Share

56

last update Dernière mise à jour: 2026-02-25 21:25:13

Tak tanggung-tanggung, Sarah menginjak kaki Arga, membuat lelaki itu kesakitan dan menoleh ke padanya dengan mata yang membulat sempurna. “Plis, iyain aja!!!” bisik Sarah penuh harap.

Arga kembali menoleh ke layar ponsel, tersenyum canggung dan mengangguk pelan. “Hallo, Tante!” sapanya pada Bu Sani.

* * *

Setelah Qaiyara mengganti bajunya, ia dan suaminya menikmati sarapan pagi yang dimasak oleh lelaki itu. Kemudian, setelah sarapan, ia memutuskan untuk segera ke kampus.

Begitu membuka pintu
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Posessive Husband    58

    Qaiyara bersorak gembira, ia buru-buru masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap pergi ke rumah orangtuanya, walaupun baru saja kemarin ia bertemu dengan ibunya, tapi hari ini ia sudah merindukannya lagi.* * * “Semoga panjang umur, sehat selalu dan bahagia terus ya, anakku!!” tutur Bu Megan sambil mengusap lembut pucuk kepala putrinya.Qaiyara tersenyum dan mengangguk, “Terimakasih ya, Bu!” seru Qaiyara sambil mendaratkan pelukan hangat pada sang ibu“Kamu makan yang banyak ya, ibu udah masakin semua makanan kesukaan kamu,” ujar Bu Megan dengan nada lembut.Qaiyara melepaskan pelukannya, melihat banyaknya menu makanan kesukaannya di atas meja, kemudian menatap ibunya dengan perasaan iba. “Seharusnya ibu nggak usah masak sebanyak ini, lihat ibu sehat aja itu udah jadi hadiah terindah buat aku, Bu.”Setelah suasana sedih memenuhi ruangan tersebut, kini mereka menikmati makan malam bersama dan setelah itu Bu Megan pamit lebih dulu untuk beristirahat, Qaiyara mengantar ibunya ke kamarnya

  • Posessive Husband    57

    Karin merasa ia telah salah memilah kata-kata, ia terdiam sejenak, melirik Manda untuk meminta pertolongan pada sahabatnya itu. Manda hanya mengangguk pelan, mengisyaratkan pada Karin, agar ia tetap tenang.“Seperti yang kita tahu, pernikahan Qaiyara dan Sagara itu nggak serius, mereka bakal tetap akhiri semuanya, sesuai dengan yang tertera di surat kontrak yang mereka buat,” ungkap Manda sambil tersenyum miring, merasa puas karena sudah membeberkan hal besar itu pada sang ibu.Mendengar ucapan putri semata wayangnya itu, mata Bu Mirna seketika membulat sempurna.“Jadi, pada akhirnya, pasti Sagara dan Karin akan tetap menikah, melanjutkan pernikahan mereka yang sudah tertunda,” imbuh Manda dengan mantap.* * *Setelah kelas pagi dan satu-satunya kelas mereka hari ini, Qaiyara diajak ke kantin oleh Alina.Di kantin, Sarah dan Dion sudah siap dengan segala hal yang mereka persiapkan sedari tadi, kejutan sederhana untuk Qaiyara.

  • Posessive Husband    56

    Tak tanggung-tanggung, Sarah menginjak kaki Arga, membuat lelaki itu kesakitan dan menoleh ke padanya dengan mata yang membulat sempurna. “Plis, iyain aja!!!” bisik Sarah penuh harap.Arga kembali menoleh ke layar ponsel, tersenyum canggung dan mengangguk pelan. “Hallo, Tante!” sapanya pada Bu Sani.* * * Setelah Qaiyara mengganti bajunya, ia dan suaminya menikmati sarapan pagi yang dimasak oleh lelaki itu. Kemudian, setelah sarapan, ia memutuskan untuk segera ke kampus.Begitu membuka pintu utama, ia terkejut, matanya membulat sempurna saat melihat sebuah boneka beruang putih berukuran besar dan sebuah balon yang ada di depan pintu apartemen.“Mas Gara, kita kedatangan tamu!!” panggil Qaiyara.Sagara yang tengah bersiap untuk ke kampus, segera keluar dari kamar dan menghampiri Qaiyara.“Siapa?” tanyanya.Tanpa mengeluarkan suara untuk menjawab, Qaiyara hanya menunjuk ke arah boneka dan balon tersebut. Dan Sagara ikut melihat ke arah yang ditunjuk perempuan itu.“Grizzly dan balonn

  • Posessive Husband    55

      Di tempat lain, tampak seorang pria sudah sampai di depan toko kue, dengan langkah gusar dan napas lelahnya, ia masuk ke dalam toko tersebut.“Haduh, lain yang jatuh cinta, lain yang repot. Gini banget ya, kalau cowok baru ngerasain jatuh cinta setelah sekian lamanya dia mati rasa akan yang namanya cinta,” gerutu Arga begitu memasuki toko kue langganannya.Begitu ia berdiri di depan etalase yang menyuguhkan banyaknya pilihan kue, Arga mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jaket dan membuka ruang obrolannya dengan Sagara.Sagara : “Cariin kue yang menyimbolkan keromantisan, tapi jangan terlalu alay, kalau bisa yang sederhana aja gitu, tapi keliatan elegan dan mewah.”  Begitulah isi pesan dari Sagara yang dikirimkan dari jam 6 pagi tadi. Ya, itu terlalu pagi.Setelah membaca pesan tersebut untuk yang kedua kalinya, Arga hanya mampu memutar mata jengah dan menghembuskan napasnya dengan kasar.“Sederhana tapi keliatan mewah, gima

  • Posessive Husband    54

    “Mas Gara ngapain sih ngasih harapan palsu ke ibu?” gerutu Qaiyara sesampainya di apartemen.“Harapan palsu apa sih, Qai-chai?” tanya Sagara sambil menghembuskan napas lelah.Qaiyara yang baru saja mendaratkan bokongnya di sofa ruang tengah, segera menoleh saat mendengar panggilannya dari sang suami.“Apa? Aku nggak salah dengar, nih?” tanyanya dengan kedua alis yang mengerut.Alis Sagara ikut mengerut, “Apaan?” Sagara bertanya balik, ia belum ngeh dengan apa yang ditanyakan Qaiyara.“Tadi Mas Gara manggil aku apa? Qai-chai?”Setelah mengetahui kemana arah pembicaraan Qaiyara, Sagara hanya menganggukinya.“Iya, Qai-chai.”“Qai-chai apaan, dah?”“Dalam bahasa Hindi, Chai bermakna teh. Jadi, sudahi minum kopi, dan berpaling ke teh, meskipun minum teh juga nggak sehat-sehat banget, setidaknya nggak seburuk minum kopi berlebihan seperti kebiasaanmu!” seru Sagara menjelaskan panjang lebar, dan belum sempat Qaiyara berkutit dan memberikan responnya, Sagara lebih dulu berlalu dari sana.Qaiy

  • Posessive Husband    53

    “Astaga, Ibu!!! Ngapain sih ibu ngurus masakan? Ibu kan baru pulang dari rumah sakit, ibu harus banyak istirahat dulu!!!” pungkas Qaiyara yang begitu sampai di rumah orang tuanya dan menemui ibunya yang tengah berkutat di dapur.Tampak pak Haris hanya mampu menghembuskan napas beratnya, sepertinya ia juga sudah berusaha untuk menasehati istrinya Agara beristirahat terlebih dulu, namun tetap mendapatkan penolakan dari Bu Megan.Bu Megan hanya menoleh untuk sesaat, kemudian kembali fokus mengiris perbawangan.“Ibu hanya ingin masakin makanan kesukaanmu, katanya kamu rindu sama masakan ibu,” tutur Bu Megan.Qaiyara memeluk ibunya dari belakang, menempelkan kepalanya di pundaknya ibunda tercintanya.“Maafin aku ya, Bu. Aku belum bisa menjadi anak yang baik buat ayah dan ibu,” gumamnya.Bu Megan menghentikan aktifitasnya itu, kemudian menghadap anaknya dan memeluknya dengan tulus dan penuh kehangatan. “Dengan menjadi istri yang baik u

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status