مشاركة

BAB 66: WEITIAN..?

مؤلف: Kak Upe
last update تاريخ النشر: 2026-07-28 18:01:16

Ning Yuan berlari mengejar pria bertopeng itu hingga ke sebuah penginapan kecil di ujung jalan. Qinlan mengikutinya dengan susah payah, bahkan sampai terengah-engah.

"Nona... tunggu... kau berlari terlalu cepat..." seru Qinlan.

Tapi Ning Yuan tidak mendengar. Dia langsung menuju pintu penginapan, hendak masuk. Namun tiba-tiba....

"Berhenti."

Sebuah tangan kekar menghalangi jalannya. Pengawal pria bertopeng itu berdiri di depan pintu dengan wajah tanpa ekspresi.

"Aku ingin bicara dengan tuan mud
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 68: Bersabarlah Nyonya,.

    Sudah dua hari.Ning Yuan berdiri di bawah pohon willow di seberang penginapan, jari-jarinya tanpa sadar memilin ujung kain lengan bajunya. Dua hari sejak malam itu. Dua hari sejak sentuhan hangat yang membuat jantungnya berdesir tak terkendali."Aku tidak mengerti," gumamnya pelan, matanya menatap pintu penginapan yang tertutup rapat. "Saat aku ingin berjumpa dengannya, dia menolak. Tapi dua hari yang lalu dia muncul begitu saja dan membantuku."Qinlan yang berdiri di sampingnya mendengus. "Nona, sudah dua hari kita di sini. Dua hari! Dan pengawal itu selalu bilang tuan mudanya tidak bisa diganggu." Gadis pelayan itu melipat tangannya di dada. "Mungkin pria itu memang tidak ingin bertemu dengan Nona. Sudahlah, kita pulang.""Tidak." Ning Yuan menggeleng tegas. "Aku akan menunggunya, aku yakin dia pasti akan keluar." Di dalam hati, Ning Yuan tahu jika apa yang Qinlan katakan benar. Dua hari ini entah sudah berapa kali dia meminta agar bisa bertemu dengan pria bernama Lou Yu itu. Tapi

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 67: SENTUHAN YANG FAMILIAR

    "CEPAT SUJUD DAN MINTA MAAF!" teriak Wang Yichen lagi, suaranya semakin keras dan penuh amarah. Matanya melotot ke arah Ning Yuan, tidak peduli dengan kehadiran pria bertopeng diantara mereka. "KAU! CEPAT PAKSA DIA!" perintahnya pada pengawal.Pengawal itu melangkah maju, tangannya terulur hendak menarik Ning Yuan. Namun sebelum jari-jari kasar itu menyentuh pakaian Ning Yuan, sebuah kipas bambu berwarna hitam pekat tiba-tiba menghantam pergelangan tangan pengawal dengan gerakan cepat dan presisi."KRAK!" suara benturan kering terdengar. Pengawal itu meringis kesakitan, menarik tangannya dengan cepat sambil memegangi pergelangan tangannya yang memerah."Kenapa dia harus sujud dan minta maaf?" suara pria bertopeng itu terdengar tenang, tapi ada nada dingin yang menusuk di balik kata-katanya. "Memangnya dosa besar apa yang telah dia perbuat?"Qinlan, yang dari tadi hanya bisa menahan napas karena takut, tiba-tiba mendapat keberanian. Dengan langkah mantap, gadis pelayan itu maju ke depa

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 66: WEITIAN..?

    Ning Yuan berlari mengejar pria bertopeng itu hingga ke sebuah penginapan kecil di ujung jalan. Qinlan mengikutinya dengan susah payah, bahkan sampai terengah-engah."Nona... tunggu... kau berlari terlalu cepat..." seru Qinlan.Tapi Ning Yuan tidak mendengar. Dia langsung menuju pintu penginapan, hendak masuk. Namun tiba-tiba...."Berhenti."Sebuah tangan kekar menghalangi jalannya. Pengawal pria bertopeng itu berdiri di depan pintu dengan wajah tanpa ekspresi."Aku ingin bicara dengan tuan mudamu!" kata Ning Yuan cepat. "Tolong minggirlah."Tapi sepertinya pengawal itu tidak mau mendengar perintah Ning Yuan. Dia tetap di posisinya, tidak bergerak sama sekali. "Tuan sedang tidak menerima tamu.""Aku tidak akan berlama-lama menggangunya. Aku janji, ini hanya akan sebentar. Aku hanya ingin—""Pergilah," potong pengawal itu dengan dingin. "Sebelum aku menyuruhmu pergi dengan paksa."Ning Yuan menghela napas panjang. "Aku tidak bermaksud jahat! Aku hanya ingin bertanya apakah tuanmu berse

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 65: Pria Misterius

    Tujuh hari sudah Ning Yuan berada di kediaman keluarga Wang. Dan di dalam tujuh hari itu setiap harinya, dia harus berhadapan dengan tingkat narsis Wang Yichen yang super duper tinggi. Pria itu masih dengan otak dangkalnya berpikir bahwa Ning Yuan datang ke sini untuk dirinya.Kemana pun Ning Yuan pergi, tanpa sengaja pasti ada Wang Yichen dan tunangannya, Liu Meiling, di sana. Seperti hari ini, saat Ning Yuan ingin menikmati sarapan di taman."Ning Yuan? Kau di sini?" suara Liu Meiling terdengar manis tapi tajam. "Aku dan Yichen juga ingin sarapan di sini. Kau tidak keberatan, kan?"Ning Yuan menghela napas. "Tentu saja tidak."Liu Meiling duduk di seberangnya, Wang Yichen di sampingnya. Sepanjang sarapan, Liu Meiling terus melempar sindiran halus. "Kau tahu, Ning Yuan, dulu aku dengar kau sangat menyukai Yichen. Sungguh lucu. Bayangkan jika kalian benar-benar menikah. Kau dari keluarga pedagang, Yichen dari keluarga bangsawan. Pasti tidak cocok."Ning Yuan mengangkat alis. "Aku setu

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 64: NARSIS TIDAK KETULUNGAN

    Ning Yuan memasuki ruang utama dan segera memberi hormat pada Nyonya Besar Wang. Wanita tua itu duduk di kursi utama dengan wajah keriput dan tatapan tajam. Meskipun usianya sudah sangat sepuh, matanya masih awas mengamati setiap orang yang masuk ke rumahnya."Hormat pada Nyonya Besar Wang," kata Ning Yuan dengan sopan. "Semoga Nyonya Besar selalu sehat."Nyonya Besar Wang mengangguk dingin. "Ning Yuan. Sudah lama tidak bertemu. Kau tumbuh semakin dewasa.""Terima kasih, Nyonya Besar."Wanita tua itu tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia tidak begitu menyukai Ning Yuan, tapi juga tidak terlalu membencinya. Baginya, Ning Yuan hanyalah anak yatim piatu dari kalangan pedagang yang tidak akan ada gunanya bagi keluarga Wang. Tapi karena Ning Yuan cukup penurut saat tinggal di sana dulu, dia tidak pernah menunjukan rasa risih jika Ning Yuan datang.Makan malam berlangsung dengan suasana yang cukup hangat—setidaknya di permukaan. Nyonya Wang terus meletakan makanan yang enak-enak di depan Ning

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 63: Para Ratu Drama

    Kereta akhirnya berhenti di depan gerbang kediaman keluarga Wang.Ning Yuan turun dengan hati-hati, matanya menatap rumah besar di hadapannya. Rumah itu masih sama seperti yang dia ingat—halaman luas dengan pohon-pohon rindang, taman kecil di depan, dan deretan bunga yang ditanam dengan rapi di sepanjang pagar.Seorang wanita paruh baya dengan wajah ramah berlari keluar dari pintu utama. Begitu melihat Ning Yuan, wajahnya langsung berseri-seri."Ning Yuan!" serunya, berlari menghampiri. "Kau benar-benar datang! Aku sangat senang melihatmu!""Bibi!" Ning Yuan tersenyum lebar, membalas pelukan hangat wanita itu. "Aku rindu padamu."Nyonya Wang melepaskan pelukannya, menatap Ning Yuan dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Kau tumbuh semakin cantik, Yuan. Aku hampir tidak mengenalimu. Kemarilah, biar aku lihat wajahmu lebih dekat."Ning Yuan tertawa kecil, membiarkan Nyonya Wang memeriksa wajahnya dengan penuh kasih sayang. "Bibi.. kau yang semakin cantik. Bibi apa kabar? Bibi sehat kan?"

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status