Share

Bohong?

Author: Chili Cemcem
last update publish date: 2026-02-18 23:58:29
Adam menggeleng pelan, wajahnya dibuat tampak sesedih mungkin. "Baru saja ada pesan masuk. Aku ... aku harus izin darurat besok pagi. Aku harus kembali ke rumah lamaku, ada urusan keluarga yang mendesak dan tidak bisa ditunda."

​Areta meletakkan sendoknya. Tatapannya kembali menajam, seolah sedang memindai kebenaran di balik lensa kacamata Adam. "Rumah lama? Kamu jarang sekali cerita soal keluargamu, Adam. Ada apa? Sesuatu yang buruk terjadi?"

​"Hanya urusan administratif dan ... ya, ada ker
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pria Culun Itu Suamiku   Hadiah Tak Terduga

    Pagi itu, Adam berdiri di podium lobi utama Rajawali Jaya Group. Ratusan pegawai dari berbagai divisi berkumpul, menciptakan suasana yang sedikit tegang namun penuh rasa penasaran. Adam tampil rapi, namun aura garang yang sempat terlihat saat kasus Bima kini telah berganti menjadi wibawa seorang pemimpin yang mengayomi.Di sampingnya, Luna berdiri sigap dengan beberapa berkas, sementara pengeras suara memastikan suara Adam terdengar hingga ke sudut-sudut ruangan.“Selamat pagi semuanya,” suara Adam menggema, tenang namun tegas. “Seperti yang kalian tahu, besok adalah hari yang sangat spesial bagi saya dan keluarga kecil saya. Saya ingin berbagi kebahagiaan ini dengan kalian semua, orang-orang yang telah membantu membesarkan Rajawali Jaya.”Adam terdiam sejenak, menatap wajah-wajah pegawainya. “Saya memohon maaf karena keterbatasan tempat dan privasi keluarga, saya tidak bisa mengundang seluruh ribuan pegawai ke lokasi acara. Namun, kebahagiaan saya tidak akan lengkap jika kalian tid

  • Pria Culun Itu Suamiku   Gaunku Kesempitan

    Halaman luas kediaman Rajes kini telah berubah menjadi area konstruksi estetik yang sibuk. Truk-truk besar bermuatan bunga segar dan rangka besi dekoratif berjajar di area parkir. Suara denting palu yang bertemu rangka besi dan instruksi kru dekorasi menciptakan suasana yang penuh energi sekaligus mendebarkan.Areta berdiri di tengah taman, masih dengan gaya kasual namun matanya yang tajam sebagai desainer tak melewatkan satu detail pun. Di sampingnya, Veronica berdiri dengan anggun, memegang kipas kecil sambil memantau pekerjaan para kru.“Mbak Shinta, pastikan posisi lampu fiber optic di pohon ini tidak terlalu rapat,” ujar Areta sambil menunjuk sebuah pohon peneduh yang kini mulai dililiti kabel-kabel halus. “Aku ingin cahayanya tampak seperti kunang-kunang yang terbang alami, bukan seperti lampu hias toko.”Shinta, sang dekorator, segera menginstruksikan anak buahnya untuk menyesuaikan posisi lampu. “Siap, Mbak Areta. Kami akan buat pendarannya sehalus mungkin agar serasi dengan

  • Pria Culun Itu Suamiku   Kegelisahan Lucu

    Sinar matahari sore menembus jendela kaca butik Areta Niku, memantulkan kilau pada deretan manekin yang mengenakan koleksi terbarunya. Di dalam, Areta tampak sibuk. Setelah ketegangan soal teror Bima mereda, ia memutuskan untuk menyalurkan energinya dengan merapikan butik.Lengan kemeja putihnya masih tergulung rapi hingga siku, memperlihatkan tangannya yang cekatan mengelap meja kayu estetik di tengah ruangan. Ia merasa tenang karena tahu Arkadia sedang berada di tangan yang aman bersama Mama Veronica di rumah.Lonceng di pintu berdenting, tanda seorang tamu masuk.Seorang wanita berusia sekitar 40-an dengan penampilan sangat elegan masuk sambil tersenyum ramah. Ia menjinjing sebuah tas kulit berkualitas tinggi yang tampak penuh.“Selamat sore, Mbak Areta? Saya Shinta dari L’Amour Decoration,” sapa wanita itu. “Maaf jika saya datang sedikit lebih awal dari jadwal kita.”Areta segera menurunkan gulungan lengan bajunya sedikit dan menyambut jabat tangan Shinta. “Sore, Mbak Shinta.

  • Pria Culun Itu Suamiku   Rasa Sesal

    Setelah keheningan yang mencekam selama beberapa menit, Adam akhirnya bersuara. Suaranya rendah, serak, namun penuh tekanan yang tidak terbantahkan.“Luna, hubungi tim IT. Saya ingin rekaman CCTV di depan gerbang rumah Papa Rajes dalam satu jam terakhir disisir habis. Cari kurir paket itu. Jika dia menggunakan motor atau mobil, saya ingin nomor platnya ada di meja saya sebelum matahari terbenam.”“Baik, Pak,” sahut Luna cekatan, jarinya langsung menari di atas layar iPad-nya.“Dan satu lagi,” Adam menatap ke luar jendela, melihat jalanan yang seolah bergerak terlalu lambat baginya. “Hubungi Pierre. Tanya dia secara pribadi, apakah ada pihak di Paris yang merasa dirugikan dengan kesuksesan koleksi Arkadia Series. Jika teror ini berhubungan dengan bisnis Areta di sana, aku akan menutup mulut mereka selamanya.”Saat mobil berbelok memasuki area perumahan elit Papa Rajes, Adam melepaskan kancing jasnya, seolah mempersiapkan diri untuk pertempuran. Luna bisa melihat dari spion bagaimana

  • Pria Culun Itu Suamiku   Teror Untuk Arkadia

    Malam harinya, setelah Arkadia terlelap, Areta duduk bersandar di headboard tempat tidur sambil menggenggam ponselnya. Ia memutuskan untuk menghubungi Pierre secara langsung lewat panggilan internasional, tak sabar ingin mendengar detail keberhasilan koleksi musim keduanya di Paris."Pierre! Aku baru dengar kabar dari Adam kalau koleksi kita sukses besar. Benarkah?" tanya Areta dengan nada antusias begitu panggilan tersambung."Areta! Ah, desainer bintangku! Benar sekali," suara Pierre terdengar bersemangat di seberang sana. "Paris jatuh cinta pada sentuhan lembutmu. Koleksi Arkadia Series ini punya jiwa, Are. Mereka bilang ini bukan sekadar baju bayi, tapi seperti pelukan seorang ibu."Mereka sempat berbincang selama lima belas menit mengenai angka penjualan, rencana produksi untuk musim berikutnya, hingga kemungkinan pembukaan gerai fisik baru di kawasan Le Marais. Namun, di sela-sela pembicaraan teknis itu, Areta menangkap nada suara Pierre yang sangat ceria setiap kali menyebut

  • Pria Culun Itu Suamiku   LDR Luna Pierre

    Luna mengangguk patuh, segera beranjak untuk memberikan instruksi tegas kepada mandor dan para pekerja agar menjaga kerahasiaan proyek dengan lebih ketat. Setelah memastikan semua instruksinya dipahami, ia kembali ke sisi Adam dan berjalan beriringan menuju area parkir di depan gerbang kayu.Adam membuka pintu mobilnya, namun sebelum masuk, ia menoleh ke arah Luna yang tampak sesekali melirik jam tangannya dengan raut wajah yang sedikit tidak tenang.“Terburu-buru sekali, Luna. Ada janji?” tanya Adam dengan nada menyelidiki namun tetap hangat.Luna tersentak kecil, lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan tertiup angin perbukitan. “Ah, itu... iya, Pak. Ada janji sebentar.”Adam menyipitkan mata, sebuah senyum tipis muncul di sudut bibirnya. “Sama siapa? Pierre? Aku salah tebak, kan?”Luna tersenyum canggung, bola matanya bergerak ke atas sebentar seolah sedang mencari alasan, namun akhirnya ia menyerah di bawah tatapan tajam bosnya. “Tentu saja, Pak. Dia sedang begadang d

  • Pria Culun Itu Suamiku   Alasan Apa Lagi ?

    Adam mendekat, berpura-pura membaca tulisan di badan truk tersebut. "Oalah, Are! Aku ingat sekarang! Kemarin aku baca di koran bekas pembungkus nasi goreng, katanya pemerintah memang lagi gencar-gencarnya kasih promo UMKM Go International. Kamu kan desainer berbakat, prestasimu luar biasa, ya wajar

  • Pria Culun Itu Suamiku   Kekesalan Adam

    Tiba-tiba, bel pintu butik berbunyi. Seorang kurir masuk membawa sebuah buket bunga lili putih dan mawar merah yang sangat besar—sangat besar hingga menutupi wajah si kurir. ​"Untuk Ibu Areta Niku," ucap kurir tersebut. ​Areta menerima bunga itu dengan kening berkerut. Ia mencari kartu ucapan, d

  • Pria Culun Itu Suamiku   Bersandar Dibahumu

    Suasana romantis itu tiba-tiba terusik saat seorang manajer restoran berjalan mendekati meja mereka dengan wajah ragu. Ia menatap Adam dengan dahi berkerut, lalu memeriksa buku reservasi dan tablet di tangannya. ​"Mohon maaf mengganggu makan malam Anda, Ibu," ucap manajer itu dengan suara rendah.

  • Pria Culun Itu Suamiku   Perhatian Kecil

    ​Sorot mata Adam mendadak sangat dingin, tajam, dan mengandung tekanan yang luar biasa berat, seolah-olah suhu di ruangan itu turun drastis. ​Kevin yang sedang asyik tertawa sinis tiba-tiba merasa tenggorokannya tercekat. Ia melihat ke arah Adam, dan untuk sesaat, ia merasa seperti sedang ditatap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status