แชร์

BAB 12: MALAM YANG PANAS

ผู้เขียน: Kak Upe
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-27 08:12:20

Ning Yuan membeku. Matanya membelalak melihat sosok di hadapannya. "Yang—Yang Mulia?"

Kaisar berdiri tegak, matanya gelap menyala. Dia menatap Ning Yuan—rambut kusut, selimut melorot, pergelangan tangan masih terikat kain dan terlihat bekas merah. Lalu matanya beralih ke Shen Ziyuan yang terkapar di lantai.

Tanpa sepatah kata, Kaisar menendang tubuh Shen Ziyuan hingga terguling ke sudut ruangan.

"Yang Mulia—" Ning Yuan mencoba bangun.

"Kau terluka," potong Kaisar, suaranya dingin. "Duduk."

Ning
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 17: CEMBURU

    Setelah Shen Ziyuan pergi, gazebo menjadi sunyi.Ning Yuan berdiri di tempatnya, tidak bergerak. Matanya menunduk, tapi pikirannya berputar cepat. Rasa sakit yang tadi menusuk dadanya masih terasa."Aku jatuh cinta padanya sejak sepuluh tahun lalu."Kata-kata Kaisar terus terngiang.Bodoh kau, Ning Yuan. Di mata Kaisar, kau tidak lebih dari wanita penghangat ranjangnya.Kaisar mengamatinya diam-diam. Matanya menyipit melihat ekspresi Ning Yuan yang dingin, tertutup, menjaga jarak.Ada apa dengan wanita ini? Kenapa dia tiba-tiba berbeda?"Kau diam sekali," ucap Kaisar pelan. "Apa kau tidak senang berada di sini?"Ning Yuan mengangkat kepalanya, wajahnya datar. "Hamba senang, Yang Mulia.""Kau berbohong.""Tidak, Yang Mulia. Hamba hanya..." dia berhenti, mencari kata, "...tidak nyaman."Kaisar tersenyum tipis. Tidak nyaman. Benar! Dia pasti tidak nyaman karena aku memaksanya menerima titah ini.Dia tidak tahu bahwa Ning Yuan berbohong. Dia mengira Ning Yuan tidak nyaman karena cara lici

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 16: JADI AKU HANYA PENGHANGAT RANJANGNYA?

    Di gazebo istana, Kaisar tersenyum gembira melihat kedatangan Ning Yuan dari kejauhan. Tapi senyum itu langsung pudar saat melihat Shen Ziyuan berjalan dibelakang Ning Yuan."Dia sengaja membawa suami sialannya." Kaisar mengepalkan tinjunya di balik lengan jubah. "Agar aku tidak bisa terlalu dekat dengannya. Pintar juga kau, Ning Yuan." "Apa kau pikir aku tidak bisa menyingkirkan pria sialan itu dari sini?""Kasim Zhao," panggilnya pelan, tanpa mengalihkan pandangan dari Ning Yuan yang berjalan mendekat.Kasim Agung Zhao langsung mendekat, menunduk hormat. "Ada apa, Yang Mulia?"Kaisar berbisik sesuatu di telinganya. Kasim Zhao mengangguk, senyum tipis terukir di wajah tuanya. "Hamba mengerti, Yang Mulia."Kasim Zhao pun pergi.***Ning Yuan dan Shen Ziyuan tiba di gazebo. Mereka memberi hormat dengan sopan."Hamba Shen Ziyuan dan istri hamba, Ning Yuan, datang menghadap Kaisar." ucap Shen Ziyuan dengan suara penuh semangat. "Semoga Yang Mulia selalu panjang umur."Kaisar mengangguk

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 15: DRAMA ISTRI SETARA

    Ning Xue'er menggigit bibirnya. "Sialan! Ning Yuan telah berhasil menjerat kak Shen Ziyuan di ranjangnya! Aku tidak boleh tinggal diam.""Tapi Kakak Ziyuan," ujarnya dengan suara bergetar, menundukkan kepala, "Itu berarti kau akan terus mendatangi kamar kak Ning Yuan hingga dia bisa hamil? Kak Ziyuan, apa permainan ranjang kak Ning Yuan jauh lebih memuaskanmu di banding aku? Aku rela melakukan apapun untuk memuaskanmu di ranjang kak.""Tidak! Tidak begitu sayang. Permainan ranjangmu jauh lebih liar dan panas dibandingkan dia. Aku menidurinya hanya demi keluarga Shen. Tidak lebih. Percayalah padaku." ucap Shen Ziyuan buru-buru menenangkan Ning Xue'er."Tapi jika kak Ning Yuan benar-benar nantinya hamil, lantas anak yang ada di dalam kandunganku ini bagaimana? Posisiku hanyalah selir. Aku tidak ingin anakku nanti merasakan nasib seperti aku yang selalu ditindas oleh anak dari istri sah. Aku juga tidak ingin anak kita ini pandang rendah oleh orang-orang." rengeknya sambil menangis tersed

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 14: TANDA MERAH

    Ning Xue'er menunggu di koridor sejak fajar.Matanya mengawasi pintu kamar Ning Yuan dengan sabar. Dia yakin semalam tidak terjadi apa-apa antara Ning Yuan dan Shen Ziyuan. "Jangan harap malam-malam kesepianmu akan berakhir! Aku sudah menguasai hati Shen Ziyuan sepenuhnya selama dua tahun ini. Pria itu tidak akan pernah menyentuh wanita lain selain diriku." Ucapnya pelan penuh kesombongan.Akhirnya pintu terbuka dan Ning Yuan melangkah keluar, Ning Xue'er segera menghampiri dengan senyum manis. Di tangannya, sepiring manisan berwarna-warni."Kakak," sapa Ning Xue'er dengan suara lembut. "Aku sengaja menunggu kakak di sini. Aku bawakan manisan untuk kakak."Ning Yuan berhenti. Matanya menatap Ning Xue'er dengan datar, menunggu drama apa yang akan dimulai pagi ini."Aku tahu kakak pasti sedih," Ning Xue'er melanjutkan, suaranya penuh kepura-puraan. "Kesempatan yang selama dua tahun kakak nantikan ternyata tidak seperti yang kakak bayangkan. Tapi sudahlah, kakak tidak usah bersedih."Nin

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 13: PRIA LICIK

    Pagi hari. Sinar matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai.Shen Ziyuan membuka mata. Kepalanya terasa berat, pikirannya kabur. Tapi satu hal yang dia sadari, dia berada di kamar Ning Yuan—di ranjang yang sama dengan semalam.Semalam... aku datang ke kamarnya. Lalu...Dia menoleh. Ning Yuan duduk di kursi dekat jendela, berpakaian rapi, wajahnya tenang. Tapi di lehernya, ada tanda merah—bekas ciuman yang tidak bisa disembunyikan.Shen Ziyuan tersenyum puas. Jadi semalam benar-benar terjadi.Dia bangkit, berjalan mendekati Ning Yuan dengan langkah sok percaya diri. "Kau terbangun lebih dulu?"Ning Yuan menatapnya datar. Tidak menjawab."Kau tahu," Shen Ziyuan melanjutkan, suaranya penuh kebanggaan, "aku pikir kau akan sulit ditaklukkan. Tapi ternyata..." dia menyentuh tanda merah di leher Ning Yuan, "...kau begitu jinak setelah aku taklukkan di ranjang semalam."Ning Yuan menahan senyum sinis. "Sepertinya dia tidak ingat apa-apa. Pengawal Kaisar pasti memberinya sesuatu." Batin

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 12: MALAM YANG PANAS

    Ning Yuan membeku. Matanya membelalak melihat sosok di hadapannya. "Yang—Yang Mulia?"Kaisar berdiri tegak, matanya gelap menyala. Dia menatap Ning Yuan—rambut kusut, selimut melorot, pergelangan tangan masih terikat kain dan terlihat bekas merah. Lalu matanya beralih ke Shen Ziyuan yang terkapar di lantai.Tanpa sepatah kata, Kaisar menendang tubuh Shen Ziyuan hingga terguling ke sudut ruangan."Yang Mulia—" Ning Yuan mencoba bangun."Kau terluka," potong Kaisar, suaranya dingin. "Duduk."Ning Yuan menurut. Tangannya masih gemetar saat merapikan selimut menutupi tubuhnya. "Bagaimana—bagaimana Yang Mulia bisa berada di kamarku?"Kaisar berbalik, melangkah ke arah pintu. "Jadi kau lebih suka dia yang ada di sini? Kalau begiiu aku akan pergi.""Tidak! Bukan begitu maksudku. Aku hanya bertanya mengapa Yang Mulia bisa berada di sekitar kamar ku." Sela Ning Yuan, membiarkan Kaisar membuka ikatan tangannya."Sepertinya kau memang tidak suka melihatku." Ujar Kaisar dingin, lalu berdiri untuk

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status