เข้าสู่ระบบSausan terpaksa menjawab telepon dari Vincent yang seharian ini sudah beberapa kali coba menghubunginya, entah apa yang ingin dikatakan lelaki yang begitu menggilai diri Sausan itu, sehingga di dunia maya dia sampai nekat mengakui kalau Sausan itu adalah kekasihnya.“Halo, Sausan, kamu dengar aku, kan?” ucap Vincent di seberang sana.“Iya, tentu saja aku mendengar, aku belum budeg...” jawab Sausan sekenanya.“Bisaaa... aja kamu...,” ujar Vincent terdengar tertawa kecil.“Ngapain sih seharian ini kamu neleponin aku terus... kamu nggak punya kerjaan lain emangnya?”“Kerjaanku banyak, tapi kerja utamaku ya mendekati kamu... hehehe...”“Lebay ah, aku nggak suka...”“Ya maaf..., tapi Sausan, terus terang aku memang serius menginginkan kamu dari pertama kita bertemu, coba katakan apa syaratnya agar aku nggak kamu PHP-in terus kayak gini?”“Idihhh... siapa juga yang PHP-in kamu? Selama ini kan kalau aku setuju untuk ketemuan hanya untuk urusan kerjaan, apa pernah aku ketemu kamu memang niat
Sebagai orang yang memiliki banyak relasi, dalam waktu singkat Tiko akhirnya mengetahui bahwa yang memuluskan jalan agar Salsa naik jabatan adalah seorang dokter muda dan tampan yang selama ini menyukai Salsa, Dr. Jims.Tiko merasa penasaran dengan identitas Dr. Jims, lalu seperti bisa dia meminta Sausan untuk memeriksanya. Tidak lama kemudian Sausan menyerahkan informasi yang diinginkan Tiko. Tiko pun mempelajari informasi mengenai properti Dr. Jims, rupanya lelaki itu memiliki perumahan mewah atas nama dirinya, tetapi saat ini dia juga memiliki pinjaman hipotek dan bahkan tagihan yang sudah jatuh tempo yang belum dibayarkan. Dr. Jims juga memiliki tagihan lain-lain lebih dari 100 juta. Tiko benar-benar tidak tahu dan tidak habis pikir dari mana asal uang Dr. Jims untuk membayar promosi Li Yanran yang mencapai ratusan juta. Kemudian Sausan memberi tahu Tiko lagi, bahwa ada aliran dana yang tidak diketahui asalnya sebesar 1 Miliar di rekening Dr. Jims. Tiko meminta Sausan untuk men
“Siapa tadi yang menyuruh mematahkan kaki adikku?” tanya Liana penuh amarah menatap pada Hengky. Dengan sigap Liana mengambil tongkat di sudut ruangan dan berbalik dengan cepat menyerang Hengky, tapi lelaki tua itu berhasil menghindari pukulan itu. Liana memang tidak ada maksud menciderai Hengky, yang dilakukannya hanya sebuah gertakan.“Sebentar... sebentar... sabar Bu Liana, percayalah aku tidak sungguh-sungguh ingin mematahkan kaki Pak Tiko. Ini hanya sebuah kesalahpahaman. Tapi, tolong jelaskan kaitan antara kalian bertiga sebenarnya. Liana mengatakan kalau Tiko adalah adiknya, lalu apa ada kaitan mereka berdua dengan keluarga Bu Sausan selaku anak dari Pak Martin Setiawan, pemilik perusahaan Arthama Karya group? Karena setahuku Tiko hanya seorang manajer biasa, tapi kenapa terkesan sangat penting dan diistimewakan oleh Bu Sausan?” tanya Hengky sambil mengutarakan pandangannya “Itu hanya perasaan Pak Hengky saja. Ingat tidak saat pertama kali kita ketemu di Hotel Arthama, bukank
“Dugaan Pak Hengky tepat, memang saya yang melaporkan bisnis ilegal Bapak, karena bisnis yang Bapak lakukan itu tidak betul, mana boleh membiarkan investor asing melakukan bisnis tanpa prosedur yang benar semata-mata untuk menghindari pajak,” jawab Tiko dengan tegas tanpa rasa takut sedikit pun.Hengky tampak menunjukkan kemarahan melalui sorot matanya yang membulat ke arah Tiko.“Bapak tahu sendiri kan pajak itu untuk pembangunan bangsa dan untuk kesejahteraan rakyat. Itu artinya Bapak sudah menghilangkan hak banyak orang. Makanya hati saya tergerak untuk menyelesaikan masalah ini, dan jalan satu-satunya yang paling mudah adalah melaporkan Bapak ke Dinas,” jelas Tiko mengutarakan idealisme dalam dirinya.“Jangan menggurui aku, kamu itu masih bau kencur dalam hal bisnis. Pengalamanku tidak ada seujung kuku pun dengan pengalaman bisnismu. Sekarang aku tanya, apa kamu bisa buktikan kalau uang-uang pajak itu digunakan sebagaimana mestinya untuk kesejahteraan rakyat? Apa kamu tidak pernah
Sausan telah menganalisa dokumen yang dicuri Violet dari kantor Hengky, itu adalah bukti-bukti kuat bahwa properti yang dijual oleh Hengky adalah aset yang bersumber dari asing tanpa melalui prosedur investasi yang legal, sehingga menyebabkan kerugian negara yang tidak sedikit. Tiko segera melaporkan itu pada Badan Pengawasan Investasi, sehingga beberapa hari kemudian, saham Sinar Gading Group turun drastis.Atas semua kekacauan yang terjadi di perusahaannya, kecurigaan Hengky semakin kuat pada Tiko, dia pun segera menghubungi Violet untuk mendapatkan nomor ponsel Tiko.“Halo Cantik, apa kamu masih sakit?” sapa Hengky saat Violet mengangkat ponselnya.“Sudah mendingan, PaK, tapi aku masih harus beristirahat di rumah tidak boleh keluar dulu oleh dokter,” jelas Violet beralasan.“Iya, Cantik... istirahat saja dulu, aku juga bukan ingin mengajak kamu keluar, kok, aku hanya perlu sedikit bantuanmu,” jelas Hengky.“Bantuan apa, Pak Heng?” tanya Violet dengan perasaan sedikit berdebar.“Ap
Setelah beberapa saat berpikir, Tiko bergegas menemui Sausan di ruang kerjanya, lalu secara singkat dia menjelaskan kejadian yang dialami oleh Violet saat ini. Tanpa banyak bertanya, Sausan langsung tahu apa yang harus dilakukannya untuk mencegah Hengky menemukan persembunyian Violet.Sausan tampak menelepon seseorang, sementara Tiko segera mengirim pesan whatsapp pada Violet bahwa di kantor Hengky itu ada akses evakuasi di lantai pertama. Tiko minta Violet keluar dari pintu itu, dan dia akan segera meluncur ke sana untuk menjemputnya.Violet menahan napas ketika langkah Hengky makin mendekati tempat persembunyiannya. Dia tahu jika si bandot tua itu berhasil menemukannya, sikapnya tidak akan melunak dan selembut ketika di atas ranjang, sebaliknya dia akan marah besar dan tidak akan memberi ampun padanya. Hengky makin mendekat, selangkah demi selangkah, Violet tidak tahu harus berbuat apa. Tepat ketika Hengky akan menemukan Violet, ponsel Hengky berdering, sehingga dia menghentikan l
Orang-orang yang berkumpul di dalam resto hotel saling berbisik sesama teman di sebelahnya, saling menduga-duga mana yang benar, mobil Rolls Royce itu milik pribadi Tiko atau sewaan? Demikian pula Violet berbisik pada Salsa.“Kok aku jadi ragu kalau mobil itu milik Tiko, Sa?” ucap Violet pada Salsa
Salsa masih memikirkan ucapan Tiko, bahwa kemungkinan besar dia akan kembali pada Violet, itu artinya Tiko tidak akan punya waktu untuk dirinya, untuk persahabatan yang sudah lama mereka jalin. Selain mengkhawatirkan nasib persahabatannya, Salsa juga memikirkan nasib Tiko yang akan jatuh ke lubang
“Hai, Franky... apa kabar?” sapa Salsa menyadari Franky menghampirinya.“Baik-baik aja, Salsa... kirain siapa, hampir nggak ngenalin aku,” ucap Franky sekilas memperhatikan Salsa yang mengenakan kacamata hitamnya.“Kamu makin subur saja, Frank, kata Tiko hari itu kamu sudah agak kurusan,” selidik Sa
Setelah makan siang Tiko mendapat telepon dari Liana, pulang kerja nanti dia diminta datang ke rumah kakaknya itu, katanya, ada kejutan yang ingin Liana tunjukan. Tentu saja Tiko jadi kepikiran, kejutan apakah gerangan? Membuatnya tak sabar menunggu hari menjelang sore.Saat waktu senggang, Tiko ter







