti, tapi kelakuan Bayu tetap sama. Laki-laki itu masih berhubungan dengan Amanda di belakang Katerina seolah peringatan Eyang Sukma ia abaikan. Baginya selama Katerina tidak curiga dan pernikahan mereka baik-baik saja berarti semuanya masih bisa ia kendalikan.Sebisa mungkin ia tet

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-27
  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 92 - Eyang Sukma Tahu Bayu Berselingkuh?

    Setelah napas mereka jauh lebih stabil, Bayu melepaskan penyatuan mereka dan mencium bibir Katerina dalam. Katerina yang masih bingung dengan ucapan Bayu sebelumnya menahan tubuh laki-laki itu saat akan menjauh."Kamu kok ngomong gitu tadi, Mas?"Bayu mengernyitkan dahi, "Ngomong apa, Cantik?""Tad

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-27
  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 86 - Bayu Yang Merasa Tak Bersalah

    Setelah menemani Andrea membeli kado untuk anniversary, Katerina dan laki-laki itu memilih untuk masuk ke dalam restoran untuk makan malam dan menunggu Bayu di sana.Kebetulan mereka bertemu dengan Bu Lis dan Dirga serta kekasihnya yang juga sedang berada di restoran yang sama."Ya ampun, Mbak Kate

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-26
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status